Hingga Agustus 2017, Neraca Perdagangan Sulsel Defisit US$25 Juta

Kepala BPS Nursam Salam

Kepala BPS Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan di Sulsel periode Januari-Agustus 2017 masih mengalami defisit. Pemicunya yakni merosotnya aktivitas ekspor yang dibarengi lonjakan aktivitas impor. Defisit neraca perdagangan Sulsel hingga bulan kedelapan pada tahun ini mencapai US$25,57 juta.

“Nilai ekspor Sulsel turun 5,57 persen dari US$700,74 juta menjadi US$661,72 juta periode Januari-Agustus tahun ini. Sebaliknya, nilai impor Sulsel malah naik signifikan mencapai 47,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Kenaikannya dari US$467,23 juta menjadi US$687,29 juta,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.

Lonjakan signifikan pada aktivitas impor terjadi pada tiga komoditas yakni gula dan kembang, mesin/peralatan listrik dan bahan bakar bineral. Pertumbuhan tertinggi terjadi aktivitas impor gula dan kembang yang melonjak hingga 6.681 persen dari US$0,83 juta menjadi US$56,2 juta. Sedangkan, nilai impor terbesar dicatatkan bahan bakar mineral sebesar US$139,86 juta.

Menurut Nursam, selain bahan bakar mineral, komoditas lain yang berkontribusi cukup besar dalam lonjakan impor Sulsel yaitu mesin-mesin/pesawat mekanik (US$113,1 juta) dan gandum-ganduman (US$96,36 juta). Beragam komoditas impor itu kebanyakan didatangkan dari Tiongkok (US$209,22 juta). Disusul oleh Singapura (US$138,17 juta) dan Thailand (US$63,96 juta).

Berbanding terbalik dengan impor, aktivitas ekspor Sulsel tampak lesu lantaran penurunan permintaan sejumlah komoditas unggulan Sulsel. Di antaranya yakni kakao/coklat yang menurun dari US$97,48 juta menjadi US$47,09 atau setara 51,7 persen. Penurunan permintaan ekspor juga terjadi pada komoditas lain, seperti buah-buahan; kopi, teh dan rempah-rempah serta ikan dan udang. (tyk)

Dinas Perindustrian : Ketersediaan Lahan di KIMA Tersisa 20 Hektar

Kawasan Industri Makassar alias KIMA [dok net]

Kawasan Industri Makassar alias KIMA [dok net]

Makassar, KABAROKE — Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil, menyarankan pengelola Kawasan Industri Makassar alias KIMA untuk melakukan ekspansi maupun pengembangan kawasan industri baru. Terlebih, ketersediaan lahan di KIMA semakin terbatas. Pengembangan kawasan industri baru diyakini akan menambah minat investor untuk menanamkan modal.

Sejauh ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Perindustrian telah menetapkan beberapa daerah yang memiliki peluang membuka kawasan industri baru. Selain KIMA, Sulsel memiliki kawasan industri potensial lain yang sedang dikembangkan. Kawasan industri baru tersebut tersebar di Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa dan Maros.

Menurut Ahmadi, ketersediaan lahan di KIMA tersisa 20 hektar, padahal pengembangan industri di Kota Daeng masih bertumbuh signifikan. Secara keseluruhan, lahan KIMA mencapai 370 hektar. “Makanya ke depan pengelola KIMA harus berpikir untuk membuka kawasan baru lagi,” kata Ahmadi, di Makassar, belum lama ini.

Pengembangan kawasan industri baru, diserahkan Dinas Perindustrian Sulsel kepada pemerintah kabupaten/kota. Siapapun yang mau berinvestasi membuka kawasan industri, lanjut Ahmadi, bisa langsung berhubungan dengan pemerintah daerah terkait. Sejauh pihaknya mendengar kabar bahwa ada dua negara yang siap berinvestasi untuk membangun kawasan industri baru.

Calon investor yang menyampaikan minat membuka kawasan baru yakni China dan Australia. Namun mereka masih sekadar meninjau lokasi. “Kabarnya Autralia berminat di sekitar kawasan Mammnisata, sedangkan China di Kabupaten Takalar. Tetapi itu kan tetap harus melalui gubernur,” jelas Ahmadi.

Menurut Ahmadi, pihaknya akan menindaklanjuti minat investor asing dengan telaah kelayakan kawasan industri baru. Diakui dia, butuh biaya besar untuk membuka atau mengembangkan kawasan industri baru. Untuk itu, pihaknya tidak ingin bertumpu pada anggaran pemerintah yang memang terbatas. “Kami sebagai pemerintah, tentu siap memfasilitasi mereka,” ujarnya. (tyk)

Dukungan Makin Luas, Tim Pejuang Tidak Terlena

Aziz Qahhar Mudzakkar Bersilaturahmi Bersama Tim Pejuang Bersatu dan Masyarakat di Jalan Pongtiku

Aziz Qahhar Mudzakkar Bersilaturahmi Bersama Tim Pejuang Bersatu dan Masyarakat di Jalan Pongtiku

Makassar, KABAROKE — Persaingan Pilgub Sulsel 2018 yang kian memanas direspons simpul-simpul pemenangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dengan gerak cepat.

Seperti yang dilakukan Tim Pejuang Bersatu Makassar yang semakin kencang melancarkan strategi memenangkan jagoannya. Termasuk bergerak senyap.

Ketua Tim Pejuang Bersatu Makassar, Mukhtar Dg Lau, menuturkan silahturahim bersama simpul pemenangan semakin intens.

Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menggelorakan semangat agar relawan bekerja maksimal untuk NH-Aziz. Sembari terus menggalang dukungan masyarakat.

“Intinya semua tim (pemenangan) bekerja maksimal untuk mensosialisasikan program-program dari NH-Aziz,” kata Mukhtar, di sela silahturahim bersama masyarakat Kelurahan Malamongan Baru, Jalan Pongtiku, Kota Makassar, Sulsel, Kamis, 21 September.

Turut hadir langsung Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar. Kehadiran anggota DPD RI itu pun jadi magnet.

Buktinya, kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri banyak masyarakat sekitar, melainkan juga tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda setempat.

Mukhtar menambahkan upaya memperkuat simpul pemenangan NH-Aziz perlu dilakukan sejak dini mengingat peta persaingan Pilgub Sulsel kian kompetitif.

Simpul pemenangan NH-Aziz tidak boleh terlena dengan keunggulan kursi dari parpol pengusung. Terlebih, kandidat lain mulai menampakkan ‘taji’ dengan merengkuh dukungan parpol yang memang belum menentukan sikap politiknya.

“Jadi pertemuan ini sengaja dilakukan untuk memanaskan mesin-mesin tim (pemenangan) sekaligus mempererat tali silahturahim dengan masyarakat sekitar,” ucap Mukhtar yang juga Ketua Forum Islam Bersatu Sulsel.

Sementara itu, Aziz Qahhar Mudzakkar, dalam sambutannya kembali mengurai ihwal alasannya kembali mengikuti Pilgub Sulsel 2018.

Setelah sempat dua kali kalah pada Pilgub Sulsel, Aziz mengaku sebenarnya tidak lagi memiliki niat untuk bertarung. “Kembalinya saya itu merupakan dorongan dari masyarakat. Saya tidak pernah memprogramkan diri untuk bertarung lagi, namun hasil survei menyatakan ternyata masyarakat Sulsel masih menginginkan saya berjuang lagi,” kata dia.

Terkait alasannya memilih untuk berdampingan dengan Nurdin Halid, Aziz secara gamblang menjelaskan bahwa visi-misi tokoh koperasi nasional itu ternyata selaras dengan keinginannya.

Nurdin Halid diketahui memiliki gagasan ekonomi kerakyatan yang dituangkan dalam Gerakan Bangun Kampung yang dinilai Aziz merupakan solusi tepat mengatasi ketimpangan ekonomi di Sulsel.

“Saya menerima pinangan Nurdin Halid karena ada kesamaan visi dan misi. Nurdin Halid juga merupakan figur yang didorong oleh masyarakat untuk pulang kampung membangun Sulsel yang lebih baik,” pungkas Aziz. (***)

Rakornis, PPP Konkretkan Dukungan ke NH-Aziz

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar Seusai Meresmikan Rumah Pemenangannya pada Pilgub Sulsel

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar Seusai Meresmikan Rumah Pemenangannya pada Pilgub Sulsel

Makassar, KABAROKE — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin serius mengusung pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Muzakkar (NH-Aziz) pada Pilgub Sulsel mendatang.

Wakil Ketua DPW PPP Sulsel, Baso Hamzah saat dihubungi Kamis, (21/9),
mengatakan, untuk menkonkretkan usungan, partai berlambang Kakbah in akan menggelar rapat koordinasi teknis (rakornis) terkait pemenangan NH-Aziz pada pilgub nanti.

“Sebenarnya kan sudah ada rekomendasi dari pak Djan, nanti di rakornis sekaligus penyerahan secara formal dan dibahas langkah pemenangan untuk NH-Aziz,” bebernya.

Baso mengaku, PPP tidak akan menjadi instrumen pelengkap saja di mata NH-AZIZ. Basis PPP riil dan infrastruktur organisasi akan menyusun langkah yang mendorong partai ini lebih signifikan menggalang dukungan.

“PPP serius sekali dan akan membuktikan bisa menjadi penggalang utama suara untuk NH-AZIZ,” tegasnya.

Lebih lanjut, politisi senior PPP ini menuturkan, agenda rakornis akan segara dijadwalkan selepas disahkannya kepengurusan PPP kubu Djan Fariz oleh Kemenkumham. Rakornis rencananya dilaksanakan di Makassar.

“Kita tinggal menunggu pengesahan, kalau sudah ada langsung diagendakan,” beber Pria asal Jeneponto ini.

Sebelumnya, surat rekomendasi PPP telah diserahkan secara langsung oleh Djan Fariz kepada NH di Jakarta, Senin (21/8) lalu. Surat rekomendasi tersebut menjadi bentuk keseriusan partai berbasis islam ini mendukung pasangan nasionalis-religius dalam Pilgub Sulsel.

Pengesahan PPP kubu Djan Faridz menyusul hasil sidang PTUN yang memenangkan kubu tersebut. Kubu Romi kemudian menggugat ke MA, tetapi surat gugatannya ditolak dan MA memutuskan agar persoalan dualisme di PPP diselesaikan oleh Mahkamah PPP.

Sebelumnya, Mahkamah PPP telah menyatakan secara tertulis bahwa kepengurusan PPP kubu Djan Faridz sah secara hukum. (***)

Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Kembali Bergairah

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam Rilis Data Inflasi

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan aktivitas ekspor dan impor Sulsel periode Agustus 2017. Hal itu terlihat dari meningkatnya nilai ekspor dan impor secara signifikan. Kenaikannya bahkan dua digit dibandingkan periode Juli 2017. Untuk nilai ekspor, tercatat kenaikan 15,49 persen. Sedangkan untuk nilai impor, peningkatannya menembus 37,65 persen.

“Nilai ekspor Sulsel meningkat dari US$73,2 juta menjadi US$84,54 juta atau terjadi kenaikan 15,49 persen. Kenaikan lebih tinggi terjadi pada nilai impor Sulsel. Bila bulan sebelumnya (Juli 2017) tercatat US$72,05 juta, per Agustus 2017 sudah menembus US$99,17 juta,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Berdasarkan data BPS, lonjakan aktivitas ekspor Sulsel sangat dipengaruhi oleh komoditas nikel. Komoditas tersebut bahkan menyumbang US$50,54 juta atau setara 59,79 persen dari total nilai ekspor Sulsel. Diakui Nursam, nikel merupakan komoditas yang paling berpengaruh pada aktivitas ekspor Sulsel. Bahkan, tiap bulan komoditas inilah yang selalu berada di urutan pertama tertinggi.

“Ekspor Sulsel sangat bertumpu pada nikel dan Jepang sebagai negara tujuan. Itu bisa dilihat pada statistik, dimana negara tujuan ekspor terbesar di Sulsel selalu saja Jepang. Periode Agustus 2017 misalnya, nilai ekspor Sulsel ke Jepang menembus US$54,26 atau setara 64,19 persen dari total nilai ekspor,” urai Nursam.

Masih merujuk data BPS, pergerakan lebih progresif terlihat pada aktivitas impor Sulsel. Lonjakan 37,65 persen paling dominan disumbangkan oleh komoditas pesawat terbang dan bagiannya. Kontribusi komoditas tersebut mencapai US$37,74 atau setara 38,05 persen dari total nilai impor Sulsel. Sedangkan negara asal impor terbesar dicatatkan oleh Belarus.

Tidak seperti aktivitas ekspor, Nursam menjelaskan komoditas dan negara yang mempengaruhi impor Sulsel cukup fluktuatif. Untuk komoditas impor yang cukup berpengaruh, antara lain yakni bahan bakar mineral, mesin-mesin/pesawat mekanik dan gandum-ganduman. Sedangkan untuk negara asal impor, di antaranya yaitu Tiongkok, Singapura, Thailand dan Australia. (tyk)

Gunung Agung Siaga, AirNav Siapkan Jalur Penerbangan Alternatif

Koordinator ATS Regional AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Wawan Hermawan

Koordinator ATS Regional AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Wawan Hermawan

Makassar, KABAROKE — Manajemen AirNav Indonesia siap mengantisipasi kemungkinan terburuk atas aktivitas vulkanik Gunung Agung. Bila pada akhirnya Gunung di Pulau Dewata itu meletus dan menyemburkan abu vulkanik, pengalihan jalur penerbangan sudah disiapkan. Termasuk langkah-langkah strategis bila semburan abu vulkanik mengharuskan Bandara I Ngurah Rai ditutup untuk sementara waktu.

“Kami memahami dampak aktivitas vulkanik Gunung Agung bila terus meningkat bisa saja membuat bandara di Bali ditutup. Untuk itu, langkah-langkah penanganan dipersiapkan sesuai prosedur, termasuk menyiapkan jalur alternatif bagi penerbangan yang menuju ke Bali,” kata Koordinator ATS Regional AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Wawan Hermawan.

Menurut Wawan, operator maupun maskapai penerbangan terus mengikuti perkembangan Gunung Agung. Seperti halnya AirNav yang terus berkoordinasi sekaligus menunggu laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). “Kalau misalnya (Bandara I Ngurah Rai) ditutup, penerbangan akan dialihkan. Kan setiap penerbangan itu sudah diatur adanya rute alternatif bila bandara tujuan tidak memungkinkan,” jelasnya.

Hingga kini, AirNav memang belum menerbitkan peringatan kepada pilot alias Notice To Airman terkait Gunung Agung. Pasalnya, aktivitas vulkanik dianggap belum membahayakan keselamatan penerbangan. Penerbitan Notam hanya akan dilakukan bila PVMBG atau pilot yang sempat melintas melaporkan terkait bahaya keselamatan penerbangan di atas Gunung Agung yang kini berstatus siaga.

Berdasarkan prosedur, AirNav bisa melakukan proteksi zona dengan radius 60 kilometer dengan ketinggian tertentu dari sumber bahaya. Seluruh pesawat yang melintas di jalur penerbangan itu akan dialihkan. Selanjutnya, AirNav akan berkoordinasi dengan instansi terkait, dimana memungkinkan untuk menutup lebih luas ruang udara bergantung kondisi atas dampak aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Hingga kini, aktivitas vulkanik Gunung Agung terus dipantau oleh PVMBG. Pemantauan dilakukan selama 24 jam. Sejauh ini, PVMBG sebatas memberikan rekomendasi agar warga tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari puncak Gunung Agung atau pada elevasi 950 meter di atas permukaan laut. Sedangkan untuk lalu lintas penerbangan, baik domestik maupun internasional, masih berlangsung normal.

Gunung Agung diketahui terakhir kali meletus rentang 1963-1964. Pada letusan Gunung Agung kala itu, proyektil material yang dilontarkan sejauh 6 kilometer dengan volume erupsi mencapai 0,84 kilometer kubik. (tyk)

Duh! Kemiskinan di Sulbar Berada di Atas Angka Nasional

Ilustrasi

Ilustrasi

Mamuju, KABAROKE — Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Barat mencapai 10,70 persen dan akan berupaya diturunkan menjadi 9,06 persen pada tahun 2022.

“Angka kemiskinan di Sulbar mencapai 10,70 persen dan sesuai target rencana pembangunan jangka menengah daerah akan diturunkan menjadi 9.06 persen tahun 2022,” kata Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulbar Junda Maulana di Mamuju.

Ia mengatakan angka kemiskinan di Sulbar masih diatas angka rata rata kemiskinan nasional sehingga akan terus diturunkan pemerintah.

Menurut dia, dengan semangat transparansi penyelenggaraan pemerintahan, masyarakat dapat mengetahui substansi proses penyusunan sehingga dapat memberikan masukan guna perbaikan RPJMD Sulbar agar target peningkatan pembangunan dapat dicapai.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulbar sampai ini berada pada tren positif dan diatas angka rata-rata nasional, yakni mencapai 5,01 persen, dan target pertumbuhan hingga masa akhir RPJMD ditahun 2022 mencapai sebesar 8,3 persen.

“Untuk indeks ketimpangan pendapatan (GINI RASIO) masih rendah dibandingkan angka rata-rata nasional sebesar 0,39 persen, dan target penurunan pada tahun 2022 adalah sebesar 0,32 persen,” katanya.

Sementara, lanjutnya, untuk tingkat pengangguran terbuka pada angka 2, 98 persen di bulan Maret 2017, jauh di bawah angka rata-rata nasional sebesar 5,33 persen, dan target pada tahun 2022 sebesar 2,23 persen.

“Kemudian untuk infrastruktur dengan target tingkat kemantapan jalan provinsi tahun 2022 sebesar 95,20 persen dan indikator rasio elektrifikasi ditarget menjadi 96,00 persen, target RPJMD Sulbar tersebut akan disempurnakan disampaikan bersama DPRD Sulbar untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda),” katanya. (***)

Buka Workshop APPSI di Medan, Ini Harapan Gubernur Syahrul

Gubernur Sulsel Syahrul YL Buka Workshop APPSI di Medan

Gubernur Sulsel Syahrul YL Buka Workshop APPSI di Medan

Medan, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Syahrul Yasin Limpo, membuka secara resmi pelaksanaan workshop Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Santika Premiere Dyandra, Kota Medan, Sumut, Rabu, 20 September. Kehadiran Gubernur Syahrul dalam perhelatan tersebut dalam kapasitasnya selaku Ketua APPSI.

Workshop APPSI membahas pengentasan kemiskinan di tingkat provinsi dengan tema ‘Strategi Pengentasan Kemiskinan dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Daerah’. Kegiatan tersebut dihadiri oleh gubernur dan wakil gubernur serta kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Syahrul memuji kemajuan Sumut dibawah kepemimpinan Gubernur Tengku Erry Nuradi. Diharapkannya agar workshop tersebut benar-benar menjadi ajang berbagi pengalaman para kepala daerah tingkat provinsi. Kemajuan yang dialami sebuah daerah, sambung dia, mesti ditularkan ke daerah lain.

“Workshop APPSI bertujuan menjadi wadah saling berbagi pengalaman dan penajaman isu yang akan dibahas secara holistik,” kata Gubenur Syahrul, dalam keterangan tertulisnya, Rabu kemarin.

Gubernur Sulsel dua periode tersebut melanjutkan APPSI harus mampu menjawab tantangan zaman ditengah kencangnya arus globalisasi. APPSI juga harus menjadi bagian penting dalam memberikan masukan kepada presiden terkait isu-isu strategis.

“Saya selaku ketua berharap workshop ini memberikan masukan yang positif bagi daerah,” pungkas mantan Ketua DPD Golkar Sulsel tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, menyambut gembira atas dipilihnya daerahnya sebagai tuan rumah pelaksana workshop APPSI. Diharapkannya agar tema yang diangkatnya benar-benar dapat diimplementasikan untuk kemajuan daerah.

“Kami sebagai tuan rumah menyambut gembira pelaksanaan workshop APPSI, apalagi mengangkat tema pengentasan kemiskinan,” sebut Gubernur Erry.

Gubernur Erry juga menjelaskan tentang kemajuan Sumut, termasuk pengembangan infrastruktur di Bandara Kualanamu. (tyk)

Granat Sultra Ajak Masyarakat Ikut Perangi Narkoba

Ilustrasi

Ilustrasi

Kendari, KABAROKE — Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Sulawesi Tenggara LM Bariun mengajak masyarakat setempat untuk memerangi bandar penyalahgunaan dan peredaran narkoba di daerah itu.

“Ini kejahatan bersama yang harus dilawan. Kalau tidak diperangi maka generasi kita akan dirusaki, katanya di Kendari, Rabu (20/9).

Ia mengatakan bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang sudah masif di daerah itu, khususnya di Kota Kendari.

“Kasus penyalahgunaan tablet PCC di Kendari yang menyebabkan sekitar 80 orang warga mendapatkan perawatan serius di rumah sakit menjadi bukti bahwa barang haram itu sudah diedarkan secara masif,” katanya.

Ia mengatakan korban dalam kejahatan itu tidak hanya menimpa orang dewasa, tetapi juga anak sekolah, mulai SMA, SMP, bahkan SD. Mereka sudah menjadikan anak-anak itu target pemasaran barang haram tersebut.

“Sehingga tidak ada kata lain selain melakukan perlawanan secara all out kepada para bandar pelaku kejahatan narkoba,” katanya.

Ia meminta warga untuk berperan aktif dalam pengawasan di lingkungan rumah, pekerjaan, dan sekolah guna mencegah terjadinya lagi tindak kejahatan terkait dengan peredaran narkoba.

“Jika ada mendengar, melihat, atau menemukan pelaku kegiatan narkoba segera laporkan kepada pihak berwajib terdekat, jangan takut,” katanya. (***)

BMKG Prediksi Sebagian Jabodetabek Diguyur Hujan Malam Ini

BMKG

BMKG

Jakarta, KABAROKE — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi sebagian besar wilayah di Jabodetabek diguyur hujan pada hari ini.

Dalam laman resminya, BMKG mengeluarkan peringatan dini waspada hujan disertai kilat/ petir dalam durasi singkat di wilayah Depok dan Bogor pada malam hari.

Sebagian besar Jabodetabek diperkirakan cerah dan berawan pada pagi hari. Namun berbeda dari wilayah lainnya, Kepulauan Seribu diprediksi hujan lokal.

Hujan meluas ke wilayah lain pada siang hari. BMKG memprediksi hujan lokal akan mengguyur wilayah Bogor dan Depok, sementara wilayah Jabodetabek lainnya diperkirakan cerah.

Pada malam hari, hujan dengan intensitas sedang masih akan mengguyur wilayah Depok. Demikian pula dengan Bogor yang diprediksi hujan disertai kilat/ petir. Hujan dengan intensitas ringan juga diperkirakan mengguyur Jakarta Selatan dan Tangerang pada malam hari.

Sementara itu, wilayah Jabodetabek yang lain, seperti, Bekasi, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprediksi cerah berawan.

BMKG juga memperkirakan suhu di Jabodetabek hari ini akan berkisar 23 derajat Celcius hingga 33 derajat Celcius dengan kelembaban antara 35 hingga 90 persen. (***)

1 2