Program Rumah Mewah ala Ahok, Sandi : Motivasinya Harus Dipertanyakan

Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno
Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Jakarta, KABAROKE– Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor pilihan tiga Sandiaga Uno menanggapi program rumah mewah yang digagas oleh Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan moto rumah skema yang aman, nyaman, sehat dan tidak pusing cicilan.

Sandiaga mengatakan pihaknya menawarkan program untuk warga Jakarta yang selama ini memimpikan memiliki rumah sendiri melalui program DP 0 rupiah. Terkait program rumah murah Ahok, Sandi menilai paslon nomor dua tersebut dadakan mengeluarkan ide yang mirip dengan program miliknya.

“Saya tidak ingin berkomentar terhadap program paslon lain karena itu sangat baru. Setelah lima tahun mereka tidak meluncurkan ini dan baru meluncurkan sekitar sepuluh hari sebelum pencoblosan,” ujar Sandiaga di Jalan Cipinang Besar BKT RT 008 RW 006 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jakarta, Senin (10/4).

Namun, Sandi mempertanyakan ide skema rumah murah Ahok yang baru diperkenalkan sembilan hari menjelang hari pemungutan suara. Bahkan, Sandi menilai skema rumah murah untuk menarik suara saat kampanye.

“Kami perlu mengerti dulu, karena timing dan motivasinya juga harus dipertanyakan, apakah ini hanya untuk kampanye, menarik suara yang kemarin berbondong-bondong pindah ke nomor tiga karena kami punya rumah dp nol rupiah, jadi sebaiknya saya tidak berkomentar karena akan menambah perpecahan,” tutur Sandi.

Diketahui sebelumnya, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyangkal bahwa program rumah murah miliknya tidak meniru program rumah DP 0 rupiah pasangan Anies-Sandi.

“Enggak justru aku bilang kita udah jauh sebelum kita ngomong gitu, kamu baca saja di koran. Saya tawarkan 2,5 persen dari tahun tahun lalu,” kata Ahok di Hotel Harris, Tebet, Jakarta, Minggu (9/4) lalu.

Ahok menjelaskan rumah empat skema yang aman, nyaman, sehat dan tidak pusing cicilan. Diperuntukan masyarakat yang menerima gaji Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp3 juta per bulan.

Lanjutnya, cicilan program rumah murah tersebut sama seperti membayar kost, dengan cicilan yang murah masyarakat yang menerima gaji bulanan UMP dapat memiliki rumah hunian aman, nyaman, sehat dan tidak pusing cicilan.

“Kalau gaji kamu sudah naik lagi Rp5 juta sampai Rp7 juta per bulan, kamu pun belum bisa rumah di Jakarta sebetulnya, makanya kita sediakan yang harga kost,” pungkasnya.

Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil Pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara, Sedangkan Ahok- Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot danAnies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Iqbal)

Related posts

Leave a Comment