13 Aset Perusahaannya Dilelang, Yasir Mahmud Dikabarkan Bangkrut

Yasir Mahmud
Yasir Mahmud

Makassar, KABAROKE — Pengusaha sekaligus Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, M Yasir Mahmud dikabarkan bangkrut. Hal itu mencuat menyusul akan dilelangnya 13 aset milik Yasir Mahmud di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Parepare, 18 Januari mendatang.

Kabar itu dikonfirmasi oleh R Robby Widjanarko, kurator yang berkantor di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 11 Januari kemarin. Hal tersebut merujuk hasil putusan Pengadilan Niaga di PN Makassar No 05/PDT.SUS.PKPU /2015/PN.Niaga Mks/20 November 2015, Robby mengumumkan status pailit (bangkrut) dan lelang ulang eksekusi atas 13 aset milik Yasir Mahmud di Kabupaten Bone.

Lelang 13 aset dari PT Ta’ Disangka milik Yasir Mahmud itu secara khusus mencantumkan nama Yasir sebagai pemilik aktiva tak bergerak. Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa, distribusi, perdagangan, dan kontraktor.

Pelelangan 13 aset itu akan digelar terbuka di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Parepare, Jl Jenderal Sudirman No 93, Kota Parepare, Rabu 18 Januari 2017, pekan depan.

13 aset dengan total nilai sekitar Rp 41,8 miliar itu antara lain, lahan seluas 5.171 meter persegi di Pallakka, Bone; lahan seluas 7.916 meter di Jl Pergudangan, Watampone; sebanyak tiga lahan plus gedung kantor seluas (6.093 meter persegi) di Jl Poros Bone-Makassar, Ulaweng, Bone; dan lahan kosong seluas 21.921meter persegi di Pallakka, Bone.

Tujuh aset lahan lainnya adalah, empat bidang lahan 4.162 meter persegi di Jl MT Haryono, Watampone; masing-masing satu lahan kosong seluas 9,530 meter di Jl Stadion Lapata, Watampone; tanah kosong seluas 44.925 meter di Pallakka; dan lahan kosong 1.094 meter di Jl Poros Bajoe-Kading, Bone.

Saat dikonfirmasi, Yasir selaku Direktur Utama PT Ta Disangka, mengungkapkan, aset yang masuk daftar lelang berasal dari perusahaannya yang sudah lama. Menurutnya, asetnya itu sudah masuk lelang namun baru terpublikasi lagi awal tahun ini.

“Itu hal lama dan mungkin baru sekarang masuk lelang,” ucap Yasir saat dikonfirmasi, Kamis, 12 Januari.

Baca Juga  DPR Minta Kemenlu Bertindak Cepat Bebaskan 10 WNI Yang Disandera Di Filipina

Terkait alasan mengapa aset tersebut masuk lelang, Yasir enggan berkomentar banyak. Namun, Ia mengatakan kalau aset tersebut tidak mempengaruhi perusahaan yang dipimpinnya sekarang. “Tak masalah lelang, itu tak pengaruhi perusahaan sekarang,” katanya.

Sekadar di ketahui, Yasir saat ini bergabung di Partai Golkar Sulsel sejak Oktober 2016 lalu. Selama hampir empat tahun dia aktif sebagai kader Partai Gerindra.

Yasir memang sempat menjabat Ketua DPC Gerindra Bone sekaligus merangkap Wakil Bendahara DPD Partai Gerindra Sulawes Selatan. Dia masuk Partai Gerindra saat partai berlogo garuda ini dipimpin Juliadi, Chalik Suang, dan Andi Rudiato Asapa.

Pada kepengurusan Latinro La Tunrung, Yasir masih tetap dipertahankan sebagai elite Partai Gerindra. Pada Pemilu 2014 lalu, Yasir terdaftar sebagai calon anggota legislatif untuk DPR-RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II.

Yasir berada pada nomor urut enam saat itu, namun kalah bersaing dengan Iwan Darmawan Aras, pengusaha asal Wajo.

Setelah tak jadi caleg, Yasir sempat ramai publikasi setelah maju sebagai bakal calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Selatan tahun 2015. Pada Musda IMI, distributor PT Semen Tonasa ini kalah bersaing dari Subhan Aksa.

Menjelang Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Sulsel di Watampone, akhir Oktober 2016, Yasir muncul dengan seragam kuning.
Dia ikut menjemput kedatangan Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto.

Suami dari Andi Tenri Engka ini, juga sempat menyaksikan pelantikan istrinya sebagai Pengurus Ikatan Isteri Pengurus Golkar (IIPG) Sulawesi Selatan oleh Deisti Novanto, istri Novanto bersama istri Nurdin Halid.

Selain memang sekampung, ayah tiga anak ini juga dikabarkan punya kait kekerabatan dengan Nurdin Halid.

Awal tahun ini, Yasir juga ramai di pemberitaan politik setelah menjabat Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan versi Kongres Bali.

Di KNPI yang diketuai putra pedangdut AA Rafiq, Fahd El A Rafiq. Sementara adik kandung Nurdin Halid, Nursyam Halid menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP KNPI. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment