Menpora Puas Renovasi GBK Capai 82 Persen

Menpora Imam Nahrawi Usai Mengecek Renovasi GBK

Menpora Imam Nahrawi Usai Mengecek Renovasi GBK

Jakarta, KABAROKE — Menpora Imam Nahrawi didampingi Staf Khusus Bidang Olahraga Taufik Hidayat meninjau perkembangan pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/8) sore. Sebagaimana penjelasan Manajer Proyek Adhi Karya Wikrama Wardana dan Dirut PPK-GBK Winarto bahwa pembangunan SUGBK telah terealisasi 82,29% melebihi dari target 78,09% pada pekan ke-51.

Menpora menilai progres pembangunan SUGBK sangat menggembirakan. Pembangunan yang diawali penandatanganan kontrak pada 15 Agustus 2106 akan ditargerkan selesai pada 9 Oktober 2017 dengan perhitungan 420 hari kalender masa pelaksanaan dan 180 hari kalender masa pemeliharaan. Disisa 64 hari lagi sudah mencapai 82,29%, ada deviasi surplus 4,20% dari yang direncanakan. “Saya gembira dan puas dari progres pembangunan yang dapat kita saksikan bersama. Sebelum bulan Ramadhan (puasa) yang lalu saya berkunjung, dan kini kemajuan sangat luar biasa,” komentar Menpora saat peninjauan saat ini.

Selama meninjau, Menpora turun langsung ke lapangan, merasakan rumput, menyaksikan penyiraman, mencoba dengan tendangan bola dan bergelantungan di gawang, menduduki kursi, mengecek toilet, hingga menyaksikan penyalaan lampu. Renovasi yang hampir rampung, sudah mencapai 82,29%, area SUGBK yang memiliki luas lokasi 96.000 m2 dengan keliling luar 1.120 m dan keliling dalam 967 m, sebentar lagi akan menjadi stadion yang sangat membanggakan. Cagar budaya yang merupakan legesi sejarah yang dipertahankan, kini bersolek untuk menjadi lebih modern. Menpora mencoba lapangan rumput berjenis Zoysia Matrella yang dikembangkan di Solo sesuai standar internasional dengan menendang bola, mencoba gawang dengan bergelantungan bak aksi penjaga gawang, menduduki kursi di sektor 9 yang berwarna merah putih.

“Perkembangan sungguh luar biasa, semua sudah berstandar FIFA dan sangat nyaman. Saya coba rumput, gawang, dan kursi, sungguh nyaman, yang hebatnya lagi kursinya berwarna merah putih sebagai kado istimewa ulang tahun kemerdekaan yang ke-72 bangsa Indonesia,” papar Menpora dengan bangga.

Belum cukup disitu, Menpora bersama rombongan mengecek langsung toilet dan menyaksikan penyalaan lampu yang diatas tribun meskipun baru sebagian karena masih adanya kabel-kabel yang belum terpasang semua. Diujung peninjauannya tidak lupa Menpora mengingatkan untuk fasilitas para desabel karena setelah Asian Games juga akan digelar Asian Paragames. “Pemerintah memperhatikan semuanya, oleh karenanya SUGBK ini juga harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas untuk para defabel, jalan masuk, lift, kursi, toilet, agar nyaman juga untuk penyelenggaraan Asian Paragames,” pesan Menpora.

Nantinya kecanggihan SUGBK tergambarkan sebagai berikut, lighting terbaik di dunia hingga 2019 meski harus ada cabel tension 3500 lumen, track atletik klas 1 hanya ada 3 di Asia dan 1 di Asia Tenggara, jumlah kursi hampir 80.000 jumlah terbesar di Asia Tenggara dan masuk 5 besar dunia, solar PV panel stadion dengan daya terbangkitkan per tahun hingga 760MWh nomor 2 di dunia, smart stadium, smart ticketing dengan full height gate and turnstiles kualitas Dorma Kaba setara Stadion Allianz, Ajax, Stade de France. Stadium dengan fasilitas kaca tahan peluru kaliber 7,62 di Royal Box hanya ada 2 di dunia, CCTV dan server dengan kemampuan Face Recognation dan crowd/traffic, analysis, yang mampu mengawasi pergerakan orang serta bisa diintegrasikan dengan Devisi Anti Teror Mabes POLRI.

Indonesia ditetapkan menjadi tuan rumah setelah negara Vietnam menyatakan ketidaksiapannya, dan itu menjadikan ada waktu sekitar satu tahun terbuang. Meski demikian pemerintah Indonesia serius dan bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menjadi tuan rumah, terbukti salah satunya dengan perkembangan pembangunan SUGBK yang begitu mengagumkan.

“Jika ada yang mengatakan kita terlambat mempersiapkan, itu tidak benar. Kita menerima menjadi tuan rumah Asian Games itu setelah Vietnam menyatakan ketidaksiapannya, ada satu tahun sudah terlewatkan. Justru dengan kita menerima dan pemerintah bersungguh-sungguh mempersiapkan berarti Indonesia menyelamatkan even Asian Games,” tegas Menpora.

Pembangunan renovasi SUGBK juga tidak hanya konsentrasi untuk Open dan Closing Ceremony Asian Games, akan tetapi juga paralel untuk penyelenggaraan Asian Paragames yang sudah barang tentu memperhatikan kebutuhan para atlet dan kaum defabel.

“Selain mendatangkan teknologi canggih seperti lampu yang terbaik sampai 2019, sound system yang memadai, kursi yang kuat dan dicat merah putih seperti membentuk gelombang bendera, rumput yang baik, termasuk disiapkan pelapis pengamannya bila dipakai parade pembukaan dan penutupan, kita juga sudah menerima masukan dari INAPGOC dan akan direalisasikan fasilitas untuk difabel, seperti disiapkan kursi khusus 200 buah, pelebaran pintu lift, dan sarana khusus dibeberapa tempat lain yang mendukung sehingga tempat ini nyaman dan ramah untuk para difabel,” jelas Manajer Proyek Adhi Karya Wikrama.⁠⁠⁠⁠ (rls)

Nurdin Halid Diundang Hadiri Rapat Pengembangan Koperasi ASEAN di Filipina

Ketua Harian Golkar Nurdin Halid

Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE — Ketua Dewan Koperasi Nasional (Dekopin), Nurdin Halid, diundang untuk menghadiri ASEAN Co-operative Development Meeting. Forum bergengsi yang diselenggarakan oleh International Co-operative Alliance – European Unions (ICA-UE) bakal digelar di Manila, Filipina, pada 6-7 September mendatang.

Mewakili Indonesia, Nurdin Halid bakal banyak membahas mengenai pengembangan koperasi di ASEAN maupun secara global pada pertemuan tersebut. Pertemuan ini diselenggarakan untuk membangun kemitraan strategis pada pengembangan di sub wilayah diwakili oleh negara-negara anggota ASEAN.

“Pertemuan di Manila ini adalah platform untuk pelaku pembangunan koperasi untuk mengkoordinasikan, meningkatkan dan memperluas pekerjaan dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) PBB,” tulis pihak ICA-UE dalam keterangannya, Kamis, 10 Agustus 2017.

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Pada pertemuan itu nantinya akan membahas tiga isu penting. Yakni; No poverty; Zero Hunger; dan Partnerships. Fokus area pertemuan itu adalah pertanian, Financial Inclusion dan Kemitraan.

“Secara khusus, penekanan akan berada di tiga dari tujuh belas tujuan global.” sambung keterangan tersebut.

Pertemuan itu akan dihadiri oleh perwakilan dari anggota Aliansi di ASEAN, pemerintah, dan lembaga pembangunan lokal dan internasional. Tujuannya untuk memicu potensi sinergi dalam kerja sama pembangunan dan membangun kemitraan.

Penguatan kerjasama regional dan mengembangkan platform pengembangan koperasi, dan mengatasi prioritas, kebijakan dan spesifitas yang mempengaruhi koperasi, juga bakal dibahas. (Yasir)

Soal Garam, Wapres JK: Ini Juga Bisnis

Wapres Jusuf Kalla

Wapres Jusuf Kalla

Makassar, KABAROKE — Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tak mudah untuk menyelesaikan persoalan kelangkaan garam yang terjadi di Indonesia. Selain menyiapkan penambahan lahan produksi garam, sisi bisnis pun harus diperhatikan.

Pada sisi ketersediaan lahan, JK mengatakan tidak mudah untuk mendapatkan lahan ideal saat ini. Mengingat, jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Kalau lahan memang makin berkurang di Indonesia karena lahan tidak bisa ditambah. Baik di pantai banyak orang. Tapi produktivitas (garam) harus dinaikkan dua tiga kali,” kata Jusuf Kalla di kediamannya, Jalan Haji Bau Makassar, Kamis, 10 Agustus 2017.

Ekstentifikasi lahan memang menjadi solusi pemerintah untuk mengatasi kelangkaan garam yang terjadi akhir-akhir ini. Harapannya, dengan ekstentifikasi lahan, maka produksi garam bisa ditingkatkan guna mengurangi impor garam yang mencapai 2 juta ton pada tahun 2016.

Pemerintah menargetkan bisa membuka 15 ribu hektare lahan untuk peningkatan produksi garam. Adapun lahan yang dibidik berada di Nusa Tenggara Timur. Sejauh ini, lahan yang potensial baru di Teluk Kupang, NTT, sebesar 5 ribu hektare dan di Kabupaten Nagekeo, NTT, sebesar 1.700 hektare.

“Kalau misalnya lahan bermasalah itu kan urusan Pemda (pemerintah daerah) untuk menyelesaikannya,” ujar JK.

Selain pada aspek penyediaan lahan, JK juga memandang penyelesaian persoalan garam harus memperhatikan sisi bisnis. Khususnya agar di tingkat penambak garam tidak merugi.

“Intinya kan tinggal bagi hasil. Yang kerja berapa dapatnya, yang punya lahan berapa dapatnya. Otomatis kemitraan dengan pemerintah. Ini kan bisnis, tidak butuh anggaran yang besar. Ini kan usaha. Investor bisa membiayai itu. Garam ini bisa menghasilkan dan menguntungkan, jangan lupa itu,” ujarnya.

JK juga mengingatkan agar upaya penyelesaian kelangkaan garam tidak boleh banyak menggunakan anggaran yang besar, seperti proyek pembuatan jalan. Menarik investor, kata dia, dapat menjadi solusi.

“Bukan seperti proyek membuat jalan. Ini kan upaya bisnis tetapi harus dimasukan tambahan teknologi yang bisa mempercepat Indonesia memperbaiki kualitas garamnya dan produktisnya. (Investor) Di Kupang ada Australia tetapi belum beroperasi,” kata dia.

“Kenapa para peneliti harus bekerjasama dengan bisnis karena bisnislah yang menjual dan memasarkan lebih banyak. Kalau dibikin satu-satu itu mahal, makanya harus satu paket,” ujar JK menambahkan.⁠⁠⁠⁠ (Yasir)

BPOM Minta Kominfo Blokir Situs Penjual Obat di Internet

Ilustrasi BPOM

Ilustrasi BPOM

Jakarta, KABAROKE – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan 118 situs penjualan obat-obatan Dalam Jaringan atau Online (Daring) ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI).

Maka dari itu BPOM meminta Kominfo untuk memblokir situs yang telah menjual obat melalui internet itu. “Kita sudah laporkan situs tersebut karena berpotensi digunakan untuk penjualan obat-obatan keras dan terlarang,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

BPOM menyebut dari 118 situs tersebut, sebanyak 98 situs telah diblokir oleh pihak Kemenkominfo.

“Kita tidak bisa pungkiri, belanja apapun dengan cara online saat ini memang diminati masyarakat, mudah, dan kadang lebih murah. Tapi kalau digunakan untuk transaksi obat, ini harus kita perhatikan,” kata Penny.

Penny mengatakan transaksi jual beli obat melalui online berkembang pesat karena pada 2016 baru ada 73 situs jual beli obat-obatan yang ditutup oleh pemerintah.

“Mudah yah, dan banyak (tersedia). Kadang kerahasiaan juga menjadi faktor mereka (konsumen) pilih beli online,” jelas Penny

BPOM berencana untuk terus bekerja sama dengan Kominfo dalam upaya memberantas penyalahgunaan obat-obatan keras dan terlarang melalui transaksi online.

“Ke depan kita juga akan buat gebrakan, bagaimana caranya agar deteksi perilaku ini mudah diketahui, salah satunya rencana pembentukan badan cyber khusus narkotik,” kata dia.

Masalah penjualan obat keras di pasar gelap, termasuk daring, menjadi sorotan setelah artis Tora Sudiro ditangkap oleh polisi karena mengkonsumsi dan memiliki obat keras dumolid tanpa resep.⁠⁠⁠⁠ (Iqbal)

AHY Temui Jokowi Untuk Minta Doa

Presiden Jokowi Bertemu dengan Putra SBY yakni Agus Yudhono [dok net]

Presiden Jokowi Bertemu dengan Putra SBY yakni Agus Yudhono [dok net]

Jakarta, KABAROKE – Agus Harimurti Yudhoyono menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/7/2017). Kedatangan putra Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ke Istana untuk memberikan surat undangan kepada Jokowi.

“Dia (antar undangan) sekalian minta doa restu karena malam ini kan kita meresmikan Yudhoyono institute,” kata Agus Yudhoyono saat ditanya wartawan sebelum bertemu Presiden di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Agus mengatakan, undangan kepada Presiden telah disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk bisa hadir dalam acara peresmian Yudhoyono institute.

“Sebuah surat untuk mohon doa restu dan beliau berkenan saya bisa sowan secara langsung dan Alhamdulillah bapak Presiden ada waktu hari ini, sehingga saya bisa sowan secara langsung ke beliau,” ungkap Agus

“Sekaligus kita minta wejangan dari Presiden,” ujar putra sulung Presiden ke-6 SBY ini.

Selain Jokowi, Agus juga mengundang seluruh putra-putri mantan Presiden Indonesia untuk hadir dalam acara peresmian Yudhoyono Institute tersebut.

“Kita mengundang juga sebenarnya putra dan putri mantan presiden. Kita semua sebagai putra bangsa haruslah bergandengan tangan, kemudian dalam sebuah kebersamaan itu kita ingin terus berkontribuai secara positif untuk bangsa dan masyarakat kita,” pungkasnya.⁠⁠⁠⁠ (Iqbal)

Realisasi Kredit UMKM di Sulsel Capai Rp34 Triliun

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]

Makassar, KABAROKE — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengungkapkan kredit UMKM di daerahnya memperlihatkan grafik menggembirakan pada Juni 2017. Tercatat adanya pertumbuhan hingga 6,7 persen (yoy) dengan porsi terhadap total kredit yang relatif stabil.

“Kredit UMKM Sulsel periode Juni 2017 tercatat Rp34,3 triliun atau tumbuh 6,7 persen. Porsi terhadap total kredit perbankan mencapai 31,7 persen, tidak jauh berbeda atau terbilang stabil dibandingkan dengan porsi Mei 2017 sebesar 31,8 persen,” kata Bambang, di Makassar.

Bambang memaparkan pertumbuhan kredit UMKM di Sulsel didorong oleh kredit modal kerja sebesar 11,7 persen (yoy). Adapun pertumbuhan kredit investasi periode Juni 2017 sudah mulai membaik. Meski demikian, Bambang mengakui masih terjadi kontraksi sebesar -3,8 persen (yoy).

Dilihat dari skala usaha, Bambang merinci pertumbuhan kredit UMKM tertinggi dicatat oleh kredit makro sebesar 9 persen (yoy). Disusul kredit menengah sebesar 5,9 persen (yoy) dan kredit kecil sebesar 5,7 persen (yoy). Namun, kontribusi atau porsi kredit UMKM dari skala usaha masih didominasi kredit kecil.

Berdasarkan lapangan usaha, dipaparkan Bambang, sektor perdagangan besar dan eceran masih sangat dominan. Porsinya bahkan mencapai 59,1 persen. Diikuti sektor pertanian, perburuan dan kehutanan (7,8 persen) dan sektor industri pengolahan (5,9 persen). “Untuk tingkat pertumbuhan, tertinggi industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencapai 32,2 persen (yoy).

Secara spasial, Bambang menambahkan masih seperti periode sebelumnya, penyaluran kredit UMKM terpusat di Kota Makassar. Porsinya bahkan lebih dari separuh kredit UMKM, tepatnya 51,3 persen. Disusul Kota Parepare sebesar 7,5 persen (yoy) dan Kota Palopo sebesar 4,2 persen (yoy).

“Adapun pengelolaan risiko kredit UMKM mengalami perbaikan. Itu bisa dilihat dari rasio NPL kredit UMKM sebesar 3,9 persen. Kalau dibandingkan periode Mei 2017 (4 persen) maupun periode Juni 2016 (4,1 persen), sekarang jelas lebih baik,” tutup dia. (tyk)

AHY Berharap Jokowi Hadir ke Peresmian The Yudhoyono Institute

Presiden Jokowi Bertemu dengan Putra SBY yakni Agus Yudhono [dok net]

Presiden Jokowi Bertemu dengan Putra SBY yakni Agus Yudhono [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan merasa senang jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat hadir dalam peresmian The Yudhoyono Institute. Hal tersebut dikatakan, Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat Imelda Sari

“Prinsipnya Beliau menyampaikan langsung dan mengundang. Tapi kan Beliau tahu jadwal Presiden, tapi Mas Agus happy jika Presiden berkesempatan untuk hadir,” ujar Imelda saat dihubungi, Kamis (10/8).

Untuk itu, siang ini AHY direncakan akan menemui Jokowi di Istana Kepresidenan untuk mengundang hadir dalam peresmian The Yudhoyono Institute malam ini, selain itu rencananya putra Jokowi, Kaesang Pangarep akan hadir pada acara peresmian tersebut.

“Rencananya siang ini, karena sebelumnya Mas Agus sudah bertemu Mensesneg Pak Pratikno untuk menyampaikan undangan ke putra Pak Jokowi (Kaesang),” kata Imelda.

The Yudhoyono Institute adalah lembaga independen yang fokus menggali isu-isu strategis regional, nasional, hingga isu global. AHY sendiri menjabat sebagai Direktur Eksekutif.

“Itu adalah lembaga independen mempersiapkan generasi muda Indonesia di bidang leadership dengan perspektif yang strategis baik secara lokal, nasional, dan global,” jelas Imelda.

Rencananya peluncuran akan digelar Kamis (10/8) pukul 19.30 WIB-21.00 WIB. Lokasi peluncuran di XXI Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat. (Iqbal)

BJ Habibie: Pengembangan Teknologi Butuh Pendanaan

Wapres JK dan Mantan Presiden BJ Habibie di Peringatan Hakteknas di Makassar

Wapres JK dan Mantan Presiden BJ Habibie di Peringatan Hakteknas di Makassar

Makassar, KABAROKE — Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie turut hadir dalam pembukaan Hari Kebangkitan Nasional (Hakteknas) di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar, Kamis, 10 Agustus 2017.

Pada momentum tersebut, BJ Habibie bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengunjungi pameran teknologi karya anak bangsa. Mulai dari hasil riset dan inovasi perguruan tinggi, lembaga litbang dan industri, seperti: Kapal Plat Datar, Panser Anoa Amphibous, Automatic Dependent Surveillance – Broadcast (ADS–B), Mini ATC, dan Radar Cuaca, Padi varietas unggul dengan teknologi IPAT-BO.

Selain itu, budidaya dan pengolahan rumput laut, BTS-4G, Smart Card, Stem Cell, NPC Strip (pendeteksi dini kanker nasofaring), EKG (Elektrokardiogram-perekam aktivitas kelistrikan jantung), PUNA (Pesawat Udara Nir Awak – BPPT), Coastal Radar Surveillance System), Simulator Pesawat N-219, dan benda pamer lainnya.

BJ Habibie menyatakan kagum terhadap sejumlah terobosan pengembangan teknologi yang dilakukan anak bangsa dewasa ini. Ia menyebut karya dari Indonesia tak kalah hebat dari buatan negara lain.

“Saya terus terang saja, performanya,karya nyata yang dipamerkan di Hakteknas sangat mengagumkan. Ternyata putra-putri kita sangat kreatif dan inovatif, mereka mampu menciptakan karya yang inovatif,” kata Habibie kepada wartawan.

Menurutnya, kreatifitas dan inovasi yang dituangkan dalam karya tersebut membutuhkan perhatian pemerintah. Khususnya dalam hal pendanaan, guna pengembangan karya yang berkelanjutan.

“Sekarang yang dibutuhkan penemu Indonesia adalah dana, supaya bisa berkembang dan berorientasi ke dalam negeri sehingga temuan mereka dapat dinikmati bangsa sendiri,” katanya.

Hasil temuan dari anak bangsa, kata dia, akan dapat bermanfaat untuk Indonesia ke depan. Tidak hanya dinikmati sendiri, akan tetapi sampai pada generasi selanjutnya.

“Yang akan menikmati itu anak cucu. Penemuan mereka juga tidak menganggur dan bisa memberikan pajak. Kalau kita punya anggaran dari penemuan itu kan lumayan,” jelasnya.⁠⁠⁠⁠ (Yasir)

Giliran Legislator Ini Diperiksa Terkait Kasus Setnov

Melchias Markus Mekeng [dok net]

Melchias Markus Mekeng [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional (e-KTP).

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto (SN),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Melchias Mekeng sendiri sudah tiba di Gedung KPK Jakarta pukul 10.10 WIB untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam dakwaan dan tuntutan penuntut umum KPK dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Melchias Marcus Mekeng yang saat itu menjabat Ketua Badan Anggaran DPR RI disebut menerima sejumlah 1,4 juta dolar AS terkait proyek senilai Rp5,95 triliun tersebut.

Selain memeriksa Melchias Mekeng, KPK akan memeriksa Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam kasus yang sama juga untuk tersangka Setya Novanto.

Dalam dakwaan penuntut umum KPK dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Jazuli yang saat itu sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) di Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS disebut menerima 37.000 dolar AS.

Sedangkan dalam tuntutan, Jazuli disebut menerima 4.000 dolar AS dengan rincian penerimaan pertama sebesar 1.500 dolar AS dan kedua sebesar 2.500 dolar AS.

KPK telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTP) tahun 2011-2012 pada Kemendagri. (***)

Bangun Industri Garam di NTT, Menteri Luhut Minta Unhas Terlibat

Menko Maritim Luhut B Pandjaitan

Menko Maritim Luhut B Pandjaitan

Makassar, KABAROKE — Pemerintah memperlihatkan keseriusannya dalam membangun industri garam di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedikitnya 5 ribu hektar lahan tidur siap diakuisisi. Untuk aspek bisnis dan teknologi, pemerintah tidak sebatas bertumpu pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tapi juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi alias universitas.

Salah satu perguruan tinggi yang diminta terlibat yakni Universitas Hasanuddin (Unhas). Menteri Luhut bahkan sudah meminta agar Kampus Merah-sebutan Unhas, bisa mengerahkan tim ahlinya untuk melakukan studi di Kupang, NTT. Studi tersebut melingkup persoalan aspek bisnis dan teknologi terapan. “Soal (industri) garam, saya sudah minta Unhas ikut studi di Kupang,” katanya, di Makassar, Rabu kemarin.

Sembari melakukan studi terkait potensi bisnis dan terapan teknologi pengembangan industri garam di NTT, Menteri Luhut menyebut pihaknya berfokus pada perampungan akuisisi lahan. Ribuan hektar lahan tidur sedang diusahakan untuk diambil-alih untuk pembangunan industri garam. “Jadi 5 ribu hektar tanah terlantar itu kita mau ambil, negara akan fasilitasi.”

Menteri Luhut meyakini bila industri garam di NTT tersebut terealisasi, persoalan kelangkaan garam bisa teratasi dalam dua tahun ke depan. Selain NTT, pihaknya juga akan mendorong agar daerah lain yang memiliki potensi membangun industri garam. Di Sulsel sendiri diakuinya ada daerah yang cukup potensial untuk dikembangkan.

“Semua ini supaya tidak ada lagi yang namanya kekurangan garam dalam dua tahun mendatang. Di Sulsel juga ada (potensi). Kalau teratasi, ya tidak bakal ada juga isu kekurangan garam,” tegas Menteri Luhut.

Menteri Luhut diagendakan melakukan kunjungan ke NTT seusai HUT RI pada 17 Agustus mendatang. Pemerintah sendiri diketahui telah mempersiapkan PT Garam untuk menggarap proyek tersebut. Nantinya PT Garam tidak akan melakukannya sendirian. Pihak swasta akan dipersilahkan masuk untuk ambil bagian. Selain itu, BPPT akan ikut ambil peran dalam penyediaan teknologinya. (tyk)

1 2 3