Habib Rizieq Dilapor Nistakan Agama, MUI Bentuk Tim Investigasi

Imam Besar FPI Habib Rizieq di Gedung Bareskrim Polri

Imam Besar FPI Habib Rizieq di Gedung Bareskrim Polri Beberapa Waktu Lalu

Makassar, KABAROKE — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, mengatakan pihaknya akan menelusuri kasus dugaan penistaan agama yang ditudingkan kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Ia menegaskan akan menemui Habib Rizieq serta membentuk tim investigasi untuk mencari kebenaran atas tuduhan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia kepada Habib Rizieq.

Sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, dilaporkan Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ke Polda Metro Jaya, Senin, 26 Desember 2016. Aduan ini terkait kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Rizieq saat memberikan ceramah pada Minggu, 25 Desember 2016.

“Saya belum mengetahui apa yang dilaporkannya itu, apa betul itu masuk penistaan apa tidak, jadi kita lihat dulu,” kata Ma’ruf Amin usai membuka Rapat Kerja Daerah dan Ta’aruf MUI Sulawesi Selatan, di Hotel Sahid Jaya Makassar, Selasa, 27 Desember 2016.

Ia menjelaskan, tuduhan kepada Habib Rizieq tersebut mirip dengan kasus Gubernur non aktif Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang dinilai menistakan agama. Tapi, kata Ma’ruf, bisa saja ucapan Habib Rizieq dalam ceramahnya hanya penjelasan dari isi atau pesan dari apa yang akan disampaikan.

“Meskipun dalam ceramah, kalau betul dia menistakan bisa saja. Ahok kan dia juga ceramah. Tapi saya belum tahu apa betul dia menista. Sebab bisa saja itu kan hanya menjelaskan. Bukan menista,” jelasnya.

Terkait hal itu, Ia menegaskan akan membentuk tim investigasi untuk mencari kebenaran atas tuduhan kepada Habib Rizieq. Ia juga mengatakan akan menemui Habib untuk mendengar penjelasan secara langsung.

“Persisnya nanti kita tanya (Habib Rizieq), kita juga akan coba dengarkan videonya, kemudian kita tanya beliau, apa sih yang sebanarnya di maksud. Nanti kita adakan investigasi, sehingga kita bisa memberikan pendapat. Sekarang belum bisa. Kita akan liat prosesnya. Kita akan pelajari,” ucapnya. (Yasir)

Pelajar Islam Indonesia Siap Bela Rizieq atas Tuduhan Penistaan Agama

Habib Rizieq

Habib Rizieq

Jakarta, KABAROKE — Pelaporan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab, atas dugaan kasus penistaan agama berbuntut panjang. Setelah Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam (Kopma GPII) dan FPI DKI, kini giliran Brigade Pusat Pelajar Islam Indonesia merespon keras. Mereka siap membela Rizieq yang dipolisikan atas tuduhan yang tidak berdasar.

“Bagi kami, ini sama saja dengan menghina ulama dan umat Islam sekaligus. Makanya, kami siap membela ulama dengan cara apapun dan tantangan apapun,” ujar Komandan Brigade Pusat Pelajar Islam Indonesia, Ali Hamzah, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/12).

Ia menilai tuduhan yang dilaporkan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Angelius Wake Kako, yang menganggap Rizieq menistakan agama Kristen merupakan kekeliruan.

“Apa yang di sampaikan Habieb Rizieq dalam ceramahnya yang dipersoalkan oleh PMKRI itu jelas punya landasan hukum dalam Al-Quran,” katanya.

“Kami mengenal Yesus sama seperti kalian mengenal ayah, ibu, kakak dan adik kalian karena jelas Al-Quran menceritakannya. Jadi keliru besar statement Angelius,” sambung dia.

Sebelumnya, Rizieq dilaporkan PMKRI ke Polda Metro Jaya, Senin (26/12) kemarin dengan tuduhan penistaan agama yang tertuang dalam video ceramahnya di sejumlah media sosial.

“Beliau menyatakan kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa? Dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Rizieq tersebut,” kata Ketua Umum PP PMKRI, Angelius Wake Kako kepada wartawan usai membuat laporan polisi, Senin (26/12).

Laporan tersebut tertuang dalam LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus dengan sangkaan Pasal 156 dan 156a tentang Penistaan Agama dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a Ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)Pelaporan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab atas dugaan kasus penistaan agama akan berbuntut panjang. Setelah Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam (Kopma GPII) dan FPI DKI, kini giliran Brigade Pusat Pelajar Islam Indonesia (PII) merespon keras. (Iqbal)

Teroris Purwakarta Bagian dari Jaringan Cigondewah

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Hasil penyelidikan kepolisian berhasil mengungkap ihwal jaringan teroris Purwakarta yang telah dilumpuhkan beberapa waktu lalu. Diduga teroris Purwakarta masih bagian alias sel baru dari kelompok Cigondewah yang tewas ditembak pada tahun 2013 lalu.

“Saat itu tewas tertembak namun ada satu yang dipenjara di Madiun. Nah, dia inilah yang membuat sel baru sebanyak empat orang untuk Jatiluhur,” ujar Kabag Penum Divhumas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mabes Polri, Selasa (27/12).

Menurut Martinus, terpidana teroris Cigondewah tersebut merupakan teman dari kedua tersangka yang tewas di Purwakarta, yaitu AF dan AS.

“Mereka berdua yang kenal. Lalu mereka sering bolak balik akhirnya mengajak tersangka lainnya untuk bertemu dengan teroris Cigondewah tersebut,” tambahnya.

Disaat itulah pelaku teroris di Purwakarta mendapat doktrin untuk melakukan tindakan terorisme bom bunuh diri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 berhasil menangkap 4 orang terduga teroris di Purwakarta, Minggu (25/12) kemarin. Dari penangkapan tersebut, 2 diantaranya meninggal dunia lantaran berusaha melawan petugas saat akan dilakukan penangkapan. (Iqbal)

MUI Soroti Maraknya Penyalahgunaan Kondom Jelang Tahun Baru

Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Makassar, KABAROKE — Ketua Majelis Ulama (MUI), KH Ma’ruf Amin, menyoroti maraknya peredaran dan penyalahgunaan alat kontrasepsi seperti kondom menjelang tahun baru. Ia meminta agar kepolisian bisa mencegah penyalahgunaan dan peredaran kondom tersebut yang berimplikasi pada rusaknya generasi bangsa.

Ma’ruf mengatakan jelang tahun baru fenomena penyalahgunaan alat kontrasepsi oleh remaja setiap tahun terus meningkat. Padahal, peredaran alat kontrasepsi seperti kondom sudah dibatasi peredarannya.

“Alat kontrasepsi itu kan diperuntukkan untuk yang membutuhkan. Untuk supaya menjarangkan kehamilan,” kata Ma’ruf Amin usai membuka Rapat Kerja Daerah dan Ta’aruf MUI Sulawesi Selatan, di Hotel Sahid Jaya Makassar, Selasa, 27 Desember 2016.

Pihak kepolisian menurutnya harus mengambil tindakan pencegahan terkait fenomena tersebut.

“Kalau itu digunakan untuk berbuat (layaknya pasangan suami-istri) untuk supaya mencegah tidak hamil itu disalahgunakan namanya. Kalau sudah ada informasi dan ada laporan, kita minta kepada pihak kepolisian untuk bertindak,” ujarnya. (Yasir)

Sidang Ahok Dilanjutkan ke Gedung Kementan dengan Pertimbangan Ini…

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok

Jakarta, KABAROKE — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menolak nota keberatan terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama. Walhasil, perkara penistaan agama yang membelit Gubernur DKI Jakarta Nonaktif itu dilanjutkan.

Sidang yang berlangsung relatif cukup singkat itu memutuskan secara bulat bahwa eksepsi Ahok dan penasihat hukumnya ditolak dan persidangan akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. Baik Ahok dan Jaksa Penuntut Umum diminta memberitahukan nama-nama saksi yang akan diajukan kepada panitera.

Sesuai dengan Surat Keputusan Ketua MA Nomor 22/KMA/SK/2016 yang dikeluarkan pada Kamis 22 Desember 2016, sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama akan diselenggarakan di Aula Gedung D Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono Nomor 3, Ragunan, Jakarta Selatan.

Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir dan Presiden RI ke-2 Soeharto. Keduanya pernah menjalani sidang di gedung Kementan. (Istimewa)
Surat Keputusan Mahkamah Agung tentang pemindahan lokasi sidang Ahok keluar atas permintaan Kejaksaan Tinggi Jakarta dan Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan pemindahan tempat itu untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Selain itu, Gedung milik Kementerian Pertanian juga dinilai memiliki daya tampung yang lebih banyak dibanding ruang sidang di Jalan Gajah Mada, tempat sidang ahok sebelumnya dilangsungkan.

Gedung milik Kementerian Pertanian pernah menggelar persidangan sebelumnya. Dengan kapasitasnya yang mumpuni, Kementan pernah ‘meminjamkan’ gedungnya untuk persidangan kasus dugaan korupsi Presiden Ke-2 Soeharto pada Agustus tahun 2000 silam.

Namun begitu, Bapak Pembangunan itu tak pernah hadir di Auditorium Kementan karena saat sidang bergulir, kondisi kesehatannya sudah tak memungkinkan untuk menjalani sidang.

Selang 11 tahun kemudian, tepatnya pada Februari 2011, Kementerian Pertanian juga pernah menjadi ‘tuan rumah’ dalam persidangan perkara dugaan terorisme dengan terdakwa Abu Bakar Baasyir. Saking besarnya area Kementan, Baasyir bahkan sempat datang menggunakan helikopter polisi yang mendarat di salah satu lapangan kompleks gedung itu.

Dua sidang itu diselenggarakan di sana dengan alasan yang sama, massa yang membeludak hendak menyaksikan sidang menjadi pertimbangan. Sama seperti dua orang tersebut di atas, kini giliran Ahok yang merasakan ‘panasnya’ gedung Kementerian Pertanian.

Sidang Ahok memang tak pernah sepi. Sejumlah Organisasi Massa (Ormas) Islam selalu rajin mengawal sidang di depan gedung Pengadilan yang tak jarang menyebabkan kemacetan parah di sekitar lokasi sidang.

Kasus dugaan penistaan agama ini bermula saat Ahok melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu akhir September lalu. Kala itu, di depan warga Kepulauan Seribu dia sempat menyinggung surat Al Maidah ayat 51.

Rekaman video itu diunggah di akun Youtube Pemprov DKI dan menjadi polemik. Sejumlah ormas Islam menilai apa yang dikatakan Ahok menistakan agama Islam. (Iqbal)

Mahasiswa Desak Polisi Tuntaskan Dugaan Pemerasan Kadispenda Makassar

Sejumlah Mahasiswa Menggelar Unjuk Rasa Mendesak Polisi Mengusut Tuntas Kasus Dugaan Pemerasan yang Disinyalir Melibatkan Kadispenda Makassar

Sejumlah Mahasiswa Menggelar Unjuk Rasa Mendesak Polisi Mengusut Tuntas Kasus Dugaan Pemerasan yang Disinyalir Melibatkan Kadispenda Makassar

Makassar, KABAROKE — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Makassar menggelar unjuk rasa di Markas Polrestabes Makassar, Selasa, 27 Desember. Mereka mendesak kepolisian menuntaskan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Kepala Dispenda Makassar, Irwan Adnan.

Kasus dugaan pemerasan itu diketahui telah bergulir selama dua bulan di kepolisian. Namun, sampai sekarang, mahasiswa mempertanyakan penanganan kasus tersebut yang terkesan mandek alias jalan di tempat. Sejak dilaporkan, tidak ada perkembangan signifikan dalam penanganan kasus tersebut.

Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Makassar, Fauzan Asri, meminta kepolisian untuk lebih serius mengusut kasus yang diduga melibatkan pejabat tersebut. Pihaknya pun mendesak kepolisian segera menetapkan Irwan sebagai tersangka untuk diproses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Ketika dalam waktu satu minggu belum ada perkembangan kasus dan Irwan Adnan tidak dijadikan tersangka, maka kami akan melakukan aksi selanjutnya, sampai Irwan Adnan dijadikan tersangka,” tegas Fauzan.

Dalam kasus ini, Irwan sendiri telah berulangkali menegaskan tidak pernah melakukan pemerasan. Karenanya, ia juga mengancam akan melapor balik pelapornya atas tuduhan pencemaran nama baik. (Arman)

Pesan KH Ma’ruf Amin dalam Pembukaan Rapat Kerja MUI Sulsel di Makassar

Ketua MUI Pusat KH Ma'ruf Amin Hadir dalam Pembukaan Rapat Kerja MUI Sulsel di Makassar

Ketua MUI Pusat KH Ma’ruf Amin Hadir dalam Pembukaan Rapat Kerja MUI Sulsel di Makassar

Makassar, KABAROKE — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah dan Ta’aruf MUI Sulawesi Selatan, di Hotel Sahid Jaya Makassar, Selasa, 27 Desember 2016. Kegiatan untuk menyegarkan struktur organisasi dari MUI Sulsel tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin.

Pada sambutannya, Ma’ruf Amin berharap sekaligus menitipkan pesan agar MUI Sulsel dapat terus meningkatkan kinerja dan perannya. Termasuk dalam pengawalan fatwa, umat dan agama.

“Bekerja dengan baik, tantangan MUI ke depan semakin besar. Oleh karena itu, kita harus terus berkonsolidasi menghadapi tantangan itu bersama-sama,” ujar Ma’ruf.

Ia juga mengimbau kepada pengurus baru agar mampu menghasilkan inovasi dalam kepengurusan di MUI Sulsel. Apalagi, katanya, pengurus dan anggota MUI tidak mendapatkan upah maupun gaji.

“Jadi Sajuta saja. Sabar, jujur dan tawakal. Karena tidak ada gajinya, tapi programnya banyak,” ucap Ma’ruf yang disambut tepuk tangan.

Sementara itu, Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco menyatakan hadirnya ketua MUI pusat, dapat meningkatkan semangat dari pengurus MUI Sulsel.

“Terjadi silaturahim antara MUI Pusat dan MUI Sulsel. Selama ini kita hanya menonton Ketua MUI di televisi, sekarang kita lihat langsung,” kata Sanusi Baco.

Pada sambutannya, AGH Sanusi Baco berharap MUI pusat dapat mengaktifkan kembali program pendidikan ulama yang saat ini berhenti di tengah jalan. Harapannya juga, melalui program tersebut dapat hadir penerus yang menjadi ulama-ulama muda nantinya.

“MUI Beberapa tahun lalu, melakukan pendidikan ulama muda, itu putus. Kita berharap itu bisa dilanjutkan lagi, meskipun tidak sama lagi seperti dulu. Tapi tujuannya sama, mengkader ulama-ulama muda,” harapnya.

Rapat Kerja Daerah dan Ta’aruf MUI Sulsel mengangkat topik “Meneguhkan Ukhuwah dalam Bingkai Kearifan Lokal”. Rapat kerja tersebut diharapkan hadir program-program yang mampu meneguhkan persaudaraan seluruh umat di Indonesia khususnya di Sulsel. (Yasir)

Ketua MUI Yakin Ahok Divonis Bersalah

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin,

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin

Makassar, KABAROKE –Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menolak eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, menyatakan optimistis Ahok akan divonis bersalah.

“Kita harapkan dia (Ahok) akan vonis. Sekarang kan sudah tersangka, sudah terdakwa, tinggal selangkah lagi terpidana. Kita optimis Ahok terpidana,” kata KH Ma’ruf Amin usai membuka Rapat Kerja Daerah dan Ta’aruf MUI Sulawesi Selatan, di Hotel Sahid Jaya Makassar, Selasa, 27 Desember 2016.

Saat ditanya kemungkinan Ahok dapat bebas dari tuntutan, Ma’ruf Amin enggan berkomentar banyak. “Saya kira, jangan berandai dulu lah,” ujarnya.

Ia mengatakan ditolaknya eksepsi Ahok sebagai suatu langkah untuk dapat membuktikan bahwa Gubernur non aktif Jakarta tersebut telah melakukan penistaan. “Kita serahkan sepenuhnya kepada hukum,” kata Ma’ruf.

Ia menjelaskan, Ahok tidak punya kapasitas untuk menerjemahkan ataupun menafsirkan surah Al Maidah 51 dengan alasan apapun. Menurutnya, selain Ahok yang non muslim, penafsiran terhadap ayat suci Al Quran tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang.

“Ustadz-ustadz yang masih muda-muda saja itu gak berani menafsirkan ayat dari Surah Al Maidah itu. Kecuali Ustadz yang sudah senior mungkin bisa,” jelasnya.

Kedatangan Ma’ruf Amin di Makassar sendiri untuk menghadiri Rapat Kerja Daerah dan Ta’aruf MUI Sulawesi Selatan. (Yasir)

Golkar Sulsel Rayakan Malam Pergantian Tahun dengan Zikir dan Muhasabah

Partai Golkar

Partai Golkar

Makassar, KABAROKE — DPD Golkar Sulsel di bawah komando Nurdin Halid mengagendakan kegiatan zikir dan muhasabah di Masjid Cheng-Ho, Kota Makassar, Sabtu, 31 Desember mendatang. Zikir dan muhasabah itu akan disemarakkan oleh sekitar 1500 jemaah Golkar yang disebut Jago.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD I Makassar, Farouk M Betta, menerangkan zikir dan muhasabah tersebut merupakan kegiatan tahunan Golkar Sulsel. Untuk tahun ini, giliran Golkar Makassar yang mendapatkan amanah sebagai penyelenggara. Kader dan elite Golkar ingin merayakan malam pergantian tahun dengan lebih banyak melakukan instropeksi demo perbaikan.

“Kegiatan muhasabah dan zikir yang menjadi agenda tahunan partai Golkar Makassar. Kegiatan ini merupakan amanah DPD I Partai Golkar Sulsel menunjuk DPD II Golkar Makassar sebagai pelaksana,” kata Aru-sapaan akrab Farouk, Senin (26/12/2016).

Ia menambahkan, kegiatan itu digelar sebagai bagian dari upaya untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Muhasabah ini menjadi ajang instrospeksi kader-kader Golkar. Sehingga menjadi momentum perbaikan, baik bagi personal dan pembenahan kader kedepan,” ujar Ketua DPRD Makassar itu. (***)

Habib Rizieq dan Pimpinan GNPF-MUI Kunjungi Lokasi Gempa Aceh

Pembina GNPF MUI sekaligus Imam Besar FPI Habib Rizieq Mengunjungi Lokasi Gempa Aceh untuk Salurkan Bantuan dan Menguatkan Korban Gempa Aceh

Pembina GNPF MUI sekaligus Imam Besar FPI Habib Rizieq Mengunjungi Lokasi Gempa Aceh untuk Salurkan Bantuan dan Menguatkan Korban Gempa Aceh

Aceh, KABAROKE — Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) sekaligus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, bersama para pimpinan GNPF-MUI dan ketua organisasi massa Islam, mengunjungi Serambi Mekkah yang belum lama ini dilanda gempa. Beberapa ormas yang turut hadir yakni FPI, Wahdah Islamiyah dan Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan (FUIB Sulsel).

Selain Habib Rizieq, sejumlah ulama yang hadir yakni Habib Muhsin Alatas (Ketua Umum FPI), Ust. Muhammad Zaitun Rasmin (Wakil Ketua GNPF MUI, Ketua Umum Wahdah Islamiyah) dan lainnya. Nuansa persatuan dan persaudaraan yang dicontohkan para ulama ini diharapkan bisa menjadi penguat tersendiri bagi warga Aceh yang sedang mengalami musibah.

Wahdah Islamiyah

Wahdah Islamiyah Turut Memberikan Bantuan untuk Korban Gempa Aceh

Dalam kesempatan itu, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyerahkan dana Bantuan sebesar 2 milyar rupiah dari FPI se-Indonesia. FUIB Sulawesi Selatan juga menyampaikan bantuan yang diserahkan oleh Habib Muhsin Al-Habsyi Ketua FPI Sulsel sebesar Rp. 151.150.000.

Bukan hanya dari ormas Islam atau lembaga saja yang menyalurkan bantuan pada kesempatan ini. Ibu Ermi, salah satu jama’ah pengajian Majelis Zikir Az Zikra juga menyerahkan bantuan sebesar 100 juta rupiah dan 1.000 paket bingkisan berisi perlengkapan sholat.

FUIB Sulsel Juga Telah Menyerahkan Bantuan Dana yang Selama Ini Dikumpulkan untuk Korban Gempa Aceh

FUIB Sulsel Juga Telah Menyerahkan Bantuan Dana yang Selama Ini Dikumpulkan untuk Korban Gempa Aceh

Ust. Zaitun Rasmin yang merupakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah dan juga Wasekjen MUI Pusat turut menyampaikan bantuan dana sebesar 100 juta rupiah. Bantuan dana dari Wahdah ini secara khusus ditujukan untuk pembangunan Masjid Baitul Fuqara’ dan program renovasi rumah di Desa Paru Keude, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.

Wahdah Islamiyah sebagai ormas Ahlus Sunnah Wal Jamaah, memiliki perhatian besar terhadap segala bentuk persoalan keumatan dan kegiatan sosial. Bantuan yang disalurkan ini adalah dana yang selama ini dihimpun oleh Lazis Wahdah Islamiyah dari pengurus, kader, dan simpatisan Wahdah di seluruh Indonesia.

Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini bisa turut meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh. (***)

1 2 3