Hebat! Sehari, 2 Kali Pengiriman Somadril di Bandara Hasanuddin Digagalkan

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. (int)
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. (int)

Makassar, KABAROKE — Petugas aviation security alias avsec Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar berhasil menggagalkan dua kali pengiriman narkotika jenis sabu dan obat daftar G berupa somadril, Senin, 27 Maret, sekitar pukul 23.35 Wita. Barang-barang terlarang tersebut hendak diselundupkan ke Kota Ternate, Maluku Utara dan Kota Timika, Papua.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengungkapkan petugas avsec telah menyerahkan barang bukti berupa 160 papan somadril dan satu paket sabu ke kepolisian. Saat ini, pihaknya berfokus menelusuri pengirim maupun penerima barang haram tersebut. Identitas para pelaku sendiri disebutnya tercantum pada paket pengiriman.

“Tadi malam ada dua laporan pengiriman somadril dan sabu di Bandara Hasanuddin yang berhasil digagalkan. Modusnya berbeda-beda, tapi berhasil digagalkan oleh petugas,” kata Dicky, sesaat lalu.

Kasus pertama terungkap berkat kejelian Muawwir selaku petugas keamanan pada x-ray kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Muawwir yang curiga dengan kardus yang dikirim melalui ekspedisi TIKI itu melakukan pemeriksaan manual. Hasilnya, ditemukan 60 papan somadril dan satu paket sabu yang diselipkan dalam bungkusan rokok bermerek Malboro.

Paket somadril dan sabu itu dikirim oleh Petrus Tambuwun, warga Jalan Gunung Lompo Battang, Kota Makassar, Sulsel. Rencananya, barang haram itu dikirim kepada Widyaningsih Tambuwun, warga Jalan Matoa, Kota Timika, Papua. Dicky menyebut baik pengirim dan penerima masih terus dilacak keberadaannya. Adapun, barang haram itu hanya dibawa oleh Haris selaku petugas TIKI.

Tak berselang lama pasca-pengungkapan sabu dan somadril itu, petugas keamanan kembali menggagalkan pengiriman somadril. Lagi-lagi, Muawwir menemukan paket mencurigakan. Bila sebelumnya hendak diterbangkan menggunakan maskapai Sriwijaya Air, kini menggunakan maskapai Lion Air dengan tujuan Kota Ternate. Paket itu sendiri berisi dua kardus yang masing-masing berisi 50 papan somadril.

Seperti halnya paket pertama, Dicky menyebut pihaknya juga telah mendapati identitas pengirim dan penerima. Masing-masing adalah Asriani Azis, warga Jalan Bantabantaeng, Kota Makassar dan Devi, warga Jalan Mangga Dua, Kota Ternate. Barang terlarang tersebut dibawa oleh petugas ekspedisi KGP. “Paket somadril itu diselip dalam selimut dan keripik,” pungkasnya.

Juru bicara PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Turah Ajiari mengungkapkan banyaknya pengungkapan temuan narkotika maupun obat daftar G membuktikan bahwa pengawasan pihaknya semakin ketat. Petugas keamanan Bandara Hasanuddin ditegaskannya senantiasa melakukan pengamanan dan pengawasan sesuai standar prosedur yang berlaku.

Menurut Turah, selain narkotika, pihaknya juga sangat ketat mengawasi masuknya barang-barang yang bisa membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Termasuk perangkat elektronik, dimana saat ini sudah ada instruksi dari Kemenhub yang meminta ada pengawasan ketat bagi penumpang sebelum naik ke pesawat. (***)

Related posts

Leave a Comment