Polri Harapkan Partisipasi Masyarakat Tangkap Buron Kasus Pulomas

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar

Jakarta, KABAROKE — Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Yus Pane yang berstatus buron kasus perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, untuk melaporkan kepada Koorps Bhayangkara.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengunjungi kelima korban selamat di RS Kartika Pulomas, Sabtu (31/12).

Boy juga berharap masyarakat ikut peduli keamanan di lingkungannya dan jangan sampai ada yang menyembunyikan para pelaku kejahatan karena hal tersebut bertentangan dengan hukum.

“Yang penting masyarakat ketika tahu, cukup informasi ke RT/ RW atau ke petugas kepolisian terdekat, itu adalah harapan kita,” ujarnya usai menjeguk para korban selamat.

Seperti diketahui, lima orang berhasil selamat setelah disekap di sebuah kamar mandi kecil selama lebih dari 19 jam, sejak Senin sore dan baru ditemukan pada Selasa siang.

Kelimanya, yakni Zanette Kalila Azaria atau Anet (13), Emi (41), Santi (22), Fitriyani (23) dan windy (23) yang masih menjalani perawatan di RS Kartika Pulomas. Sedangkan Dodi dan dua putrinya serta sopir dan teman anak korban sudah dikuburkan. (Iqbal)

Rayakan Tahun Baru, Bur Gelar Zikir, Nojeng Hadiri Undangan Warga

Pasangan Incumbent Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim

Pasangan Incumbent Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim

Makassar, KABAROKE — Menyambut malam pergantian tahun, Calon Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin alias Bur, menggelar doa dan zikir bersama. Sedang, pasangannya yakni Calon Wakil Bupati Takalar, Natsir Ibrahim alias Nojeng, berkeliling menghadiri sejumlah undangan dari warga.

Doa dan zikir bersama digelar di posko pemenangan Bur-Nojeng di Kalampa, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Takalar. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama sejumlah tokoh masyarakat dan tim pemenangan serta warga sekitar usai Shalat Isya.

Juru Bicara Bur-Nojeng, Makmur Mustakim, mengungkapkan doa dan zikir bersama tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Kegiatan itu juga dapat dikatakan sebagai ajang silaturahmi bersama warga.

“Tapi intinya doa dan zikir bersama ini sebagai ungkapan rasa syukur kita. Rasa syukur karena kita masih diberi berkah hingga penghujung tahun ini,” kata Makmur saat dikonfirmasi, Sabtu, 31 Desember.

Makmur melanjutkan untuk calon wakil bupati, Natsir Ibrahim akan menghadiri sejumlah undangan dari warga Takalar yang juga dalam rangka merayakan tahun baru.

“Kalau wabup juga akan mengelilingi beberapa titik-titik undangan, dengan moment acara tahun baru,” kata Makmur.

Makmur menjelaskan meski menghadiri sejumlah undangan, rencananya Natsir nantinya juga akan ikut bergabung dalam kegiatan doa dan zikir bersama Burhanuddin.

“Nanti terakhir rencananya sama-sama di sini (kegiatan doa dan zikir bersama). Sama-sama bersyukur atas apa yang telah kita peroleh dan berdoa untuk tahun depan yang lebih baik lagi bersama warga,” jelasnya. (Yasir)

Gubernur Jabar Lantik 188 Pejabat di Pengujung 2016

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher [dok net]

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher [dok net]

Bandung, KABAROKE — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melantik dan mengukuhkan 188 pejabat pimpinan tinggi, jabatan administrasi dan pengawas di lingkungan Pemprov Jabar pada penghujung tahun 2016, di Aula Barat Gedung Sate Kota Bandung, Sabtu.

Pelantikan ini dilaksanakan secara bertahap dengan pertimbangan efektivitas pelaksanaan anggaran tahun 2017 dan pada pelantikan awal ini dilalukan pada lingkup eselon II.A dan II.B (pengguna anggaran) masing-masing sebanyak 46 orang dan 11 orang serta eselon III dan eselon IV (tim anggaran pemerintah daerah dan Kasubbag pengelola keuangan daerah di masing-masing OPD).

Kemudian Eselon III.A sebanyak 21 orang, eselon III.B satu orang dan eselon IV.A sebanyak 103 orang, serta satu orang eselon 1.B.

Dalam amanatnya, Aher menekankan pada loyalitas dan kinerja yang harus ditunjukkan oleh pejabat Pemprov Jabar.

Menurutnya, pejabat hadir dan bekerja untuk mensukseskan program negara karena itu dibutuhkan loyalitas dan kinerja yang tinggi.

“Artinya kita tidak mungkin akan melaksanakan program dengan baik tanpa loyalitas oleh karena itu loyalitas harus tunggal dalam negara kita yaitu kepada Presiden, itu pemahaman yang harua dimiliki oleh PNS kita,” kata Aher, seperti dikutip Antara, Sabtu, 31 Desember.

Ia mengatakan Undang-undang No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mengamanatkan perubahan penyelenggaraan pemerintahan di daerah termasuk dalam hal perubaan kewenangan urusan pemerintahan. Perubahan kewenangan ini berimplikasi pada perubahan beban tugas dan struktur organisasi, sehingga menuntut dilakukannya penataan kembali kelembagaan perangkat daerah.

Maka, kata dia, terbitlah Peraturan Pemerintah No 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagai landasan teknis bagi seluruh Pemda di Indonesia untuk menata kelembagaan perangkat daerah dengan pendekatan prinsip tepat ukuran, tepat fungsi serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.

“Jadi semangatnya adalah lembaga perangkat daerah tidak hanya ramping struktur kaya fungsi tetapi lebih mengarah pada model upaya penyederhanaan birokrasi pemerintah yang proporsional dan transparan sesuai dengan kebutuhan,” kata Aher.

Sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan oleh pemerintah pusat untuk merubah Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK), Pemprov Jabar telah melakukan berbagai tahapan dan upaya penataan kelembagaan perangkat daerah sesuai dengan waktu yang ditentukan yaitu akhir Desember 2016.

“Kita bersyukur di Pemprov Jabar telah dapat dilaksanakan sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan.Insya Allah besok masuk 2017 dengan semangat baru dan tentu saja untuk menghadirkan performance yang baik untuk masyarakat Jabar,” ujarnya.

“Saya ingin katakan jabatan ini bukan kemuliaan tapi beban tanggung jawab yang harus dilakukan dengan penuh amanat,” lanjut Aher. (***)

Aliansi Mahasiswa Wajo Siap Kawal Kasus Pembunuhan Hasdawati

Aliansi Mahasiswa Wajo Memperingati Hari Kematian Bendahara DPKAD Wajo Hasdawati yang Dibunuh 7 Tahun Lalu dan Belum Terungkap Hingga Kini

Aliansi Mahasiswa Wajo Memperingati Hari Kematian Bendahara DPKAD Wajo Hasdawati yang Dibunuh 7 Tahun Lalu dan Belum Terungkap Hingga Kini

Wajo, KABAROKE — Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) memperingati hari kematian Hasdawati, Bendahara Keuangan Daerah Kabupaten Wajo, pada Sabtu, 31 Desember, dengan mengunjungi kediaman dan kuburan almarhumah. Aliansi mahasiswa Wajo juga menegaskan komitmen mengawal kasus pembunuhan Hasdawati yang tidak terungkap meski telah bergulir tujuh tahun.

Di kuburan Hasdawati, para mahasiswa ini menggelar doa bersama. Diketahui, jasad Hasdawati ditemukan pada tanggal 31 Desember 2009, di Jalan Rusa jalur 2 Sengkang, sekarang depan Sekretariat DPD Nasdem Wajo. Tercatat sudah cukup 7 tahun pembunuhan sadis itu terjadi dan sampai hari ini belum terungkap.

Presiden Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Herianto Ardi, mengatakan akan tetap konsisten dan komitmen untuk mengawal kasus tersebut apapun hasilnya.

“Dan kamipun berharap, pihak kepolisian tidak menutup mata mengenai hal ini. Kami masih ingat Irjen Anton Charliyan sewaktu menjabat sebagai Kapolda sudah
memerintahkan Kapolres Wajo untuk mengungkap kasus tersebut dalam rentang tiga bulan. Kunjungan Anton di Mapolres Wajo itu pada tanggal 17 Oktober 2016 dan waktu Polres Wajo akan cukup tiga bulan pada tanggal 17 Januari 2017,” tegas Herianto Ardi, kepada kabaroke.com saat dikonfirmasi.

Lanjutnya, meskipun pak Anton bukan lagi Kapolda tetapi Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) akan tetap mengawal Polres Wajo, sampai deadline waktu tiga bulan tersebut dan mengapresiasi Kapolres maupun Kapolda yang baru untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat tersebut.

Rombongan mahasiswa ini juga menyempatkan berkunjung ke kediaman beliau, yang diketahui pada tahun 2013 lalu mengalami kebakaran dan kondisi rumah tersebut tidak terurus lagi hingga saat ini. (Arman)

Car Free Night Malam Tahun Baru Batal, Ini Dalih Pemprov DKI

Rencana Pelaksanaan Car Free Night pada Malam Tahun Baru di Jakarta Dibatalkan dengan Dalih Faktor Keamanan (dok net)

Rencana Pelaksanaan Car Free Night pada Malam Tahun Baru di Jakarta Dibatalkan dengan Dalih Faktor Keamanan (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Pelaksanaan Car Free Night pada malam pergantian tahun yang rencananya digelar di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta, dibatalkan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah, Sabtu 31 Desember.

Ia mengatakan pembatalan Car Free Night karena adanya pembangunan stasiun bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) di sepanjang koridor Jalan Sudirman. “Kemudian ada proyek pembangunan jalan layang lingkar simpang susun Semanggi,” katanya.

Dengan adanya proyek pembangunan di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin maka akan menyulitkan pihak kepolisian untuk mengamankan Car Free Night itu. “Dengan adanya kedua proyek pembangunan itu, jadi agak sulit untuk faktor keamanan,” ungkapnya.

Terkait panggung-panggung yang rencananya akan berdiri di lima titik, yaitu di lapangan futsal Monas, Gedung Jaya, Bundaran Hotel Indonesia, Chase Plaza, dan Bendungan Hilir, disepakati untuk disebar.

Ia mengatakan kelima panggung tersebut akan disebar ke lima wilayah ibu kota, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.

“Jadi tiap wali kota Jakarta di wilayahnya masing-masing membuat panggung yang akan diisi hiburan,” tegasnya

Hal tersebut dilakukan, lanjutnya, untuk memecah penumpukan maupun konsentrasi massa yang akan merayakan malam pergantian tahun di ibu kota. (Iqbal)

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Gelar Konvoi Perayaan Tahun Baru

Semarak Perayaan Tahun Baru (dok net)

Semarak Perayaan Tahun Baru (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Prabowo Argo Yuwono mengimbau masyarakat untuk menghindari konvoi kendaraan saat merayakan malam pergantian tahun di ibu kota.

“Pada prinsipnya menikmati malam tahun baru tidak ada konvoi kendaraan,” ujar Argo Yuwono, seperti dilansir Antara, Sabtu, 31 Desember.

Hal tersebut, lanjutnya, untuk tidak menambah kemacetan lalu lintas dan menghindari kecelakaan.

“Mudah-mudahan tidak ada konvoi. Kalaupun ada konvoi dan itu mengganggu ketertiban maka akan kami tindak,” ujar dia.

Ia meminta masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas, menghormati pengguna jalan, serta menjaga keselamatannya.

Terkait pembatalan car free night jelang malam pergantian tahun 2017, ia mendukung kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Karena ada pembangunan MRT agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, ribuan personel Polda Metro Jaya dibantu TNI serta Pemda DKI diturunkan untuk mengamankan tahun baru.

“Terkait jumlahnya disesuaikan dengan situasi maupun kondisi di lapangan,” kata dia.

Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, personel kepolisian melakukan patroli di sejumlah jalan, pusat keramaian, serta permukiman di ibu kota.

“Kita selalu memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan patroli, maupun kunjungan ke kecamatan, kelurahan, Rukun Warga (RW), serta Rukun Tetangga (RT),” ujar dia. (***)

Begini Kronologi Terungkapnya Penyelundupan Sabu 9,8 Kg di Pelabuhan Makassar

Kapolda Sulsel Irjen Muktiono dan Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Said Anna Fauzah Mengekspose Pengungkapan Sabu 9,8 Kg di Pelabuhan Makassar

Kapolda Sulsel Irjen Muktiono dan Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Said Anna Fauzah Mengekspose Pengungkapan Sabu 9,8 Kg di Pelabuhan Makassar

Makassar, KABAROKE — Tim interdiksi terpadu yang terdiri atas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Polres Pelabuhan Makassar, Syahbandar dan K9 Polda Sulsel, berhasil menggagakkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 9,8 kilogram di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Dalam pengungkapan kasus menjelang tahun baru itu, seorang pelaku bernama Ardi B (32) berhasil ditangkap.

Ardi kedapatan membawa 9,8 kilogram narkoba jenis sabu setelah turun dari Kapal Bukit Siguntang asal Tarakan, Kalimantan Utara, yang baru saja bersandar di Pelabuhan Makassar, Sabtu, 31 Desember 2016, pagi tadi.

Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Muktiono, mengatakan penangkapan bermula saat tim interdiksi terpadu melakukan pemeriksaan rutin terhadap harang bawaan penumpang di Pelabuhab Soekarno Hatta Makassar. Sekitar pukul 08.00 Wita, Kapal Bukit Siguntang rute Tarakan-Parepare-Makassar yang ditumpangi pelaku, bersandar di pelabuhan.

Sekitar pukul 08.30 Wita, barang bawaan penumpang diperiksa satu persatu. Anjing pelacak dari K9 Unit Satwa Direktorat Sabhara Polda Sulsel dilibatkan.

“Seperti biasa, anjing pelacak sebelum barang bawaan siap untuk dideteksi, anjing disembunyi terlebih dahulu agar tidak terlihat oleh penumpang kapal, setelah barang siap anggota memberi kode untuk melacak,” kata Muktiono dalam keterangan persnya di Markas Polres Pelabuhan Makassar, Sabtu, 31 Desember 2016.

“Setelah anjing pelacak diturunkan, salah seorang penumpang panik dan membawa lari tas bawaannya. Sontak anggota K9 yang melihat berteriak supaya orang yang lari dikejar dan berhasil diamankan,” tambahnya.

Barang Bukti Sabu 9,8 Kg yang Disita dari Salah Seorang Penumpang di Pelabuhan Makassar (Foto : Istimewa)

Barang Bukti Sabu 9,8 Kg yang Disita dari Salah Seorang Penumpang di Pelabuhan Makassar (Foto : Istimewa)

Setelah berhasil diamankan, ransel pelaku diperiksa. Ditemukan narkoba jenis sabu seberat 9,8 Kg yang disamarkan dalam kemasan Kopi Tiongkok

“Ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu sabu di dalam ransel pelaku. Barang buktinya dibungkus dengan kemasan kopi asal Cina (Tiongkok),” jelasnyanya.

Hingga saat ini, pihak Polda Sulsel bersama pihak Polres Pelabuhan Makassar masih terus menyelidiki kasus tersebut untuk menemukan pelaku lainnya. Diduga kuat, ada bandar yang memesan khusus sabu tersebut untuk persiapan perayaan tahun baru malam nanti. (Yasir)

Ratusan Personel TNI-Polri Siap Kawal Pilkada Takalar

Kapolda Sulsel irjen Muktiono

Kapolda Sulsel irjen Muktiono

Makassar, KABAROKE — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Komando Daerah Militer VII/Wirabuana akan bersama-sama mengawal Pilkada Takalar 2017 mendatang. Setidaknya ada 400 personel TNI-Polri yang akan dikerahkan untuk memastikan pesta demokrasi rakyat Takalar berjalan aman, lancar dan kondusif. Pasukan gabungan itu berasal dari masing-masing kesatuan yang bertanggungjawab.

“Jumlah personel dari polri yang akan disiagakan sebanyak 370 personel dan dari TNI 30 personel,” ujar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono, kepada awak media.

Selain itu, pengaman Pilkada Takalar juga melibatkan Linmas. Satuan ini akan berjaga di 351 Tempat Pemilihan suara (TPS).

Meski sejumlah personel berasal dari Polres setempat dan beberapa Polres terdekat, Polda Sulsel tetap mengirim personel khususnya. Namun tak ada jumlah pasti berapa yang akan diturunkan langsung Muktiono. “Tetap akan di backup dari Polda,” ucap dia. (***)

Sylviana Murni Yakin Suaminya Tak Terlibat Makar

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni Bersama Suaminya Gde Sardjana (dok net)

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni Bersama Suaminya Gde Sardjana (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni, sangat yakin bahwa suaminya, Gde Sardjana, tidak terlibat kasus makar. Ia pun sudah memaafkan siapapun yang menyebarkan isu suaminya terkait dengan upaya makar.

Dia juga enggan menuding isu makar yang dikaitkan dengan suaminya adalah upaya menjegal pencalonannya.

“Saya enggak boleh suudzon, enggak boleh berburuk sangka, yang penting saya memaafkan. Saya tetap tegar, tetap semangat menjalankan (pencalonan),” ujar Sylvi, sapaan karibnya.

Sylvi menjamin, ia dan suaminya bebas dari upaya makar. Ia mengatakan, isu ini merupakan ujian yang wajar dihadapi dalam perjuangannya untuk membuat Jakarta lebih baik lagi.

“Kalau ada persepsi orang begitu (makar), kan kita bisa menjelaskan. Negara kita ini negara hukum, ada azas praduga tak bersalah,” kata Sylviana.

Terkait dengan keterangan yang menyebut suami Sylviana memberikan sejumlah uang ke Jamran, tersangka kasus makar, hal itu untuk biaya melahirkan istri Jamran.

Sylviana menyebut, ia dan suaminya hanyalah pensiunan. Ia memastikan suaminya akan terus kooperatif dalam pemeriksaan oleh para penyidik.

“Suami saya sudah dipanggil, dan sangat kooperatif,” ujar Sylvi. (***)

Berkat Anjing Pelacak, Penyelundupan Sabu 9,8 Kg di Pelabuhan Makassar Digagalkan

Barang Bukti Sabu 9,8 Kg yang Disita dari Salah Seorang Penumpang di Pelabuhan Makassar (Foto : Istimewa)

Barang Bukti Sabu 9,8 Kg yang Disita dari Salah Seorang Penumpang di Pelabuhan Makassar (Foto : Istimewa)

Makassar, KABAROKE — Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 9,8 kilogram di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, berhasil digagalkan. Pengungkapan kasus tersebut berkat bantuan dari anjing pelacak yang tergabung dalam tim K-9 yang rutin melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang dan pengunjung di Pelabuhan Makassar.

Barang bukti sabu 9,8 kg itu disita dari salah seorang penumpang KM Bukit Siguntang, Ardi B (32), warga Jalan Buakana, Sabtu (31/12/2016) sekitar pukul 08.00 Wita. Ardi menumpang KM Bukit Siguntang dari Tarakan (Kalimantan Utara)-Parepare (Sulawesi Selatan)-Makassar (Sulawesi Selatan).

Saat turun dari kapal, Ardi terlihat panik dan berusaha menghindari polisi. Di situlah, tim K9 melacak barang mencurigakan yang dibawa Ardi. Ardi berusaha kabur dan membawa tas bawaannya. Namun, upaya kabur Ardi dihentikan oleh anggota polisi.

Tim K9 dari Polda Sulsel Siaga di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar

Tim K9 dari Polda Sulsel Siaga di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar

Setelah diperiksa, di dalam barang bawaan Ardi terdapat 9,8 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkus kopi merek China.

Kepala Polda Sulsel Inspektur Jenderal (Irjen) Muktiono mengatakan, tersangka dan barang bukti sabu 9,8 kilogram di dalam tas ransel telah diamankan di Markas Polresta KPPP Pelabuhan Makassar.

“Sabu ini diduga berasal dari Malaysia yang diselundupkan ke Makassar melalui jalur laut Tarakan-Parepare-Makassar. Untuk memastikannya, kita masih memeriksa tersangka dan melakukan pengembangan,” tutur dia. (***)

1 2