MUNASLUB GOLKAR: Giliran Aziz Tolak Keras Voting Terbuka

Calon Ketua Umum Partai Golkar, Aziz Syamsuddin
Calon Ketua Umum Partai Golkar, Aziz Syamsuddin

Bali, KABAROKE – Gelombang penolakan terhadap skneario aklamasi dalam Munaslub Partai Golkar terus bermunculan. Setelah elit dan kader senior, gelombang penolakan juga mulai dikumandangman oleh Calon Ketua Umum Partai Golkar. Utamanya sistem voting yang dilakukan secara terbuka‎.

Salah satunya adalah Caketum Golkar, Aziz Syamsudin usai pembukaan Munaslub Golkar 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Minggu, 15 Mei. Menurut ceketum dengan nomor urut 6 ini, voting yang dilakukan secara terbuka akan merusak nilai demokrasi di Munaslub Golkar.

Dia menegaskan pada dasarnya pemilihan orang mulai dari RT hingga presiden harus berlangsung tertutup. Panitia Munslub sendiri, sudah membuat aturan voting tertutup dengan melingkari foto calon di bilik suara. Dia menilai aturan yang dibuat panitia Munaslub itu sudah tepat dan tak perlu diperdebatkan.

“Kita ingin berlangsung bebas dan rahasia. Tertutup objektif untuk mendapatkan ketua umum seperti yang diingakan Pak Aburizal Bakrie dan Bapak Presiden,” ucap Aziz.

Rapat panitia pengarah atau steering committee Munaslub Golkar, Sabtu (14/5), belum mampu menghasilkan keputusan terkait mekanisme pemilihan ketua umum. Menurut Ketua SC Nurdin Halid, pro kontra terjadi lantaran ada yang meminta agar mekanisme pemilihan dilakukan terbuka dan tertutup.

Mereka yang meminta agar pemilihan dilangsungkan terbuka lantaran delapan kandidat yang ada saat ini masih berstatus bakal calon.

“Karena masih proses dukungan baru proses mencari calon. Oleh karena itu, tidak perlu tertutup. Itu pandangan sebagian peserta Munaslub,” demikian Nurdin. (rm/jk)

Related posts

Leave a Comment