Legislator NasDem: Soal Infrastruktur, NH Paling Peduli

Jubir NasDem Sulsel Rajab [dok net]

Jubir NasDem Sulsel Rajab [dok net]

Makassar, KABAROKE — Legislator Partai NasDem Sulsel, M Rajab menyebut Bakal Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), merupakan tokoh yang paling serius dalam pembenahan infrastruktur. Apalagi, pembangunan berbasis infrastruktur memang menjadi salah satu agenda prioritas untuk mengakselerasi pembangunan dan perekonomian daerah.

Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari tiga poin konsep trikarya menuju Sulsel Baru yang digagas Nurdin Halid bersama pasangannya Aziz Qahhar Mudzakkar. Salah satu pembangunan infrastruktur yang dianggap perlu adalah pembukaan jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai.

Menurut Rajab, selain rute tersebut, memang dalam hal infrastruktur jalan provinsi di Sulsel, masih terbilang belum banyak perubahan. Jalan Makassar-Bone misalnya, padahal rute tersebut sangat strategis dan menjadi penghubung menuju Sultra.

Begitupun dengan jalur Kota Parepare-Luwu. Kondisi jalanan pada rute itu hingga saat ini terus memburuk. Kalaupun ada perbaikan, hanya sebatas menambal yang lubang saja.

“Sekarang ini kan terutama di daerah Wajo, mulai dari Buriko sampai Pitumpanua itu, jalanannya bikin kita berjoget di dalam mobil,” ucap Rajab, di Makassar.

Prioritas membenahi jalan provinsi oleh NH, diapresiasi oleh Rajab. Ia berharap, pembenahan akan segera dilakukan, jika NH mendapatkan amanah sebagai Gubernur Sulsel nantinya.

“Jadi saya kira, ini akan menjadi salah satu hal yang diprioritaskan NH nanti ketika dipercaya sebagai gubernur oleh masyarakat. Karena memang masyarakat Luwu itu mengandalkan transportasi lewat darat,” jelasnya.

“Sementara saat ini, itu bisa sampai 11-12 jam. Bahkan ada yang sampai 14 jam kalau sudah daerah Soroako di sana, kalau mau ke Makassar. Sehingga memang dibutuhkan jalanan yang stabil, bagus dan mulus,” ujarnya menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, NH menyebut perlunya ada ‘gebrakan’ pembangunan infrastruktur jalan, meski diakuinya membutuhkan dana besar. Tapi, kata dia, itulah tantangan seorang gubernur.

NH mengatakan gubernur tidak boleh sebatas bertumpu pada APBD, tapi harus piawai ‘menarik’ APBN dan mendatangkan investor. Untuk jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai, NH memperkirakan butuh anggaran setidaknya Rp7,5 triliun. Masing-masing rute Makassar-Bone Rp3,5 triliun dan Makassar-Sinjai Rp4 triliun.

“Nominal sebesar itu tidak ada artinya kalau punya akses atau jaringan yang luas. Untuk apa saya mendapatkan label sebagai tokoh nasional, bahkan tokoh internasional, kalau tidak mampu untuk itu,” kata NH yang juga Wakil President International Cooperative Alliance Asia Pasific, belum lama ini.

Dalam berbagai kunjungannya ke pelosok daerah, ia mengaku miris melihat masih banyaknya jalan di daerah yang rusak. Kerusakannya beragam, baik itu memang berlubang maupun sebatas bergelombang.

Pembangunan berbasis infrastruktur itu, NH mengimbuhkan tentunya akan selaras dengan pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan dan berbasis kearifan lokal. Pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu menginginkan seluruh daerah di Sulsel bisa tumbuh berkembang seiring sehingga ketimpangan antara desa dan kota tidak semakin membesar. (***)

Monopoli Usaha, KPPU Denda Produsen dan Distributor Aqua

Aqua Danone [dok net]

Aqua Danone [dok net]

Makassar, KABAROKE— Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Tirta Investama selaku produsen Aqua dan distributornya, PT Balina Agung Perkasa, dengan denda masing-masing Rp13,84 miliar dan Rp6,29 miliar. Hal itu merujuk pada putusan dalam sidang KPPU terkait dugaan pelanggaran persaingan usaha dan praktik monopoli di Jakarta, Selasa, 19 Desember.

Dalam sidang tesebut, produsen dan distributor Aqua terbukti melanggar Pasal 15 ayat (3) huruf b dan Pasal 19 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999. Dalam pertimbangannya, majelis komisi menyatakan kedua terlapor telah memenuhi seluruh unsur pelanggaran regulasi tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat.

Ketua Majelis Komisi, R Kurnia Sya’ranie, mengatakan PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa terbukti melakukan penguasaan pasar. Produsen dan distributor Aqua itu juga menghalangi pelaku usaha lain untuk menjual produknya. Perbuatan itu berimbas pada terbatasnya akses konsumen dalam memilih produk air minum dalam kemasan.

“Berdasarkan fakta-fakta, penilaian, analisis dan kesimpulan, menyatakan bahwa terlapor I (PT Tirta Investama) dan terlapor II (PT Balina Agung Perkasa) secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 15 ayat (3) huruf b Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan Pasal 19 huruf a dan b Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999,” tutur Kurnia, dalam amar putusannya.

Dalam amar putusan tersebut, disampaikan pula bahwa PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa diminta untuk melakukan pembayaran denda dengan menyetor ke kas negara.

Sekadar diketahui, perkara persaingan usaha tidak sehat yang melibatkan Aqua bermula dari somasi yang dilayangkan PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) selaku produsen Le Minerale kepada Aqua pada Oktober 2016. Kala itu, Le Minerale menyampaikan temuan di lapangan bahwa Aqua dan distributornya bekerjasama untuk melarang sejumlah toko untuk menjual Le Minerale.

Aqua dan distributornya diduga mengancam menurunkan status dan fasilitas alias degregasi, dari star outlet (SO) menjadi wholeseller (WO) eceran terhadap pedagang yang menjual Le Minerale. Dugaan persaingan usaha tidak sehat ini lantas diendus KPPU yang langsung mengumpulkan alat bukti pelanggaran dan menyidangkannya hingga terbitnya putusan pada hari ini. (***)

Gelombang Tinggi di Perairan Sulsel, Nelayan Diimbau Tak Melaut

Gelombang Tinggi di Laut Membahayakan Keselamatan Nelayan [dok net]

Gelombang Tinggi di Laut Membahayakan Keselamatan Nelayan [dok net]

Makassar, KABAROKE — Cuaca buruk melanda perairan maupun daratan Sulsel. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat di sebagian wilayah Sulsel masih berlanjut hingga beberapa hari mendatang. Hujan disertai petir dan angin kencang umumnya akan terjadi di wilayah pesisir barat dan selatan.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Siswanto, mengatakan hujan lebat yang terjadi seiring dengan meningkatnya gelombang di perairan Sulsel. Berdasarkan data BMKG, tinggi gelombang di Selat Makassar dan perairan barat Sulsel berkisar 2,5-4 meter. Adapun tinggi gelombang di bagian selatan Sulsel yang berbatasan Laut Flores berkisar 1,25-2,5 meter.

Kurang bersahabatnya cuaca di perairan Sulsel membuat tingginya risiko bagi nelayan untuk melaut. Karena itu, pihaknya mengimbau nelayan perikanan tangkap untuk sementara tidak beroperasi. Tingginya gelombang, kata dia, bisa membahayakan keselamatan nelayan yang hanya menggunakan kapal kecil.

“Untuk sementara, kami mengimbau agar nelayan perikanan tangkap jangan melaut dulu. Ketinggian gelombang sangat berbahaya untuk nelayan dengan kapal kecil. Terutama di Selat Makassar dan perairan barat Sulsel yang tinggi gelombangnya berkisar 2,5-4 meter,” kata Siswanto, di Makassar.

Siswanto melanjutkan daerah-daerah yang berpotensi dilanda cuaca buruk berupa hujan lebat yakni Pinrang, Pare-Pare, Barru, Pangkajene, Maros, Gowa, Makassar dan Takalar. Adapun daerah lain di Sulsel umumnya diprediksi bakal dilanda hujan dengan intensitas ringan atau sedang.

Masih merujuk data BMKG, suhu udara di Sulsel belakangan ini umumnya berkisar 20 hingga 32 derajat celsius. Dengan kelembaban udara 70 hingga 95 persen, angin berembus ke arah barat laut dengan kecepatan 10-40 kilometer perjam. (***)

Resmi! Airlangga Jadi Ketum Golkar Hingga 2019

Airlangga Hartarto Resmi Jadi Ketua Umum Golkar

Airlangga Hartarto Resmi Jadi Ketua Umum Golkar

Jakarta, KABAROKE — Hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa Parta Golkar yang digelar, Rabu (20/12/2017) memutuskan Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2017-2019.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto mengatakan, Dari hasil Munaslub Golkar telah terjadi beberapa keputusan. Pertama terkait usulan dan penetapan ketua umum Golkar dan dipilih seluruh baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta ormas.

“Dengan demikian 100 persen pemegang hak suara sudah diputuskan dalam sidang Munaslub Golkar,” kata Airlangga di Jakarta.

Lanjutnya, Munaslub juga telah memutuskan masa kepemimpinannya sejak 2017 hingga 2019.

Selain itu ia mengatakan, Munaslub memberikan mandat pada ketua umum untuk melakukan revitalisasi dan restrukturisasi pengurus DPP Golkar.

“Ini menjadi Munas tercepat Golkar. Seluruhnya aklamasi. Dengan berakhirnya Munas diharapkan konsolidasi pusat, daerah, kabupaten kota, kecamatan, desa bisa solid. (***)

Terbesar di Sulsel, DIPA Makassar 2018 Capai Rp14 Triliun

Wapres JK saat Mengunjungi Masjid Terapung di Anjungan Losari Makassar [dok net]

Wapres JK saat Mengunjungi Masjid Terapung yang Merupakan Salah Satu Ikon Makassar

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyerahkan langsung Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), dana transfer ke daerah dan dana desa kepada perwakilan 24 kabupaten/kota di Ruang Pola Kantor Pemprov Sulsel, Senin, 18 Desember. Tercatat DIPA Makassar paling besar lingkup Sulsel untuk alokasi anggaran 2018 yakni mencapai Rp14 triliun.

DIPA Sulsel 2018 mencapai Rp31,25 triliun, belum termasuk alokasi APBN untuk kementerian/lembaga pemerintah non-kementerian di Sulsel sebesar Rp19,89 triliun. Secara keseluruhan, total DIPA Sulsel pada tahun depan menembus Rp51 triliun lebih. Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 8,05 persen dibandingkan DIPA Sulsel 2017 yang hanya berkisar Rp47,33 triliun.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan alokasi DIPA Kota Daeng yang paling besar di Sulsel patut disyukuri. Hal tersebut meneguhkan Kota Makassar sebagai pusat perekonomian dan pembangunan di provinsi ini. Tidak salah pula, sambung dia, bila publik menyebut Makassar merupakan jantung Sulsel untuk menggambarkan besarnya kontribusi Makassar.

“Alhamdulillah, Makassar mendapatkan DIPA 2018 sebesar Rp14 triliun. Pencapaian ini patut disyukuri karena Makassar itu jantung Sulsel. Saya yakin ke depannya akan ada dana berputar di Makassar sebesar Rp14 triliun demi menyokong perekonomian menjadi lebih baik,” kata Danny-sapaan akrabnya.

Menurut Danny, DIPA Makassar 2018 mengalami kenaikan sekitar Rp2 triliun dibandingkan tahun lalu. DIPA Makassar 2017 diketahui mencapai Rp12 triliun. “Peningkatan itu merupakan tanggungjawab bagi pemerintah daerah untuk mengelola dana tersebut secara baik dan transparan,” ucap dia.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan penyerahan DIPA ke-24 kabupaten/kota lingkup provinsi yang dipimpinnya merupakan permulaan proses APBN 2018. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyerahkan DIPA 2018 kepada seluruh gubernur se-Indonesia di Istana Negara Bogor, Rabu 6 Desember.

“Penyerahan DIPA ini merupakan awal rangkaian proses APBN 2018, dimana sebelumnya pada 6 Desember lalu, saya selaku gubernur telah menerima (DIPA) dari Presiden RI,” ujar Gubernur Syahrul.

Menurut Gubernur Syahrul, DIPA Sulsel 2018 terbilang besar dan itu patut disyukuri. Besarnya alokasi anggaran untuk provinsi ini merupakan wujud kepercayaan pemerintah pusat terhadap Sulsel. Terlebih, Sulsel memiliki prestasi dalam pengelolaan keuangan, pelayanan dasar publik, perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Syahrul melanjutkan dana dari pemerintah pusat diserahkan lebih awal agar proses pelaksanaan pembangunan dan pencairan dapat lebih tepat waktu. Tujuannya dapat memberikan dampak ganda bagi pembangunan di Sulsel. Untuk itu, ia meminta per 1 Januari 2018, seluruh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Sulsel harus siap melayani pencairan dana dari satker. (***)

Golkar Pinrang Komitmen All Out Menangkan NH-Aziz

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Pinrang, KABAROKE — Pengurus DPD II Golkar Pinrang berkomitmen bakal all out dalam memenangkan pasangan bakal calon Gubernur-bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. Komitmen tersebut telah disepakati bersama seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar hingga ke tingkat kelurahan/desa.

Koorbid Kepartaian Golkar Pinrang Rusli menyebut, dirinya bertanggung jawab penuh dalam mengawasi kader demi memenangkan pasangan nasionalis-religius pada Pilgub Sulsel mendatang. Pihaknya telah merancang strategi pemenangan NH-Aziz di Bumi Lasinrang.

“Pertama, tentu berupaya melakukan pengkaderan dan pemahaman terkait kader. Mensosialisasikan seperti apa figur yang kita dorong dengan kapasitas dan kapabilatas  cagub-cawagub beserra program-programnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Rusli menuturkan pengurus Golkar Pinrang tidak akan main-main dalam menyongsong perhelatan pesta demokrasi ini. Ia bersama seluruh jajaran akan tampil all out.

“Kita memang sudah diinstruksikan pimpinan bahwa kita tidak hentinya memberikan sosialisasi di berbagai momen. Pokoknya Golkar Pinrang bekerja terus,” terangnya.

Ia pun berujar, sosialisasi yang dilakukan pengurus partai berlambang beringin ini dilakukan secara bertahap dan sistematis. Sehingga, basis suara pengurus bisa makin solid dan terus mengakar.

“Untuk langkah awal ini, kita sosialisasi di tingkat kecamatan. Nanti lagi kita akan turun ke desa dengan mengumpulkan massa. Tidak ada lagi waktu untuk main-main,” tegasnya.

Terakhir, ia mengharapkan usaha maksimal yang dilakukan dapat membuahkan hasil sesuai harapan. Kendati memiliki rival lain yang tangguh dalam pertarungan pilgub, Rusli yakin NH-Aziz dapat meraih suara terbanyak.

“Pinrang itu memang karena pak Agus juga orang Pinrang. Nurdin Abdullah juga ada timnya. Tapi kita masih lihat kita yang terbaik dan diterima masyarakat karena program Membangun Kampung sangat diharapkan,” tandasnya. (***)

Begini Totalitas Ketua Fraksi NasDem Lutra Menangkan NH-Aziz 

Ketua Fraksi NasDem Lutra Palebangan Rante Toding

Ketua Fraksi NasDem Lutra Palebangan Rante Toding

Masamba, KABAROKE — Ketua Fraksi NasDem Luwu Utara (Lutra), Palebangan Rante Toding, menyatakan kemenangan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) pada Pilgub Sulsel 2018 merupakan harga mati. Untuk itu, pihaknya siap mengoptimalkan seluruh jaringan, baik partai maupun relawan untuk memastikan kemenangan jagoannya tersebut.

“NasDem sebagai salah satu parpol pengusung NH-Aziz siap berjuang habis-habisan pada Pilgub Sulsel tahun depan. Khususnya di Lutra, saya selaku ketua fraksi NasDem memiliki tanggungjawab itu. Makanya, seluruh jaringan akan dioptimalkan untuk memenangkan NH-Aziz,” kata Palebangan.

Totalitas seluruh pengurus dan kader NasDem untuk NH-Aziz, Palebangan menyebut tidak perlu diragukan. Pertimbangannya, selain telah terbitnya rekomendasi dukungan dari pusat, tim koalisi pemenangan NH-Aziz disepakati oleh parpol pengusung untuk dikomandoi oleh Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS).

“Tanggungjawab itu menjadi berlapis. Tentunya kami tidak akan membuat malu, makanya seluruh kader NasDem total bergerak untuk NH-Aziz. Tidak ada tawar menawar di dalamnya,” tegas Palebangan.

Lebih jauh, Palebangan menyampaikan dukungan terhadap NH-Aziz paling rasional mengingat visi misi dan programnya yang sangat pro-rakyat. Gerakan Membangun di Kampung, sambung dia, selaras dengan konsep restorasi Indonesia yang digagas oleh partai besutan Surya Paloh.

Program pro-rakyat ala NH-Aziz memang paling dinanti oleh masyarakat. Mulai dari layanan kesehatan gratis berbasis KTP, pendidikan dan fasilitas sekolah gratis, kredit kesejahteraan tanpa bunga dan tanpa agunan, program rumah murah serta program kesejahteraan imam masjid, guru mengaji dan honorer.

Berbekal program yang sangat merakyat, Palebangan mengaku tidak heran bila NH-Aziz didukung oleh koalisi besar. Pasangan nasionalis-religius itu telah mendapatkan rekomendasi dukungan dari enam parpol. Rinciannya yakni Golkar, NasDem, Hanura, PKB, PPP kubu Djan Faridz dan PKPI. (*)