Inflasi Versi BPS Tertinggi di Sulawesi Terjadi di Bone

BPS Makassar
BPS Sulawesi

Makassar, KABAROKE — Inflasi yang terjadi di Kabupaten Bone alias Watampone sebesar 1,52 persen bukan hanya tertinggi di tingkat Sulsel, melainkan lingkup Sulawesi yang terdiri dari enam provinsi. Adapun inflasi terendah di Sulawesi terjadi di Kota Bau-bau, Sultra, sebesar 0,52 persen.

Nursam mengatakan Bone mencatatkan IHK sebesar 122,10 dan Bau-bau mencatatkan IHK sebesar 129,45. “Untuk Sulsel sendiri yang terendah inflasinya di Kota Palopo sebesar 0,82 persen dengan IHK 124,79,” kata Nursam di Makassar, kemarin.

Secara nasional, Nursam menyebut dari 82 kota IHK nasional, inflasi tertinggi tercatat di Kota Pontianak sebesar 1,82 persen dengan IHK 137,25. Sedang, inflasi terendah dicapai Kota Manokwari sebesar 0,09 persen dengan IHK 122,46 persen.

Di lingkup Sulsel, Nursam menerangkan terdapat lima kota NHK nasional yang menjadi lokasi survei harga konsumen. Selain Bone, tercatat Palopo, Parepare, Bulukumba dan ibukota provinsi yakni Makassar yang mencatatkan inflasi 1,14 persen.

Untuk Sulsel sendiri, Nursam menerangkan terjadi inflasi sebesar 1,12 persen dengan IHK 127,12. Inflasi yang terjadi pada awal tahun hampir selalu terjadi di Sulsel, kecuali pada 2015 yang mencatatkan deflasi. Pemicu inflasi kali ini yakni kenaikan harga cabai dan tarif pengurusan STNK.

Bila dilihat dari sumbangan inflasi, Nursam mengimbuhkan kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,3874 persen. Berikutnya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,039 persen) serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar (0,1563 persen).

Berikutnya, kelompok sandang menyumbang inflasi sebesar 0,0304 persen; kelompok kesehatan (0,0062 persen); kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,0018 persen); dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (0,4998 persen). (Yasir)

Related posts

Leave a Comment