Curi 8 Ponsel di Bali, Pria Ini Ditangkap di Makassar

Pencuri Ponsel di Bali yang Ditangkap di Makassar
Pencuri Ponsel di Bali yang Ditangkap di Makassar

Makassar, KABAROKE— Rachmat, 34 tahun, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian lantaran terlibat kasus pencurian. Tidak tanggung-tanggung, warga asal Balikpapan itu sedikitnya delapan kali mencuri telepon seluler (ponsel) di Bali. Teranyar, ia menggasak sebuah ponsel bermerek Samsung Galaxy Grand Prime di Bandara Internasional Ngurah Rai dan akhirnya ditangkap di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa, 28 Maret, dini hari.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengungkapkan pihaknya mengamankan Rachmat setelah adanya koordinasi antara petugas Bandara Ngurah Rai dan petugas Bandara Hasanuddin. “Pelaku diamankan sesaat setelah turun dari pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-726. Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan barang bawaan,” kata Dicky, sesaat lalu.

Di hadapan petugas aviation security alias avsec dan polisi, Rachmat tidak berkutik dan mengakui kejahatannya. Total ada 10 ponsel yang diamankan dari pria yang bekerja sebagai karyawan swasta. Namun, dua di antaranya merupakan milik pribadi. Sisanya yakni delapan ponsel diakui Rachmat merupakan hasil curian selama sekitar satu minggu berlibur di Bali.

Rachmat bersama tiga rekannya diketahui berlibur ke Bali sejak 20 Maret hingga 27 Maret. Selama di Bali, ia dan rekan-rekannya ternyata melakukan beberapa kali pencurian ponsel dan terakhir dilakoninya di Bandara Ngurah Rai. Ponsel yang digasaknya pun terbilang bagus, mulai dari Iphone 6 hingga Samsung Galaxy S7. “Pelaku sudah mengakui perbuatannya mencuri delapan ponsel selama liburan di Bali,” tutur Dicky.

Saat ini, Rachmat dan seluruh ponsel hasil curiannya sudah diamankan di Markas Polsek Kawasan Bandara Hasanuddin. Kepolisian, lanjut Dicky masih berkoordinasi dengan pihak pengelola Bandara Ngurah Rai dan kepolisian setempat. Rachmat akan dikirim kembali ke Bali untuk diproses hukum mengingat lokasi kejahatannya memang di Pulau Dewata. “Kami masih koordinasi dengan Polsek Bandara Ngurah Rai untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya. (***)

Related posts

Leave a Comment