KPK Tak Hadir, Sidang Prapradilan Miryam Ditunda

Sidang Lanjutan Kasus E-KTP
Sidang Lanjutan Kasus E-KTP

Jakarta, KABAROKE – Hakim tunggal sidang praperadilan Miryam S. Haryani, Asiadi Sembiring, memutuskan untuk menunda sidang praperadilan. Alasannya, karena pihak termohon, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak hadir tanpa memberikan pernyataan apapun, padahal pihak pengadilan sudah melayangkan panggilan sejak Selasa (2/5).

“Tidak hadir tanpa alasan,” kata Asiadi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/5).

Asiadi menambahkan, sidang akan kembali berlanjut pada Senin (15/5) pekan depan pukul 10.00 WIB.

“Kita kasih kesempatan sekali lagi, Minggu depan tanggal 15,” imbuhnya.

Tim Kuasa Hukum Miryam sempat mengajukan keberatan. Anggota tim kuasa hukum, Heru Andeska meminta Majelis Hakim agar sidang praperadilan tersebut dipercepat. Sebab, kliennya tengah sibuk menjalani proses hukum sebagai saksi terkait megakorupsi proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

“Kami keberatan karena ini berkaitan dengan proses hukum klien kami. Kami juga belum bisa menemui klien kami. Jadi kami mohon dipercepat, Yang Mulia,” kata Heru.

Namun hakim Asiadi menolak. Sebab, prosedurnya, pemanggilan ulang baru bisa dilayangkan tiga hari setelah hari ini, yaitu hari Kamis (11/5). Namun hari itu adalah hari libur, sehingga baru bisa memanggil hari Jumat (12/5), dan Senin (15/5) adalah waktu yang paling cepat.

“Saya tidak mau memperlambat perkara ini. Jadi hari Senin sudah yang paling cepat,” tandasnya.

Sebelumnya, KPK menjerat Miryam dengan Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Tim Kuasa Hukum, penetapan status tersangka kepada Miryam yang dilakukan KPK itu keliru. Inilah yang ingin diuji dalam sidang praperadilan tersebut. (Iqbal)

Related posts

Leave a Comment