Ini Curhat dan Pesan Korban First Travel untuk Andika dan Anniesa

Polisi Tangkap Pimpinan First Travel [dok net]

Polisi Tangkap Pimpinan First Travel [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Rusmala Dewi (54 tahun) adalah korban kesekian yang mengadukan nasibnya kepada Crisis Center. Dewi tidak berharap banyak selain keajaiban Allah akan datang kepadanya dan para korban lainnya.

“Kalau saya boleh berharap, saya ingin tetap berangkat, tapi kan Allah yang mengatur segalanya, saya pasrah saja,” ujar Dewi di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari republika.co.id, Kamis kemarin.

Dewi bercerita awal mula ikut berangkat menggunakan First Travel. Sebelumnya, dia mengaku, pernah umrah melalui jasa First Travel. Semua berjalan dengan normal dan jadwal keberangkatan tidak dipalsukan.

Sehingga pada 2015 pun keluarganya ingin umrah bersama dengan Dewi. Bermodalkan tabungan hasil upah mengajar ngaji selama ini, akhirnya Dewi menyanggupi ajakan keluarganya.

“Saya karena bapak, ibu, kakak, dan adik belum pernah umrah jadi mereka takut dan ngajak saya. Ya sudah saya ada uang ya udah berangkat (daftar) sama-sama,” ceritanya.

Awalnya dijanjikan bahwa keberangkatan akan dilakukan Februari 2017, namun kemudian diundur menjadi bulan Mei 2017. Pasca mendengar jadwal diundur keluarga mulai mengajukan refundsedangkan Dewi tetap melanjutkan niatnya untuk umrah.

“Tapi sampai hari ini belum dikembalikan uangnya, janji katanya 90 hari, ini kan sudah lebih dari 90 hari, tapi ya belum nerima uangnya,” ucap Dewi.

Dewi mengaku, awalnya tetap yakin tidak memilih jalur refund karena yakin Allah melihat kesungguhannya dan para jemaah lain untuk pergi umrah. Namun, saat kasus ini muncul di media dan mendengar bahwa First Travel hanya memiliki saldo Rp 1,3 juta, Dewi mulai berpikir.

“Saya harapnya berangkat, tapi kalau lihat berita di TV, katanya saldonya tinggal Rp 1,3 juta jadi itukan tidak mungkin (berangkat),” ujarnya.

Meski demikian, Dewi berharap, agar para tersangka tidak lepas tangan. Mereka yang memiliki aset banyak harus bisa mempertangungjawabkan perbuatannya dan segara mengganti uang jemaah.

Dewi pun mengaku kapok ikut First Travel dan menyatakan tidak akan lagi-lagi umrah menggunakan First Travel. Semoga kasus ini, ucapnya, menjadi pelajaran baik bagi dirinya maupun bagi tersangka.

“Pesan saya, ini pelajaran bagi Andika dan Anniesa ya. Janganlah menyusahkan orang yang mau beribadah. Hidup dengan apa adanyalah, jangan bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Gitu saja,” ucapnya. (***)

Tegas! PDIP : Pemerintah Harus Jamin Kesejahteraan Rakyat

PDIP (dok-net)

PDIP (dok-net)

Jakarta, KABAROKE – Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto menegaskan bahwa negara harus hadir dalam menjamin kesejahteraan rakyat, sehingga RAPBN 2018 harus disusun berdasarkan kebutuhan rakyat. Beberapa aspek didorong agar RAPBN 2018 tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Anggaran yang diputuskan harus melihat kebutuhan dan kondisi masyarakat agar kesejahteraan tidak hanya sebatas di atas kertas. Pembangunan harus memperhatikan sosial budaya penduduk ada,” ujar Adisatya saat menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan terhadap Pokok-pokok RAPBN tahun 2018 beserta Nota Keuangannya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Dia meminta pemerintah untuk senantiasa memastikan neraca ekspor dan impor berada dalam kondisi surplus, agar lapangan kerja baru dapat tercipta dan dengan sendirinya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah harus memastikan neraca ekspor dan impor berada dalam posisi surplus. Pemerintah harus menciptakan lapangan kerja baru agar daya beli meningkat,” sambungnya.

Politisi PDIP ini juga mendesak pemerintah untuk mencermati pasar uang terkait suku bunga. Selain itu terkait harga minyak, pemerintah juga didorong untuk menciptakan kemandirian migas nasional.

“Pemerintah perlu mencermati pasar uang domestik global terkait suku bunga. Pemerintah juga perlu mencermati harga minyak dunia secara hati-hati agar mampu mendorong kemandirian migas nasional,” terangnya.

Semangat HUT RI ke 72 menurutnya, harus dijadikan alasan untuk mampu menghadirkan RAPBN 2018 yang berkualitas dalam menciptakan kekokohan berbangsa dan bernegara. Merdeka, tandasnya, adalah saat negara mampu menghadirkan pekerjaan tetap bagi masyarakatnya. “Kemerdekaan jadi momentum untuk perkuat amalan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Merdeka berarti negara hadir dalam menyediakan pekerjaan tetap,” tukasnya. (Iqbal)

Libur Idul Adha, Polda Metro Kerahkan Ribuan Personel untuk Pengamanan

Pengamanan Hari Buruh di Jakarta

Polda Metro Kerahkan Ribuan Personel Kawal Libur Idul Adha

Jakarta, KABAROKE — Polda Metro Jaya bersama dengan Dinas Perhubungan akan mengerahkan 10.000 personel pengamanan untuk menghadapi libur Hari Raya Idul Adha pada Jumat (1/9).

“Polisi menurunkan hampir 7.000-an hingga 8.000-an plus dinas terkait, jadi total mungkin nanti hampir antara 9.000 hingga 10.000 personel di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/8).

Personel yang dikerahkan tersebut, nanti akan melakukan pengamanan saat kegiatan Salat Idul Adha berlangsung.

“Anggota akan digelar pada hari Rabu (30/8) di beberapa ruas tol dan juga kami akan mengamankan kegiatan Salat Idul Adha di masjid-masjid dan lapangan yang biasanya digunakan untuk kegiatan Idul Adha,” ujarnya.

Begitu juga di tempat-tempat wisata, lanjut Suntana, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ia menyampaikan tempat-tempat wisata tersebut mungkin akan ada lonjakan pengunjung.

Suntana berharap, semoga dengan adanya pengamanan ini, kegiatan masyarakat saat Hari Raya Idul Adha dan long weekend nanti dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

“Kami juga imbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, apabila meniggalkan tempat tinggalnya dan dikomunikasikan kepada RT dan RW, sehingga kita bisa mencegah beberapa kejahatan di lingkungan masing-masing, khsususnya di rumah-rumah kosong,” tuturnya.

Suntana juta mengimbau, agar kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid yang berada di lingkungan masing-masing dan tidak perlu turun ke jalan-jalan.

“Jadi bertakbir lah di lingkungan dan masjid masing-masing dan musala sambil berintrospeksi tentang kehidupan kita yang akan datang,” ucapnya. (Iqbal)

Di Makodim Toraja, Kapolda Sulsel : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati

Kunjungan Kapolda Sulsel Irjen Muktiono di Makodim Tana Toraja

Kunjungan Kapolda Sulsel Irjen Muktiono di Makodim Tana Toraja

Tana Toraja, KABAROKE — Dalam rangka kunjungan kerja Kapolda Sulsel, hari ini Jumat, 25 Agustus melaksanakan tatap muka dengan personel TNI di Aula Pongtiku, Makodim 1414 Tana Toraja.

Letkol Cpn Jimmy Sirait selaku Dandim menyambut Kapolda dan rombongan dengan tradisi jajar hormat, pengalungan bunga dan tarian tradisional Toraja.

Dalam sambutannya dengan dihadiri 200-an personel dan persit, Dandim mengucapkan selamat datang dan kebahagiaannya menerima kunjungan rombongan.

Dandim juga melaporkan bagaimana harmonisnya hubungan TNI – Polri di Toraja. Dengan memegang prinsip bersaudara, anggota kodim adalah anggota dan anak anak Kapolres pun demikian sebaliknya.

Mengawali sambutan Kapolda menyanyikan mars yang disambut riuh nyanyian dan aplous segenap yang hadir.

“Sinergitas TNI dan Polri adalah harga mati, ngga ada tawar menawar untuk hal ini”, ujar Irjen Pol Muktiono mengawali tatap muka.

Kapolda memang apa yang bisa kita nikmati hari ini dan yang akan diwariskan ke generasi penerus yakni menerapkan prinsip ‘tanam jati’.

Hasil yang dituai bukan dalam waktu dekat, melain jangka panjang antar generasi. Tidak boleh melupakan jasa pejuang, dan harus berbuat meninggalkan kemajuan untuk anak cucu.

Tatap muka diakhiri dengan pemberian cinderamata berupa parang Toraja oleh Dandim, dan pemberian plakat serta bingkisan oleh Kapolda Sulsel. (***)

DPR Apresiasi Pelayanan Kesehatan Calon Haji

Seorang Calon Haji Meninggal Dunia [dok net]

Pelayanan Kesehatan Calon Jemaah Haji  [dok net]

Jakarta, KABAROKE – Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan menaruh perhatian khusus terhadap pelayanan kesehatan kepada jama’ah haji, baik dalam masa persiapan, pelaksanaan, maupun pasca pelaksanaan musim haji. Oleh karena itu, Komisi IX senantiasa melakukan pengawasan pelayanan kesehatan haji yang dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.

Hal ini diungkapkan Dede Yusuf Macan Effendi selaku Ketua Tim Panja Kesehatan Haji Komisi IX DPR kepada wartawan usai meninjau Asrama Haji Aceh, baru-baru ini.

Dede mengatakan, Tim Panja Kesehatan Haji Komisi IX merasa puas dengan penyelenggaraan pelayanan bagi para calon jama’ah haji di Embarkasi Aceh. “Semuanya serba bagus dan bersih. Kamar mandi bersih, kamar tempat tidur bagus dan ber-AC, tempat makan berbentuk restoran mirip restoran Minang dan ber-AC pula, dapurnya pun bersih dan pelayan pemasaknya juga berseragam rapih, jadi secara keseluruhan cukup nyaman,” ujar Dede Jumat (25/8/2017).

Dia juga mengatakan, fasilitas pelayanan kesehatan haji sudah cukup baik. Pelayanan kesehatannya juga sudah cukup baik, seperti kita lihat tadi kamar tidur, kamar mandi dan ruang makan maupun dapur masaknya.”Jadi intinya, Tim Panja Kesehatan Haji Komisi IX ke Embarkasi Haji Aceh ingin melihat kesiapan pelaksanaan pelayanan kesehatan jama’ah haji secara menyeluruh di Provinsi Aceh,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Plt Kakanwil Kemenag Aceh, Asy’ari mengatakan, terkait masalah kesehatan jama’ah haji telah dilakukan sosialisasi dalam berbagai kegiatan.”Untuk persiapan kesehatan jama’ah haji jauh-jauh hari telah kita lakukan di berbagai mimbar, seperti yang dilakukan oleh penyuluh di tingkat desa,” ungkapnya.

Asy’ari juga mengatakan, hingga saat ini kesehatan jama’ah haji Aceh berjalan dengan baik, dan tidak ada kendala. Semua yang ada di Arab Saudi dalam keadaan sehat wal’afiat, kalau pun ada cuma sakit ringan, ada juga sebagian batal berangkat karena sakit atau meninggal dunia sebelum keberangkatan.

Sementara salah seorang jama’ah haji asal Aceh Tengah, Nirfan Jayan menyampaikan bahwa pelayanan jama’ah haji di Aceh sudah cukup baik. “Berbagai pelayanan yang diberikan oleh pihak asrama haji, Alhamdulillaah, semuanya pelayanannya bagus,” ucapnya menanggapi pertanyaan Ketua Tim.

Nirfan menambahkan dan menyatakan setuju jika dana haji digunakan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur haji. “Saya pribadi setuju jika dana haji digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Namun jangan lupakan infrastruktur haji,” ungkap Nirfan. (Iqbal)

Polisi Imbau Warga Tak Berjualan Hewan Kurban di Bahu Jalan

Penjualan Hewan Kurban Meningkat Jelang Idul Adha [dok net]

Penjualan Hewan Kurban Meningkat Jelang Idul Adha [dok net]

Jakarta, KABAROKE – Polisi mengimbau agar masyarakat tidak berjualan hewan kurban di bahu jalan. Pasalnya, kegiatan tersebut dapat mengganggu arus lalu lintas (lalin) dan mengakibatkan kemacetan.

“Kita sudah mengimbau pemerintah daerah, Satpol PP untuk sama-sama mencegah adanya yang berjualan di bahu jalan,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/8).

Ia menyampaikan, jika masyarakat ingin menjual hewan kurban, maka akan difasilitasi pemerintah daerah supaya hewan kurban bisa terjual dengan baik.

Suntana juga menegaskan akan melakukan pengamanan ke tempat-tempat pembagian daging hewan kurban.

“Saya sudah sampaikan ke kapolres dan pemda untuk mendatangkan lokasi pembagian daging kurban, agar pelaksanaannya aman dan tidak menimbulkan korban,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Suntana juga mengimbau agar yang datang mengambil daging kurban tersebut adalah orang yang benar-benar membutuhkan. (Iqbal)

Temuan Sapi Antraks di Maros Diharapkan yang Terakhir

Pemprov Sulsel Mengantisipasi Penyebaran Virus Antraks pada Sapi [dok net]

Pemprov Sulsel Mengantisipasi Penyebaran Virus Antraks pada Sapi [dok net]

Makassar, KABAROKE — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel menemukan dua ekor sapi di Kabupaten Maros, yang terjangkit virus antraks. Sejauh ini, dua dari enam ekor sapi yang mati mendadak dipastikan terserang penyakit mematikan tersebut. Temuan itu diharapkan tidak bertambah lantaran bisa menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Terlebih, tatkala menjelang Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sendiri sudah memperketat pemeriksaan kelayakan hewan kurban, termasuk dari aspek kesehatan. Temuan dua ekor sapi yang terjangkit virus antraks pun diungkap berkat hasil identifikasi dari satuan tugas lingkup Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Aziz, mengatakan laporan enam ekor sapi yang mati mendadak di Maros tersebar di dua titik. Sejauh ini, baru satu daerah yakni di Kecamatan Cenrana, tepatnya di sekitar daerah Camba, didapati temuan sapi mati karena virus antraks. “Dari enam ekor sapi yang mati, ada dua ekor yang positif antraks di daerah Camba. Yang lain itu belum kita tahu hasilnya,” kata dia, di Makassar.

Menurut Aziz, tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten telah turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi. Diharapkannya temuan sapi antraks di Maros merupakan yang pertama dan yang terakhir. “Semoga tidak bertambah lagi,” tutur dia.

Terlepas dari adanya temuan sapi antraks, masyarakat diimbau untuk tidak panik. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan akan terus melakukan pengecekan awal sesuai prosedur, termasuk melakukan langkah-langkah antisipatif terkait temuan sapi antraks. Pihaknya juga memastikan akan memperketat pemeriksaan kelayakan hewan kurban, termasuk lalu-lintas peredarannya di daerah-daerah perbatasan.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, menambahkan pihaknya telah meminta seluruh dinas terkait, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan pengecekan terkait kasus di Maros. “Utamanya ya untuk hewan kurban harus dicek lebih awal oleh dinas peternakan di tingkat kabupaten/kota,” pungkas dia. (tyk)

NH, Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin: Simbol Perjuangan Kepentingan Rakyat

NH Ziarah ke Makam Arung Palakka

NH Ziarah ke Makam Arung Palakka

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel dari Partai Golkar, Nurdin Halid (NH), melakukan ziarah ke makam dua tokoh pejuang Bugis-Makassar di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Jumat, 25 Agustus. Kedua legenda pejuang asal Sulsel itu yakni Raja Bone, Arung Palakka dan Raja Gowa, Sultan Hasanuddin. Di dua makam tersebut, NH mendoakan Sang Raja Bugis-Makassar.

Ziarah yang dilakukan NH ke makam Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin bukan kali pertama. Ketua Harian DPP Golkar itu memang memiliki kebiasaan bersama keluarganya untuk berziarah guna menghormati para leluhur. Terlebih, Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin merupakan sosok teladan bagi NH yang telah mantap memutuskan maju bertarung pada Pilgub Sulsel 2018.

Seperti halnya Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin yang dikenal gigih memperjuangkan kepentingan rakyat, NH memilih maju pada pesta demokrasi dengan niat tulus tersebut. Hal itu dibuktikannya dengan rela ‘pulang kampung’ meski sudah berkiprah di tingkat nasional. NH menegaskan dalam beberapa kesempatan bahwa kepulangannya bukan untuk mengejar kekuasaan.

Juru bicara Gerakan GNH-17, Risman Pasigai, mengungkapkan spirit dan nilai keteladanan Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin sangat dikagumi NH. “Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin ini dikenal simbol perjuangan Bugis dan Makassar. Keduanya adalah tokoh pejuang yang gigih berani dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Bone dan Gowa kala itu,” kata Risman, Jumat, 25 Agustus.

“Dalam perjalanan kehidupannya, Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin juga dikenal rendah hati, sehingga keteladanannya patut dicontoh,” sambung pria yang juga merupakan juru bicara pasangan NH-Aziz tersebut.

Di masanya, Arung Palakka sebagai simbol perlawanan rakyat Bugis dikenal tak pernah kompromi dengan siapa saja yang ingin mengganggu rakyat Bone dan wilayah kekuasaannya. Belakangan, Arung Palakka dipelihara oleh Karaeng Pattingalloang (Perdana Menteri Kerajaan Gowa). Karena itu, Bugis dan Makassar sebenarnya sulit dipisahkan.

Sementara, Sultan Hasanuddin adalah simbol perlawanan warga Gowa (Makassar) yang dikenal gigih mengusir penjajah Belanda.

Risman melanjutkan bukan kali ini NH berkunjung ke makam pendahulu. Beberapa makam pejuang yang selama ini dikenal berjasa dalam kemerdekaan RI juga dikunjunginya di beberapa lokasi, dan masih akan berlanjut ke depan, demi menghormati perjuangan mereka.

Bukan hanya itu. Kata Risman, NH juga telah bersilaturahmi dengan beberapa legenda hidup pejuang kemerdekaan, seperti Mayjen (Purn) Andi Sose, dan Mayjen (Purn) Bachtiar.

“Karakter pejuang perlu diteladani. Karena mereka kita bisa seperti ini. Dan jarang sekali orang maupun tokoh di Sulsel ini yang mau berpikiran seperti Pak NH. Beliau ini sangat menghargai siapa saja yang telah berjasa pada negeri ini. Ini bukan karena momen politik tapi memang sudah menjadi kebiasaan Pak NH dari dulu,” pungkas Risman. (***)

Polri Selidiki Keberadaan 30 Ribu Paspor Jemaah Korban First Travel

Sejumlah Aset First Travel Disita Polri [dok net]

Sejumlah Aset First Travel Disita Polri [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri masih menyelidiki adanya pihak yang memegang 30 ribu paspor milik jamaah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

“Kami masih cek. Korbannya kan banyak, nah paspor mereka apakah ada di tangan First Travel atau jamaah, ini yang belum bisa kami data,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak di Jakarta.

Sementara sebanyak 14.636 paspor jamaah lainnya sudah disita penyidik. Menurut Herry, pihaknya akan mengembalikan paspor para jamaah yang tidak akan dijadikan barang bukti. Belasan ribu paspor ini akan diseleksi dan sebagian akan dikembalikan kepada pemilik paspor tersebut.

Herry mengimbau para jamaah yang merasa sudah menyerahkan paspornya ke First Travel agar melapor ke polisi.

“Jamaah yang paspornya sudah diserahkan ke First Travel silakan memberikan data diri, nama, tanda pengenal supaya dicari dan dicocokkan,” katanya.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni Andika Surachman (Dirut), Anniesa Desvitasari (Direktur) serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Utama).

Andika diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya, Kiki berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika. First Travel menawarkan sejumlah paket umrah dengan harga yang murah kepada para calon jamaah.

Paket 1 atau yang disebut paket promo umrah dipasarkan seharga Rp14,3 juta per jamaah. Paket reguler ditawarkan seharga Rp25 juta. Sementara paket VIP dengan harga Rp54 juta.

“Agar usaha tetap berjalan dan semakin menarik minat masyarakat, pelaku memberangkatkan sebagian jamaah umrah,” katanya.

Kemudian pada Mei 2017, pelaku kembali menawarkan biaya tambahan kepada jamaah agar segera diberangkatkan dengan menambah uang sebesar Rp2,5 juta per jamaah untuk biaya sewa pesawat. Selain itu pelaku juga menawarkan paket Ramadhan dengan biaya tambahan Rp3 juta-Rp8 juta per jamaah.

Herry mengatakan total jumlah jamaah yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 ada sebanyak 72.682 orang. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah jamaah yang sudah diberangkatkan ada 14 ribu orang. Adapun jumlah jamaah yang belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Sementara perkiraan jumlah kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini sebesar Rp848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp9,5 miliar.

Sementara tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar. (***)

Gubernur Ajak Pengusaha Tionghoa Bersinergi untuk Majukan Sulsel

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) untuk bersinergi membangun daerah. Menurutnya, anggota PSMTI yang banyak diisi kalangan pengusaha bisa memiliki peran besar dalam membangun dan memajukan Sulsel, bahkan negara Indonesia.

“Pengusaha dapat memperkuat negara. Kalau begitu ya pengusaha itu penting,” kata Gubernur Syahrul, di Makassar.

Gubernur Syahrul memaparkan pembangunan dan kemajuan Sulsel bisa diketahui dari laporan semakin banyaknya uang yang beredar. Diklaim mantan Bupati Gowa itu, uang yang beredar di daerahnya mencapai lebih dari Rp398 triliun. “Semua itu tidak terlepas dari kerja-kerja dari pemerintah, swasta atau pengusaha dan masyarakat,” jelas dia.

Bila melihat potensi SDA dan SDM di daerahnya, Gubernur Syahrul menyebut semestinya perekonomian Sulsel maupun Indonesia bisa bertumbuh lebih baik ketimbang Singapura dan Malaysia. “Malaysia pendapatan per kapitanya sudah di atas Rp90 juta, sementara kita (Sulsel) baru Rp53 juta, padahal dari sisi sumber daya kita tidak kalah,” ucapnya.

Malaysia dan Singapura, Gubernur Syahrul melanjutkan mampu memiliki perekonomian yang kuat dan maju karena mendapatkan dukungan dari kalangan pengusaha. Pemerintah dan pihak swasta di negara tetangga itu senatiasa bersinergi. Kondisi tersebut dipermantap dengan terciptanya stabilitas keamanan yang bermuara pada iklim investasi yang sehat dan aman.

Selama sembilan tahun memimpin Sulsel, Gubernur menyebut berbagai prestasi dan kemajuan telah ditorehkan. Termasuk pencapaian menyabet 226 penghargaan. Sejumlah megaproyek infrastruktur pada akhir periodenya pun kini digenjot. Di antaranya yakni pembangunan Makassar New Port, perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan pembangunan jalur Kereta Api Trans Sulawesi.

Gubernur Syahrul mengharapkan seluruh upaya pemerintah membangun Sulsel mendapatkan dukungan dari seluruh komponen bangsa, termasuk pengusaha Tionghoa. Ditegaskannya sinergitas dan kerja bersama merupakan kunci keberhasilan suatu daerah. “Masih banyak kerja kita yang harus kita selesaikan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Syahrul juga mengajak seluruh anak bangsa untuk senatiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta kemajemukan masyarakat. (tyk)

1 2 3