Ini Alasan Polisi Bubarkan Paksa Tabligh Akbar HTI

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani

Makassar, KABAROKE — Tabligh Akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertajuk Masirah Panji Rasulullah di Lapangan Karebosi dan Menara Bosowa Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya dibubarkan, Minggu.

Alasan pembubaran itu karena pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin resmi terkait dengan kegiatan tersebut termasuk mendapat penolakan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) lainnya karena dianggap ideologi Khalifah tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.

“Kami tidak ingin terjadi benturan dan berujung konflik nantinya. Bukan hanya Makassar daerah lainnya juga ditolak kegiatan sejenis ini. Kami berharap tidak sampai terjadi,” kata Kabid Humas polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani di sela pengamanan jalan Jenderal Sudirman, seperti dilansir Antara, Ahad, 16 April.

Dirinya menjelaskan, dalam aturan Undang-undang harus ada penanggung jawab, tetapi dari ormas HTI tidak mampu diberikan. Sehingga polisi berkewajiban untuk melakukan pelarangan agar konflik tidak terjadi.

“Kemarin sudah ada benih konfik, GP Ansor akan menghalau bila tabligh akbar itu tetap digelar, makanya kita mengamankan jangan sampai ada benturan antaragama, kasihan warga kota bila konflik itu terjadi, sehingga harus dicegah,” paparnya.

Berdasarkan pantauan, di sepanjang jalan Jenderal Sudirman berdekatan dengan Lapangan Karebosi dan Menara Bosowa massa HTI sudah memadati lokasi itu, namun diseberang jalan dekat Monumen Mandala, massa GP Ansor juga bersiap untuk membatalkan kegiatan itu.

Namun meski dicegah, kericuhan tetap pecah, saat massa HTI sebelumnya berorasi di jalan Sudirman dan meninggalkan lokasi tersebut, lalu di hadang massa GP Ansor dan Basernya dibantu Front Pemberla Islam (FPI) Sulsel.

Saling dorong tidak dapat dihindarkan setelah bendera serta umbul-umbul yang dibawa HTI diturunkan massa aksi lainnya yang bersebrangan, kontak fisik pun tidak dapat dihindari.

Melihat kejadian itu, aparat yang sudah berjaga-jaga membubarkan dua massa aksi yang berseteru tersebut. Kendati polisi bersenjata lengkap awalnya kewalahan membubarkan dua kelompok bersitengang itu karena keduanya ngotot, namun tetap dibubarkan paksa.

Kedua kelompok ini kemudian menarik diri, saat polisi mulai refresif menekan massa. Usai bentrokan polisi melakukan pengawalan ketat kepada dua kelompok yang berseberangan itu pulang untuk meninggalkan lokasi kejadian. Kondisi lalu lintas pun kembali normal. (***)

Related posts

Leave a Comment