Progres Proyek Makassar New Port Capai 58,26 Persen

Pengerjaan Proyek Makassar New Port Tahap I Sudah Capai 28 Persen Per Juli 2017 [dok net]

Pengerjaan Proyek Makassar New Port Tahap I Sudah Capai 28 Persen Per Juli 2017 [dok net]

Makassar, KABAROKE — Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarno, meninjau realisasi pengerjaan proyek nasional yaitu Makassar New Port (MNP) yang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, Senin, 15 Januari. Selama kunjungan, Menteri Rini didampingi langsung oleh Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung dan Kepala Satuan Pengelola Proyek MNP, Arwin.

Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung, mengatakan kunjungan Menteri BUMN tersebut untuk melihat secara langsung progres pembangunan megaproyek tersebut. “Seperti diketahui, pembangunan MNP Tahap I ditargetkan rampung akhir pada 2018, sehingga operasional pelayanan peti kemas memungkinkan untuk dilakukan pada awal 2019 mendatang,” kata Doso, di Makassar.

Dia menyebutkan per 14 Januari 2018, realisasi konstruksi fisik dari proyek MNP telah mencapai 58,26 persen. Rinciannya yakni untuk progres proyek MNP tahap IA mencapai 57,99 persen; tahap IB mencapai 62,34 persen dan tahap IC mencapai 39,30 persen.

Kepala Satuan Pengelola Proyek MNP, Arwin, menambahkan proyek pembangunan MNP memang terbagi dalam beberapa tahapan utama. Untuk tahap I saja terdiri atas tiga paket pengerjaan yakni paket A, paket B dan paket C.

“Secara terperinci, pengerjaan paket A meliputi pembangunan akses jalan, dermaga dan lapangan penumpukan peti kemas yang akan memiliki kapasitas terpasang mencapai 1,5 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs),” papar Arwin.

Sementara itu, kegiatan untuk paket B mencakup reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 meter, lapangan peti kemas sekitar lebih 16 hektare dan pengerukan kolam pelabuhan 16,0 mean low water springs (mLWS). Sedangkan kegiatan untuk paket C berupa pembangunan breakwater sepanjang 1.310 meter.

Arwin menyebutkan kebutuhan investasi setiap paket untuk Tahap I berbeda-beda. Paket A menyerap anggaran sebesar Rp326 miliar, paket B sebesar Rp1,06 triliun dan untuk paket C mencapai Rp228 miliar.

Menteri Rini sendiri menargetkan proyek MNP mulai beroperasi pada Oktober 2018. Toh, perkembangan pengerjaan megaproyek tersebut sangat baik. “Pertumbuhan (pengerjaan proyek MNP) bagus sekali. Targetnya kalau bisa Oktober 2018, sebagian sudah operasional. Nanti ada juga jalan sambung yang rencananya selesai Februari, makanya akan saya cek lagi pada Maret,” pungkas dia. (**)

Senangnya Menteri BUMN Lihat Ekspor Makassar Tumbuh Pesat

Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut Pelindo IV Doso Agung

Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut Pelindo IV Doso Agung

Makassar, KABAROKE — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Mariani Soemarno, mengaku gembira melihat perkembangan pengiriman barang alias ekspor dari Makassar yang bertumbuh pesat. Setiap bulan, lalu lintas pengiriman barang di Kota Daeng hampir mencapai 3.000 kontainer. Untuk itu, perlu adanya pelabuhan yang lebih modern dan representatif.

“Pertumbuhan pengiriman barang dari Makassar sangat tinggi dalam setahun terakhir, utamanya soal ekspor. Saya senang sekali, apalagi ekspor langsung pertumbuhannya sangat tinggi. Ini menunjukkan Makassar menjadi port termodern di Kawasan Timur Indonesia,” kata Menteri Rini, di sela peninjauan proyek strategis nasional yaitu Makassar New Port, kemarin.

Bila MNP rampung, Menteri Rini menyebut pelabuhan peti kemas akan dipindahkan dari Pelabuhan Makassar. Adapun Pelabuhan Makassar hanya melayani curah dan Pelabuhan Soekarno-Hatta melayani penumpang. Menteri BUMN menargetkan operasional MNP rampung lebih cepat dari target awal pada akhir tahun ini. Targetnya kalau bisa Oktober 2018, sebagian sudah operasional.”

Menteri Rini juga berpesan kepada Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, Doso Agung, untuk menjalin komunikasi dengan pihak Bea Cukai. Diinginkan dia, lalu lintas barang masuk dan keluar dari Pelabuhan Peti Kemas Makassar menggunakan sistem digital. “Saya pesan ke Dirut (Pelindo IV) komunikasi dengan Bea Cukai pakai sistem digital agar lebih cepat,” tuturnya.

Pada 2018, Menteri Rini melanjutkan pihaknya tidak sebatas berfokus membangun MNP atau Pelabuhan Baru Makassar. Beberapa proyek strategis sedang digenjot di Kawasan Timur Indonesia meliputi Kendari, Sorong dan Merauke. Sumber dananya tidak sebatas berasal dari Penyertaan Modal Negara atau PMN. Kemungkinan, sambung dia, pihaknya akan menerbitkan obligasi.

Khusus proyek MNP, Menteri Rini mengaku memberikan atensi khusus. Kunjungannya ke MNP kali ini bukan yang terakhir. Ia telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek dan dijanjikan jalan sambung akan tuntas pada Februari 2018. Untuk itu, ia berencana akan kembali datang ke Makassar untuk mengecek realisasi megaproyek tersebut pada Maret mendatang. (**)

PKS Tawarkan 9 Kader untuk Pilpres 2019

Partai Keadilan Sejahtera

Partai Keadilan Sejahtera

Jakarta, KABAROKE — Musyawarah Majelis Syuro VI PKS menetapkan sembilan nama sebagai bakal calon presiden dan/atau bakal calon wakil presiden hasil penjaringan internal. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai forum tertinggi di parpol tersebut telah menyelesaikan musyawarah yang membahas tentang bakal calon presiden dan kandidat wakil presiden untuk Pemilu 2019.

Sohibul Iman menerangkan bahwa PKS memajukan nama-nama kader hasil penjaringan internal guna ditawarkan kepada masyarakat dalam suksesi kepemimpinan nasional pada tahun 2019. Sembilan nama bakal calon presiden dan bakal calon wapres hasil penjaringan internal adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf Al Jufri, Tifatul Sembiring, Muzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

Sebelumnya, PKS juga telah menggelar rapat kerja nasional untuk mengevaluasi kinerja partai selama 2017 dan mengukuhkan rencana kerja 2018/2019 untuk meraih target suara 12 persen pada pemilu anggota legislatif 2019. (**)