Bupati Lutim Dukung RMS Bertarung di Pilgub Sulsel

Bupati Lutim Thoriq Husler dan Bupati Sidrap Rusdi Masse [dok net]

Bupati Lutim Thoriq Husler dan Bupati Sidrap Rusdi Masse [dok net]

Lutim, KABAROKE — Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan H Rusdi Masse (RMS) terus memperoleh dorongan warga dan sejumlah tokoh masyarakat untuk maju di pilkada gubernur Sulsel 2018. Tak terkecuali, Bupati Luwu Timur (Lutim) Toriq Husler.

Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Lutim tersebut menyebutkan tagline “majuki bossku” saat sedang berfose bersama Rusdi Masse (RMS) dan Wakil Bupati Lutim Irwan Bachri Syam dan sejumlah simpatisan Partai NasDem serta massa RMS, usai acara pelantikan DPD dan DPRt Partai NasDem Lutim. Kamis (13/04/2017).

“Majuki bossku,” teriak Husler yang diiringi teriakan dan pekikan yang sama oleh sejumlah simpatisan NasDem.

Bupati Luwu Timur Thoriq Husler turut hadir di acara pelantikan pengurus DPC dan DPRt Partai NasDem Luwu Timur .

Tagline “majuki bossku” adalah tagline yang dipopulerkan oleh masyarakat Sulsel yang menginginkan Rusdi Masse (RMS) maju sebagai kandidat di Pilkada Gubernur Sulsel 2018 mendatang.

Meskipun RMS belum pernah sedikit pun mengucapkan dan menegaskan akan maju dalam kontestasi pilgub Sulsel, namun dorongan tersebut semakin kencang dari hari ke hari dan “tagline” majuki bosku tersebut terus menggelora di seluruh kabupaten di Sulsel.

Saya ucapkan terima kasih kepada RMS dan Partai NasDem. Karena Partai NasDem berhasil membawa dan mengantar kemenangannya bersama Irwan Bachri Syam di Luwu Timur pilkada lalu, ujar Husler.

“Saya berharap dengan NasDem Saya semakin bisa bersinergi bersama Adikku Irwan Bachri Syam untuk menjadikan Lutim sebagai kabupaten terkemuka di Sulsel,” tandasnya. (***)

Anies Mengaku Tak Ada Strategi Khusus di Hari Terakhir Kampanye

Calon Gubernur DKI Anies Baswedan

Calon Gubernur DKI Anies Baswedan

Jakarta, KABAROKE – Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan tidak ada strategi khusus untuk memantapkan diri jelang hari terakhir Pasalnya, besok adalah hari terakhir kampanye Pilkada DKI Jakarta.

“Tidak ada, kita merasa semuanya sudah. Ini adalah perjalanan spiritual dan berjalan bersama dengan ikhtiar dengan doa,” kata Anies di Pondok Gede, Jakarta, pada Jum’at (14/4).

Anies hanya berharap, agar segalanya bisa berjalan tenang. Ia meminta, warga DKI Jakarta untuk menjaga kedamaian itu. “Satu hari lagi saya harap jaga ketenangan. Mari kita tunjukkan warga Jakarta adalah warga yang menunjukkan kehormatan,” ujar Anies.

Terkait hasil survey yang umumnya menyatakan keunggulan elektabilitas Anies-Sandi dari lawannya, Ahok-Djarot, Anies merasa masih banyak yang perlu dikerjakan. “Tapi belum selesai, perjuangan kita sampai 19. Tidak boleh kendor,” pungkasnya.

Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil Pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara, Sedangkan Ahok- Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot danAnies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Iqbal)

KSEI Ajak Mahasiswa Akti di Pasar Modal

Kepala Unit Pengembangan KSEI Amrizal Paparkan Program Pasar Modal

Kepala Unit Pengembangan KSEI Amrizal Paparkan Program Pasar Modal

Makassar, KABAROKE — Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong partisipasi mahasiswa di Kota Makassar, Sulsel, dalam pasar modal. Mahasiswa Makassar ditawarkan untuk tidak sekadar terjun ke pasar modal, tapi juga aktif sebagai tenaga pemasar atau perantara pedagang efek. Toh, saat ini perantara pedagang efek terbilang minim.

“Kami mendukung program TICMI untuk memperbanyak tenaga pemasar untuk perantara pedagang efek dengan cara menawarkannya ke mahasiswa-mahasiswi di Kota Makassar. Mereka (mahasiswa) sisa untuk mengikuti program training dan menjalani ujian untuk memperoleh lisensi,” kata Kepala Unit Pengembangan Layanan Infrastruktur Investasi KSEI Amrizal Arief, di Kota Makassar, Sulsel, kemarin.

“Semakin banyak yang paham dan mengerti mengenai pasar modal, kan akan membantu untuk mengenalkan pasar modal ke masyarakat. Pada akhirnya diharapkan jumlah investasi di pasar modal akan semakin besar,” sambung Amrizal.

Tenaga pemasaran atau perantara pedagang efek, menurut Amrizal, memang belum berimbang dengan jumlah penduduk. Rasionya sangat timpang mencapai 1:200 atau satu orang tenaga pemasaran mesti melayani 200 orang. Padahal, idealnya rasio tenaga pemasaran berkisar 1:5. Minimnya tenaga pemasaran itulah yang menjadi pertimbangan untuk melibatkan mahasiswa dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi.

“Pelibatan mahasiswa juga menjadi penting karena mereka adalah calon pemimpin di masa depan. Mereka yang akan memegang perekonomian Indonesia pada masa yang akan datang. Makanya, menjadi tepat untuk menyasar mahasiswa sedari sekarang,” urai Amrizal.

Sejauh ini, KSEI bersama TICMI dan BEI sudah memasuki tiga kampus di Kota Makassar. Di antaranya yakni Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia. Diakuinya pula bahwa sudah cukup banyak mahasiswa yang terjun ke pasar modal. Namun, mereka rata-rata memilih masuk ke pasar saham dibandingkan reksadana.

Lebih jauh, Amrizal memaparkan data KSEI per akhir Maret 2017 menyebutkan Sulsel menempati urutan ke-11 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia. “Rinciannya, jumlah investor pemilik efek sebanyak 7.912 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 7,8 persen dari tahun sebelumnya yang sebanyak 6.000 investor,” paparnya.

Amrizal mengatakan dari jumlah itu tercatat sebanyak 5.680 investor yang berdomisili di Kota Makassar. Adapun jumlah investor di pasar modal Indonesia secara keseluruhan hingga akhir 31 Maret 2017 telah mencapai sekitar 950 ribu investor. (tyk)

Anies Hadiri Peresmian Masjid di Pondok Gede

Anies Baswedan Saat Meresmikan Masjid di Pondok Gede

Anies Baswedan Saat Meresmikan Masjid di Pondok Gede

Jakarta, KABAROKE – Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengunjungi Masjid Nurul Ibad, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (14/4). Kehadiran Anies secara simbolis, ditujukan untuk meresmikan sebuah Mushalla menjadi Masjid.

Pantauan kabaroke.com, peresmian itu diramaikan oleh warga yang antusias menemui Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. Warga yang memadati masjid juga meneriakan yel-yel dukungan pada Anies bersama pasangannya Sandiaga Uno.

“Anies-Sandi Anies-Sandi Anies-Sandi nimor tiga,” nyanyi warga di Masjid Nurul Ibad, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Jum’at (14/4).

Terdengar pula gema takbir yang menyertai keraiaman warga untuk mendukungan calon gubernur nomor urut tiga. Anies hadir sekitar pukul 10.30 WIB. Kehadirannya disambut antusias warga yang mengajak salaman bahkan berfoto bersama.

Dalam sambutannya Anies berharap, perubahan Mushalla menjadi Masjid akan memberikan perubahan pada warga. “Yang tadinya untuk salat wajib aja sekarang jadi untuk kegiatan penting lainnya juga,” ujar Anies.

Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil Pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara, Sedangkan Ahok- Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot danAnies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Iqbal)

Kunjungi Biringkanaya, Cicu Bicara Soal Gizi Anak

Rachmatika Dewi dalam Kunjungan ke Biringkanaya

Rachmatika Dewi dalam Kunjungan ke Biringkanaya

Makassar, KABAROKE — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi menyapa warga Mangga Tiga, Kecamatan Biring Kanaya, Jumat, 14 April 2017.

Dalam kunjungannya ke Biringkanaya, Cicu (sapaan Rachmatika Dewi) berdiskusi dengan warga tentang pentingnya gizi untuk anak.

“Menjaga gizi anak menjadi hal yang sangat urgent karena ini mengenai soal tumbuh kembang anak,” jelas Cicu saat bertemu warga.

Pada kesempatan tersebut politisi cantik ini juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat sudah berkomitmen untuk menekan angka kurang gizi anak sampai pada angka 15,5 persen.

“Pemerintah pusat sudah berkomitmen untuk menekan angka kurang gizi sehingga tidak ada alasan untuk tidak menjadi bagian untuk mewujudkan komitmen tersebut,” terangnya.

“Tidak hanya itu, selain karena ini menjadi program nasional, kurang gizi juga memang perlu perhatian khusus karena tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan secara fisik tetapi juga pertumbuhan IQ anak,” tambahnya.

Diakhir pertemuannya dengan warga, Cicu membagikan biskuit untuk asupan gizi anak kepada warga. (Mawan)

Jelang Paskah, Umat Katolik di Kupang Ikuti Jalan Salib

Umat Katolik Ikuti Jalan Salib Jelang Paskah [dok net]

Umat Katolik Ikuti Jalan Salib Jelang Paskah [dok net]

Kupang, KABAROKE — Ribuan umat Katolik di Keusukupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur merefleksikan peristiwa kematian Yesus dalam doa yang disebut Jalan Salib yang digelar setiap Jumat Agung menjelang Hari Raya Paskah.

“Hari ini kita jalani jalan salib dengan menggali kedalaman makna keimanan, sesuai dengan perkembangan kehidupan pada zamannya dalam kehidupan setiap harian kita,” kata Wakil Pastor Paroki Gereja St Yoseph Pekerja Penfui Kota Kupang, RD Yonas Kamlasi di Kupang, Jumat.

Ketika memimpin prosesi doa jalan salib yang diikuti ratusan umat di Kapela St Fransiskus Xaverius Naimata, dia mengatakan pada 2.000 tahun lalu, orang Yahudi memandang salib sebagai tanda penghinaan dan perendahan martabat manusia, sedangkan orang Yunani memandang sebagai tanda kebodohan dan melalui sebagai hukuman mati yang tidak masuk akal.

“Setelah peristiwa penyaliban Yesus, salib dipandang sebagai tanda kemenangan kuasa Allah atas kuasa maut. Lebih-lebih dengan kebangkitan Kristus, menunjukkan kuasa Allah yang sungguh-sungguh melampaui akal dan pikiran manusia,” katanya.

Penyaliban Yesus kemudian menjadi peristiwa refleksi iman para pengikut-Nya hingga saat ini melalui berbagai pesan aktual zaman terkait dengan tugas perutusan membebaskan manusia dari dosa dan mengembalikan relasi manusia dengan Allah Bapa.

“Maut telah dikalahkan, kehidupan baru didapatkan. Perspektif inilah yang tumbuh subur, teristimewa di kalangan orang-orang kristiani,” katanya.

Sebelum sampai pada prosesi jalan salib ini, ribuan umat di wilayah itu mengikuti perayaan Kamis Putih yang dikenang umat Kristiani sedunia sebagai perjamuan malam terakhir antara Yesus Kristus dengan 12 orang murid-Nya sebelum menghadapi sakrat maut.

Prosesi selanjutnya adalah “Adorasi” atau pemindahan Sakramen Maha Kudus dan diikuti dengan doa bergelir umat dari pukul 21.00 hingga Jumat pagi pukul 06.00 WITA dilanjutkan dengan lamentasi dan jalan salib bersama.

Sementara itu, umat Kristen di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 13 April 2017 tengah malam hingga subuh, mengikuti prosesi jalan salib mengenang kisah sengsara Yesus Kristus sampai akhirnya wafat di kayu salib.

Prosesi melewati sembilan gereja, dan baru berakhir pada Jumat (14/4) pagi. (***)

Pemberian Gelar Sunan untuk Ahok Disesalkan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)/dok-net

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)/dok-net

Jakarta, KABAROKE – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menyesalkan pemberian gelar sunan yang disematkan oleh GP Ansor untuk Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Gelar itu dinilai berlebihan karena mencampur adukkan ajaran dan simbol agama Islam dengan pasangan calon tertentu.

“Ya lebai, mestinya bersikap empati, toleran, proporsional, kalau begitu hanya akan membuat kisruh Pilkada DKI,” kata Amirsyah, seperti dilansir dari republika.co.id, kemarin.

Pada Jumat (7/4), Ketua GP Ansor Yaquf Cholil Qoumas menggelar pertemuan dengan pasangan calon Gubernur Basuki-Djarot. Pada pertemuan tersebut, Yaquf memberikan gelar Sunan Kalijodo pada Basuki, karena menurut Yaquf, Basuki telah merubah dunia hitam kelam menjadi warga beriman.

Amirsyah meminta masyarakat untuk lebih waspada dan hati-hati dalam menempatkan simbol agama, dan diharapkan bisa menempatkan hal tersebut sesuai dengan tempatnya. Sehingga kedepannya, kata Amisryah, akan terwujud sikap santun dan menghargai sesama umat beragama.

Amirsyah menegaskan, gelar sunan itu adalah gelar yang begitu mulia, dan tidak sembarangan orang bisa dapat gelar itu. “Saran saya, lebih baik tokoh agama Islam manapun menahan diri untuk tidak ikut larut dalam hiruk pikuk pilkada,” kata Amirsyah. (***)

Resmi! Agus Arifin Nu’mang Gabung Gerindra

Kartu Tanda Anggota Agus Arifin Nu'mang di Gerindra [dok net]

Kartu Tanda Anggota Agus Arifin Nu’mang di Gerindra [dok net]

Makassar, KABAROKE — Agus Arifin Nu’mang, Wakil Gubernur Sulsel, memastikan bergabung ke Partai Gerindra Sulsel.

“Iya betul Dinda, saya sudah bergabung ke Partai Gerindra,” kata Agus via pesan WhatsApp, Jumat (14/4/2017).

Agus menganggap punya kedekatan dengan Gerindra karena kader Golkar yang mendirikan partai ini.

“Sehingga saya tidak terlalu sulit unttuk menyesuaikan diri dengan AD/ART Gerindra,” katanya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel era Amin Syam ini melihat ada konsistensi pengurus dalam berpolitik.

“Khususnya Pak Prabowo yang selalu mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan atau partai dan pribadi,” katanya.

“Beliau negarawan dan memberi contoh kepada kita dalam mengatasi kompleksitas persoalan bangsa.”

Sebelumnya, Kartu Tanda Anggota (KTA) Agus tersebar via akun Facebook.

KTA Agus pun ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani. (***)

Jurus Mendag Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat Memantau Harga Pangan di 3 Pasar di Jakarta

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat Memantau Harga Pangan di 3 Pasar di Jakarta

Jakarta, KABAROKE — Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan akan menggelontorkan stok pangan jika harga komoditas pangan di masyarakat melonjak secara tidak wajar menjelang Ramadhan. Enggar mengatakan, harga pangan seharusnya tidak akan naik drastis lantaran stok yang dimiliki pemerintah mencukupi.

Untuk menjaga harga tetap stabil, Kementerian perdagangan mewajibkan distributor tidak melakukan kegiatan yang bersifat spekulatif seperti penimbunan, atau menaikan harga seenaknya. Dia menegaskan, seluruh distributor, sub distributor, dan agen wajib mendaftar sekaligus melaporkan stoknya. “Bagi mereka yang tidak melaporkan dan mendaftar, maka itu termasuk melakukan perdagangan ilegal,” kata Enggar di Pasar Induk Beras Cipinang, Kamis lalu.

Mendekati bulan puasa, Enggar bakal terus memantau distributor agar tidak menimbun barang. “Spekulan sebaiknya tidak main-main karena kita sudah siap dengan stok. Jadi kalau ada yang nahan stok, kita akan gelontorkann sampai dia rugi,” ujarnya.

Enggar mengaku telah bekoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kab/Kota untuk turut melakukan pemantauan.Sehingga, nantinya bisa diketahui kondisi harga komoditas barang pokok di semua daerah. Ketika ada daerah yang harganya melambung, bisa langsung dilakukan pengecekan kepada distributor yang ada di daerah tersebut.

Apabila terdapat daerah yang ternyata membiarkan adanya gejolak harga dan tidak mengambil tindakan, maka Kemendag akan mencoret anggaran untuk pembangunan pasar. “Kami akan pindahkan ke kebupaten kota lain (anggarananya),” papar Enggar.  (***)

Begini Pesan AQM Buat Pemuda Islam

Aziz Qahar Mudzakkar (dok net)

Aziz Qahar Mudzakkar (dok net)

Makassar, KABAROKE — Bakal calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (AQM), kembali menggarap konstituen kampus. Kali ini, kampus Sekolah Tinggi Bahasa Arab (STIBA) Makassar, yang disambangi anggota DPD RI ini untuk bersosialisasi.

Ustad Aziz tampil pada pembekalan calon da’i STIBA Makassar, pada Kamis (13/4) siang tadi. Dalam pemaparannya, Ustad Azis menegaskan tentang pentingnya generasi muda dalam memahami dasar dan konsep awal berdirinya negara.

Seperti ulama-ulama terdahulu, kata dia, sebagai pendiri bangsa ini, mereka tak hanya memahami ilmu agama.

Namun, mereka juga lihai dalam ilmu politik, sosial, hukum dan ekonomi, sehingga mampu bersaing di kancah internasional. “Mereka sangat terlihat ketika Soekarno mempercayai mereka dalam Panitia 9 untuk merumuskan dasar negara. Ulama yang hadir pada saat itu ada empat orang,” sebut Ustad Aziz, seperti ditulis harianamanah.id, kemarin.

Olehnya, ia melanjutkan, sebagai generasi pelanjut, mesti banyak bersyukur. Caranya dengan berusaha mengikuti jejak-jejak pada pendahulu. “Kita punya utang sejarah dengan mereka,” tutur Ustad Aziz, yang dalam Pilgub nanti akan berpasangan dengan Nurdin Halid (NH).

Dia menjelaskan, dakwah dan penyebarluasan Islam tak akan massif dan sistematis ketika umat Islam dan para generasi mudanya tidak mempunyai kekuasaaan dan kekuatan ekonomi. Karena Rasulullah saja membutuhkan kekuatan ekonomi dan kekuasaan.

“Contohnya istri Rasulullah adalah konglomerat. Sahabat-sahabatnya juga adalah konglomerat. Sebut saja Umar bin Khatab, Abu Bakar, Usman Bin Affan dan lain-lain, dan beliau juga menjadi kepala negara pada saat itu,” ungkapnya.

Menurut Ustad Azis, inilah bukti kongkret bahwa Islam sangat membutuhkan kekuatan ekonomi dan politik.

Ustad Aziz juga mengingatkan, sebagai aktifis Islam, jangan cuma belajar tentang cara berdakwah. Akan tetapi juga harus belajar tentang ilmu-ilmu umum lainnya, sehingga kelak bisa menjadi pembuat kebijakan krusial di negeri ini.

“Jangan pernah meninggalkan panggung perjuangan, baik panggung agama maupun panggung di negara ini, karena kita semua punya tugas dan tanggung jawab social,” pesan Ustad Aziz kepada ratusan mahasiswa yang hadir pada acara itu.

Sebelumnya, Direktur STIBA Antang Makassar, Ustad Muhammad Yusran Anshar dalam sambutannya, mengatakan sangat bergembira kedatangan tamu yang sama-sama dicintai dalam acara rapat dengar pendapat.

Menurut dia, sejak mahasiswa, Ustad Aziz Qahhar sudah mulai menggelar kajian keislaman di kampus-kampus.

“Kita-kita inilah yang menjadi audiensnya pada saat itu. Apalagi ketika beliau masih menjabat sebagai Ketua HMI Cabang Makassar,” terang Ustad Yusran. (***)

1 2