Bupati Lutra : Djuli Mambaya Sosok Petarung

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani [dok net]
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani [dok net]
Masamba, KABAROKE — Bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) 2018, Djuli Mambaya, terus bergerilya memperkuat basis dukungannya dengan bersilaturahmi ke beberapa tokoh masyarakat di Sulsel, termasuk kepada sahabat-sahabatnya.

Kali ini pria yang akrab disapa DJM itu mengunjungi sahabatnya Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriana (IDP), di rumah jabatan, Jalan Andi Jemma Nomor 01, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Ahad lalu.

Bupati Indah Indriani sendiri memberi dukungan dan apresiasi. Menurutnya, Djuli merupakan sahabatnya sejak kecil. “Djuli adalah sahabat kecil saya yang saya kenal sebagai sosok petarung,” ungkap Indah.

Djuli adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan provinsi Papua yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas PU provinsi Papua.

Keduanya tampak sangat akrab saat berbincang-bincang seputar karir birokrat mereka termasuk progres pembangunan di wilayah Papua, wilayah Luwu Utara maupun Sulsel pada umumnya termasuk berbagai terobosan untuk percepatan pembangunan kedepannya.

“Ibu Indah adalah sahabat saya sejak di bangku sekolah dulu dan saya sangat senang bisa bertemu sahabat saya yang kini menjabat sebagai Bupati Luwu Utara,” ujar Djuli yang juga Wakil Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) provinsi Papua saat ditemani sang isteri.

Dalam pertemuan tersebut, Djuli Mambaya yang juga ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Toraja Utara ini juga menyampaikan kepada Bupati Indah ihwal kesiapannya untuk ikut bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Sosok Djuli Mambaya belakangan semakin dikenal publik ketika ia berhasil memecahkan rekor dunia Buffalo Painting mengalahkan Vietnam dan Thailand yang membuatnya menjadi orang pertama dari Toraja dan Sulsel sebagai pemecah rekor dunia dari Museum Rekor Dunia (MURI) dan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) secara bersamaan.

Atas prestasi tersebut, Ia berhasil membawa nama Toraja, Sulsel dan Indonesia harum di mata dunia pada iven Toraja National Art Festival yang digelar pada Desember 2016 hingga Januari 2017 lalu. (***)

Related posts

Leave a Comment