Sukses Muncak, Difabel Upacara Hari Disabilitas di Gunung Sesean

Kaum Difabel Gelar Upacara Peringatan Hari Disabilitas di Puncak Gunung Sesean

Kaum Difabel Gelar Upacara Peringatan Hari Disabilitas di Puncak Gunung Sesean

Toraja Utara, KABAROKE – Sekitar 100 lebih pendaki bersama sembilan orang disabilitas melaksanakan Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2017 di puncak Gunung Sesean, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan pada Minggu 3 Desember 2017, sekira pukul 07.00 Wita pagi.

Upacara perayaan Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2017 yang jatuh pada setiap tanggal 3 Desember ini terselenggara dengan sederhana yang tidak hanya diikuti oleh 80 pendaki yang tergabung dalam tim Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas part II, tapi juga puluhan penggiat alam bebas yang juga melakukan pendakian di gunung ini.

Salah satu atlet difabel yang juga Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Keseteraan (PerDIK) Abdul Rahman dalam sambutannya dalam upacara ini menekankan kepada peserta acara dan publik umumnya untuk tidak lagi menggunakan istilah cacat atau tuna kepada orang yang berkebutuhan khusus.

“Tapi mengunakan kata difabel atau disabilitas. Seperti difabel buta untuk netra, difabel daksa, difabel grahita (down sindrom). Karena semua orang sama dihadapan hukum dan tidak ada manusia rusak atau cacat, ” kata Gusdur, sapaan Abdul Rahman.

Difabel merupakan singkatan dari istilah inggris ‘different ability’ atau berkemapuan berbeda. Semetara disabilitas berasal dari kata disability yang artinya tidak jauh berbeda.

Selain itu, Gusdur menuturkan rasa gembiranya karena kegiatan perayaan tahun ini banyak komunitas penggiat outdoor dan komunitas lainnya yang ikut. Padahal panitia acara ini sejak awal tidak terlalu mempublikasikan.

“Ini di luar perkiraan kita. Ternyata banyak yang ingin ikut tim pendukung. Atlet kita juga bertambah. Dari hanya tiga orang saat pendakian gunung Latimojong (Enrekang) kini menjadi 10 orang.” Kata dua.

Dengan bertambahnya atlet difabel, sebut dia, bisa diartikan bahwa para orang tua atau orang-orang sudah mengizinkan anak-anaknya mereka keluar rumah dan melakukan kegiatan yang selalu dilakukan orang umumnya. Apa lagi ini kegiatan petualang yang cukup berat bagi difabel sendiri.

Setelah upacara, tim Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas part II turun gunung sekira pukul 10.00 Wita.

Saat penurunan, para difabel kembali dikawal oleh pembimbing masing-masing tim seperti saat pendakian kemarin.

Tiap atlet mesti mengikuti prosedur yang dibuat oleh panitia pendakian. Seperti difabel harus menggunakan tracking poll dan harus mengikuti instruksi para pendampingnya.

Sementara pendamping bertugas untuk memenuhi kebutuhan atlet yang terdiri satu difabel grahita, lima difabel daksa kinetik, tiga difabel buta. Seperti mengantar buang air, mendirikan tenda atau camp, hingga menyiapkan makanan dan minuman. (***)

AirNav : Siklon Tropis Dahlia Tak Ganggu Penerbangan

Petinggi AirNav Indonesia Pantau Kesiapan Layanan Navigasi Penerbangan Makassar

Petinggi AirNav Indonesia Pantau Kesiapan Layanan Navigasi Penerbangan Makassar

Makassar, KABAROKE — Badai siklon tropis Dahlia yang melanda sejumlah daerah di Indonesia tidak berdampak pada aktivitas penerbangan. AirNav Indonesia selaku BUMN yang bergerak di bidang pelayanan pengaturan lalu lintas penerbangan memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal.

“Lalu lintas penerbangan tetap normal. Siklon tropis Dahlia tidak mengganggu aktivitas penerbangan,” kata Area Control Center Manager Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) AirNav Indonesia, Yuyun Nugraha, di Makassar, Minggu, (3/12/2017).

Menurut Yuyun, kecil kemungkinannya siklon tropis menganggu lalu lintas penerbangan. Toh, badai tersebut tatkala skalanya besar sebatas menimbulkan turbulensi. Yang bisa mengganggu lalu lintas penerbangan, sambung dia, adalah volcanic ash alias abu vulkanik karena mengandung material.

“Yang berbahaya dan diantisipasi sekarang adalah volcanic ash dari Gunung Agung. Karena itulah Bandara Lombok dan Bandara Ngurah Rai sempat buka-tutup. Volcanic ash lebih berbahaya dibandingkan siklon tropis karena adanya material yang bisa masuk ke mesin pesawat (dan mengakibatkan kecelakaan),” ulas Yuyun.

Menurut Yuyun, berbekal dengan teknologi penerbangan yang kini sudah canggih, pilot juga sudah bisa melihat kondisi cuaca. Kalau pun dalam rute penerbangan itu ada siklon tropis, pilot dapat mengalihkan rute penerbangan. Jadi, dampak siklon tropis Dahlia sebatas membuat petugas di menara kontrol alias ATC menjadi lebih sibuk.

“Biasanya begitu, kalau ada gangguan atau potensi (ancaman cuaca buruk), pilot akan mengalihkan rute penerbangan. Itu akan membuat ada slot yang menjadi padat dan yang sibuk ya orang ATC karena harus mengatur semuanya,” pungkas dia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri memang lebih mengimbau kepada nelayan untuk mewaspadai siklon tropis Dahlia yang berpotensi hujan deras disertai angin kencang. Toh, siklon tropis tersebut kecenderungannya berpusat di perairan, bukannya daerah pesisir. (***)

Mendaki 3 Jam, Difabel Sukses Muncak di Gunung Sesean

Pendaki dari Kaum Difabel Sukses Taklukkan Gunung Sesean

Pendaki dari Kaum Difabel Sukses Taklukkan Gunung Sesean

Enrekang, KABAROKE – Tim Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas Part II akhirnya menggapai puncak gunung Sesean, Kabupaten Toraja Utara sekitar pukul 16.30 Wita, Sabtu (2/12/2017).

Pendakian bersama difabel ini dalam rangka memperingati hari penyandang disabilitas Internasional 2017 yang jatuh tiap tanggal 3 Desember.

Sekitar 70 orang penggiat alam bebas bersama 9 orang penyandang disabilitas ini start dari kaki gunung sekitar pukul 15.00 wita.

Sebelum melakukan pendakian,
gabungan penggiat outdoor dan difabel ini dibagi ke dalam tim kecil yang terdiri atas 5 – 6 orang dan satu orang penyandang disabilitas.

Tim tiba pertama di puncak gunung yang memiliki ketinggian 2100 mdpl ini adalah tim yang beranggotakan difabel buta dan daksa kinetik.

Cuaca selama pendakian relatif cerah hingga tim rata-rata tiba saat petang.

Salah satu atlet difabel daksa, Agusalim mengatakan sangat merasakan sensasi yang sangat dalam pendakian ini.

“Jika dibandingkan dengan tidur di hotel selama dua malam, disini lebih sensional. Dengan pendakian ini kita ingin perlihatkan bahwa difabel juga bisa mendaki gunung. Karena kami selalu dipandang sebelah mata, ” ujar Agus di puncak Sesean.

Dia juga berharap dengan kegiatan ini bisa mendapat perhatian publik lebih luas. “Kita juga butuh dukungan pemerintah bukan hanya materi tapi juga dorongan moril, ” pintanya.

Sementara difabel buta Abdul Rahman sangat bersyukur bisa muncak. Apa lagi sebelum malam tiba.

Selama perjalanan, dia mengatakan bergerak atas instruksi dari pendampingnya yang berada di belakang, depan dan sampingnya. Jika pendamping mengatakan kanan maka dia akan berjalan arah kanannya.

“Sempat tergelincir karena lambat terima instruksi, ” kata dia.

Rahman memiliki sekitar 30 persen penglihatan dan pada peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2016 lalu sukses mencapai puncak Latimojong, Enrekang.

“Saya sudah tidak mengalami kesulitan dalam orientasi mobilitas karena intruksinya tepat. Berbeda dengan pendakian Latimojong yang kadang tidak tepat instruksinya dan masih ditarik pakai tali webing yang dililit di pinggang. Di sini (Sesean) saya hanya dipakaikan harness – pengaman panjat tebing — tapi sudah tidak ditarik, ” kata dia. Selain itu dia sudah membawa beban daypack di punggung.

Menurutnya pendakian di Latimojong menjadi pembelajaran berharga untuk orientasi mobilitas dan komunikasi instruksi.

Pendakian difabel ini juga diluar dugaan, kata Rahman, karena hanya menumpuh waktu 3 jam. Sebelumnya diprediksi 4 – 5 jam tiba di puncak.

Rencananya pada Minggu besok yang bertepatan dengan hari penyandang disabilitas Internasional 2017 akan digelar upacara di puncak gunung Sesean. (***)

Indo Barometer : Elektabilitas Jokowi Masih yang Tertinggi

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Jakarta, KABAROKE — Survei Indo Barometer terbaru menunjukan Joko Widodo (Jokowi) masih unggul dengan memiliki tingkat kepercayaan dan keterpilihan yang tertinggi untuk dipilih menjadi presiden dibanding nama-nama lainnya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodhari saat rilis survei di Jakarta, Minggu (3/12/2017), mengatakan, dalam survei yang digelar pada pada 15-23 November 2017 di seluruh Provinsi di Indonesia yang meliputi 34 Provinsi, Jokowi masih teratas.

Survei mendapati, pilihan calon presiden berdasarkan pertanyaan terbuka dalam survei dengan sampel sebanyak 1.200 responden tersebut, Jokowi meraih 34,9 persen, menyusul Prabowo Subianto 12,1 persen, Anies Baswedan 3,6 persen, Basuki Tjahaja Purnama 3,3 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Ridwan Kamil 2,8 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 2,5 persen.

Sementara untuk pilihan calon presiden dengan 6 nama Joko Widodo meraih 44,9 peraen, Prabowo Subianto 13,8 persen, Anies Baswedan 6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,5 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen dan Jusuf Kalla 1 persen. Sedangkan sisanya tidak memilih.

Sementara berdasarkan 4 variasi simulasi 2 nama, pilihan calon presiden didapati Joko Widodo 50,9 persen versus Prabowo Subianto 20,8 persen. Sedangkan responden yang menjawab rahasia, belum memutuskan, tidak akan memilih, tidak tahu dan tidak jawab 28,3 persen.

Joko Widodo 47 persen versus Anies Baswedan 20,5 persen. Sedangkan responden yang menjawab rahasia, belum memutuskan, tidak akan memilih, tidak tahu dan tidak jawab 32,6 persen.

Joko Widodo 46,9 persen versus Gatot Nurmantyo 18,8 persen. Sedangkan responden yang menjawab rahasia, belum memutuskan, tidak akan memilih, tidak tahu dan tidak jawab 34,4 persen.

Joko Widodo 50,3 persen versus Agus Harimurti Yudhoyono 17,3 persen. Sedangkan responden yang menjawab rahasia, belum memutuskan, tidak akan memilih, tidak tahu dan tidak jawab 32,4 persen.

Qodhari mengatakan, Jokowi memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya dalam survei didapati Joko Widodo paling dikenal dan paling disukai. Tingkat pengenalannya mencapai 98,9 persen dan tingkat kesukaan 98,2 persen.

Joko Widodo juga paling sesuai dengan selera (alasan) publik dalam memilih calon presiden. Menurut survei Terdapat lima alasan utama publik memilih calon presiden yaitu tegas 19,7 persen, merakyat 10,6 persen, kerja nyata 7,8 persen, orangnya baik 6,8 persen, ramah dan bijak 5,7 persen.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, Jokowi menduduki peringkat pertama. Jokowi dinilai 41,1 persen responden, disusul Prabowo Subianto 37,3 persen dan Gatot Nurmantyo 11 persen. Jokowi dinilai merakyat 98,4 persen, kerja nyata Joko Widodo meraih 100 persen, ramah dan bijak Joko Widodo meraih 94,1 persen disusul Anies Baswedan 5,9 persen.

Sementara tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Joko Widodo sebagai presiden cukup tinggi 67,2 persen, sedangkan yang tidak puas 28,5 persen. Tidak tahu/tidak jawab 4,3 persen.

“Jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, tren tingkat kepuasan publik terhadap Joko Widodo semakin meningkat sejak survei nasional pada Maret 2015 – November 2017. Sempat melemah hanya pada September 2015,” tuturnya.

Ia mengatakan, lima alasan utama publik puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah meningkatnya pembangunan, dekat dengan rakyat kecil, sesuai dengan janji kampanye, bantuan pendidikan, dan memberikan bantuan bagi masyarakat miskin.

Sementara lima alasan utama publik tidak puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah pengangguran masih banyak, terlalu banyak pencitraan, pembangunan belum merata, kurang berwibawa, dan penegakan hukum belum adil.

Dalam survei tetsebut juga didapati mayoritas publik 61,8 persen menginginkan Joko Widodo kembali menjadi presiden untuk periode 2019-2024, yang tidak menginginkan kembali 23,6 persen tidak tahu/tidak jawab 14,7 persen.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, melihat hasil survei selama ini, pihaknya optimistis rakyat masih berharap kepada Prabowo Subianto. Hal ini terlihat nama Prabowo yang terus-menerus membayangi Jokowi.

“Sekarang Pak Prabowo belum apa-apa saja surveinya masih tinggi, dan menurut saya peluangnya makin besar, saya harap ini juga menjadi indikator,” katanya dalam rilis survei tersebut. (***)

Mensos Sebut Bencana Alam Munculkan ‘Jamila’

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa

Malang, KABAROKE — Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengemukakan akibat bencana alam yang beberapa pekan melanda sejumlah daerah di Indonesia memunculkan “Jamila” alias jadi miskin lagi di kalangan masyarakat.

“Sekitar 80 persen dari warga yang terdampak bencana alam ini akhirnya berstatus jadi miskin lagi alias jamila. Meski sebelumnya mereka sudah masuk kategori sejahtera,” kata Mensos usai menutup Jambore Nasional ke-2 Relawan Muhammadiyah di UMM Dome di Malang, Jawa Timur, Minggu.

Berdasarkan pemetaan wilayah yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata Khofifah, selama Desember 2017, ada 323 kota dan kabupaten di Indonesia yang berisiko tinggi terhadap bencana alam, mulai dari banjir, gunung meletus dan tanah longsor.

Penanganan pada tahap tanggap darurat harus jadi prioritas, termasuk bantuan pangan dari pemerintah. Pemerintah Daerah harus mau mengeluarkan SK Tanggap Darurat agar bisa mengeluarkan cadangan pangan di gudang Bulog.

Untuk tingkat kota dan kabupaten, katanya, cadangan pangan bagi masyarakat yang bisa dikeluarkan di bawah 100 ton, untuk tingkat provinsi hingga 200 ton, dan di atas 200 ton harus melalui SK Menteri Sosial (Mensos).

“Saya kira Standard Operating Procedure (SOP)-nya sudah sangat jelas, sehingga kepala daerah tidak perlu ragu. Jika beras cadangan yang dikeluarkan untuk penanganan bencana alam itu tidak mencukup, bisa mengajukan ke Kemsos,” ujarnya.

Sebelumnya Mensos mengemukakan jika angka pengungsian hingga September 2017 mencapai 3,2 juta jiwa. Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang hanya 2,7 juta jiwa dan 2015 mencapai 1,2 juta.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 UMM Prof Syamsul Arifin mengatakan keberadaan Muhammadiyah Disaster Menagament Center (MDMC) dan para relawannya sangat dibutuhkan karena Indonesia adalah negara rawan bencana.

“Harapan kami, MDMC mampu mengatasi dan menangani setiap terjadi bencana alam, sekaligus melakukan kegiatan penting lainnya, seperti meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap bencana, apalagi MDMC menjadi frontliner hari relawan yang diinisiasi tahun 2016 di Yogyakarta,” ucapnya.

Jambore Nasional ke-2 Relawan Muhammadiyah yang dinisiasi MDMC berlangsung selama empat hari (30 November hingga 3 Desember) di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Jambore Nasional tersebut, selain diisi dengan kegiatan berbagai lomba yang berkaitan dengan kedaruratan bencana, juga diisi dengan dialog kebangsaan an sosialisasi Empat Pilar oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada pembukaan jambore yang digelar Jumat (1/12). (***)

Incumbent Wali Kota Maju Lewat Jalur Independen, Ini Pertimbangannya…

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto

Makassar, KABAROKE — Petahana Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, resmi mendaftarkan diri untuk bertarung pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018. Bersama bakal calon wakilnya, Indira Mulyasari, Danny memilih jalur perseorangan alias independen.

Pasangan dengan tagline DIA-mi itu menyetor berkas administrasi persyaratan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Makassar di Hotel MaxOne, belum lama ini. Berkas yang disetor itu termasuk hard copy dan soft copy KTP dan surat pernyataan dukungan sebanyak 214.607 lembar.

“Alhamdulillah, secara resmi kami mendaftar ke KPUD Makassar melalui jalur independen. Izinkan kami berdua maju di Pilwalkot Makassar 2018 lewat jalur yang menarik bagi demokrasi Indonesia yakni perseorangan,” kata Danny.

“Dengan suara riil di lapangan kami sampaikan kepada KPUD bahwa ini merupakan amanah rakyat yang menjadi bagian dari demokrasi,” sambung pria berlatar-belakang arsitek tersebut.

Langkah Danny yang berstatus incumbent alias petahana Wali Kota Makassar menggunakan jalur independen terbilang mengejutkan. Pasalnya, dukungan parpol terhadapnya cukup banyak. Sayangnya, hanya segelintir yang mengeluarkan surat rekomendasi. Tak ingin ‘dibegal’, Danny akhirnya mantap memilih jalur independen.

Danny mengatakan meski maju melalui jalur independen, pihaknya tetap menggalang koalisi dengan parpol. “Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada partai-partai yang telah mendukung. Dan tentunya kepada rakyat yang selalu setia. Ini menjadi semangat perjuangan,” tuturnya.

“DIA-mi akan membawa Makassar dua kali tambah baik dan tidak membiarkan Makassar mundur lagi,” pungkas Danny. (***)

Duh, 3 Pegawai Pemprov Sulbar Ditangkap Main Judi

Ilustrasi Judi Kartu

Ilustrasi Judi Kartu

Mamuju, KABAROKE — Sebanyak tiga orang pegawai pemerintah Provinsi Sulawesi Barat ditangkap bermain judi oleh aparat tim Resmob Polda Sulbar bersama anggota Polres, Kabupaten Mamuju.

“Selain lima pelaku berhasil juga diamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan kartu joker,” kata Kanit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sulbar Akp M Nur Makmur S.I.K, di Mamuju, Sabtu.

Ia mengatakan, selain tiga pegawai pemprov dua pelaku lainnya yang juga ditangkap merupakan seorang pegawai negeri bekerja sebagai kepala Puskesmas di Kabupaten Mamuju, dan seorang warga masyarakat berprofesi wirawasta.

Mereka yang ditangkap masing-masing pegawai Dinas Transmigrasi Provinsi Sulbar, Naj pegawai Kesbangpol Sulbar, Fir pegawai Balikbang Provinsi Sulbar dan Fir kepala Puskesmas di Mamuju beserta Jub salah seorang masyarakat.

Akp Nur Makmur menyampaikan penangkapan dilakukan kompleks BTN Binanga Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

“Setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di kompleks BTN Binanga sering berlangsung permainan judi, kemudian tim melalukan penyelidikan dan setelah memastikan bahwa saat ini sedang berlangsung permainan judi di rumah Jubair tim melakukan penangkapan,” katanya.

Ia mengatakan, masing masing pelaku diamankan di markas Polda Sulbar untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. (***)

NH-Aziz Jadi Saksi Pernikahan Putri Muhammad Yasir

NH-Aziz Jadi Saksi Pernikahan Putri Muhammad Yasir

NH-Aziz Jadi Saksi Pernikahan Putri Muhammad Yasir

Jakarta, KABAROKE — Pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menjadi saksi pernikahan putri Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Golkar, M. Yasir di Jakarta Garden City, Jakarta Timur, Sabtu (2/12).

Muhammad Yasir adalah kolega dekat NH. Bertahun-tahun keduanya menjalin persahabatan dan persaudaraan.

Dalam akad nikah pasangan Elissa-Ferdy itu, Salam khas pasangan NH-Aziz, salam Sulsel Baru turut menggema. Usai akad nikah, Yasir bersama istri dan pasangan besannya, mengajak NH-Aziz salam Sulsel Baru usai akad nikah.

Sederet tokoh juga hadir dalam akad nikah tersebut. Ada Hamka Yandu, Hafied Abbas, Syarkawi Rauf, Eka Sastra, Aliyas Ismail, Nurhasan, dan lainnya. Kedua mempelai sempat duduk pengantin meski hanya untuk meladeni kerabat dan keluarga dekat.

Puncak resepsi pernikahan ini akan dilaksanakan Ahad, 3 Desember siang, di tempat yang sama. “Insya Allah keduanya akan sakinah mawaddah wa rahmah,” kata NH sebelum pamit pulang. (***)

Pelindo IV Segera Operasikan Pusat Logistik Berikat di Makassar 

Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung

Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung

Makassar, KABAROKE — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV segera menghadirkan Pusat Logistik Berikat (PLB) di Kota Makassar, Sulsel. Rencananya, PLB itu mulai beroperasi terhitung 1 Januari 2018. Pelindo IV menggandeng berbagai pihak dalam membangun PLB di Kota Daeng, termasuk perusahaan asal Jepang, Sumitomo.

“Kehadiran PLB kami targetkan Januari 2018. Kami gandeng PT Angkasa Pura dan anak perusahan PT Pelindo IV yakni NTS (Nusantara Terminal Services). Juga kami libatkan Sumitomo dari Jepang,” kata Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung, di sela acara Pelindo IV Port Run, Minggu, (3/12/2017).

Menurut Doso, keterlibatan perusahaan asal Jepang guna memastikan kelayakan seluruh komoditas yang akan diekspor. Selain itu, perusahaan Jepang itu juga telah memiliki pasar di Negeri Sakura. “Kenapa libatkan (perusahaan) Jepang? Ya supaya ada kepastian market. Mereka akan ke sini mengecek mutu dan kualitas sebelum diekspor.”

“Jangan sampai barang yang diekspor ke Jepang lantas direject, padahal sudah keluar cost. Makanya, nanti akan ada surveyor (dari perusahaan Jepang di PLB Makassar) untuk mengecek persiapan. Kalau oke, baru dikirim sehingga pengusaha tidak dirugikan harus keluar ongkos transportasi,”

Lebih jauh, Doso menyebut untuk pengiriman alias ekspor langsung, pihaknya masih mempercayakan pada SITC. Musababnya, hanya perusahaan pelayaran itu satu-satunya di Indonesia yang melayani ekspor langsung alias direct call. Sejauh ini, kargo PT Pelindo IV per bulannya sudah mencapai 2.000 unit dari semula hanya 46 unit.

“Tahap awal, PLB di Makassar memiliki daya tampung sekitar 200 ribu TEUs dengan luas lahan 4 hektar. Itu tentunya masih dapat dikembangkan pada masa mendatang,” terang Doso.

Kehadiran PLB di Makassar, Doso meyakin akan mampu membuat kinerja ekspor dan impor bisa lebih menggeliat. Tidak kalah penting, biaya logistik yang selama ini cukup dikeluhkan bisa ditekan. Dengan begitu, iklim investasi di Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia akan jauh lebih baik lagi. (****)

Serapan Dana Desa di Sulsel Tembus Rp1,7 Triliun

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat penyerapan dana desa 2017 untuk tahap ke-dua sampai saat ini mencapai Rp1,79 triliun.

“Dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) penyerapannya sudah mencapai Rp1,79 triliun atau hampir 99 persen dari total anggaran Rp1,82 triliun,” kata Kepala Dinas PMD Sulsel Mustari Soba yang dihubungi di Makassar, Sabtu (2/12/2017).

Anggaran dana desa yang terserap tersebut, kata dia, hampir keseluruhan sudah cair melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulsel.

Sementara menurut Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa, Dinas PMD Sulsel Rais Rahman masih ada satu daerah yang belum menyerap dana desa dari RKUN ke RKUD yaitu Kabupaten Pinrang.

“Mungkin dalam pekan ini sudah bisa cair,” katanya.

Sementara, lanjutnya, penyerapan dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD) telah mencapai 73,63 persen.

Ia mengatakan ada beberapa kendala yang dapat menghambat penyerapan ini, di antaranya faktor alam, dan masalah administratif.

“Pelaporan tahun lalu dan tahun ini formnya berbeda, ini yang kami khawatirkan, tetapi kami optimistis bisa terselesaikan,” kata dia. (***)