Bos AirNav Pantau Kesiapan Navigasi Penerbangan Makassar

Petinggi AirNav Indonesia Pantau Kesiapan Layanan Navigasi Penerbangan Makassar

Petinggi AirNav Indonesia Pantau Kesiapan Layanan Navigasi Penerbangan Makassar

Makassar, KABAROKE — Direktur Utama Perusahaan Umum Lembaga Navigasi Penerbangan Indonesia atau lebih dikenal AirNav Indonesia, Novie Riyanto, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Utama AirNav Indonesia, tepatnya Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Jumat, 16 Juni. Bos AirNav Indonesia itu mengecek langsung kesiapan layanan navigasi MATSC yang melayani Flight Information Region (FIR) Ujung Pandang yang melingkupi ruang udara Indonesia Timur.

“AirNav Indonesia merupakan satu-satunya penyelenggara layanan navigasi penerbangan di Tanah Air. Karena itu penting untuk memastikan seluruh layanan navigasi penerbangan berjalan dengan baik sehingga dapat mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan, terutama pada masa angkutan Lebaran 1438 Hijriah,” kata Novie, di Makassar, Jumat, 16 Juni.

Dalam kunjungan tersebut, Novie mengecek kesiapan personel, peralatan dan prosedur di Kantor Cabang MATSC. Novie mengingatkan agar personel MATSC senantiasa siap melayani penerbangan di ruang udara Indonesia Timur. “Layanan MATSC sebenarnya sudah bagus dan modern. Tahun lalu dilakukan upgrade ATC System di Makassar sehingga sejajar dengan sejumlah negara maju. Tapi, tetap perlu dipantau kesiapannya,” ujar dia.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Novy Pantaryanto, melaporkan kesiapan pihaknya, baik terkait peralatan maupun personel dalam menghadapi angkutan Lebaran. Toh, persiapan jauh hari telah dilakukan pihaknya. Bahkan, sebelum memasuki bulan suci Ramadan. “Termasuk perbaikan radar. Saat ini seluruh fasilitas siap digunakan.”

Khusus untuk kesiapan personel atau SDM, Novie menyatakan seluruh petugas operasional siap melakukan pelayanan selama 24 jam. Ditegaskannya pula tidak ada petugas operasional yang mengambil libur pada masa Lebaran. Itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan 24 jam. Untuk mendukung angkutan Lebaran, pihaknya juga menggelar posko terpadu di area terminal Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Disinggung mengenai pergerakan pesawat, Novy mengungkapkan mulai terjadi peningkatan penerbangan dibandingkan hari normal. “Hingga saat ini saja sudah ada 195 permintaan extra flight pada masa angkutan Lebaran. Semuanya untuk rute domestik,” ucap dia.

Novy mengimbuhkan jika ada tambahan permintaan tambahan penerbangan, pihaknya siap melayani mengingat kapasitas landasan pacu masih cukup. “Kapasitas landasan pacu di Bandara Hasanuddin untuk 100 persen mencapai 32 pergerakan. Tapi kita melayani 80 persenkarena harus diberi ruang untuk kalau tiba-tiba ada emergency. Sehingga kita bisa melayani 26-27 pergerakan per jam,” jelas dia.

Melihat kesiapan MATSC, Bos AirNav menyampaikan apresiasi atas persiapan yang telah dilakukan, namun tetap mengingatkan untuk terus siaga. “Di saat orang lain libur, kami semua tidak libur, bahkan bekerja ekstra sehingga angkutan lebaran bisa berlangsung baik. Karena itu saya menghimbau kepada seluruh jajaran AirNav untuk terus siaga, terutama di masa puncak pergerakan,” kata Novie.

Dengan telah ditetapkannya tanggal 23 Juni 2017 sebagai cuti bersama, Airnav memperkirakan tanggal 22 Juni malam pergerakan pesawat sudah mulai meningkat hingga akhir pekan. Untuk arus balik, diperkirakan mencapai puncak pada tanggal 2-3 Juli 2017.

Novie menambahka dirinya dan jajaran direksi AirNav akan berkeliling untuk melihat langsung pelaksanaan posko Lebaran tahun ini. “Tidak hanya ke Makassar, kota-kota lain yang menjadi kota tujuan mudik juga kita pantau. Saya dan jajaran direksi lainnya berkeliling untuk posko Lebaran tahun ini. Kami harap dukungan dan doa seluruh masyarakat agar pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini bisa berlangsung dengan selamat, aman dan nyaman,” pungkas Novie. (tyk)

Sektor Pangan Berkontribusi Turunkan Inflasi

Komoditas Pangan Yang Terkendali Berkontribusi dalam Menurunkan Inflasi

Komoditas Pangan Yang Terkendali Berkontribusi dalam Menurunkan Inflasi [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Juni 2017 lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei 2017. Pemicu inflasi lebih condong dipengaruhi oleh penyesuaian tarif listrik pasca bayar. Adapun sektor pangan malah berkontribusi mampu menekan laju inflasi yang diproyeksikan sangat kuat pada Juni yang bertepatan dengan momentum Lebaran.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan berdasarkan hasil Survey Pemantauan Harga (SPH) BI pada minggu pertama Juni, tingkat harga diprediksi mengalami inflasi 0,5 persen atau lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan lalu, 0,39 persen. Namun, angka itu relatif lebih rendah jika dibandingkan inflasi Juni 2016 yang mencapai 0,66 persen .

“Inflasi 0,5 persen itu lebih terjadi karena dampak kenaikan harga tarif listrik dan juga angkutan. Permasalahan komoditas pangan pada puasa dan lebaran tahun ini relatif jauh lebih baik dibandingkan tahun kemarin,” tutur Dodi.

Sebagai catatan, pada Mei lalu, pemerintah melakukan pencabutan subsidi listrik golongan 900VA bagi Rumah Tangga Mampu (RTM) tahap ketiga. Pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA yang masuk dalam kategori mampu ini sebelumnya telah dilakukan pada Januari dan Maret.

Konsekuensinya, tarif pelanggan rumah tangga mampu 900 VA naik dari Rp605 menjadi Rp791 per 1 Januari 2017, Rp1.034 mulai 1 Maret 2017, dan Rp1.352/kWh per 1 Mei 2017.

Namun demikian, Dody meyakinkan setelah Juni BI tidak melihat ada tekanan dari harga listrik yang memicu inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price).

Dody memperkirakan inflasi Juli bakal relatif lebih rendah dibandingkan Juni meskipun bulan depan telah memasuki tahun ajaran baru.

Langkah lain pemerintah dan BI dalam meredam inflasi adalah dengan meluncurkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). PIHPS adalah sistem penyediaan informasi harga komoditas pangan harian yang dilakukan di 164 pasar tradisional di 82 kota di seluruh Indonesia.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan peluncuran sistem ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun lalu untuk menyediakan sistem informasi terkait harga pangan. “Karena keberhasilan pengendalian inflasi bukan hanya soal informasi namun soal data,” kata Agus.

Ada 10 komoditas pangan strategis yang masuk dalam PIHPS yakni beras, bawang putih, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, minyak goreng, serta gula pasir. (***)

Safari Ramadan di Makassar, Bos AirNav Santuni 100 Anak Yatim

Safari Ramadan AirNav Indonesia di Makassar

Safari Ramadan AirNav Indonesia di Makassar

Makassar, KABAROKE — Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Navigasi Penerbangan Indonesia alias AirNav Indonesia menggelar Safari Ramadan di 10 kota. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan pelat merah itu menyantuni 1.100 anak yatim dan dhuafa. Khusus di Makassar, Safari Ramadan dilaksanakan di Kantor Cabang Utama AirNav Indonesia, tepatnya di Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Jumat, 16 Juni.

Safari Ramadan di Makassar dihadiri langsung oleh Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, didampingi oleh General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Novy Pantaryanto.

Novie mengatakan total bantuan yang disalurkan di 10 kota selama Safari Ramadan mencapai Rp450 juta. Khusus di Makassar, pihaknya memberikan santunan terhadap 100 anak yatim dan dhuafa. AirNav juga memberikan bantuan perlengkapan ibadah dan sekolah. Selain di Makassar, kegiatan serupa telah dan akan dilaksanakan di Jakarta, Aceh, Padang, Medan, Yogyakarta, Solo, Lombok, Pontianak dan Surabaya.

“Pemberian santunan menjadi bagian dari kewajiban AirNav Indonesia sebagai BUMN dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Di Makassar, kita berbuka puasa dan menyantuni 100 anak yatim dan dhuafa dari total 1.100 anak yatim dan dhuafa selama pelaksanaan Safari Ramadan,” kata Novie, di Makassar, Jumat, 16 Juni.

Safari Ramadan bertajuk ‘AirNav Peduli Yatim dan Dhuafa’ merupakan bagian dari program Safari Ramadan BUMN 1438 Hijriah. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi program ‘BUMN Hadir untuk Negeri’ yang digagas Kementerian BUMN. “Sebagian laba yang diperoleh oleh perusahaan disumbangkan melalui program bina lingkungan. Bentuknya bermacam-macam, salah satunya ya bantuan ini,” ujar dia.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Novy Pantaryanto, menambahkan kegiatan berbagi kepada sesama tersebut dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Ramadan diakuinya menjadi momentum tepat untuk berbagi. “Kami sudah pilih 100 anak yatim dan dhuafa yang layak untuk menerima bantuan. Semoga bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (tyk)

Pelindo IV Siapkan 30 Bus untuk Program Mudik Gratis

Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, Alif Abadi

Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, Alif Abadi

Makassar, KABAROKE — Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, Alif Abadi, mengungkapkan pihaknya menyiapkan 20-30 bus untuk program mudik gratis bagi penumpang kapal yang tiba di Pelabuhan Makassar menjelang Hari Raya Idul Fitri alias Lebaran 2017. Program mudik gratis tersebut menyasar penumpang yang kesulitan memperoleh akses transportasi darat ke kampung halamannya.

“Kami siapkan sekitar 20-30 bus damri untuk menampung 1.000 penumpang. Jumlah itu meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Tapi, kalau seandainya memang masih dibutuhkan, ya kami buka ruang untuk penambahan,” kata Alif, di kantornya.

Puluhan bus yang disiapkan Pelindo IV dari Makassar akan bertolak ke tiga penjuru Sulsel. Rinciannya yakni Kabupaten Bone, Kabupaten Bulukumba dan Kota Parepare. Meski hanya menuju tiga daerah, Alif mengatakan penumpang kapal yang ingin menuju daerah lain yang aksesnya dilalui bus pada tiga rute tujuan tetap akan diakomodasi.

Alif mengimbuhkan program bus gratis bagi pemudik kapal juga berfokus pada penumpang asal Bau-bau, Manokwari dan Surabaya. Pertimbangannya, pemudik dari tiga daerah tersebut paling mendominasi arus kedatangan menjelang Lebaran. “Kami mengutamakan tiga daerah itu karena memang yang paling banyak. Program mudik gratis kan baru digelar sekitar H-4 atau mendekati Lebaran,” terangnya.

General Manager Pelindo IV, Yosef Benny Rohy, sebelumnya mengungkapkan tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan akses bus gratis bagi pemudik kapal. Cukup dengan memperlihatkan tiket kapal kepada petugas Pelindo IV yang akan mengarahkan penumpang tersebut ke bus-bus yang telah disiapkan. “Program mudik gratis ini juga dilaksanakan tahun lalu. Bedanya, kuota tahun ini naik dua kali lipat.”

“Program mudik gratis ini diprioritaskan kepada penumpang di pelabuhan yang turun dan berpotensi tidak mendapatkan angkutan darat untuk ke kampung halamannya. Makanya, kami bantu dengan memberikan fasilitas berupa bus secara gratis sampai ke tujuan,” pungkas Yosef.

Selain menyiapkan bus gratis untuk pemudik kapal, berbagai layanan telah disiapkan Pelindo IV tatkala musim mudik Lebaran. Pelindo IV telah melakukan renovasi terminal penumpang dengan membangun garbarata alias terminal penghubung ke pintu masuk kapal. Ruang terminal juga kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari kamera pengawas hingga akses wi-fi.

Pelindo IV sendiri mencatatkan lonjakan arus mudik di Pelabuhan Makassar mulai terjadi pada H-20 Lebaran. Puncaknya diprediksi terjadi pada H-3 atau H-2 Lebaran. Khusus untuk arus mudik, lonjakannya diperkirakan mencapai 3-5 persen dibandingkan tahun lalu. Estimasi jumlah penumpang mudik pada tahun ini mencapai 114.384 orang. (***)

Proyek Middle Ring Road Ditarget Tuntas Akhir 2017

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menargetkan tahap I pengerjaan proyek Middle Ring Road (MRR) di Kota Makassar tuntas pada Desember 2017. Hingga Juni, realisasi megaproyek tersebut sudah mencapai 40 persen. Proyek MRR yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan ke Jalan Leimena diharapkan sudah bisa dinikmati saat malam pergantian tahun mendatang.

“Kita sepakat ya. Ini akan rampung Desember tahun ini. Kita harapkan bisa dijadikan tempat tahun baru,” ucap Syahrul, di sela-sela peninjauan proyek MRR atau jalan lingkar tengah di Kota Makassar, Sulsel.

Proyek MRR itu dikerjakan oleh PT. Sumber Sari Cipta Marga dengan nilai kontrak mencapai Rp174,17 miliar. Pengerjaannya secara keseluruhan dimulai sejak 2015 hingga 2018 mendatang.

Untuk tahap pertama, akan dirampungkan jalan sepanjang 3,05 kilometer termasuk empat buah jembatan. Sementara tahap dua yang belum tanda tangan kontrak sepanjang 4,04 kilometer.

“Middle Ring Road ini merupakan percontohan di Kawasan Timur Indonesia dan Presiden Jokowi telah memberikan apresiasi,” ucap Gubernur Sulsel dua periode tersebut.

Menurut Syahrul, perampungan proyek MRR menjadi atensi meski diakui masih terkendala beberapa permasalahan. Di antaranya yakni masih adanya lahan yang belum dibebaskan sesuai rencana jalan dan adanya klaim tanah warga.

“Untuk pembebasan lahan butuh kerjasama semua pihak termasuk Pemerintah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Ini untuk kepentingan kita bersama untuk mengurai kemacetan,” ujar mantan Bupati Gowa tersebut.

Menurut Syahrul, persoalan pembebasan lahan tersebut dihadapi pihaknya dengan mengutamakan jalur persuasif dengan memberikan pemahaman kepada warga. Namun, bila seluruh upaya pendekatan secara persuasif telah dilakukan dan warga tetap ngotot maka pihaknya terpaksa mengambil langkah tegas. Toh, hal itu sudah diatur dalam undang-undang terkait konsinyasi.

“Kita titip di pengadilan. Ini semua demi kepentingan umum dan manfaatnya untuk masyarakat. Jadi, semestinya tidak boleh ngotot,” tegasnya.

Lebih jauh, Syahrul mengklaim dana pembebasan lahan yang disiapkan bukanlah ganti rugi, melainkan ganti untung. Pemerintah disebutnya tidak mungkin dengan sengaja ingin merugikan, apalagi menyengsarakan warganya. (tyk)

Pertamina Tambah 8 Persen Pasokan Elpiji 3 Kg di Makassar

Pertamina

Makassar, KABAROKE — Kebutuhan gas di Kota Makassar mengalami lonjakan yang cukup signifikan selama bulan suci Ramadan. Permintaan gas elpiji 3 kilogram bahkan melampaui prediksi Pertamina. Semula, perusahaan pelat merah tersebut memproyeksikan tambahan pasokan enam persen. Namun, tambahan kuota yang direalisasikan mencapai 8 persen. Konsumsi masyarakat yang tinggi selama Ramadan menjadi pemicunya.

Area Manager Communication & Relation Pertamina Sulawesi, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan pasokan gas elpiji 3 kilogram pada waktu normal berkisar 53 ribu tabung per hari. Namun, selama Ramadan, pasokannya ditambah sebesar 8 persen menjadi 57 ribu tabung per hari. “Selama Ramadan memang krusial karena adanya peningkatan aktivitas memasak, apalagi menjelang Idul Fitri. Makanya sekarang ditambah 6-8 persen,” kata Hermansyah, di Makassar.

Penambahan pasokan gas elpiji bukan kali pertama dilakukan Pertamina di Sulawesi. Pada awal Ramadan, kuota elpiji untuk subsidi telah ditambah sekitar 6 persen. Namun jumlah permintaan ternyata di luar dugaan. Meski ada lonjakan penggunaan elpiji, Hermansyah mengaku tetap optimistis stok yang dimiliki Pertamina mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hermansyah menyatakan pihaknya berani menjamin stok gas elpiji 3 kilogram tetap aman hingga Lebaran dengan catatan tidak ada penyimpangan peruntukan. “Kami mengharapkan pengguna elpiji 3 kilogram sesuai peruntukkan. Itu kan subsidi jadi masyarakat yang tidak berhak ya jangan gunakan. Dengan begitu, kuota elpiji tidak tergerus oleh orang-orang yang tidak layak,” papar dia.

Insya Allah kita jamin aman. Kita harapkan pengguna lpg tiga kilo benar2 sesuai peruntukannya masyarakat yang seharusnya tidak menggunakan lpg tiga kilo yah jangan menggunakan. Kembali lah kejalan yang benar menggunakan lpg yang non subsidi. Sehingga kuota lpg ini tidak tergerus oleh orang yang tidak layak. Kan bersubsi dan harus dikuotakan pemerintah

General Manager Pertamina Sulawesi, Joko Pitoyo, membenarkan tingginya pennggunaan gas elpiji di wilayahnya sepanjang Ramadan.Toh demikian, hal tersebut telah diantisipasi dengan penyediaan stok yang lebih banyak. Diharapkannya pula penggunaannya bisa tepat sasaran agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Untuk gas elpiji, kami sudah lakukan penambahan 6 persen. Namun, realisasinya ternyata penyalurannya ternyata lebih dari itu. Semoga saja tidak ada gejolak,” pungkas dia. (tyk)

Paket Kebijakan Ekonomi ke-15 Fokus Benahi Daya Saing Logistik

Menko Pereknomian Darmin Nasution [dok net]

Menko Pereknomian Darmin Nasution [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Pemerintah menerbitkan paket kebijakan ke-15, setelah terakhir kali menerbitkan paket kebijakannya pada November 2016. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, paket kebijakan ekonomi ke-15 fokus tentang pengembangan usaha dan daya saing penyedia jasa logistik nasional.

Peluncuran paket kebijakan kali ini mempertimbangkan kondisi bahwa porsi biaya logistik menyumbang sekitar 40 persen dari harga ritel barang. Sementara komponen terbesar dari logistik, yaitu 72 persennya, adalah ongkos transportasi.

“Paket ini difokuskan pada perbaikan sistem logistik nasional untuk mempercepat pengembangan usaha dan daya saing penyedia jasa jogistik nasional,” ujar Darmin dalam pernyataan resminya, Kamis (15/6).

Sejumlah poin-poin kebijakan dituangkan dalam paket ekonomi ke-15 ini. Pertama, pemerintah memberikan kesempatan peningkatkan peran dan skala usaha, dengan kebijakan yang memberikan peluang bisnis untuk angkutan dan asuransi nasional dalam mengangkut barang ekspor impor, serta meningkatkan usaha galangan kapal/pemeliharaan kapal di dalam negeri.

Kebijakan kedua adalah kemudahan berusaha dan pengurangan beban biaya bagi usaha penyedia jasa logistik nasional,. Nantinya, pemerintah akan memberikan pengurangan biaya operasional jasa transportasi dan menghilangkan persyaratan perizinan angkutan barang.

Selain itu, lanjut Darmin, pemerintah akan meringankan biaya investasi usaha kepelabuhanan, standarisasi dokumen arus barang dalam negeri, mengembangkan pusat distribusi regional, dan memberikan kemudahan pengadaan kapal tertentu. Pemerintah juga memberikan mekanisme pengembalian biaya jaminan peti kemas dalam paket ekonomi kali ini.

Poin ketiga adalah penguatan kelembagaan dan kewenangan Indonesia National Single Window (INSW), dengan kebijakan, antara lain memberikan fungsi independensi badan INSW untuk dapat mengembangkan sistem elektronik pelayanan dan pengawasan ekspor impor, kepabeanan, dan kepelabuhan di seluruh Indonesia.

Pemerintah juga akan mengawasi kegiatan ekspor impor yang berpotensi sebagai illegal trading dan membangun single risk management untuk kelancaran arus barang dan penurunan dwelling time. Tak hanya itu, kebijakan ini sekaligus berperan sebagai competent authority dalam integrasi ASEAN Single Window dan pengamanan pelaksanaan FTA.

Kebijakan keempat, pemerintah akan melakukan penyederhanaan tata niaga untuk mendukung kelancaran arus barang, dengan membentuk Tim Tata Niaga Ekspor Impor dalam rangka mengurangi LARTAS dari 49 persen menjadi sekitar 19 persen atau mendekati rata-rata non tariff barrier negara-negara ASEAN sebesar 17 persen.

Sementara itu, pemerintah juga merinci bahwa sudah ada 18 kebijakan yang telah dibuat hingga saat ini. Di antara kebijakan yang telag terbit, salah satunya adalah menghilangkan dan menerbitkan berbagai peraturan menteri (12 permen, 2 Surat Edaran, 1 surat Menko) yang dapat mendorong perluasan usaha dan meningkatkan daya saing penyedia jasa logistik nasional dalam membangun dan mengembangkan Sistem Logistik Nasional.

Pemerintah juga menyebutkan bahwa telah dilakukan revisi 3 Perpres yang disatukan menjadi 1 Perpres menyangkut INSW untuk mempercepat pengembangan dan penerapan pelayanan otomasi perizinan ekspor-impor, kepabeanan, dan Kepelabuhanan melalui penguatan kelembagaan dan kewenangan Indonesia National Single Window (INSW).

Selain itu, pemerintah menerbitkan Inpres untuk Penguatan Peran Otoritas Pelabuhan dalam mengelola kelancaran arus barang dim pelabuhan. Terakhir, menerbitkan 1 Keputusan Menko Perekonomian tentang Tim Tata Niaga Ekspor Impor. (***)

Ini Pertimbangan Sriwijaya Air Buka 6 Rute Baru

Sriwijaya Air Membuka Rute Baru [dok net]

Sriwijaya Air Membuka Rute Baru [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Sriwijaya Air Grup akan menerbangi enam rute baru secara langsung yang akan dilayani satu kali setiap hari. Direktur Komersil Sriwijaya Air Group Toto Nursatyo mengatakan rute yang bakal diterbangi adalah Jakarta-Sampit PP, Jakarta Pangkulan Bun PP, Makassar Mamuju PP, Pangkalan Bun-Semarang PP, dan Jakarta-Yogyakarta PP.

“Pembukaan rute ini karena pertama untuk rute Jakarta-Sampit dan Jakarta-Pangkalan Bun, itu potensi sawitnya sangat besar,” kata Toto dalam diskusi di Jakarta, kemarin.

Dia menerangkan ada sekitar 200.000 hektare di Pangkalan Bun dan 150.000 hektare di Sampit yang sudah dimulai pada lima tahun lalu.

“Saat ini sudah mulai panen dan kami yakin lima tahun lagi akan menjadi lumbung kelapa sawit,” katanya.

Selain itu, lanjut Toto, juga terdapat konservasi orangutan yang menjadi potensi menarik pariwisata. (***)

PLN Diminta Jaga Pasokan Listrik Selama Ramadan

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau lokasi Pusat Pengaturan Beban listrik Jawa Bali (P2B JB) di Gandul, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (15/6). Kunjungan tersebut untuk memastikan keamanan pasokan listrik selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.

Pasokan tenaga listrik pada sistem Jawa-Bali sampai dengan minggu kedua Juni 2017 berada pada kondisi normal. Daya mampu sistem tersebut berada pada angka 26.033 Megawatt (MW) dan beban puncak sebesar 24.168 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 1.865 MW.

Meski kondisi kelistrikan relatif aman, Jonan berpesan kepada petugas P2B untuk fokus menjaga pasokan selama periode lebaran 2017. Selain menjamin pasokan, ia juga menugasi PLN untuk memantau pola konsumsi listrik. “Peta pergerakan masyarakat untuk melaksanakan hajatan besar ini kadang-kadang tiap tahun berubah. Kalau pun tidak naik, pergeseran pasti ada,” ujarnya.

Jonan meminta kepada PLN tetap melakukan pengawasan secara rutin. Hal ini demi mengantipasi gangguan yang dialami masyarakat. “Kalau bisa tetap ada pengawasan secara bergantian, supaya jika ada masalah dapat segera ditangani dengan baik,” tutur mantan Menteri Perhubungan ini.

Beban puncak umumnya akan lebih rendah dibandingkan dengan kondisi di hari kerja. Untuk tahun ini, beban puncak di Pulau Jawa pada Hari Raya Idul Fitri diproyeksikan berkurang sekitar 30 persen lantaran banyak perkantoran dan industri sejenak berhenti beroperasi.

Meski demikian, lanjut Jonan, permintaan listrik di Pulau Bali sebagai pusat pariwisata akan naik pada periode ini. “Bali saya kira akan naik ya. Begitu pula daerah-daerah pariwisata di Pulau Jawa, PLN pun akan fokus di daerah-daerah pariwisata ini,” ujarnya. (***)

Sapma Sulsel Kembali Soroti Kasus Pembunuhan Kakek di Pinrang

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Kasus pembunuhan terhadap Marten Minggu (98) di Jalan Rusa, Kabupaten Pinrang, Rabu, 4 Januari, yang menggemparkan warga kembali menuai sorotan dari Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Sulawesi Selatan.

Pasalnya, pihak kepolisian sampai saat ini belum mengungkap pelaku pembunuhan yang terjadi di siang hari tersebut.

Oleh karena itu, Sapma Sulsel melalui Layanan Bantuan Hukum (LBH) Sapma PP Sulsel mengecam keras aksi pelaku yang dinilai sadis tersebut dengan melukai korban sebanyak 23 tusukan dan sayatan senjata tajam di tubuh Marten.

Direktur Utama LBH Sapma PP Sulsel, Hermawan Rahim menilai usia korban yang cukup renta sangat jauh dari aksi perlawanan.

“Ini cukup sadis, kakek yang sudah renta seperti itu harus dihabisi dengan 23 luka. Pelaku mungkin sudah kalap dan tidak berperikemanusiaan. Keluarga Besar Sapma Pemuda Pancasila Sulsel sangat berduka dalam kasus pembunuhan sadis ini apalagi salah satu Cucu dari korban adalah pengurus DPW Sapma PP Sulsel,” ujar Hermawan melalui rilisnya ke kabaroke.com, Jumat, 16 Juni 2017 dini hari.

Maka dalam hal ini, Hermawan meminta agar aparat kepolisian segera mengungkap kasus menggemparkan itu dengan menangkap pelakunya dan mengetahui motif pelaku yang nekat bertindak sekejam itu terhadap korban.

“Kami minta, Polisi segera mengungkap kasus ini. Ini juga menjadi pelajaran buat masyarakat Sulawesi Selatan khususnya Pinrang agar lebih meningkatkan kewaspadaannya meski berada di dalam rumah sendiri, dan jangan mudah percaya kepada orang lain,” jelasnya.

Hermawan menambahkan, kejadian menonjol itu juga akan berdampak preseden buruk buat sulawesi selatan khususnya Kabupaten Pinrang dalam hal keamanan. Ia menilai banyak persepsi dan asumsi yang terbangun di kalangan masyarakat atas kejadian tersebut.

“Ada kabar dari beberapa kalangan masyarakat yang menyatakan bahwa pihak kepolisian dinilai kurang profesional dan tidak maksimal untuk menyelesaikan kasus tersebut, hal itu didasarkan bahwa tersiar kabar yang menyatakan bahwa kasus pembunuhan tersebut dilakukan oleh orang-orang terdekat yang akhirnya membangun asumsi bahwa adanya dugaan perencanaan dalam motif pembunuhan tersebut,” ungkapnya.

Proses penikaman, lanjut Hermawan, terjadi dalam proses lama. Menurutnya, bekas-bekas darah yang bertebaran sempat dibersihkan dan tak adapun petunjuk pihak kepolisian untuk mengungkap pelakunya.

Sementara itu, Hermawan yang mendengar aduan dari Cucu Korban, Eko Wahyudin menyatakan bahwa pihak keluarga hanya berharap pelaku segera ditemukan.

“Belum ada kerelaan dari pihak keluarga terhadap pihak yang dicurigai, sebelum kasus pembunuhan tersebut selesai, hingga ditemukan pelaku yang sebenarnya,” bebernya.

“Kami meminta kepada bapak kapolda Sulawesi Selatan dan Kapolres Pinrang dan Tim penyidik yang menangani kasus pembunuhan tersebut, butuh keseriusan dalam kasus ini. Ini PR (Pekerjaan Rumah) untuk bapak Kapolda Sulsel dan Kapolres Pinrang, kami yakin bahwa pelakunya pasti akan tertangkap apalagi dengan keahlian para penyidik yang tidak bisa kita pungkiri lagi. Semoga teka teki ini bisa terungkap,” harapnya. (***)

1 2