Harapan Wapres JK Soal Pilkada Serentak 2018

Jusuf Kalla di Makassar
Jusuf Kalla di Makassar

Jakarta, KABAROKE — Bangsa Indonesia menghadapi tahun politik terhitung tahun ini hingga tahun depan. Beragam kontestasi politik sudah di depan mata. Dimulai dari pilkada serentak 2018 dilanjutkan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengharapkan pilkada serentak kali ini dilalui dengan lebih lancar dan aman. Azas pemilihan umum (pemilu) berupa langsung, umum, bebas, dan rahasia atau luber serta jujur dan adil alias jurdil masih relevan.

Orang nomor dua di Indonesia itu meyakini bila azas luber dan jurdil dapat dilaksanakan, maka pilkada akan berjalan damai. “Semoga dapat berjalan damai. Luber dan jurdil (istilahnya) kalau zaman dulu,” ucap Wapres JK.

Khusus pilkada serentak 2018, terdapat 17 provinsi yang menggelarnya, termasuk Sulsel. Selain itu, ada 39 kota dan 115 kabupaten yang menggelar pesta demokrasi pada saat bersaman. Adapun di Sulsel terdiri atas 13 pilkada, dimana 1 provinsi, 3 kota dan 9 kabupaten.

Soal pelaksanaan pilkada serentak 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai memiliki peran strategis. Untuk itu, penyelenggara pemilu itu diminta senantiasa jujur dan menjaga independensi menghadapi tahun politik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta penyelenggara agar tidak berpihak dan berani melawan intervensi. Bersama Polri, KPK siap membantu KPU menciptakan pilkada bersih dan berkualitas.

“KPU itu harus jujur, independen dan tidak memihak. Kalau mendeteksi kecurangan dan dipaksa berbuat curang, jangan ragu laporkan ke KPK dan Polri,” kata Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, di Makassar.

Untuk mengawasi proses pilkada, Laode melanjutkan KPK dan Polri sudah membentuk Satgas Anti-Politik Uang. Tim khusus tersebut diklaimnya tersebar di seluruh daerah di Indonesia. (*)

Related posts

Leave a Comment