Gelar Operasi Zebra 2017, Kendaraan Begini yang Dicari Polisi

Operasi Zebra 2016 Digelar 16-29 November

Operasi Zebra 2017

Makassar, KABAROKE — Kepolisian Republik Indonesia alias Polri menggelar Operasi Zebra 2017 mulai 1 November hingga 14 November. Tak terkecuali di Sulsel, operasi untuk meningkatkan disiplin berlalu-lintas masyarakat telah mulai dilakukan. Hal itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra di Halaman Markas Polda Sulsel, Rabu, 1 November.

Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra di Kota Makassar dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Muktiono. Kegiatan tersebut diikuti pula oleh sejumlah pimpinan Polda Sulsel, mulai dari wakil kapolda Brigjen Guntur Laupe hingga para pejabat maupun perwira Polda Sulsel. Hadir juga perwakilan dari POM AD, Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja.

Muktiono menyampaikan fokus sasaran Operasi Zebra 2017 yakni kendaraan bermotor yang melawan arus. Selain itu, para personel Polri juga diminta untuk menindak kendaraan bermotor yang menggunakan rotator, sirine, strobo dan lampu blitz. Begitu pula dengan kendaraan bermotor yang menggunakan pelat motor tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Fokus sasaran Operasi Zebra sudah termaktub dalam amanat dari Kakorlantas Polri yakni mulai dari kendaraan bermotor yang melawan arus lalu lintas, menggunakan rotator, sirine, strobo dan lampu blitz hingga menggunakan pelat kendaraan bermotor yang tidak sesuai spektek (spesifikasi teknis),” kata Muktiono.

Muktiono melanjutkan Operasi Zebra 2017 diharapkan mampu meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara. Tujuan lainnya yakni meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalulintas, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas, meningkatkan kepercayaan masyarakat dan terwujudnya kamsebtibcar lantas jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. (***)

Daya Beli Petani Sulsel Naik 0,74 Persen

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam Rilis Data Inflasi

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam Rilis Data Inflasi

Makassar, KABAROKE — Setelah sempat anjlok, Nilai Tukar Petani (NTP) Sulsel akhirnya mengalami pergerakan positif pada Oktober 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP Sulsel menembus 100,76 atau naik 0,74 persen dibandingkan torehan September 2017 yang hanya 100,02.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan daya beli petani di daerahnya akhirnya terdongkrak selaras dengan melonjaknya tiga subsektor, mulai dari tanaman pangan, perkebunan rakyat dan perikanan. Adapun dua subsektor lain yakni hortikultura dan peternakan masih terbilang lesu alias mengalami penurunan.

“NTP Sulsel periode Oktober 2017 terlihat cukup menggembirakan. Tercatat kenaikan 0,74 persen menjadi 100,76. Semoga NTP yang merupakan gambaran atas daya beli petani bisa terus meningkat,” kata Nursam, saat merilis perkembangan NTP Sulsel pada Oktober 2017 di Makassar.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di pedesaan. NTP menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi. Semakin tinggi NTP, semakin kuat daya beli petani. Adapun NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang harus dibayarkan petani.

Nursam memaparkan lonjakan NTP Sulsel pada Oktober 2017 terjadi dikarenakan adanya kenaikan pada indeks yang diterima petani (it) mencapai 0,62 persen. Selanjutnya, kondisi tersebut dipermantap dengan adanya penurunan pada indeks yang dibayar oleh petani sebesar 0,12 persen. “Perhitungannya dikalkulasi dari selisih antara indeks yang dibayarkan dengan indeks yang diterima petani.”

Berdasarkan data BPS, kenaikan tertinggi dialami subsektor perkebunan rakyat yang pertumbuhannya melonjak 2,95 persen. Disusul subsektor perikanan (0,68 persen) dan subsektor tanaman pangan (0,52 persen). Adapun dua subsektor yang mengalami penurunan terbesar adalah hortikultura (-0,51 persen), disusul peternakan (-0,13 persen). (***)

Keluarga Besar Haji Askar Total di NH-Aziz

Tokoh Masyarakat Bulukumba H Askar Siap Menangkan NH-Aziz

Tokoh Masyarakat Bulukumba H Askar Siap Menangkan NH-Aziz

Bulukumba, KABAROKE — Tokoh masyaralat Bulukumba, H. Askar HL siap total memenangkan pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) pada pilgub mendatang.

Hal tersebut diungkapkan langsung mantan calon Bupati Bulukumba ini saat NH menghadiri takziah ayahanda H. Askar HL, pukul 22.00 wita, Rabu (1/11).

“Pak NH itu siri’ saya di Bulukumba. Jadi, saya akan dukung secara maksimal supaya NH-Aziz nanti menang,” tuturnya.

Askar juga menuturkan, dirinya telah lama memiliki ikatan batin dengan sosok NH. Hubungan erat keakaraban telah dijalin keluarga Askar dengan NH sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“Orang tua saya petani cengkeh, bersahabat baik dengan NH sebagai orang koperasi. Sudah lama sekali kita kenal dekat dengan beliau,” tuturnya.

Sewaktu menjabat sebagai Ketua Puskud Hasanuddin, NH mengeluarkan kebijakan agar pro petani cengkeh. Saat itu, produksi cengkeh di Sulsel mengalami over capacity. Namun, ia merumuskan tata niaga cengkeh agar harga cengkeh bisa kembali stabil.

Suasana hangat pun terlihat saat NH berbaur dengan kerabat Askar HL dan tamu takziah tadi malam. Sejumlah undangan larut dalam keakraban sambil berfoto bersama dengan salam khas NH-Aziz, salam Sulsel Baru, salam perjuangan melawan ketimpangan pembangunan di desa dan kota. (***)

Jelang Deklarasi, Parpol Pengusung NH-Aziz Dipastikan Bertambah

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Bulukumba, KABAROKE — Pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) akan segera menggelar deklarasi pencalonan untuk bertarung pada Pilgub mendatang.

Menjelang deklarasi pencalonan di Lapangan Karebosi, Minggu (17/11) nanti, sejumlah partai pengusung dipastikan akan bertambah. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh NH dalam kegiatan bertajuk NH-Aziz Menyapa Warga Bulukumba di Warkop 343, Jl. M. Noor, Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

“Masih ada dua partai lagi yang akan bersama-sama dengan kita untuk maju di Pilgub. Jadi, totalnya nanti akan ada enam partai mengusung NH-Aziz.

Namun, Ketua Harian DPP Golkar ini masih merahasikan kedua parpol yang bakal merapatkan barisan menuju Sulsel Baru tersebut. Ia menuturkan, komunikasi politik selalu dijalin agar tercapai visi bersama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Sulsel.

“Belum sekarang waktunya, tapi sudah penandatanganan pengusungan NH-Aziz untuk Pilgub Sulsel,” terangnya.

Sebelumya, Ketua Golkar Sulsel ini juga menyatakan berupaya merangkul semua pihak dalam merealisasikan Gerakan Membangun Kampung. Kembalinya tokoh nasional dan internasional ini ke Sulsel menjadi penegasan dirinya maju sebagai calob gubernur bukan untuk mengejar kekuasaan.

“Karena itu, meski dukungan kursi dari Golkar sudah cukup, kami tetap menggalang dukungan dari parpol lain,” ujarnya beberapa waktu lalu di Makassar.

Saat ini, pasangan NH-Aziz telah didukung oleh empat partai. Di antaranya, Golkar (18 kursi), PPP kubu Djan Faridz (7 kursi), Nasdem (7 kursi) dan PKPI (1 kursi). Dengan kursi itu, NH-Aziz sudah memenuhi persyaratan maju pada pilgub melalui jalur partai. (***)

Tahun Depan, UMP Sulsel Tembus Rp2,6 Juta

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyepakati besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan diberlakukan pada 2018 sebesar Rp2.647.767. Tercatat kenaikan Rp212.000 dibandingkan UMP 2017.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Agustinus Appang, mengatakan penetapan UMP 2018 telah disetujui melalui terbitnya SK Gubernur Nomor 2628/X/2017 yang diteken langsung oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Penetapan besaran UMP Sulsel merujuk pada PP Nomor 78 Tahun 2015 yang mengambil standar pada tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional. Pun telah dilaksanakan pertemuan tripartit antara pengusaha, pemerintah, dan perwakilan buruh yang difasilitasi oleh dewan pengupahan.

“Angka itu (UMP 2018 sebesar Rp2,6 Juta) sudah menjadi kesepakatan waktu rapat dengan dewan pengupahan. Tidak ada revisi lagi. Kita harus konsisten menjalankan aturan yang sudah disepakati,” kata Agustinus, di Makassar.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Agustinus menegaskan akan intensif melakukan pengawasan. Dia menyadari jika pemberlakuan sebuah aturan pasti tidak selalu mendapat respons positif. Namun mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus diterapkan.

Agustinus mengharapkan kondisi perekonomian Sulsel terus membaik sehingga para pengusaha mampu membayarkan gaji karyawan atau buruh sesuai aturan yang telah ditetapkan. (***)

Kr. Sanggu: NH Orangnya Dermawan Sedari Dulu

Karaeng Sanggu Puji Kepemimpinan Nurdin Halid

Karaeng Sanggu Puji Kepemimpinan Nurdin Halid

Jeneponto, KABAROKE — Sosok Nurdin Halid sebagai sosok macca mappatuo tau atau pandai membesarkan orang tidak hanya diakui segelintir orang saja.

Sebutan itu juga diakui oleh salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Jeneponto, Karaeng Sanggu. Dirinya dibesarkan oleh sosok NH semasa bersama-sama bergabung di organisasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia.

“Sewaktu dia menjabat Ketua AMPI Sulsel, saya sebagai Wakil ketua AMPI Jeneponto. Kader-kadernya di AMPI tidak pernah lepas dari kepeduliannya Pak NH,” bebernya.

Kepala Desa Paitana, Kecamatan Turatea ini membeberkan, Ketua Dewan Koperasi Indonesia tersebut merupakan sosok dermawan sejak dulu.

“Kalau urusan kesejahteraan anggota, dia tidak akan kikir. Orangnya dermawan, selalu jor-joran, kalau kita kemana-mana pasti diberi fasilitas kelas satu,” ujarnya.

Ia pun mengakui kepiawaian pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dalam mensejahterakan warga. Sebab, semasa mengemban amanah sebagai Ketua AMPI Sulsel, dirinya turut membantu peningkatan di sektor perekonomian warga.

“Waktu dia menjabat ketua, AMPI maju denhan gerakan penguatan ekonomi lemah. Modalnya, sampai 50 juta perkabupaten dikelola untuk memajukan pembangunan di daerah,” terangnya.

Sehingga, eks Lurah Bontosunggu ini meyakini NH mampu menjalankan program Gerakan Membangun Kampung saat terpilih menjadi Gubernur Sulsel nantinya. Program untuk mengatasi ketimpangan pembangunan di kampung dan desa tersebut menjadi program andalan pasangan nasionalis-religius ini.

“Saya sudah lama kenal bagaimana orangnya dan tahu betul, sudah tidak diragukan lagi pasti bisa direalisasikan programnya,” tandasnya. (***)

Di Jember, Sopir Angkot Tolak Angkutan Online

Ilustrasii

Ilustrasii

Jember, KABAROKE — Ratusan sopir angkutan kota (angkot), tukang ojek konvensional dan tukang becak demonstrasi menolak perubahan trayek angkutan kota dan menolak ojek online di pendapa Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu.

“Dari hasil pertemuan antara pengemudi angkot dan Dishub Jember disepakati bahwa dilakukan penundaan terkait penambahan trayek angkutan kota di daerah pinggiran, sehingga proses untuk penambahan trayek tersebut ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Ketua Paguyuban angkot Jember Suwono kepada sejumlah wartawan di Jember.

Menurutnya, penundaan atas penambahan trayek tersebut harus dilakukan karena Kabupaten Jember dinilai masih belum memiliki luas wilayah yang besar, sehingga untuk saat ini dinilai belum saatnya untuk menambah trayek baru.

Ketua Ojek Pangkalan Misyono mengatakan tukang ojek konvensional mengeluhkan sepinya penumpang karena banyak penumpang yang beralih ke ojek daring, sehingga pendapatan mereka menurun drastis. (***)

Demokrat Dukung IYL-Cakka di Pilgub Sulsel

IYL-Cakka (paling kanan) didukung Demokrat pada Pilgub Sulsel 2018 [dok net]

IYL-Cakka (paling kanan) didukung Demokrat pada Pilgub Sulsel 2018 [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Teka-teki kemana arah dukungan Partai Demokrat di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, akhirnya terjawab. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjatuhkan pilihan ke “Mr Komitmen” Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Kepastian partai pemilik 11 kursi di DPRD Sulsel ini ditandai dengan surat tugas yang diserahkan Sekretaris Jenderal DPP ke Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah di Markas DPP di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Dalam penyerahan yang turut disaksikan sejumlah pentolan DPP Demokrat, seperti politisi asal Sulsel Andi Timo Pangerang, IYL-Cakka juga kompak hadir. Keduanya bahkan mengenakan baju berwarna biru.

Sesuai rencana, dukungan Demokrat itu selanjutnya akan diserahkan secara resmi oleh DPD Demokrat Sulsel ke IYL-Cakka yang diagendakan, Jumat (03/11/2017) besok di Makassar.

“Paling lambat tanggal 3 kita serahkan ke kandidat (IYL-Cakka),” kata Ni’matullah kepada wartawan, saat dikonfirmasi mengenai dukungan partainya ke Punggawa Macakka, Kamis (02/11/2017).

Pemberian surat tugas ini akan menjadi pegangan sementara bagi IYL-Cakka tentang dukungan Demokrat. Sebab, penyerahan dalam bentuk SK akan dilakukan secara serentak ke kandidat gubernur di sejumlah daerah di Indonesia oleh SBY paling lambat akhir bulan ini.

Sementara itu, IYL saat dikonfirmasi juga mengakui akan menerima dukungan Demokrat melalui DPD Sulsel untuk selanjutnya dijadikan pegangan sebelum terbit SK jika ia bersama Cakka tidak ada lagi masalah dengan syarat dukungan parpol.

“Kemarin, saya dan Pak Cakka hadir dipenyerahan itu dari Sekjen ke Ketua DPD. Insya Allah, selanjutnya DPD akan mengagendakan untuk penyerahan ke kami di Makassar,” terang IYL.

Mengenai rekomendasi dalam bentuk SK, IYL dan Cakka akan diundang kembali dalam waktu dekat oleh DPP untuk menerima langsung dari tangan Ketua Umum DPP Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (***)

NH Paparkan Langkah Pemerataan Pembangunan di Markas NA

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Bantaeng, KABAROKE — Ketua Dewan Koperasi Indonesia, Nurdin Halid menuturkan kondisi pembangunan Sulsel yang tidak merata antara di kampung dan di kota. Meskipun pertumbuhan daerah meningkat, tetapi kesejahteraan masih sebatas dirasakan oleh warga kota.

Karena itu, pasangan Abdul Aziz Qahhar ini mengusung Tri Karya Pembangunan dalam melakukan pemerataan pembangunan di Sulsel hingga ke seluruh pelosok.

“Itulah saya ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat Sulawesi Selatan hingga ke pelosok-pelosok. Kalau Pak Harto punya Trilogi Pembangunan, Jokowi-JK menawarkan Nawa Cita, maka NH-Aziz dengan Tri Karya Pembangunan,” tutur NH saat silaturahmi bersama warga Bantaeng di Pantai Seruni, Bantaeng, Rabu (1/11) malam.

Tri Karya pertama dimaksud adalah pembangunan berbasis infrastruktur. Ia menuturkan, peningkatan kesejahteraan akan meningkat jika ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.

“Kalau di jalanan, masuk ke kebun, sawah, perikanan itu mulus makan biaya produksi turun, biaya pemasaran turun. harga bisa dinikmati oleh pemilik, dinikmati oleh konsumen. Tapi kalau jalan tidak mulus maka itu menaikkan biaya produksi dan pemasaran meningkat,” bebernya.

Tri karya kedua ialah pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan. Eks Ketua Dewan Koperasi ASEAN ini menuturkan, potensi rakyat sebagai penggerak roda ekonomi daerah harus ditonjolkan. Sehingga, rakyat jugalah yang merasakan dampak pertumbuhan ekonomi.

“Ekonomi rakyat ini bisa digerakkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulsel. Mulai dari petani, nelayan, pedagang, pekebun, peternak, dan sebagainya. Kita akan siapkan kredit kesejahteraan masyarakat dengan bunga 0%,” bebernya.

Ketiga, pembangunan berbasis kearifan lokal. Eks Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, pembangunan tetap perlu dilandasi nilai-nilai lokal agar mencerminkan jati diri daerah.

“Bersama ustad Aziz kita akan perhatikan kesejahteraan imam desa supaya diberi insentif dari Rp300 ribu per bulannya menjadi Rp1 juta perbulan,” ujarnya.

Dengan Tri Karya Pembangunan tersebut, visi Sulsel Baru yang diusung pasangan nasionalis-religius ini akan terwujud. Pemerataan pembangunan di Sulsel akan berjalan sesuai dengan Gerakan Membangun Kampung. (***)

Mantan Teroris Ini Berbagi Tips Agar Tak Terjerumus ke Paham Radikal

Mantan Teroris Sofyan Tsauri

Mantan Teroris Sofyan Tsauri

Jakarta, KABAROKE — Mantan teroris Muhammad Sofyan Tsauri mengajak generasi muda untuk mengaktualisasikan diri secara cerdas dan jangan sampai terjerumus dalam hal yang negatif termasuk radikalisme dan terorisme.

“Generasi muda harus cerdas dalam mengaktualisasi diri terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme,” kata Sofyan, seperti dilansir Antara, Kamis, 2 November.

Ia mengatakan generasi muda memiliki energi yang besar dan idealisme yang kuat. Belajar dari perjalanan hidupnya, Sofyan mengajak generasi muda untuk mengarahkan energi dan idealismenya pada hal-hal positif yang lebih bermanfaat bagi sesama manusia, bangsa dan negara.

Sofyan sendiri pernah menjadi anggota polisi dan berdinas di Polres Depok. Ia kemudian keluar dari kepolisian dan bergabung dengan jaringan Al Qaeda. Ia pernah divonis 6 tahun penjara.

Kini Sofyan sudah bertobat dan bahkan aktif membantu pemerintah dalam menyuarakan perdamaian dan antiradikalisme terorisme.

Ia mengajak generasi muda mewaspadai dan melawan propaganda kelompok radikal yang memang menyasar kalangan muda sedang berada pada tahap haus ilmu dan informasi untuk direkrut menjadi anggotanya.

Dia menegaskan bahwa ajaran radikalisme tidak cocok bagi Indonesia sebagai bangsa majemuk yang menghargai perbedaan karena ideologi kekerasan ini justru membuat perpecahan bangsa dengan motif agama.

“Ini harus benar-benar diwaspadai generasi muda agar mereka tidak salah jalan. Jangan sampai semangat mengaktualisasi diri dengan kemajuan teknologi dikotori oleh ujaran kebencian yang mengajak pada suatu permusuhan hanya karena perkara sepele,” katanya.

Menurut dia, generasi muda harus terus menerus diberikan edukasi tentang jati diri bangsa sehingga tidak mudah ternoda oleh paham-paham yang merusak. (***)

1 2