Meski Menurun, Transaksi Kliring di Sulsel Capai Rp4,3 Triliun

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]
Makassar, KABAROKE — Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi nontunai melalui sistem kliring di Sulsel mengalami penurunan pada Desember 2017. Pada pengujung 2017, BI membukukan transaksi kliring di pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia sebesar Rp4,31 triliun. Jumlah itu menurun, baik secara bulanan maupun secara tahunan.

“Nilai transaksi kliring pada Desember 2017 tercatat Rp4,31 triliun. Itu menurun dibandingkan bulan sebelumnya (November 2017) maupun periode yang sama pada tahun lalu, masing-masing -4,75 (mtm) persen dan -21,12 persen (yoy),” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, di Makassar.

Penurunan nilai transaksi kliring, Bambang menyebut berbanding lurus dengan merosotnya jumlah warkat kliring pada pengujung 2017. BI mencatat jumlah warkat kliring pada Desember 2017 mencapai 99.332 lembar. Terjadi penurunan -4,63 persen secara bulanan dan -13,08 persen secara tahunan.

Bambang memaparkan merosotnya transaksi kliring di Sulsel dipengaruhi berbagai faktor. Terutama terkait siklus musiman pada pengujung tahun, dimana banyak variabel yang mempengaruhi arus masuk dan arus keluar uang.

“Penurunan ini merupakan siklus musiman di akhir tahun akibat switching temporer bulanan ke transaksi tunai untuk penyelesaian transaksi, realisasi anggaran, pembayaran tunjangan kinerja akhir tahun untuk instansi pemerintah dan perusahaan swasta, yang juga bertepatan dengan momen hari besar keagamaan dan tahun baru,” tutup Bambang. (***)

Related posts

Leave a Comment