BPS Sulsel : Inflasi di Makassar Capai 0,41 Persen

BPS Makassar

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Sulsel per September 2016. Berdasarkan data tersebut, terungkap bahwa terjadi inflasi sebesar 0,41 persen di Kota Makassar.

“September tahun ini terjadi inflasi atau perubahan indeks di Kota Makassar sebesar 0,41 persen. Terjadi perubahan indeks dari 124,99 pada bulan Agustus 2016 naik menjadi 125,50 pada September 2016,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, Senin 3 Oktober.

Nursam menjelaskan laju inflasi per Januari hingga September di Kota Makassar mencapai angka 2,42 persen. Sedangkan laju inflasi tahunan di Makassar dalam September 2015-2016, lanjut Nursam, naik hingga 3,36 persen.

“Secara umum, inflasi di Makassar dipicu oleh naiknya harga-harga komoditi yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran,” ungkapnya.

Secara umum, Nursam mengatakan, terdapat tujuh kelompok pengeluaran yang berpengaruh di Makassar. Enam di antaranya memicu inflasi, seperti kelompok Bahan Makanan; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar; Kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keaugan; Kelompok Kesehatan; dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga.

Nursam menambahkan, hanya kelompok sandang saja yang mencapai deflasi sebesar -0,15 persen September 2016. (Yasir)

Kanjeng Dimas Angkat Suara Di Depan Anggota DPR

Kanjeng Dimas Taat Pribadi (dok net)

Kanjeng Dimas Taat Pribadi (dok net)

KABAROKE – Dimas Kanjeng Taat Pribadi mau buka suara kepada tim kunjungan spesifik Komisi III DPR yang dipimpin Wakil Ketua Benny K. Harman didampingi Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Setiadji di Mapolda Jatim, Sabtu (1/10/2016) malam.

Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi III DPR Akbar Faisal (Fraksi Nasdem) bertanya, “Apakah anda kyai dan berapa jumlah sultan yang telah anda lantik.”

Dimas Kanjeng mengaku bukan kyai dan dia juga tidak merasa sebagai kyai.

“Saya orang biasa-biasa saja karena di sana bukan pesantren, tapi padepokan. Kalau padepokan itu umum, nasional. Kalau pesantren khusus keagamaan,” katanya.

Pemilik padepokan yang kini namanya menggegerkan publik itu mengaku selama ini telah melantik kurang lebih 150 sultan di berbagai daerah di Indonesia.

“Jadi saya tunjuk sendiri,” kata dia.

Saat ditanya tentang tugas sultan, Dimas Kanjeng tidak bisa menjawab. Dia kemudian menegaskan tidak ada tugas khusus terkait dengan sultan.

Benny Harman kemudian bertanya: “Menurut cerita anda punya kekuatan mistik yang dapat menggandakan uang, apakah dapat dibuktikan di hadapan kami?”

Kemudian, Benny Harman juga mempertanyakan mengenai kalender meja dengan foto Dimas Kanjeng bersama Presiden Joko Widodo, Kapolri, Panglima TNI. Dia juga menanyakan apa sesungguhnya permasalahannya sehingga Dimas Kanjeng ditahan polisi.

Diprotes Pengemudi, Begini Tanggapan Manajemen Go-Jek

Para Pengemudi Go-Jek (dok-net)

Para Pengemudi Go-Jek (dok-net)

Jakarta, KABAROKE — Manajemen PT Go-Jek Indonesia meminta para pengemudi menjalankan aksinya secara damai dan menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen meningkatkan kesejahteraan mitra.

“Kami berharap agar tidak mengganggu rekan-rekan mitra lainnya yang sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebab, masih lebih banyak lagi rekan-rekan mitra driver yang bekerja seperti biasa,” kata perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Internet itu dalam siaran persnya, seperti dilansir dari Antara, Senin, 3 Oktober.

Perusahaan menyatakan sepenuhnya “menyadari penuh bahwa mitra memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan pada pelanggan.”

“Kami terus meningkatkan komunikasi dengan mitra untuk pemahaman yang lebih baik terkait kebijakan baru ini,” sambung dia.

Dia menjelaskan dalam menjalankan bisnis perusahaan memperhatikan kesejahteraan mitra; kepuasan pelanggan; dan keberlanjutan bisnis.

“Setiap kebijakan yang kami buat pun selalu memperhatikan ketiga unsur tersebut. Termasuk terkait penyelesaian order,” kata perusahaan.

“Kami menjalankan kebijakan ini demi menjaga kepuasan pelanggan, yang nantinya dapat menjaga keberlanjutan bisnis, serta pada akhirnya untuk kesejahteraan mitra.”

Saat ini perusahaan menyatakan menerima banyak keluhan terkait penyelesaian order karena itu berusaha meningkatkan layanan pelanggan.

Ratusan pengemudi Go-Jek hari ini berdemonstrasi menuntut penghapusan sistem performa pada versi baru aplikasi yang menurut mereka memberatkan.

“Adanya sistem performa ini menyengsarakan teman-teman Go-Jek karena kita harus meningkatkan performa di atas 50 persen. Kalau di bawah 50 persen kita enggak dapat bonus,” kata seorang pengemudi Go-Jek dari Cinere, Kornel.

Kornel mengatakan penerapan sistem performa pada versi aplikasi 1.0.5 memberatkan dan kurang transparan. Dalam sistem performa itu, jika pelanggan membatalkan pesanan, prestasi pengemudi akan turun drastis hingga 30 persen sedangkan jika kinerja mereka dinilai bagus dan tidak pernah ada pelanggan yang membatalkan pesanan maka performa pengemudi hanya naik 10-15 persen. (***)

Tetangga Sempat Curiga Dengan Perilaku Tersangka Mutilasi

o_1au4slfpjos6mumcbh84nn2a

Jakarta, KABAROKE – Peristiwa ibu bernama Mutmainah (28) menghabisi nyawa anaknya, Arjuna (1), lalu memutilasi menjadi beberapa bagian di rumah kontrakan yang terletak di Jalan Jaya 24, nomor 24, RT 4, RW 10, Tegal Alur, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016) malam, benar-benar menggegerkan.

Salah satu saksi mata yang mengetahui peristiwa setelah Mutmainah memutilasi adalah Lestari (32. Lestari tinggal di dekat kontrakan.

Kepada wartawan, Senin (3/102016), Lestari (32), menceritakan kesaksiannya.

Ketika itu sekitar jam 19.30 WIB. Suami Mutmainah yang merupakan anggota Polda Metro Jaya berpangkat Aipda, Denny Siregar baru pulang kerja. Dia tak bisa langsung masuk kontrakan karena pintu dikunci dari dalam.

“Sekitar jam tujuh atau setengah delapan bapaknya pulang kerja. Karena ke kunci meminta pertolongan warga dan dicoba didobrak sama suaminya bersama warga,” kata Lestari di Jalan Jaya 24.

Setelah masuk ke dalam kontrakan, suasananya sunyi. Ternyata, Mutmainah berdiam berada di dalam kamar tidur bersama anak Arjuna.

“Ibunya berada di kamar tidur, dengan kondisi telanjang duduk diam, anaknya terlentang di samping kasur,” kata Lestari.

Pemandangan malam itu begitu mengerikan.

“Saya langsung tutup tubuh ibunya pakai sprei kasur, pas itu lihat anaknya sudah terpotong,” Lestari menambahkan.

Lestari bersama warga mencoba berbicara dengan Mutmainah. Sambil mengemut jari tangan kiri, jari tangan kanan Mutmainah menunjuk ke arah tubuh anaknya yang sudah tak bergerak.

“Dirinya sambil tersenyum, terus mengatakan jangan berisik, lanjut terus dia menunjuk anaknya sedang tidur, dimana anaknya sudah meninggal,” ujar Lestari

Denny dibantu warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polisi Sektor Cengkareng.

Tak lama kemudian, polisi datang. Sebelum polisi membawa Mutmainah, dia ingin mandi dan salat dulu.

“Dirinya kembali bicara, saya mau mandi dan sholat dulu,” ujar Lestari, mengulang ucapan Mutmainah.

Saat ini, Mutmainah diperiksa kejiwaannya di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Kasusnya ditangani Polsek Cengkareng. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif kasus tersebut.

Ini Kata PKB Soal Rencana Kenaikan Harga Rokok

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding angkat bicara terkait kebijakan kenaikan tarif cukai rokok. Menurut dia, kenaikan cukai rokok hendaknya tak memberatkan perusahaan sigaret kretek. Sebab, perusahaan sigaret kretek tergolong kecil dan menyerap banyak tenaga kerja.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 147 /PMK.010/2016. Disebutkan, kenaikan rata-rata tertimbang sebesar 10,54 persen. Tarif tertinggi yang dipatok untuk jenis tembakau Sigaret Putih Mesin (SPM) adalah sebesar 13,46 persen. Sedangkan  kenaikan tarif terendah untuk hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan IIIB adalah 0 persen.

Angka kenaikan tarif cukai rata-rata 10,54 persen, bagi Kadir cukup tinggi. Dia mengatakan pemerintah tak bisa menekan SKT untuk memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara. Kenaikan tarif cukai akan berdampak merosotnya produktivitas sigaret kretek.

“Tarif cukai naik terus sementara produksi menurun. Sigaret kretek akan merosot kalah bersaing dengan Sigaret Putih Mesin (SPM). Semakin rendah golongan perusahaan kretek, hendaknya semakin rendah tarif cukainya,” katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, (3/10/2016).

Saat ini, kata dia, aktivitas di kota-kota besar sangat padat. Ruang maupun kesempatan untuk merokok sangat terbatas. Orang cenderung memilih rokok putih produksi asing ketimbang sigaret kretek yang merupakan produk lokal. Rokok putih cenderung cepat habis jika diisap. Sementara sigaret kretek dengan kandungan cengkeh memakan waktu lebih lama.

Kadir menambahkan, penurunan produksi kretek juga akan berpengaruh pada keterserapan hasil pertanian tembakau lokal. Sebab, hanya perusahaan sigaret kretek yang menggunakan hasil perkebunan tembakau lokal. Berbeda dengan perusahaan SPM yang bisa memenuhi kebutuhan produksinya dengan tembakau impor.

Kadir menyebut, perkebunan tembakau di Indonesia cukup luas. Pada 2013 luasnya mencapai 193.000 ha dengan produksi 928 kg/ha. Perkebunan ini mampu menyerap 528.000 petani di seluruh Indonesia. Juga tenaga pendukung pengerjaan dan pengeringan tembakau sebanyak 115.000 orang.

“Jika hasil perkebunan tembakau tak bisa diserap, mereka akan merugi,” katanya.

Korban Banjir Garut Harap Pemerintah Bangun Rumah Susun

Banjir Garut (dok net)

Banjir Garut (dok net)

Bandung, KABAROKE — Sejumlah korban banjir bandang di Kampung Cimacan, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengharapkan bisa memiliki rumah susun sebagai tempat tinggal yang aman dan nyaman. “Pastinya kami semua korban banjir di Cimacan ingin rumah susun,” kata Tia, korban banjir di Kampung Cimacan, Garut, seperti dilansir dari Antara, Senin, 3 Oktober.

Ia menuturkan bencana banjir bandang akibat luapan Sungai Cimanuk, Selasa (20/9) itu telah menghanyutkan rumahnya. Bangunan maupun barang di dalamnya, kata dia, rusak dan hilang terbawa arus banjir. “Rumah saya habis, gentingnya juga sudah tidak ada, jadi tidak bisa pulang,” kata ibu rumah tangga itu.

Ia mengungkapkan bencana banjir bandang itu menyisakan ketakutan untuk kembali ke kampungnya.

Tia maupun anggota keluarganya mengaku tidak mau kembali menempati daerah Kampung Cimacan karena takut kembali banjir. “Tidak mau pulang lagi ke Cimacan, trauma kalau kembali ke bawah (Kampung Cimacan) takut banjir,” katanya.

Korban bencana banjir lainnya, Imas Masito mengaku sama mengharapkan rumah susun seperti yang dijanjikan pemerintah.

Ia berharap pemerintah dapat memenuhi keinginan semua warga korban banjir untuk menempati rumah susun. “Rumah ibu sama habis, tidak bisa ditempati, jadi sekarang ingin bantuan rumah,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut telah memindahkan sebagian korban banjir ke empat lokasi pengungsian yang lebih layak yakni rumah Susun di Cilawu, dan milik Musadadiyah kemudian Markas Korem 062 Tarumanagara, dan Gedung Islamic Centre.

Tempat pengungsian itu bersifat sementara sebelum pemerintah membangun lokasi tetap relokasi korban banjir. Presiden merencanakan membantu pembangunan rumah susun dan bantuan rumah tapak dari pemerintah daerah. (***)

Begini Kelebihan XL Jaringan 3G di Frekuensi U900

Layanan XL Jaringan 3 G di Frekuensi 900 MHz

Makassar, KABAROKE — PT XL Axiata Tbk meluncurkan layanan jaringan 3G pada frekuensi 900 MHz (U900) per Oktober. Layanan XL terbaru itu diklaim bisa mengakses data internet dua kali lebih cepat. Tak hanya itu, jangkauannya enam kali lebih luas ketimbang teknologi terdahulu.

Head Region North Sulawesi PT. XL Axiata, Handono Warih, menjelaskan, pihaknya bahkan berani menjamin kualitas signal dan layanan teranyar ini akan lebih baik. Dengan teknologi terbaru, ia menyebut tak lagi ada buffering saat mengakses video di youtube ataupun saat melakukan video call.

Handono melanjutkan pelanggan XL di Indonesia mengalami peningkatan enam kali lipat. Diakuinya bahwa 93 persen pelanggan telah terjangkau layanan XL yakni meliputi 352 kabupaten/kota serta ditunjang 11 ribu BTS 3G terbaru. “Adapun di Makassar, tercatat 135 BTS per kecamatan sehingga kualitas sinyalnya tak perlu diragukan,” kata dia..

Implementasi U900, kata Handoyo, juga akan bisa meningkatkan kualitas layanan internet cepat di area-area yang sebelumnya sudah mendapatkan layanan 3G. Dengan jangkauan sinyal yang lebih baik, kecepatan layanan data internet akan tetap tinggi bahkan untuk wilayah perbatasan.

“Satu hal yang memang menjadi target XL dalam implementasi U900 ini adalah meningkatkan pengalaman pelanggan pada layanan internet dan data,” jelasnya. (Arman)

Ini Penyebab Inflasi 0,32 Persen di Sulawesi Selatan

BPS Makassar

Makassar, KABAROKE — Inflasi kembali terjadi di Sulawesi Selatan per September 2016 dan mencapai angka 0,32 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menyebut melonjaknya harga dari beberapa komoditi menjadi penyebabnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengatakan terdapat enam kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga yang memicu inflasi di Sulsel. Enam kelompok pengeluaran itu adalah kelompok bahan makanan, makanan jadi, kelompok perumahan, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, serta kelompok transportasi.

“September ini, Sulsel mengalami inflasi 0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,78. Penghitungan itu didasarkan pada hasil survei harga konsumen yang dilakukan BPS Sulsel di Pasar Tradisional dan Pasar Modern atau Swalayan di lima kota IHK,” ucap Nursam, Senin, 3 Oktober.

Nursam menambahkan dari 82 kota IHK Nasional sebanyak 58 kota mengalami inflasi sedangkan 24 kota lainnya mencapai deflasi. Khusus di Pulau Sulawesi, dari 11 kota IHK, sebanyak 7 kota mengalami inflasi, sisanya mencapai deflasi. (Yasir)

KPUD Sulbar Agendakan Deklarasi Pilkada Damai

Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah

Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah

Mamuju, KABAROKE — Komisi Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Barat (Sulbar) mengagendakan deklarasi pilkada damai. Rencananya, deklarasi damai akan dilakukan sebelum masa kampanye. Harapannya, tak ada gesekan antar kandidat maupun tim pemenangan sehingga tercipta pesta demokrasi yang aman.

Ketua KPUD Sulbar, Usman Suhuriah, mengatakan deklarasi Pilkada damai tersebut menjadi salah satu agenda prioritas KPU Sulbar. “Itu sementara kita kaji mengenai persiapan teknisnya. Termasuk soal tema semisal siap menang siap kalah,” ucap Usman.

Deklarasi damai, lanjut Usman, diupayakan sebelum masa kampanye, tapi setelah penetapan paslon dan pengundian nomor urut. “Kami harap peserta Pilgub bisa berkontribusi menciptakan pesta demokrasi yang damai. Begitu pula masyarakat kita harap bisa turut membantu,” tutur dia.

Usman menegaskan deklarasi damai tersebut adalah penegasan kepada para paslon maupun tim pemenangannya untuk menjalani kontestasi politik ini secara jujur dan adil. Ia mengatakan paslon maupun tim pemenangannya tidaklah diperkenankan melakukan kampanye dengan menyerang paslon lainnya.

“Karena ada kaidah, dan norma yang tidak boleh dilanggar oleh calon. Dengan begitu, berarti akan menjadi ukuran seberapa konsisten kita untuk melaksanakan pilgub dengan aturan-aturan yang ada,” tutur dia.

Diketahui, ada tiga bakal calon yang akan bertarung di Pilgub Sulbar 2017. Yaitu pasangan Ali Baal Masdar (ABM)-Enny Anggraeni Anwar yang diusung partai NasDem (2 kursi), Gerindra (6 kursi), PKB (1 kursi), PKPI (1 kursi), PAN (5 kursi), PDI-P (4 kursi), dan PPP (2 kursi).

Sementara Demokrat (10 kursi) beserta dua partai lainnya, yaitu PKS (2 kursi), dan Hanura (3 kursi) memutuskan untuk mengusung pasangan Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta. Sedang, Partai Golkar (9 kursi) lebih memilih untuk jalan sendiri dengan menjagokan pasangan Salim S Mengga-Hasanuddin Mas’ud. (***)

Penyidik Polda Jatim Sambangi Padepokan Dimas Kanjeng di Makassar

Kabid Humas Polda Kombes Frans Barung Mangera Menemani Penyidik Polda Jatim di Padepokan Dimas Kanjeng di Makassar

Kabid Humas Polda Kombes Frans Barung Mangera Menemani Penyidik Polda Jatim di Padepokan Dimas Kanjeng di Makassar

Makassar, KABAROKE — Tiga penyidik dari Polda Jatim menyambangi Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Jalan Bonto Bila Satu, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 3 Oktober. Mereka langsung ke padepokan Dimas Kanjeng setelah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 14.00 Wita.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, yang mendampingi tim penyidik Polda Jatim mengatakan, kedatangan mereka untuk melakukan pemeriksaan beberapa barang bukti terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng di Makassar. Selain itu, tim penyidik juga akan memeriksa keterangan dari beberapa pengikuti atau korban dari Dimas Kanjeng.

“Padepokan ini sudah jadi perhatian nasional. Sebab itulah Polda Jatim dan Polda Sulsel akan berkolaborasi untuk menyelidiki kasus ini,” kata Barung.

Barung menjelaskan penyelidikan dan pemeriksaan barang bukti, saksi serta korban dijadwalkan Selasa, 4 Oktober. Salah satu agenda penyidik besok adalah mendatangi kediaman almarhumah Najmiah Muin yang dikabarkan sebagai salah satu korban atau pengikut Dimas Kanjeng di Makassar. Najmiah dikabarkan menyetor uang Rp 200 miliar kepada Dimas Kanjeng.

Kepolisian dilanjutkan Barung juga akan menelusuri keberadaan 500 kilogram emas batangan di Makassar. Emas itu, lanjut Barung, disebut oleh seorang korban asal Sulsel yang melapor di Markas Polda Jatim. “Konon ada emas sebanyak 500 kilogram di Makassar yang pernah dikirim ke Makassar lewat kontainer. Emas itu masih ditelusuri keberadaanya,” bebernya.

Berdasarkan keterangan Barung, sebanyak tiga orang penyidik dari Polda Jatim diturunkan untuk menindaklanjuti kasus penipuan yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng. Tim Penyidik tersebut dikoordinatori oleh Komisaris Pamuji. (Yasir)

1 2 3 4