Pernah Perkosa 30 Perempuan, Napi Makassar yang Kabur Dijuluki Kolor Ijo

Ilustrasi
Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Salah seorang narapidana dari tiga narapidana Lapas Klas 1 Makassar yang berhasil kabur, Minggu dini hari kemarin, merupakan pembunuh yang dikenal sadis. Bahkan, karena pernah memerkosa 30 perempuan, Ikbal (30 tahun) alias Bala juga dijuluki Kolor Ijo dari Luwu Timur.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan, tindak kriminal yang dilakukan Ikbal dengan memperkosa 30 perempuan itu mengakibatkan dua diantaranya meninggal dunia. Mirisnya, kata dia, alat vital dua korban dari Kolor Ijo itu bahkan sobek karena ditusuk menggunakan pisau.

Aksi sadisnya itu terhenti setelah pihak kepolisian meringkus Ikbal pada 21 November 2015 lalu. Sidang Perdananya digelar di Pengadilan Negeri Malili, Luwu Timur, pada April 2016 lalu. Ikbal dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan dijerat hukuman seumur hidup.

Ikbal diketahui merupakan warga Jalan Dusun Kampung Baru, Desa Sido Agung, Kecamatan Kalanea, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Sementara dua narapidana lainnya, yakni Rizal Budiman alias Ical (22), warga Jalan Apo Bengkel, Jaya Pura Utara, Papua, serta Muhammad Tajrul Kilbareng Bin Kalbaren alias Arun (31) warga Jalan RA Kartini (Bengkel Pani Motor), Kelurahan Rutrei Distrik Sorong Wijaya Distrik Jaya Pura Utara, Papua.

Kini, Ikbal bersama dua rekannya dari Lapas Klas 1 Makassar berstatus buron dan dalam pengejaran tim khusus Polda Sulawesi Selatan serta Polrestabes Makassar. Sebelumnya, sembari menunggu waktu eksekusi humuman mati, Ikbal bersama dua rekannya yang merupakan narapidana dengan hukuman seumur hidup berhasil kabur pada pukul 03.00 wita, Minggu kemarin, 7 Mei 2017.

“Sejak kemarin kami sebar foto dan profil mereka. Kita juga langsung bentuk tim khusus untuk mengejar mereka. Kami yakin pelarian mereka ini tidak akan lama,” kata Dicky ketika dihubungi, Senin, 8 Mei 2017.

Dicky menjelaskan, wilayah pencarian tidak hanya difokuskan di wilayah hukum Kota Makassar saja, melainkan ke seluruh wilayah di Sulawesi Selatan. Apalagi, tahanan yang kabur itu baru diketahui tiga jam setelah mereka berhasil kabur.

“Kita sudah bentuk tim dan akan dikejar kemanapun. Lembaran DPO-nya juga sudah disebar agar masyarakat tahu. Kami sarankan lebih baik kalian menyerahkan diri saja. Kalau mereka melawan, ya terpaksa kami melakukan tindakan tegas,” ujarnya. (Yasir)

 

Related posts

Leave a Comment