Danny Ajak Ribuan Masjid di Makassar Sumbang Rohingya

Masjid [dok net]

Masjid [dok net]

Makassar, KABAROKE — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengimbau pengelola seluruh masjid di Kota Daeng untuk membantu penduduk Rohingya. Caranya dengan mengumpulkan sumbangan atau menginfakkan hasil celengan Salat Jumat. Gerakan tersebut bila dimassifkan akan sangat berharga. Toh, di Makassar tercatat ada ribuan masjid yang tersebar di 15 kecamatan.

“Kita mau bantu apa coba? Kita beda negara. Kalau bukan bantuan logistik dan menyuarakan lewat doa, kita mau bantu apa coba? Jadi ya secara spontanitas dan sukarela saja, kita minta kepada seluruh jemaah untuk secara ikhlas menyumbangkan rezekinya untuk saudara kita (di Rohingya) yang terkena musibah,” kata Danny, sapaan karib Ramdhan Pomanto, di Makassar.

Menurut Danny, aksi solidaritas terhadap Rohingya tidak hanya disuarakannya di masjid-masjid, tapi juga pada event berskala internasional. Ia mengaku akan memberikan imbauan serupa kepada masyarakat Kota Daeng saat penutupan Makassar International Eight Festival & Forum atau F8. Seperti Festival Lovely December.

Danny melanjutkan langkah pihaknya mengumpulkan donasi ataupun bantuan logistik untuk Rohingya karena menilai hal tersebut cukup mendesak. Bantuan dana maupun logistk disebutnya merupakan aksi nyata sembari memperjuangkan hak penduduk Rohingya melalui diplomasi.

“Kita berjuang hal yang nyata. Secara diplomasi kita menyuarakan dukungan. Tapi yang mereka butuhkan itu yakni dukungan logistik karena mereka sudah cukup menderita,” tutur dia.

Lebih jauh, Danny mengatakan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingya mesti menjadi pembelajaran. Tragedi kemanusiaan itu meski cukup sensitif lantaran bernuansa SARA, tapi tidak boleh malah menimbulkan perpecahan di Tanah Air.

“Jangan jadikan kasus Rohingya untuk memecah dan menimbulkan caci maki di antara kita. Tapi, jadikan kasus ini sebagai suatu kekuatan yang membuat kita semakin kuat dan bersatu,” pungkasnya. (tyk)

DBR: Tidak Ada Selain NH-AZIZ di Hati Saya

Kadir Halid dan DBR

Kadir Halid dan DBR

Makassar, KABAROKE — Salah satu bakal calon Bupati Wajo, Dokter Baso Rahmanuddin (DBR) melakukan salam Sulsel Baru bersama adik Nurdin Halid, Kadir Halid di Warkop Phoenam, Senin (11/9) siang.

Salam tersebut menjadi ungkapan penegasan DBR atas dukungannya terhadap pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Muzakkar (NH-Aziz).

Hal tersebut juga sekaligus menepis adanya klaim dukungannya merapat pada pasangan kandidat gubernur lain.

“Kita tetap mendukung pak NH jadi gubernur, tidak benar itu kalau ada yang bilang saya mendukung calon gubernur yang lain. Tidak ada selain NH-AZIZ di hati saya,” tegasnya.

Pasangan NH-Aziz pun dijagokan bakal menang dengan adanya basis kekuatan DBR di Belawa, Wajo. Massifnya upaya pemenangan relawan DBR serta dukungan masyarakat yang merupakan basis massa Aziz sejak beberapa kali gelaran pesta demokrasi menjadi landasan.

“Belawa ini basis massa Aziz. Dalam berbagai kontestasi politik, termasuk Pilgub Sulsel terdahulu, Aziz selalu menang mutlak,” beber salah satu relawan DBR, Jamal. (***)

Mangkir Karena Alasan Sakit, KPK Bakal Cek Setnov

Setya Novanto

Setya Novanto

Jakarta, KABAROKE — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengecek kondisi Ketua DPR RI Setya Novanto yang tidak bisa memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah, Senin ini karena sakit.

“Tadi kami menerima surat yang mengatakan beliau sakit. Kalau sakit akan kami cek dulu,” kata Wakil Ketua KPK Laode Syarif di DPR RI, Jakarta, Senin.

Laode mengatakan tidak ada ketentuan batas waktu bagi seseorang yang behalangan hadir dalam pemeriksaan karena sakit. Namun demikian, pihaknya tetap akan melayangkan surat pemanggilan ketiga kepada Setya Novanto untuk memenuhi pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Sementara itu, berkaitan dengan proses praperadilan Setya Novanto yang rencananya berlangsung Selasa (12/9) besok, Laode menyatakan pihaknya siap dan optimistis menghadapi praperadilan itu.

Dia menekankan proses penetapan seseorang sebagai tersangka oleh KPK dilakukan dengn sangat hati-hati, sehingga KPK tidak khawatir menghadapi praperadilan Novanto.

Pada Senin ini KPK menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI. Dalam pembukaan rapat tersebut Komisi III mengulas kembali keputusan rapat sebelumnya, salah satunya yakni KPK diminta segera mengakhiri konflik internalnya. (***)

Bos Garuda Temui Pimpinan KPK Bahas Soal Ini

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Pahala Nugraha Mansury

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Pahala Nugraha Mansury

Jakarta, KABAROKE — Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Pahala Nugraha Mansury menemui pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membicarakan perbaikan kebijakan perusahaan.

“Ini kan lebih kami beraudiensi dengan KPK bagaimana Garuda Indonesia ke depannya bisa lebih baik semuanya dari sisi pengadaan dan segala macam kami konsultasi,” kata Pahala di gedung KPK, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Pahala mengatakan pertemuan dengan pemimpin KPK hanya membicarakan hal-hal umum untuk memperbaiki Garuda Indonesia.

“Bagaimana kami bisa memperbaiki prosedur, kebijakan, lebih ke situ ke depannya. Garuda Indonesia tentunya berusaha lebih baik lagi, jadi lebih hal-hal yang umum,” katanya.

Namun dia tidak menjelaskan secara rinci hasil pertemuan dengan pemimpin KPK.

“Tentunya nanti kami akan follow up bagaimana kami melakukan sosialisasi kepada karyawan, bagaimana kami proses pengadaan ke depan jadi lebih baik, lebih efisien melalui sebuah komite dan sebagainya,” tuturnya.

Ia menjelaskan pula bahwa perusahaan sudah banyak melakukan perbaikan dalam hal kebijakan, dan akan melanjutkan perbaikan untuk memperkuat fungsi-fungsi internal dan organisasi PT Garuda Indonesia.

Dan dia membantah pertemuan dengan pemimpin KPK terkait dengan kasus mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, yang telah ditetapkan sebagai tersangka perkara suap dalam pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C di PT Garuda Indonesia.

“Tentu bagaimana hal-hal yang ingin kami lakukan perbaikan tentunya hal-hal yang terjadi di masa lalu. Tentunya kami berusaha melakukan perbaikan, berkaca, dan refleksi dari hal-hal di masa lalu,” kata Pahala. (***)

Sentuhan Teknologi Penting untuk Pengembangan Pertanian

Agus Arifin Nu'mang

Agus Arifin Nu’mang

Makassar, KABAROKE — Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengungkapkan sektor pertanian sebagai penyokong ekonomi daerahnya terus bertumbuh positif. Meski demikian, dibutuhkan adanya pengelolaan dan penanganan yang lebih serius agar Sulsel dapat mempertahankan predikatnya sebagai lumbung pangan nasional.

Menurut Agus, sentuhan teknologi harus dikedepankan dalam pengembangan pertanian, mulai dari pembibitan hingga pasca-panen. “Kita dituntut untuk memanfaatkan teknologi pertanian modern yang akan mempermudah petani,” kata Agus, saat menghadiri acara ramah tamah Dies Natalis ke-29 Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Minggu kemarin.

Agus juga menyatakan perlunya pengenalan teknologi terhadap petani dan nelayan. Besarnya sumber daya alam di Sulsel tentunya akan sia-sia bila tidak bisa dikelola. Adapun pemanfaatan teknologi merupakan keniscayaan pada era modern. “Petani harus siap dalam pengembangan budi daya tanaman yang canggih. Begitu juga dengan perikanan,” tuturnya.

Menurut Agus, selain pertanian, sektor perikanan sudah sepatutnya mendapatkan perhatian. Dimintanya agar masyarakat dan pemerintah daerah lingkup Sulsel mampu mensinkronkan programnya dengan gagasan Presiden Joko Widodo untuk mengelola laut lebih baik. Toh, masa depan Indonesia ada di laut.

“Kawasan laut daerah kita sangat potensial. Banyak jenis ikan yang nilai harganya mencapai jutaan di pasaran luar negeri seperti di Jepang. Itu harus dikelola dengan baik,” ucap Wagub Sulsel dua periode tersebut.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Darmawan, menyampaikan pihaknya senantiasa siap membantu pemerintah dalam upaya pengembangan teknologi untuk kepentingan bersama. Toh, kampus tidak hanya sekadar sebagai tempat pendidikan, tapi juga penelitian.

Dalam acara ramah tamah tersebut, Darmawan juga menceritakan secara singkat terkait sejarah Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Kampus tersebut baru berdiri sendiri terhitung 1999 setelah memisahkan diri dengan Universitas Hasanuddin Unhas. Jumlah mahasiswa di kampus kejuruan itu pun mencapai 7.200 orang. (tyk)

RMS Perintahkan Dukung NH-Aziz, Begini Kata Haji De’de

Kakak Ichsan YL, SK-HD dan RMS Kompak Salam Sulsel Baru

Kakak Ichsan YL, SK-HD dan RMS Kompak Salam Sulsel Baru

Makassar, KABAROKE — Kabar pinangan koalisi Golkar-Nasdem mengusung pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Muzakkar (NH-Aziz) pada Pilgub Sulsel bukan lagi sekadar wacana pepesan kosong.

Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) semakin gencar mengimbau sejumlah tokoh untuk turut mendukung NH-Aziz.

Tak ketinggalan, Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Takalar, Haji De’de. Diminta untuk ikut memenangkan NH-Aziz, Mantan anggota DPR RI dari PPP ini mengatakan akan menunjukkan loyalitas dan komitmennya sesuai dengan perintah RMS.

“Saya ini tinggal perintah saja, dinda. Keputusan RMS adalah sikap kami juga bersama simpatisan di Takalar,” tegas besan mantan Bupati Takalar ini.

Sebelumnya, Haji De’de melakukan salam Sulsel Baru atau salam NH-Aziz bersama RMS di Takalar, Minggu (10/9) malam. Beberapa tokoh masyarakat dan tokoh politik juga hadir pada kesempatan tersebut.

Di antaranya, Chalik Suang, Bupati Terpilih Kabupaten Takalar, Syamsari Kitta, Kakak Ichsan Yasin Limpo, Tenri ‘mami’ Yasin Limpo, Sekretaris DPW Partai Nasdem, Sahar Alrif, serta seluruh anggota DPRD Nasdem di Takalar.

Pada kesempatan itu, RMS juga mengajak pengurus DPD Nasdem untuk turut memggelar nonton bareng momen penyerahan surat rekomendasi Nasdem kepada Cagub NH-Aziz. Momen penyerahan tersebut direncanakan akan berlangsung pada Kamis, (14/9) nanti. (***)

Menhub : Tol Laut Turunkan Harga Barang Hingga 20 Persen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Rote Ndato, KABAROKE — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengoperasian tol laut yang menjangkau daerah terpencil berpengaruh pada penurunan harga barang di Kabupaten Rote Ndato, Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga 20 persen.

Usai meninjau Pelabuhan Baa di Kabupaten Rote Ndao, Minggu (10/9/2017), Menhub Budi Karya menjelaskan manfaat pengoperasian tol laut membuat stok teratasi sehingga inflasi dan keseimbangan harga dapat dikendalikan.

“Menurut Laporan dari Pemerintah Kabupaten, harga turun sepuluh sampai 20 persen. Itu salah satunya semen,” kata Budi Karya.

Budi menjelaskan pengoperasian tol laut bertujuan untuk menjangkau dan mendistribusikan logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.

Tol Laut di Rote dilayani KM. Caraka Jaya Niaga III-22 dan KM Logistik Nusantara I yang keduanya berangkat dari Tanjung Perak Surabaya. Ada pun jenis muatan yang dibawa yakni antara lain gula, beras, tepung, kedelai, minyak, dan baja konstruksi.

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan setelah penerapan tol laut dan “Rumah Kita” yang dikelola Pelindo III, harga kebutuhan pokok dan bangunan di Rote mengalami penurunan.

Harga semen di Rote pada Agustus 2016 sebesar Rp55.000 sedangkan pada Juni 2017 telah menurun sebesar 14 persen menjadi Rp47.500. Sejalan dengan itu, barang kebutuhan pokok juga mengalami penurunan, salah satunya beras pada Agustus 2016 Rp14.000 menjadi Rp10.500 pada Mei 2017.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Rote Ndao Jonas C. Lun mengatakan kebijakan tol laut khususnya di Kabupaten Rote Ndao juga dapat mengatur barang yang masuk dan keluar dapat berimbang.

“Ada manfaat yang positif, sebelum ada tol laut harga agak lebih tinggi setelah ada tol laut karena ada distribusi dan stok harga lebih terkendali,” kata Jonas.

Kementerian Perhubungan juga menganggarkan Rp50 miliar untuk pengembangan fasilitas Pelabuhan Baa Rote Ndao dengan menambah panjang dermaga dan investasi crane untuk bongkar muat barang.

Setelah dikembangkan, dermaga Pelabuhan Baa akan memiliki tambahan panjang 50 meter, yakni dari saat ini 80 meter menjadi sepanjang 130 meter sehingga dua atau tiga kapal bisa bersandar. (***)

Sulsel Yakin Capai Target Investasi Rp9 Triliun

Kepala PMD PTSP Sulsel AM Yamin [dok net]

Kepala PMD PTSP Sulsel AM Yamin [dok net]

Makassar, KABAROKE — Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMD-PTSP) Sulsel, AM Yamin, mengaku optimistis target investasi Rp9 triliun pada 2017 akan tercapai. Toh, perkembangan dan minat penanaman modal, baik asing maupun dalam negeri di Sulsel naik signifikan. Semester I 2017 saja, realisasi investasi Sulsel tidak kurang dari Rp7,4 triliun atau mendekati capaian tahun lalu sebesar Rp8,5 triliun.

Yamin menuturkan realisasi investasi di Sulsel terus bergerak positif dan tidak menutup kemungkinan bisa melampaui target. Terlebih, masih tersisa waktu untuk mengakselerasi total realisasi pada semester II-2017. “Kami cukup optimistis tahun ini total realisasi investasi bisa tembus Rp9 triliun sebagaimana target. Kan semester I saja, capaian sudah Rp7,4 triliun,” kata Yamin, di Makassar.

Yamin menyebut beberapa faktor yang mempengaruhi melonjaknya investasi di Sulsel. Selain karena gencarnya upaya pemerintah daerah membangun komunikasi dengan negara lain maupun investor, ketersediaan tenaga listrik menjadi magnet tersendiri. “Trennya memang selalu meningkat setiap triwulan apalagi surplus kelistrikan di wilayah Sulsel menjadi kelebihan tersendiri dimata investor,” terang Yamin.

Untuk kelistrikan di Sulsel memang mendapatkan jaminan dari PT PLN, dimana cadangan listrik mencapai 250 Megawatt. Angka itu terus bertambah seiring pembangunan berbagai pembangkit. Teranyar dan paling modern, Sulsel sedang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) di Kabupaten Sidrap. Jika terealisasi, tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk mengundang investor.

Yamin melanjutkan sederet proyek besar juga dilirik beberapa investor asing. Di antaranya yakni proyek kereta api Trans Sulawesi sudah diminati Korea Selatan, Tiongkok dan Rusia. Lalu ada juga proyek New Port Makassar diminati oleh Belgia dalam hal tata kelola teknologinya. Ia mengimbuhkan Yamin bila dilihat secara spasial, investasi yang dominan di daerah ini yakni sektor pertambangan, kelistrikan dan industri makan dan minum. (tyk)

Duh, Turis Asal Indonesia Terperangkap di Kereta Cepat China

Salah Satu Kereta Api Cepat Milik Cina

Beijing, KABAROKE — Seorang wisatawan asal Indonesia terperangkap di dalam kereta cepat di wilayah Provinsi Jiangsu, China.
Peristiwa tersebut bermula dari seorang wisatawan asal Indonesia yang oleh media di China, Senin, tidak disebutkan namanya itu gagal turun di tempat tujuan sehingga terbawa dalam perjalanan sepanjang 150 kilometer di wilayah timur daratan Tiongkok itu.

Pria tersebut bermaksud turun di Stasiun Nanjing Selatan bersama dengan beberapa rekannya sesama wisatawan dari Indonesia, Selasa (5/9) lalu.

Namun karena barang bawaannya banyak, dia tidak bisa menurunkannya sekaligus. Saat hendak menurunkan koper berikutnya, dia sama sekali tidak menduga kalau pintu kereta api cepat tersebut tertutup secara otomatis.

Tidak lama kemudian kereta melaju sehingga dia terbawa ke Kota Changzhou yang berjarak sekitar 150 kilometer sebelah selatan Kota Nanjing. Jarak kedua kota wilayah timur China tersebut sama dengan Jakarta-Bandung.

Pemandu wisata berkewarganegaraan China bersama beberapa wisatawan Indonesia lainnya melapor kepada polisi di Stasiun Nanjing Selatan atas insiden tersebut.

“Dia tidak punya nomor telepon seluler sini dan tidak tahu nomor siapa pun yang bisa dihubungi. Kami tidak tahu bagaimana bisa menemukan dia kembali,” kata pemandu wisata itu kepada media di Nanjing.

Petugas kepolisian di stasiun itu kemudian menghubungi awak kereta dan memintanya agar pria Indonesia itu diturunkan di Stasiun Changzhou untuk kemudian dikembalikan ke Nanjing dengan kereta berikutnya.

Pria tersebut akhirnya tiba kembali di Stasiun Nanjing Selatan sejam setelah mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakkan itu.

“Dia baru sekali berwisata di China dan baru sekali juga naik kereta cepat,” kata Shen Xulong, seorang petugas kepolisian di Stasiun Nanjing Selatan, kepada awak Jiangsu TV.

Peristiwa unik yang dialami wisatawan Indonesia itu juga dimuat dalam rubrik berita unik Global Times.

Lazimnya wisatawan asal Indonesia menjadikan Tembok Besar di Beijing sebagai destinasi utama kunjungannya di China.

Selanjutnya mereka melakukan perjalanan ke wilayah timur dan selatan, seperti Shanghai, Nanjing, Guangzhou, dan Hong Kong dengan menggunakan kereta api cepat.

Setelah singgah selama beberapa hari di wilayah timur dan selatan Tiongkok itu mereka pulang ke Tanah Air melalui jalur udara. (***)

Kasus Bayi Debora, KPAI Segera Panggil Pihak RS Mitra Keluarga

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan, pihaknya akan memanggil pihak Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres atas dugaan kasus pembiaran pasien anak bernama Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) yang berujung meninggal dunia pada Minggu (3/9) lalu.

Kata Sutanto, keberadaan RS merupakan bagian dari sektor sosial, dimana semua pasien termasuk didalamnya anak harus dilayani dengan baik menggunakan prinsip semangat kemanusiaan. Menurut Sutanto, seluruh RS tidak boleh menafikkan hal tersebut.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan proses pemanggilan pihak RS Mitra Keluarga Kalideres. Rencananya kami agendakan Rabu 13 September mendatang,” kata Sutanto saat konferensi pers di Kantor KPAI, Senin (11/9/2017).

Lebih lanjut Susanto mengatakan bahwa KPAI amat menyesalkan kasus yang menimpa Bayi Debora. Kata Susanto, semua masyarakat dan termasuk anak perlu dilindungi pemastian layanan kesehatan, apalagi bagi keluarga yang kurang berada.

Maka dari itu, KPAI sedang mendalami kasus secara komprehensif dan sudah melakukan pendalaman keluarga dan akan menggali informasi dari pimpinan RS, sehingga informasi yang diperoleh dapat berimbang. Dikatakan Susanto, keseimbangan sumber informasi menjadi salah satu prinsip standar KPAI dalam tiap penanganan kasus selama ini.

Sebelumnya, Debora sudah seminggu terserang flu disertai batuk. Ibundanya, Henny, sempat membawanya ke RSUD Cengkareng untuk pemeriksaan. Dokter di sana kemudian memberinya obat dan nebulizer untuk mengobati pilek Debora. Namun kondisi Debora semakin parah Sabtu (2/9/2017) malam.

Dia terus mengeluarkan keringat dan mengalami sesak napas. Kedua orang tua Debora pun membawanya ke RS Mitra Keluarga Kalideres dengan menggunakan sepeda motor. Tiba di rumah sakit, dokter jaga saat itu langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan penyedotan (suction).

Memperhatikan kondisi Debora yang menurun, dokter menyarankan dirawat di ruang pediatric intensive care unit (PICU). Dokter pun menyarankan orang tua Debora untuk mengurus administrasi agar putrinya segera mendapatkan perawatan intensif.

Namun, karena RS tersebut tak melayani pasien BPJS, maka Rudianto dan Henny harus membayar uang muka untuk pelayanan itu sebesar Rp19.800.000. Namun Rudianto dan Henny hanya memiliki uang sebesar Rp 5 juta dan menyerahkannya ke bagian administrasi.

Ternyata uang tersebut ditolak, meski Rudianto dan Henny telah berjanji akan melunasinya segera. Pihak RS sempat merujuk Debora untuk dirawat di rumah sakit lain yang memiliki instalasi PICU dan menerima layanan BPJS.

Setelah menelpon ke sejumlah RS, Rudianto dan Henny tak juga mendapatkan ruang PICU kosong untuk merawat putrinya. Kondisi Tiara terus menurun hingga akhirnya dokter menyatakan bayi ini meninggal dunia. (***)

1 2