Buat Perantau, Ini Tips Hidup Hemat di Jakarta

Kemacetan di Jakarta
Kemacetan di Jakarta

Jakarta, KABAROKE — Jakarta selalu menjadi magnet bagi mereka yang menginginkan kehidupan lebih baik. Penduduk Jakarta jumlahnya sekitar 10,1 juta jiwa pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, jumlahnya dapat mencapai 13,5 juta jiwa karena terdapat tambahan dari warga kota sekitar yang bekerja di Jakarta.

Selain menjanjikan lapangan pekerjaan yang berlimpah, Jakarta juga penuh dengan godaan hedonisme. Karena itulah, para perantau tentu harus pandai-pandai mengatur keuangannya, agar hasil keringat tak habis begitu saja.

Apakah Anda termasuk perantau di Jakarta? CekAja.com melansir beberapa cara berikut ini yang dapat membantu Anda berhemat dan tetap bisa menyisihkan penghasilan.

1. Makan

Masak sendiri lebih irit

Cara pertama yang dapat Anda lakukan untuk berhemat adalah memasak sendiri menu makanan sehari-hari. Hanya saja, untuk urusan yang satu ini, Anda harus mencari indekos yang lengkap dengan fasilitas dapur bersama. Jika Anda memilih tinggal di rumah kontrakan, cara ini tentu lebih mudah diterapkan.

Makan dengan menu sederhana

Cara lainnya, untuk konsumsi sehari-hari, belilah makanan yang ramah di kantong jika Anda tidak bisa memasak. Untuk sarapan, Anda cukup mengeluarkan kurang dari Rp10.000, carilah menu seperti nasi uduk, bubur ayam, roti bakar, atau bubur kacang hijau. Untuk makan siang dan malam, tentu saja hindari makan di restoran yang bisa menghabiskan puluhan ribu hingga ratusan ribu sekali makan. Beli saja makanan di warteg, kantin, nasi goreng kaki lima, ketoprak, atau makanan lain yang harganya masih di bawah Rp20.000 per porsi.

Cari kantor yang sediakan makan siang

Cara ini efektif sekali untuk menekan pengeluaran Anda. Untuk mencari tahu tentang ini, bertanyalah saat wawancara kerja. Tanyakan benefit apa yang akan Anda dapatkan jika bekerja di sana. Biasanya, pewawancara akan menjelaskan jika memang kantor tersebut menyediakan makan siang gratis. Saat Anda merasa cocok dengan pekerjaan tersebut dan ternyata terdapat benefit makan siang gratis, ambil saja kesempatan itu.

2. Tempat tinggal

Ingat kebutuhan bukan keinginan

Anda harus pandai memilah mana kebutuhan dan mana keinginan, termasuk dalam memilih tempat tinggal. Yang terpenting, Anda mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan layak. Fasilitas minimal yang harus ada adalah tempat tidur serta lemari. Harga sewa kamar kos dengan fasilitas semacam itu biasanya masih terjangkau. Di Jakarta, Anda bisa mendapatkan kamar seperti itu dengan harga sewa Rp600.000 – Rp800.000 per bulan.

Untuk mendapatkan kamar kos yang murah, memang terbilang tidak mudah. Agar berhasil, Anda bisa meminta rekomendasi teman yang sudah atau pernah tinggal di Jakarta. Maksimalkan internet untuk membantu pencarian Anda.

Cari teman

Anda juga bisa mencari teman yang mau diajak tinggal bersama di indekos atau kontrakan, sehingga apabila biayanya ditanggung bersama akan terasa ringan.

3. Transportasi

Cari tempat tinggal dekat tempat kerja

Saat pindah ke Jakarta, jangan sembarangan memilih tempat tinggal. Tempat tinggal akan sangat berpengaruh pada pengeluaran Anda. Karena itu, upayakan mendapatkan tempat tinggal terdekat dari tempat kerja. Yang terpenting, lokasinya masih bisa terjangkau dengan berjalan kaki. Telusuri setiap gang dengan sabar hingga Anda menemukannya. Anda akan berhemat banyak karena tak perlu mengeluarkan ongkos transportasi untuk kerja.

Bawa sepeda motor dari kampung

Jika tak berhasil mendapatkan tempat tinggal dekat kantor, kirim saja sepeda motor yang biasa Anda pakai sehari-hari di kampung halaman. Tujuannya, agar Anda lebih gampang dan hemat jika ingin berkeliling kota. Atau, jika tidak punya, Anda bisa mencoba kredit motor.

4. Gaya Hidup

Nonton di bioskop di tempat murah

Kebiasaan menonton bioskop seminggu sekali bisa jadi akan menguras kantong Anda. Oleh karena itu, kurangi dan selektiflah dalam memilih film dan bioskopnya. Harga tiket bioskop berbeda-beda, pilihlah tempat yang memasang tarif termurah sehingga Anda bisa berhemat.

Hati-hati ke mall tanpa tujuan jelas

Anda mungkin berniat menyegarkan pikiran lalu memilih untuk jalan-jalan ke mall. Tanpa terasa, sekali kunjungan ke mall bisa menghabiskan minimal Rp50.000 – Rp100.000 hanya untuk jajan atau makan. Belum lagi jika Anda gemar nongkrong di kedai kopi mahal.

Travelling sesuai kemampuan

Anda pasti sesekali ingin pergi ke luar kota setelah sehari-hari penat dengan Jakarta. Coba lirik kondisi finansial Anda baik-baik sebelum memutuskan untuk travelling. Berliburlah sesuai kemampuan, jika belum mampu maka menabunglah terlebih dahulu.

Manfaatkan promo kartu kredit

Jika Anda punya kartu kredit, gunakanlah dengan bijak. Misalnya, manfaatkan promo dan diskon kartu kredit untuk berhemat. Anda bisa mendapat potongan harga jika sesekali ingin makan di restoran, atau mendapatkan diskon di merchant-merchant tertentu.

5. Jangan lupa menabung

Setelah gajian, langsung sisihkan minimal 10% untuk tabungan dan investasi

Begitu menerima gaji, langsung sisihkan untuk tabungan dan investasi, jangan menunggu sisanya. Jangan biarkan hasil keringat Anda menguap begitu saja. Para ahli perencana keuangan menyarankan untuk menyisihkan minimal 10% dari pendapatan untuk tabungan dan investasi.

Siapkan dana darurat

Selain tabungan dan investasi, para ahli perencana keuangan menganjurkan seseorang yang lajang mengumpulkan dana darurat dengan jumlah minimal sebanyak tiga kali pengeluaran bulanan. Sebaiknya, dana darurat sudah terkumpul sebagian atau seluruhnya sebelum memulai investasi. Dana darurat berguna sebagai solusi finansial jika terjadi risiko seperti sakit atau terkena PHK. (***)

Related posts

Leave a Comment