31 DPD I Golkar Ingin Munaslub Digelar Pertengahan Desember

Idrus Marham

Idrus Marham

Jakarta, KABAROKE — Sebanyak 31 pimpinan DPD I Golkar se-Indonesia meminta DPP Partai Golkar segera menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa untuk mencari ketua umum definitif Partai Golkar. Aspirasi DPD I Golkar disampaikan langsung para pengurus DPD I Golkar kepada pelaksana tugas Ketua Umum Golkar Idrus Marham di sekretariat DPP Golkar, Jakarta, Rabu.

“Ketua DPD I Partai Golkar yang hadir berjumlah 31 dari 34 provinsi. Mereka menyampaikan aspirasi agar dilaksanakan Munaslub Partai Golkar,” ujar Idrus Marham di Jakarta.

Idrus mengatakan DPP Partai Golkar akan segera melaksanakan pertemuan untuk menindaklanjuti aspirasi para pimpinan DPD I Golkar tersebut. Adapun menurut Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, seluruh Ketua DPD I Golkar menghendaki Munaslub dilaksanakan pertengahan Desember 2017. Hal ini agar persiapan Golkar menghadapi Pilkada tidak terganggu.

“Aspirasi kita tanggal 16-17 Desember 2017, sebab Januari sudah masuk tahapan Pilkada,” kata Dedi. (***)

Dukungan Gerindra Terancam Lepas, NA Disarankan Temui Prabowo

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah Siap Bertarung di Pilgub Sulsel [dok net]

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah Siap Bertarung di Pilgub Sulsel [dok net]

Makassar, KABAROKE — Dukungan Partai Gerindra, kepada pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, mulai digoyang.

Gerindra belakangan dikabarkan akan mengusung pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL). Paket itu, disebut-sebut karena keinginan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto.

Penarikan rekomendasi Gerindra dari Prof Andalan, kemungkinan bisa terjadi. Pasalnya, Gerindra akan mengusung kandidat yang bersedia memenangkan Prabowo di pilpres 2019 mendatang.

Kondisi tersebut, juga disadari oleh ketua Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (IMB). Menurutnya, even politik pilgub hanya menjadi perantara dalam menyambut pileg dan pilpres 2019 mendatang.

“Oleh karenanya Gerindra memberikan masukan kepada Prof Andalan untuk setiap atribut sosialisasi harus ada melekat atribut Gerindra dan Prabowo karena Gerindra bertujuan dan harga mati Prabowo presiden,” kata IMB, dilansir dari sulselsatu.com.

IMB menyarankan, Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman agar segera mungkin menghadap Ketua Umum DPP Partai berlambang Garuda itu, Prabowo Subianto untuk menyatakan sikap.

“Paling penting sekarang yang harus ditempuh pasangan Prof Andalan, adalah menghadap ke ketua umum bapak Prabowo Subianto untuk menyatakan sikapnya bersungguh – sungguh menjadikan partai ini partai pemenang dan Prabowo sebagai presiden.” pungkasnya. (***)

Mutasi 85 Pati, Manuver Jenderal Gatot Dinilai Tidak Etis

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo [dok net]

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Ketua Setara Institute, Hendardi, menilai mutasi jabatan 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelang akhir masa jabatannya bukanlah bentuk pelanggaran hukum, tetapi tidak lazim dalam etika kepemimpinan suatu organisasi.

“Tindakan yang dilakukan Gatot Nurmantyo melakukan mutasi 85 perwira tinggi TNI sehari sebelum Presiden Jokowi mengajukan calon pengganti Gatot, jelas tidak etis karena melanggar kepatutan dalam berorganisasi,” kata Hendardi.

Namun, lanjut dia, jika mengacu pada UU Aparatur Sipil Negara yang mengatur pengisian jabatan-jabatan tinggi madya dan utama yang mensyaratkan adanya pertimbangan dari Tim Penilai Akhir (TPA) dan persetujuan presiden, maka mutasi tersebut bisa dianggap cacat administratif.

Oleh karena itu, lanjut Hendardi, di masa yang akan datang perlu dipikirkan suatu regulasi yang mengikat terkait mutasi di masa transisi kepemimpinan. Dia menilai mutasi di ujung masa jabatan Gatot Nurmantyo, bisa juga dipandang sebagai bagian dari konsolidasi politik.

“Hemat saya, ke depan hal-hal semacam ini harus diatur lebih detail, sehingga mutasi yang tidak dikehendaki tidak membuat soliditas dan profesionalitas anggota TNI melemah,” tuturnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelang pensiun melakukan mutasi besar-besaran kepada 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI di lingkungan tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. (***)

1 2