Menteri Yohana Sebut Sanksi Kebiri Tekan Angka Kekerasan Seksual pada Anak

Menteri PPPA Yohana S Yambise di Makassar

Menteri PPPA Yohana S Yambise di Makassar

Makassar, KABAROKE — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise menyebut angka kekerasan seksual terhadap anak semakin berkurang. Apalagi, setelah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 yang mengatur tentang perlindungan anak diterbitkan. Terlebih, dalam peraturan tersebut termuat sanksi kebiri bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Menteri Yohana mengatakan, dibandingkan dengan tingkat kekerasan terhadap anak pada tahun 2014 dan 2015, tahun 2016, angkanya sudah mulai berkurang. Pada tahun 2014 dan 2015, angka kekerasan terhadap anak tercatat lebih dari 3.500 kasus.

“Namun, 2016 ini sudah mulai menurun dengan adanya sosialisasi kita terkait adanya Undang-undang terkait kebiri itu. Itu mulai kelihatannya menurun, namun banyak laporan di mana-mana yang tidak resmi, artinya melalui sms-sms lapor ke saya. Masih disembunyikan, belum dilaporkan,” kata Yohana di Makassar, Minggu, 23 April 2017.

Meski begitu, Yohana mengakui jika kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur masih marak terjadi. Penilaian itu, kata dia, lebih banyak jika dibandingkan dengan kasus terhadap perempuan ataupun kasus lainnya yang menjadi sorotan KPPPA.

“Yang sekarang meningkat itu kekerasan seksual terhadap anak-anak itu. Saya juga tidak mengerti kenapa anak-anak ini yang jadi korban,” ucap Yohana.

Terkait pelaku kekerasan seksual terhadap anak, Yohana menilai, mayoritas kasus tersebut melibatkan orang dekat korban. “Pelakunya kebanyakan yang ada di dalam rumah sendiri, mungkin orang tuanya, mungkin juga pamannya, mungkin juga tetangga atau di lingkungannya. Jadi itu yang terjadi,” jelasnya.

“Namun, saya juga cek di lapas-lapas dan juga unit PPA (pemberdayaan perempuan dan anak) dan ketemu dengan pelaku-pelaku sendiri, saya tanya memang karena salah pengasuhan orang tua terhadap mereka (anak-anak), akhirnya anak-anak ini jadi korban, orang tua akhirnya jadi pelaku. Siklusnya begitu,” ungkapnya menambahkan.

Olehnya itu, korban pelaku kekerasan seksual diharapkan berani untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak berwenang. Pasalnya, menurut dia, masih banyak kasus kekerasan seksual yang ditutupi oleh orang tua korban, karena merasa malu.

“Jadi itu fenomena gunung es, semua masih terselubung dan perlu kita deteksi sehingga bisa menangani kasus itu dan bisa melaporkan sehingga ada efek jera. Sudah ada Undang-undang yang terbaru, nomor 17 tahun 2016, barang siapa yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak sampai mati, kena penyakit menular dan cacat bisa kena pidana hukuman mati, seumur hidup dan hukuman kebiri,” tuturnya. (Yasir)

Maitimo Perkuat Persib, PSM Protes Keras

Raphael Maitimo

Raphael Maitimo

Makassar, KABAROKE — Manajemen PSM Makassar protes keras dan keberatan dengan keputusan Persib Bandung yang memasukan Raphael Maitimo dalam daftar susunan pemain Persib sebagai pemain cadangan dalam laga melawan PS TNI, Sabtu.

Direktur Umum PSM, Irsal Ohorella di Makassar, Minggu, mengaku jika keputusan itu merupakan sesuatu yang tidak sportif dan terlihat aneh mengingat status pemain yang bersangkutan masih terikat kontrak dengan PSM Makassar.

“Raphael Maitimo belum belum mendapat surat pelepasan dari PSM Makassar karena belum mengembalikan DP (Down Payment) seperti yang disepekati,”katanya.

Ia menjelaskan, kejadian itu seharusnya jadi perhatian khusus bagi pihak liga. Bagaimana bisa Maitimo mendapat pengesahan bahkan sampai masuk daftar line up, sedangkan dia masih tersangkut masalah dengan PSM Makassar.

Menurut pria yang akrab disapa Ical itu, PSM Makassar telah mengontrak dan memberikan uang muka kepada pemain tersebut. Itupun yang membuat pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi keluar bagi pemain naturalisasi tersebut.

“Kami sengaja belum memberikan surat keluar Maitimi karena dia belum kembalikan DP yang sudah diambil. Kita menyesalkan karena pada pembicaraan awal bersedia mengembalikan DP dari PSM,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan adanya sanksi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terhadap keputusannya memasukkan Maitimo dalam daftar pemain cadangan saat menghadapi PS TNI, dirinya menyerahkan sepenuhnya ke pihak yang terkait.

“Karena bila ternyata Maitimo bisa memperkuat Persib Bandung dalam Liga 1, maka kami dari manajemen akan mengirimkan surat ke Manajemen Persin dan PT LIB terkait belum lepasnya status Maitimo sebagai pemain PSM,” jelasnya. (***)

Menteri Yohana Ajak Semua Pihak Wujudkan Indonesia Layak Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Yembise Foto : Istimewa

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Yembise (Foto : Istimewa)

Makassar, KABAROKE — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Yohana Yembise, mengajak semua pihak untuk berhenti melakukan kekerasan pada anak, sekarang dan selamanya.

Pada pegelaran Jelajah Three Ends di Makassar, Yohana mengharapkan semua pihak berkomitmen untuk memenuhi hak anak dan melindungi anak Indonesia. Termasuk peran serta pemerintah daerah hingga kepolisian.

“Komitmen semua pihak memudahkan terwujudnya Indonesia yang layak anak,” kata Yohana di Pantai Losari Makassar, Minggu, 23 April 2017.

Menurut Yohana peran serta semua pihak dibutuhkan sebagai upaya menjamin pemenuhan hak anak atas hidup, tumbuh, kembang, dan berpartisipasi secara wajar, sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Selain itu, anak-anak juga harus mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Karena sudah banyak kasus kejahatan yang menimpa anak Indonesia, termasuk kejahatan seksual,” ucapnya.

Dia mengatakan, kasus-kasus yang melibatkan anak belakangan ini tidak hanya mengundang keprihatinan dari Presiden Joko Widodo, tapi juga dari negara luar.

Menindak kasus kekerasan seksual yang marak terjadi, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) pengganti Undang-Undang RI No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Yasir)

Kasus Penganiayaan Wakil Ketua PWI Sulsel Dilaporkan ke Mabes TNI AL dan Komnas HAM

Faisal Mamma

Faisal Mamma

Makassar, KABAROKE – Insiden pengeroyokan yang diduga kuat dilakukan oleh oknum POMAL beberapa waktu lalu terhadap Salim Mamma dan H. Muhammad Said, di depan Warkop Jalan Satando, Makassar, berbuntut panjang dan kini telah diusut melalui jalur hukum.

Faisal Mamma yang juga kakak kandung Salim Mamma, mengutuk keras tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pihak oknum POMAL dan berjanji menempuh jalur hukum hingga tuntas.

Faisal sangat menyesalkan insiden pemukulan, yang telah dilakukan oleh oknum POMAL. Hingga keluarga besarnya tidak menerima pemukulan dan pengeroyokan yang menimpa Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel itu.

“Adik saya bukan pencuri dan bukan begal, sampai dikeroyok seperti itu. Hanya gara-gara parkiran, sampai masuk rumah sakit. Ini tidak masuk akal, lagi pula masalah parkir, itu bukan kewenangan POMAL,” ujar Faisal mewakili keluarga besarnya.

Selain itu, Andi Kemal Anwar berkomentar selaku keluarga besar, menjelaskan, keberatan mengenai kasus pengeroyokan yang menimpa Salim Mamma. “Saya sangat keberatan, atas kelakuan oknum Angkatan Laut POMAL Makassar, yang melakukan tindakan yang telah menyerupai preman. Pihak berwajib, usut segera sampai tuntas,” katanya mewakili keluarga besar Faisal Mamma dari Soppeng.

Menurut Faisal Mamma, meminta kasus pemukulan dan pengeroyokan yang menimpa adiknya segera diproses. Upaya hukum telah ditempuh termasuk melapor ke Mabes TNI AL dan Komnas HAM. Kewenangan Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POMAL) mengatur perparkiran tidak ada dalam institusi mereka, hanya bertugas untuk internalnya.

“Kecuali, di depan markasnya memarkir mobil dan menghalangi keluar masuknya mobil komandan-komandannya, wajar kita ditegur. Kalau ini kan jalan umum dan yang bisa mengatur itu adalah pihak dari PD Parkir,” ujarnya saat dikonfirmasi kabaroke.com, Minggu 23 April 2017.

Lanjut Faisal, ini bukan institusinya tetapi oknumnya yang harus dijerat hukum. “Yang saya sesalkan, memangnya adik saya itu pencuri, sehingga dipukul dan diseret seperti itu. Insiden pemukulan yang dilakukan oknum POMAL, adalah bentuk arogansi. Aksi pemukulan dan pengeroyokan telah menjadi tontonan banyak warga saat itu,” paparnya.

Dari keterangan pihak keluarga korban, sudah seringkali diajak oleh pihak POMAL untuk bertemu, tapi ditolak. “Untuk apa ketemu dan kenapa baru sekarang mau ketemu, kenapa bukan dari awal kejadian. Lagipula, yang mau temui saudara-saudara saya itu hanya Wadantamal. Kenapa harus Wadan dan kenapa bukan orang yang bertanggung jawab terhadap POMAL yang harus datang,” tegas Faisal Mamma.

Faisal menegaskan, pihaknya sudah memaafkan, akan tetapi proses hukum harus tetap jalan. “Disini Makassar Boss, bukan daerah lain. Orang Bugis-Makassar itu siap mati, daripada menanggung malu.
Semoga ke depannya, memberikan pelajaran kepada anggota POMAL lainnya. Saya minta, oknumnya segera diproses dan harus transparan,” ungkap Faisal yang juga sebagai Ketua GMPK Sulsel.

Diketahui, saat menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu dikantornya, Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI AL Yusup menuturkan, sebelumnya pihak POMAL melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian untuk penertiban parkir liar dan arus lalu lintas di Jalan Satando.

“Saat penertiban berlangsung, kebetulan saat itu Salim sedang memarkir kendaraanya. Saat diminta memindahkan mobilnya, ia mengaku-ngaku keluarga kapten, wartawan, dan keluarga anak jenderal saat kendaraannya ditertibkan. Namun, saat hendak dibawa ke POMAL terjatuh pingsan. Saat itulah ia mengaku dikeroyok, tetapi bukan pengeroyokan. Kalau memang ia keberatan, silahkan divisum. Kami juga punya rekaman untuk membuktikan, tidak ada penganiayaan saat penertiban itu,” ucap Yusup, Selasa 18 April 2017 lalu dihadapan awak media. (Arman)

Menteri Yohana Imbau Pemda Ikut Tekan Perdagangan Manusia

Menteri PPPA Yohana S Yambise Bersama Wali Kota Makassar Danny Pomanto

Menteri PPPA Yohana S Yambise Bersama Wali Kota Makassar Danny Pomanto

Makassar, KABAROKE — Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Yohana Susana Yembise berharap pemerintah daerah di seluruh Indonesia turut terlibat menekan maraknya perdagangan manusia yang terjadi. Menurutnya, persoalan tersebut harus melibatkan semua unsur, mulai dari keluarga hingga pemerintah.

Ia juga turut menyoroti banyaknya anak berumur di bawah 18 tahun yang telah bekerja untuk mencari nafkah. Menurut Yohana dengan mempekerjakan anak di bawah umur, sama saja halnya dengan memperdagangkan manusia.

“ltu adalah bagian dari perdagangan manusia, ketika anak dibiarkan menjadi kurir, bekerja di bawah tekanan. Anak usia nol sampai 18 tahun harus bebas dari suatu pekerjaan yang mengikat,” kata Yohana dalam pegelaran Three Ends di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Minggu, 23 April 2017.

Menurutnya, anak di bawah umur harusnya bisa lebih fokus dalam mengenyam pendidikan, tanpa harus terbebani dengan pekerjaan. Supaya, kata Yohana, melalui pendidikan, kelak anak-anak tersebut bisa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Maka dari itu, Yohana mengimbau kepada pemerintah kota untuk turut berperan aktif memperhatikan persoalan anak di bawah usia 18 tahun yang dipekerjakan. Termasuk, dalam hal penyediaan bantuan pendidikan yang memadai.

“Khususnya anak-anak jalanan yang meminta-minta itu. Mereka tidak seharusnya melakukan pekerjaan itu, peran pemerintah daerah dibutuhkan dalam hal ini,” ujarnya.

Pegelaran Three Ends atau Program 3ENDS merupakan program unggulan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Pada 2016 lalu, program ini dilaksanakan di Jailolo, Belitung, dan Bandung. Tahun ini KPPPA menggelarnya di Kota Makassar.

Ada tiga aspek yang diperjuangkan oleh program 3ENDS, yakni mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan orang dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan.

“Melalui Jelajah Three Ends ini, kami ingin membuktikan bahwa anak–anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang baik apabila kita memberikan dorongan kepada mereka dengan penyediaan sarana dan prasarana untuk berpartisipasi dan melakukan kegiatan yang positif,” kata Yohana. (Yasir)

Fenomena Hujan Es Kembali Landa Bandung

Fenomena Hujan Es di Bandung [dok net]

Fenomena Hujan Es di Bandung [dok net]

Bandung, KABAROKE — Kota Bandung kembali dilanda hujan es pada Minggu siang, terutama terjadi di di kawasan Jalan Asia-Afrika, Jalan Otista, Jalan Babakan Ciparay, Balaikota Bandung, dan sejumlah wilayah lainnya.

“Wilayah Bandung dan sekitarnya hujan deras disertai angin kencang. Di beberapa tempat juga mengalami hujan es,” ujar juru bicara Basarnas Jawa Barat Joshua Banjarjohor melalui pesan singkatnya, seperti dilansir Antara, Ahad, 23 April.

Empat hari sebelumnya, hujan es juga terjadi di sejumlah tempat di Bandung disertai angin kencang yang merobohkan belasan pohon.

Joshua menuturkan, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi, Minggu, sekitar pukul 14.00 WIB ini juga menumbangkan sebuah pohon di depan RS Melinda, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak memarkirkan kendaraannya di bawah pohon, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Juga jangan memarkirkan kendaraan di tempat kontruksi yang tidak kuat,” kata dia.

Sebelumnya, Prakirawan BMKG Bandung Neneng Sugiarto mengatakan hujan es yang terjadi merupakan akibat proses kondensasi yang kelewat dingin sehingga air yang menguap berubah bentuk menjadi kristal es.

“Dengan suhu minus 44 derajat celcius air terbentuk menjadi butiran es. Jadi begitu turun masih berupa butiran es,” kata Neneng. (***)

Menteri Yohana Dengar Curhat Ibu di Makassar Soal Fenomena Anak Ngelem

Menteri PPPA Yohana Susana Yambise

Menteri PPPA Yohana Susana Yambise

Makassar, KABAROKE — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Kambise melakukan kunjungan ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulsel, Ahad, 23 April. Yohana mendengar langsung curhat warga terkait permasalahan di lingkup rumah tangga dan lingkungannya. Salah satu permasalahan yang menyita perhatian Menteri Yohana adalah curhat seorang ibu bernama Masita (53) tentang fenomena anak ngelem alias isap lem aibon.

Di hadapan Menteri Yohana, Masita menceritakan fenomena ngelem di kalangan anak yang sudah terbilang parah. Musababnya, mereka masih berusia 8-12 tahun. “Anak-anak itu umurnya rentang 8-12 tahun, tapi kerjanya main judi dan ngelem. Mereka lakukan itu di lingkup rusunawa dan sangat meresahkan, meski anak-anak itu sebenarnya pendatang dari luar. Saya khawatir kalau kebiasaan tersebut malah menular ke anak-anak di rusunawa,” kata Masita, Ahad, 23 April.

Masita mengimbuhkan kekhawatiran pihaknya terkait fenomena ngelem tidak lepas lantaran kebiasaan tersebut hampir tiap hari diperlihatkan dan berpotensi mempengaruhi perilaku anak. Belum lagi, setelah mengisap lem, sisanya itu diambil oleh anak berusia kecil di rusunawa yang mencoba mempraktikan kegiatan tidak produktif tersebut. “Saya harap ada solusi untuk mengakhiri fenomena ngelem di kalangan anak. Jangan sampai anak-anak kami terjerumus,” ucap dia.

Menurut Masita, pihaknya di lingkup rusunawa sudah berupaya untuk menegur anak-anak dari luar yang ngelem tersebut. Bahkan, pihaknya dibantu oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang terkadang terpaksa menempuh cara tegas, sampai memukuli anak yang ketahuan ngelem. Tapi, tetap saja aktivitas tersebut berulang. “Tidak ada efek jeranya. Sudah juga ditanya orang tuanya anak tapi tetap saja tak ada efek jera,” keluh Masita.

Menanggapi curhat Masita, Menteri Yohana menyebut solusi atas permasalahan tersebut adalah kembali ke keluarga. Yohana menyebut peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter sang anak, termasuk menghindarkannya dalam pengaruh buruk. Fenomena ngelem di kalangan anak sendiri diakuinya merupakan masalah umum yang kini terjadi di Indonesia, mulai Aceh sampai Papua. Diharapkannya keluarga memberikan pendampingan khusus agar anak tidak semakin terjerumus.

“Semua terjadi di Indonesia, mulai narkoba isap lem sampai dengan macam-macam obat yang dicampuri minuman kemudian dikonsumsi anak. Ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus karena akan merusak generasi bangsa,” tegas Yohana.

Menurut Yohana, Kementerian PPPA memberikan atensi khusus untuk menangani permasalahan tersebut, termasuk permasalahan lain yang melanda perempuan dan anak. Kementerian PPPA mengharapkan adanya kerjasama orang tua, organisasi masyarakat, serta yayasan pembinaan guna mengakhiri pelbagai permasalah perempuan dan anak. (tyk)

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Surabaya

Kereta Rel Listrik

Kereta Rel Listrik

Surabaya, KABAROKE — tTiga orang tewas setelah sebuah mobil menerobos palang pintu perlintasan kereta lalu menabrak kereta yang sedang melaju di Surabaya pada Minggu dini hari menurut pejabat kepolisian.
“Kecelakaan terjadi di palang pintu perlintasan KA kawasan Jalan Ahmad Yani – Margorejo Surabaya sekitar pukul 04.15 subuh tadi,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar.

KA Mutiara Timur jurusan Banyuwangi-Surabaya bertabrakan dengan mobil Daihatsu Xenia setelah pengendara mobil bernomor polisi S 1997 AT itu menerobos palang pintu kereta api yang sudah ditutup.

“Analisa awal, mobil Xenia melaju dari arah utara ke selatan dan ketika belok ke kiri dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Margorejo langsung menerobos hingga menabrak palang KA yang sebenarnya sudah ditutup karena KA Mutiara Timur yang melaju dari arah utara ke selatan sedang melintas,” jelas Adewira.

Akibat kecelakaan itu, menurut Adewira, mobil Xenia hancur dan terseret KA Mutiara Timur hingga beberapa meter.

Di dalam mobil Xenia itu, menurut dia, ada empat orang yang terdiri atas seorang pengemudi dan tiga orang penumpang.

“Tiga orang yang berada di mobil Xenia itu tewas di tempat kejadian perkara,” katanya.

Korban yang tewas antara lain pengemudi yang diketahui bernama Darwis Hasiholan Sinambela (36), yang tercatat sebagai warga Kampung Rawa Roko, Bojong Rawalumbu, Bekasi.

Dua penumpang lain yang tewas diidentifikasi bernama Ricky Pratama Mamonto (28) yang beralamat di Jalan Purnasakti, Banjarmasin, dan Awaludin Lestaluhu (34) yang beralamat di Jalan Mamala, Lehitu, Maluku Tengah.

Sedangkan seorang penumpang mengalami luka-luka yang cukup serius namanya Acep Sutrisna (37) asal Bantargebang Selatan, Bekasi. Korban luka sudah dibawa ke rumah sakit.

Polisi telah mengevakuasi bangkai mobil Xenia yang hancur dan mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita juga telah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di TKP, serta menganalisa CCTV di loksi sekitar TKP,” katanya. (***)

Resmi! Boulevard Jadi Kawasan Car Free Day III di Makassar

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Saat Meresmikan Car Free Day di Jalan Boulevard

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Saat Meresmikan Car Free Day di Jalan Boulevard

Makassar, KABAROKE — Kebutuhan Kawasan Bebas Kendaraan atau Car Free Day, merupakan kebutuhan warga kota metropolitan yang terus tumbuh dan berkembang untuk melakukan berbagai aktivitas. Kota Makassar, Sulawesi Selatan salah satunya. Setelah kawasan Pantai Losari dan Jalan Jendral Sudirman, kini kawasan Jalan Boulevard menjadi kawasan ke tiga di Kota Makassar.

Kawasan Car Free Day yang pertama kali gagasannya hadir dari warga kelurahan Masale, Kecamatan Panakukkang, hadir dari pembicaraan warung kopi, sekitar tiga minggu lalu yang kemudian direalisasikan oleh Pemkot dan Pemprov. Kawasan bebas kendaraan sepanjang 730 meter ini mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Ini kawasan hadir dari inisiasi masyarakat, itu artinya kita sudah maju. Masyarakat ingin semakin sehat,” kata SYL di hadapan ribuan warga yang menyemut di kawasan tersebut.

Lauching ini sendiri dilaksanakan di kawasan pusat bisnis Boulevard, Minggu (23/4).

Selain SYL, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’mang juga hadir, Walikota Makassar Danny Pomanto dan Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal.

Agus Arifin Nu’mang juga mengapresiasi inisiasi masyarakat.

“Sebagai warga di kelurahan ini, Kelurahan Masale, saya berterima kasih,” ucap Agus.

Setelah lauching, SYL, Agus, Dany Pomanto dan Syamsu Rizal serta warga, kemudian melakukan olahraga dan meninjau seluruh area Car Free Day tersebut. Kawasan ini sendiri selanjutnya akan dihadirkan fasilitas penunjang olahraga, penghijauan serta jajanan kuliner. (***)

Pendukung Ahok-Djarot Dinilai Tidak Solid di Putaran Kedua

Rivalitas Pasangan Ahok-Djarot dan Pasangan Anies-Sandi [dok net]

Rivalitas Pasangan Ahok-Djarot dan Pasangan Anies-Sandi [dok net]

Jakarta, KABAROKE — CEO PolMark Research Center, Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan fakta di balik kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurutnya tren pendukung partai-partai pengusung Ahok-Djarot tidak patuh untuk memberikan dukungan. Maka hal yang wajar apabila pejawat ini kalah dengan marjin yang cukup besar.

“Cuma sekitar 54 persen pendukung Partai Nasdem yang memberikan suara mereka kepada Ahok-Djarot. Sementara sisanya mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Paling solid hanya PDI Perjuangan yang mencapai 90 persen, tapi 10 persen pilih Anies-Sandi,” jelas Eep, saat menjadi narasumber pada diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4).

Tidak hanya itu, kata Eep, bahkan dua partai yang baru bergabung pada putaran kedua, yaitu PPP dan PKB tidak memberikan suara yang signifikan untuk Ahok-Djaror. Eep mencatat 70 persen simpatisan kedua partai tersebut jutsru mendukung Anies-Sandi. Padahal, kubu Ahok-Djarot berharap ada limpahan pemilih Agus Harimurti Yudhoyon-Sylviana Murni melalui PPP dan PKB.

“Kalau diamati pemilih Jakarta ini cukup dinamis, mereka tidak tergantung pada imbauan Partai Politik (Parpol) sebenarnya ini sinyal bahaya untuk partai-partai,” tambah Eep.

Selanjutnya, adanya isu bagi-bagi sembako yang terjadi pada hari tenang yang diduga dilakukan kubu Ahok-Djarot membuat pemilih rasional menjadi mempertimbangkan aspek integritas. Apalagi mereka menganggap politik sembako sebagai hal tidak bagus. Akibatnya integritas Paslon Ahok-Djarot pun menurun, sementara Paslon Anies-Sandi sebaliknya. (***)

1 2