Ini Pertimbangan PSM Lepaskan Pavel Purishkin

Pavel Purishkin Calon Bomber PSM [dok net]

Bomber PSM Pavel Purishkin  PSM [dok net]

Makassar, KABAROKE — PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (PT PSM) yang menaungi tim “Juku Eja” mengatakan kemungkinan besar akan melepas striker asingnya yakni Pavel Purishkin karena penampilannya yang belum memenuhi ekspektasi.

“Untuk masa depan Pavel Purishkin, kemungkinan besar akan kita lepas,” kata CEO PT PSM, Munafri Arifuddin.

Pemain yang bergabung bersama PSM Makassar pada putaran kedua kompetisi Liga 1 2017. Pemain asal Uzbekistan itu didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Reinaldo Elias yang dicoret manajemen diakhir putaran kedua.

Setelah tampil di beberapa laga penting, pemain yang bersangkutan terlihat belum mampu menjadi mesin pembunuh meski ada beberapa gol yang lahir dari kakinya menjadi penentu kemenangan tim kebanggaan masyarakat Makassar tersebut.

Namun jelang laga-laga akhir, Pavel justru lebih sering dicadangkan pelatih PSM Robert Rene Alberts. Kondisi itu tentu semakin mempersulit dirinya membuktikan potensi yang dimiliki kepada manajemen.

Apalagi pemain tersebut memang bukanlah buruan satu-satunya ketika itu. PSM sebelumnya telah membidik beberapa striker pengganti Elias diantaranya ilija Spaspojevic (Bhayangkara FC), Thiago Furtuoso (Madura United) serta penyerang Mauricio Leal yang memilih bergabung dengan Persipura.

“Kita memang akan lebih dulu fokus merampungkan pemain asing. Jadi untuk Pavel memang kemungkinan besar tidak kita pertahankan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan segera mendatangkan pemain untuk mengisi posisi yang ditinggalka Pavel.

“Tentu berdasarkan regulasi maka akan memilih pemain asing Asia karena kuota asing kita sudha terpenuhi dengan perpanjangan kontrak Wiljam Pluim dan Marc Anthony Klok,”sebutnya. (***)

Bapenda Sulsel : Tidak Ada Penghapusan Denda Pajak Tahun Ini

Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR

Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR

Makassar, KABAROKE — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Tautoto TR, menegaskan pihaknya tidak lagi menerapkan pemutihan alias penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada tahun ini. Hal tersebut disampaikan Tautoto menanggapi banyaknya isu terkait pemutihan pajak kendaraan yang beredar di masyarakat melalui media sosial (medsos).

“Tahun lalu kami memang pernah membuat kebijakan penghapusan denda pajak kendaraan, tapi untuk tahun ini tidak lagi diberlakukan. Kalaupun ada (masyarakat melihat informasi pemutihan pajak kendaraan di medsos), kemungkinan itu digelar oleh bapenda provinsi lain di luar Sulsel,” kata Tautoto.

Tautoto mengaku pihaknya tidak bisa memastikan kapan program penghapusan denda pajak akan kembali diterapkan di Sulsel. Musababnya, kebijakan tersebut harus melalui persetujuan Gubernur Sulsel. Tahun lalu, pihaknya memberlakukan kebijakan tersebut dalam sebagai ‘kado’ Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel sekaligus upaya meningkatkan partisipasi wajib pajak.

Lebih jauh, Tautoto mengimbau seluruh masyarakat pemilik kendaraan segera memenuhi kewajibannya dan tidak mengulur waktu dengan dalih menunggu penghapusan denda pajak. Sebab pemilik kendaraan yang kedapatan menunggak pajak dapat ditilang oleh polisi dengan denda maksimal Rp500 ribu. Saat ini, pihaknya pun terbilang intensif bersama Polri melakukan operasi penertiban.

Menurut Tautoto, sanksi tilang bagi penunggak pajak kendaraan diatur dalam Undang Undang No 2 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, serta surat Kapolri No: B/700/II/2017 tanggal 8 Februari 2017 perihal Petunjuk Pengesahan STNK. “Pemilik kendaraan yang tidak membayar pajak dan ditemukan dalam operasi penertiban akan ditindak tegas dan dapat ditilang dengan denda maksimal Rp500 ribu,” tutup dia. (***)

Italia Gagal Melaju ke Piala Dunia, Reaksi Suporter Mengejutkan

Timnas Italia

Timnas Italia

Jakarta, KABAROKE — Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 untuk pertama kali dalam 60 tahun setelah ditahan imbang 0-0 di kandang sendiri oleh Swedia, yang mengamankan tempat di Rusia dengan kemenangan agregat 1-0 pada Senin.

Swedia selamat dari gelombang demi gelombang serangan Italia pada leg kedua playoff Eropa mereka, pada malam yang diwarnai tensi tinggi dan sejumlah drama di San Siro.

Juara dunia empat kali Italia, yang tidak pernah absen berpartisipasi di Piala Dunia sejak turnamen 1958 di Swedia, menekan tamunya di area pertahanannya sendiri untuk sebagian besar jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang namun tidak mampu menemukan cara untuk membobol gawang Swedia yang dikawal Robin Olsen.

Tuan rumah, yang menikmati 75 persen penguasaan bola, mendapati tembakan-tembakan mereka disapu dari garis gawang, sedangkan peluang lain digagalkan Olsen dan permohonan penaltinya ditolak saat mereka berjuang keras mendapatkan satu gol.

“Kami tidak memiliki senjata yang tersisa. Kami hanya duduk di sana dan berharap kami dapat bertahan,” kata pelatih Swedia Jan Andersson. “Kami tidak dapat melakukan cara lain, kemampuan mereka sangat bagus.”

Peluang terbaik yang dimiliki tuan rumah adalah saat upaya Ciro Immobile yang dapat digagalkan Olsen, dan disapu oleh Victor Lindelof saat bola nyaris melewati garis gawang.

Para pemain Italia roboh di lapangan ketika peluit panjang berbunyi dan bahkan sejumlah pemain veteran seperti Giogio Chiellini tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Dukungan para penonton pun seketika mengejutkan dan berubah menjadi cemoohan yang membahana di seantero stadion. (***)

Laptop Penyidiknya Dicuri, Ini Harapan KPK kepada Polri

Juru Bicara KPK Febri Diansyah [dok net]

Juru Bicara KPK Febri Diansyah [dok net]

Jakarta, KABAROKE – Sebuah Laptop milik seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial ST, raib dicuri. Tak hanya itu, ditengarai laptop tersebut berisikan alat bukti dan penyidikan kasus yang tengah ditangani KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan peristiwa tersebut, diduga laptop yang dicuri berisikan alat bukti. KPK, lanjut Febri berharap kepolisian bisa segera mengungkap kasus tersebut.

Menurutnya, hingga kini belum diketahui siapa pelakunya dan kasus masih diselidiki oleh Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Pasti isi laptop adalah bagian dari pekerjaan yang dilajukan. Karena itu kan bagian dari perlengkapan kerja ya dan ada kehilangan, yang bersangkutan melapor ke kantor kepolisian setempat didampingi tim Pemeriksa Internal,” kata Febri saat dikonfirmasi, Selasa (14/11).

Febri melanjutkan pelaporan harus didampingi tim Pemeriksaan Internal karena itu adalah standar aturan di KPK. Dimana ketika ada perlengkapan kerja yang hilang, maka turut melibatkan juga tim tersebut.

Bahkan, Tim Pemeriksaan Internal juga melakukan klarifikasi pada penyidik tersebut. Ini dilakukan untuk melihat apakah ada dugaan kelalaian atau tidak dari hilangnya laptop berisi barang bukti kasus tersebut.

“Laptop tidak langsung dibawa ke KPK karena ada penugasan di luar kota dan pada saat itu masih dalam bagian proses penyidikan. Waktu itu memang sudah larut malam dan tidak memungkinkan untuk kembali ke kantor (KPK),” terang Febri. (***)

Bertabur Tokoh, Deklarasi Simbol NH-Aziz Harapan Masyarakat Sulsel

Wakil Ketua Panitia Deklarasi NH-Aziz Irwan Muin

Wakil Ketua Panitia Deklarasi NH-Aziz Irwan Muin

Makassar, KABAROKE — Acara puncak deklarasi pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Jumat, 17 November, bakal bertabur tokoh nasional maupun tokoh lokal. Mulai dari mantan Ketua Umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie hingga mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam, diagendakan turut menyemarakkan deklarasi pasangan nasionalis-religius tersebut.

“Intinya deklarasi NH-Aziz akan disaksikan oleh sederet tokoh, baik nasional maupun lokal. Mulai dari Aburizal Bakrie (mantan Ketua Umum DPP Golkar), Amin Syam (mantan Gubernur Sulsel), Zainal Basri Palaguna (mantan Gubernur Sulsel) hingga Tanribali Lamo (mantan pelaksana tugas Gubernur Sulsel). Semuanya itu sudah kami undang,” kata Wakil Ketua Panitia Deklarasi NH-Aziz, Irwan Muin.

Tidak hanya para ‘sesepuh’ nasional dan lokal, Irwan menyebut jika tidak aral melintang, maka seluruh anggota DPR RI dari Fraksi Golkar akan hadir pada deklarasi NH-Aziz. Begitu juga dengan para ketua-ketua parpol pengusung pasangan dengan slogan Sulsel Baru. Selain Golkar, NH-Aziz diketahui telah mendapatkan dukungan dari NasDem, PKPI dan PPP kubu Djan Faridz. Bahkan, ada dua parpol tambahan yang dikabarkan segera bergabung.

Deklarasi NH-Aziz dipastikannya pula tampil dengan konsep berbeda. Pasangan pro-rakyat kecil itu mengawali rangkaian acara deklarasi dengan kirab alias pawai keliling Sulsel pada Kamis, 16 November. NH memulai perjalanan dari kampung halamannya di Kabupaten Bone. Adapun Aziz mengawali langkahnya dari daerah asalnya di Luwu. Mereka akan meminta restu dari masyarakat sepanjang perjalanan menuju ke Kota Makassar.

“Kedua tokoh itu akan pamit dari daerah asalnya dan meminta restu kepada seluruh masyarakat. Mereka akan melalui sejumlah kabupaten/kota. Adapun daerah yang tidak dilalui tetap ada titik kumpulnya, dimana semua pihak dilibatkan. Itu sesuai dengan komitmen NH-Aziz untuk bersama-sama membangun Sulsel Baru,” tutup Sekretaris GNH-17 Sulsel tersebut. (*)

BPS : Optimisme Konsumen Sulsel Cenderung Melemah

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan konsumen di daerahnya relatif optimistis terkait kondisi ekonomi pada triwulan IV-2017. Meski demikian, derajat optimisme konsumen diakuinya terus melemah. Penurunan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terpantau sejak triwulan III-2017.

“Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulsel pada triwulan IV-2017 sebesar 101,44. Itu masih menunjukkan konsumen masih cukup yakin dengan kondisi ekonomi meski dengan tingkat optimisme yang lebih rendah dari saat ini,” kata Nursam, di Makassar.

Berdasarkan data BPS, ITK Sulsel pada triwulan III tahun ini mencapai 105,53. Bila dibandingkan dengan triwulan selanjutnya terjadi penurunan 4,09 poin. Kondisi serupa juga sebenarnya terjadi dibandingkan triwulan II-2017, dimana ITK Sulsel sempat menembus 112,27.

Menurut Nursam, meski terjadi penurunan ITK, konsumen Sulsel pada hakikatnya masih tetap yakin dengan kondisi perekonomian berada pada level yang baik. “Buktinya kan nilai ITK masih di atas 100. Itu berarti konsumen diprediksi masih yakin kondisi ekonomi akan bergerak lebih baik,” ulas dia.

Optimisme konsumen terhadap membaiknya perekonomian Sulsel, Nursam menyebut dipengaruhi proyeksi semakin baiknya pendapatan rumah tangga. Kondisi tersebut dikarenakan efek musiman yang telah selesai, dimana kondisi ekonomi kembali normal, seperti sebelum tahun ajaran sekolah maupun hari raya Idul Adha.

“Juga ada keyakinan kenaikan pendapatan diperkirakan karena adanya THR menjelang Natal dan bonus akhir tahun bagi karyawan pegawai,” ucap Nursam.

Terlepas dari proyeksi kenaikan pendapatan rumah tangga, Nursam mengaku rencana pembelian barang-barang tahan lama diperkirakan lesu. Hal tersebut terlihat dari rendahnya indeks pembelian barang tahan lama pada triwulan IV-2017 yang hanya mencapai 92,18. (***)

Menteri Perindustrian Harap Regulasi Kendaraan Listrik Segera Tuntas

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto

Jakarta, KABAROKE — Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan rancangan regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) untuk kendaraan hibrida dan listrik akan selesai dalam waktu dekat.

Ia menjelaskan rancangan regulasi LCEV itu saat ini sudah diberikan kepada Kementerian Keuangan RI untuk menentukan fasilitas berupa insentif yang akan diberikan kepada kendaraan ramah lingkungan.

“Jadi regulasinya sudah kami submit, sedang harmonisasi fasilitas dengan Kementerian Keuangan. Kami mengharapkan bisa diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara uji teknologi Nissan Note e-Power di Tangerang Selatan, belum lama ini.

Airlangga mengatakan pemerintah senantiasa mendukung pengembangan kendaraan LCEV termasuk hibrida dan listrik dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi kebutuhan terhadap imbor BBM.

Ia menambahkan, kehadiran Nissan e-Note yang tidak membutuhkan tempat pengisian daya karena menggunakan motor elektrik dengan tenaga dari baterai lithium-ion on board yang diisi menggunakan mesin bensin berukuran kecil akan menjembatani peralihan dari mobil bermesin konvensional ke berpenggerak listrik.

“Tahap pertama yang kami dorong adalah hibrida dan seperti Nissan ini yang mempersiapkan e-Power. Dua-duanya tak membutuhkan pengisian daya, itu yang kami dorong sambil menyiapkan charging station dan meningkatkan permintaan dalam negeri serta menurunkan harga,” kata Airlangga.

Pemerintah berharap Indonesia mampu memproduksi 400 ribu kendaraan listrik pada 2025 atau 20 persen dari total produksi sebanyak 2juta unit.

“Pemerintah punya target bahwa produksi EV (mobil listrik) pada tahun 2025 adalah 20 persen atau 400 ribu dari target 2 juta unit,” pungkas Airlangga. (***)

Outfest Makassar Target 25 Ribu Pengunjung

Outfest Makassar Siap Digelar di CCC pada 23-26 November

Outfest Makassar Siap Digelar di CCC pada 23-26 November

Makassar, KABAROKE — Indonesia International Outdoor Festival (II-Outfest) 2017 siap digelar di Celebes Convention Center, Kota Makassar, 23-26 November mendatang. Dalam pameran peralatan dan perlengkapan aktivitas outdoor terbesar di Indonesia itu, panitia membidik transaksi Rp5-10 miliar.

Founder sekaligus Chief Office Outfest 2017, Ronie Ibrahim, mengatakan pihaknya sebenarnya tidak ingin memasang target pada Outfest Makassar. Toh, kegiatan itu kali pertama dilaksanakan di Kota Daeng. Berbeda dengan Jakarta yang sudah dua kali sukses menghelatnya dengan capaian transaksi Rp20-25 miliar.

“Sebenarnya saya nggak ingin patok (target). Kalau Jakarta sih bisa Rp20-25 miliar, jadi ya berharap Makassar bisa capai angka Rp5-10 miliar. Itu transaksi tidak hanya barang ya, tapi juga yang lainnya, termasuk secara servis,” kata Ronie, di Makassar.

Selama pelaksanaan Outfest Makassar, Ronie menambahkan pihaknya cukup yakin jumlah pengunjung bisa tembus pada kisaran 20 ribu hingga 25 ribu orang. Jumlah itu sama dengan capaian pengunjung pada Outfest di Bandung dan Surabaya. Adapun Outfest di Jakarta, jumlah pengunjung menembus angka 50 ribu orang.

Lebih jauh, Ronie menjelaskan pihaknya tidak ingin mematok target tinggi lantaran berpendapat Outfestbukan sekadar bisnis. Perhelatan tersebut merupakan upaya mempromosikan sektor pariwisata petualangan alam. Pertimbangan lain, pihak-pihak yang berpartisipasi dalam Outfest Makassar bukanlah pemodal besar. “Kebanyakan UMKM dan usaha perorangan.” ujarnya.

Ketua Panitia Outfest Makassar 2017, Ruslan Zulkarnain, menambahkan pelaksanaan event akbar tersebut di Kota Daeng merupakan kebanggaan. Outfest, kata dia, merupakan salah satu upaya mempromosikan pariwisata alam di Sulsel yang sangat kaya. “Semoga kegiatan nanti menjadi pintu gerbang pariwisata dan budaya petualangan di Indonesia Timur,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Musaffar Syah, mendukung penuh pelaksanaan OutfestMakassar sebagai upaya memperkenalkan destinasi wisata berbasis petualangan alam. Namun, diakui dia, pemerintah daerah belum bisa memberikan bantuan besar dalam aspek materi.

“Kami akui bantuan pemerintah masih sangat terbatas, tapi kami mendukung penuh pelaksnaan Outfest.Panitia tidak salah memilih Sulsel karena banyak potensi pariwisata berbasis petualangan alam,” tutup dia. (***)

Miryam S Haryani Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta

Miryam Haryani [dok net]

Miryam Haryani [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan karena melakukan tindak pidana korupsi berupa memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan kasus korupsi KTP elektronik.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Miryam S Haryani terbukti melakukan tindak pidana korupsi yaitu dengan mengaja memberikan keterangan yang tidak benar,” kata ketua majelis hakim Frangki Tumbuwun dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Vonis itu lebih rendah dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar Miryam divonis delapan tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider enam bulan.

“Terdakwa dengan sengaja tidak memberikan keterangan yang benar padahal kewajiban bagi saksi adalah untuk memberikan keterangan yang benar. Keterangan dianggap keterangan palsu bila tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Dari yang terungkap di persidangan, bahwa terdakwa pada hari Kamis, 23 Maret 2017 diajukan sebagai saksi, disumpah,” ungkap anggota majelis hakim Anwar.

Saat itu Miryam disumpah sebagai saksi untuk persidangan terdakwa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto dalam perkara korupsi KTP-Elektronik.

Miryam mencabut BAP miliknya yang menerangkan antara lain adanya penerimaan uang dari Sugiharto dengan alasan pada saat pemeriksaan penyidikan telah ditekan dan diancam oleh 3 orang penyidik KPK padahal alasan yang disampaikan terdakwa tersebut tidak benar. (***)

Pelindo IV Tambah Container Crane di 2 Pelabuhan Indonesia Timur

Proyek Pelabuhan Disertai Peralatan Container Crane untuk Dongkrak Aktivitas Bongkar Muat Barang

Proyek Pelabuhan Disertai Peralatan Container Crane untuk Dongkrak Aktivitas Bongkar Muat Barang

Makassar, KABAROKE — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV terus meningkatkan produktivitas bongkar muat barang untuk mendorong pelabuhan kelolaan menjadi International Hub Port. Salah satu upaya yang ditempuh adalah menambah alat bongkar muat container crane guna mempercepat penurunan angka dweeling time. Terhitung November 2017, Pelindo IV menambah dua container crane, masing-masing di Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Ambon.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung, mengatakan penambahan container crane di Pelabuhan Bitung, tepatnya di terminal peti kemas sudah direalisasikan pada 10 November. Adapun pemasangan container crane tambahan di Pelabuhan Ambon akan dilakukan pada 16 November mendatang. “Untuk di Pelabuhan Bitung, totalnya ada lima unit container crane. Itu akan sangat membantu peningkatan produktivitas bongkar muat barang di pelabuhan itu,” kata Doso.

Doso menerangkan di Terminal Petikemas Bitung (PTB) sebelumnya hanya mengoperasikan empat unit container crane. Dengan jumlah yang ada itu, pihaknya telah mampu melakukan bongkar muat barang sebanyak 20.000 TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit) per bulan. Dengan ditambahnya alat container crane yang kini menjadi lima unit diyakini produktivitas bongkar muat di TPB akan semakin meningkat.

Sekadar diketahui, daya tampung di TPB setiap tahunnya mencapai 300.000 TEUs. Bertambahnya alat container crane yang dimiliki, diyakini pula semakin menambah jumlah TEUs yang akan ditampung di lapangan penumpukan petikemas di Pelabuhan Bitung.

Doso Agung menegaskan sejauh ini pihaknya terus berupaya meningkatkan produktivitas bongkar muat di semua pelabuhan kelolaan, khususnya di Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Ambon yang merupakan pelabuhan besar di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Selain memiliki lima unit container crane, pihaknya juga saat ini memfungsikan delapan unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di Pelabuhan Bitung.

“Jumlah itu masih ditambah lagi dengan satu unit Reach Stacker, satu unit Side Loader, satu unit Forklift kapasitas 7 ton, satu unit Forklift kapasitas 5 ton dan 21 unit Head Truck. Jadi sangat memungkinkan untuk kami (Pelindo IV) melayani bongkar muat di TPB dengan semaksimal mungkin,” ujar Doso.

Selanjutnya, Doso mengungkapkan tambahan satu unit container crane di Pelabuhan Ambon akan melengkapi peralatan bongkar muat di pelabuhan yang terbilang sibuk itu. Saat ini, Pelabuhan Ambon tercatat memiliki tiga unit Reachstacker, masing-masing satu unit Crane darat dan Forklift, sembilan unit Head Truck 20 feet dan dua unit Head Truck 40 feet. Jumlah itu masih ditambah dengan dua unit Rubber Tyred Gantry dan masing-masing satu unit Level Luffing Crane dan Mobil PMK.

Semua itu, sambung Dirut Pelindo IV, sebagai salah satu upaya pihaknya untuk meningkatkan konektivitas wilayah Indonesia Timur untuk mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam Bussiness Gathering 2017 yang akan digelar Pelindo IV di Surabaya, Senin, (13/11/2017).

Adapun kegiatan Bussiness Gathering 2017 merupakan sarana forum diskusi dan untuk mendengarkan suara pelanggan dalam Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) Kategori 3 fokus pelanggan yang juga diikuti oleh anak perusahan Pelindo IV, PT Kaltim Kariangau Terminal.

“Sekaligus menyosialisasikan program-program yang ada di lingkungan Pelindo IV dan anak perusahaan, seperti penerapan Integrated Billing System (IBS) yang diterapkan di Pelindo IV dan Cash Manajemen System (CMS) yang juga akan diberlakukan di PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), serta program-program lainnya baik yang ada di Pelindo IV maupun di KKT,” pungkasnya. (***)

1 2