DPP Golkar Bantah Agenda Pertemuan Airlangga dan Nurdin Abdullah

Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi, Muhammad Yasir

Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi, Muhammad Yasir

Jakarta, KABAROKE — Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Golkar, Muhammad Yasir, membantah tegas kabar agenda pertemuan antara sang ketua umum Airlangga Hartarto dengan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah (NA) di Sekretariat DPP Golkar, Jumat, 5 Januari. Informasi itu, sambung dia, tidak bisa dipertanggungjawabkan dan jelas bisa menyesatkan.

Yasir mengaku sudah mengkonfirmasi ke jajaran DPP Golkar, termasuk Airlangga Hartarto. Sama sekali tidak ada agenda Airlangga untuk menemui NA yang diketahui merupakan Bakal Calon Gubernur Sulsel. “Saya sudah konfirmasi ke DPP Golkar, tidak ada agenda pertemuan itu,” kata Yasir, saat dihubungi Kamis, 4 Januari.

“Pak Ketum (Airlangga) tidak ada agenda untuk menemui NA. Untuk apa juga? Sikap Golkar di Pilgub Sulsel kan sudah sangat jelas yakni mengusung dan memenangkan kader sendiri yakni Pak Nurdin Halid (NH). Tidak ada tawar menawar di situ,” ujar Yasir

Menurut Yasir, Golkar saat ini berfokus mengawal seluruh pasangan kandidat yang diusungnya untuk mendaftar ke KPUD masing-masing. Termasuk NH yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar pada Pilgub Sulsel 2018. Golkar bersama NasDem, Hanura, PKB dan PKPI siap mendaftarkan NH-Aziz.

“Fokus kita sekarang ke situ, apalagi tahapan pendaftaran sudah semakin dekat. Golkar sudah bulat ke NH-Aziz, tidak mungkin berubah. Intinya sederhana kok, kalau ada kader sendiri yang pantas dan layak, untuk apa usung kandidat lain,” tutup dia.

Pasangan NH-Aziz diketahui akan mendaftar sebagai peserta pilkada ke Kantor KPUD Sulsel, Senin, 8 Januari. Surat penyampaian awal pendaftaran telah dilayangkan. Tim pemenangan NH-Aziz kini merampungkan berkas administrasi persyaratan pendaftaran. (**)

Akademisi Ini Ajak Masyarakat Pilih Cagub Jujur dan Berkomitmen

Akademikus Unhas Amir Ilyas [dok net]

Akademikus Unhas Amir Ilyas [dok net]

Makassar, KABAROKE — Akademisi Univeristas Hasanuddin (Unhas), Amir Ilyas, menyoroti kontestasi Pilgub Sulsel 2018 yang mulai dipenuhi kecurangan pada tahapan verifikasi faktual calon perseorangan. Beragam aduan terkait pemalsuan dukungan sangat massif. Ironisnya, penyelenggara pemilu maupun aparat penegak hukum terkesan diam. Buktinya, tidak ada pihak yang diseret sebagai pelaku.

Sikap diam itu membuat publik dapat berprasangka segala kecurangan pada tahapan verifikasi faktual dilakukan oleh kandidat dan tim pemenangan. Amir mengungkapkan kandidat yang berani memalsukan dukungan atas nama rakyat jelas tidak bisa diandalkan. Kandidat semacam itu hanyalah orang-orang yang dibelenggu nafsu ingin berkuasa.

“Tahapan jalur perseorangan memang butuh kerja keras, juga kejujuran. Nah, kalau kandidat berani memalsukan dukungan, ya jelas sudah tidak bisa diandalkan. Artinya kan kandidat itu tidak jujur, tidak punya integritas dan tidak berkomitmen,” kata Amir.

Menurut Amir, kandidat yang berani berbuat curang sangat membahayakan kehidupan bermasyarakat bila nantinya terpilih sebagai pemimpin. Jika dalam pencalonannya saja telah curang, maka pastinya saat berkuasa akan lebih semena-mena. “Jangan sampai masyarakat Sulsel dipimpin oleh orang-orang yang hanya ingin berkuasa dan mencari harta,” ujar mantan Ketua Panwaslu Makassar itu.

Merespons banyak kecurangan pada tahapan verifikasi faktual, Amir mengajak masyarakat untuk lebih jeli memilih calon pemimpin untuk Sulsel. Bukan lagi saatnya menentukan pilihan berdasarkan asal kedaerahan, kedekatan, apalagi hanya karena uang. Jangan sampai, sambung ia, masyarakat tertipu dan hanya akan ditindas bila sampai salah menentukan pilihan.

“Mari pilih sosok pemimpin yang jujur, berintegritas dan berkomitmen. Itu bisa dilihat kok dari sekarang,” pungkas pria yang juga dikenal sebagai pengamat politik itu.

Menjelang Pilgub Sulsel 2018, paling tidak ada empat kandidat yang mengemuka. Di antaranya yakni pasangan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar, pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar dan Agus Arifin Nu’mang. Khusus Agus, sampai kini belum menetapkan pendamping definitifnya.

Dari empat kandidat itu, pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar merupakan satu-satunya yang mendaftar melalui jalur perseorangan. Adapun tiga kandidat lain memilih maju melalui jalur parpol. (*)

Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Pertama pada 2018, Apa Itu?

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Raih Penghargaan Perdana pada 2018

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Raih Penghargaan Perdana pada 2018

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meraih penghargaan nasional dari Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) sebagai Koordinator Embarkasi Haji Terbaik. Itu menjadi penghargaan perdana Gubernur Syahrul pada 2018. Adapun penyerahan penghargaan diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama di Gedung Manunggal, Kota Makassar, kemarin.

Gubernur Sulsel sendiri merupakan Koordinator Penyelenggara Haji Embarkasi Makassar. Mantan Bupati Gowa itu dinilai memberikan pelayanan haji terbaik di Indonesia.

Sebelum menyampaikan sambutan seragam dari Menteri Agama Republik Indonesia, Gubernur Syahrul menyampaikan beberapa pesan moral. Dikatakan dia, masyarakat Indonesia, khususnya aparatur negara harus mampu memberikan manfaat bagi publik.

Khusus di lingkup Kementerian Agama, Gubernur Syahrul memaparkan misi uang melekat bagi aparatur negara cukup banyak. Di antaranya yakni mengayomi bangsa, melebarkan akses pendidikan, pelayanan keagamaan yang berkualitas dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan agama.

“Misi ini harus dipenuhi karena tuntutan publik semakin tinggi, cepat, spontan dan membutuhkan respon cepat,” kata Gubernur Syahrul.

Gubernur Sulsel melanjutkan Hari Amal Bakti harus dijadikan momentum menyemai kebaikan dan menyebarkan kedamaian. “Saya mengajak semua untuk menjadi duta kedamaian, agama adalah pembawa kesejukan. Pesan ini penting agar tidak terjebak perseteruan dan jebakan pertentangan atas nama agama,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Syahrul yang telah menjabat dua periode mengaku bersyukur bisa hadir selama sepuluh kali berturut-turut pada Hari Amal Bakti ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel Abdul Wahid Thahir, mengatakan Hari Amal Bakti yang dirangkaikan dengan ramah tamah diawali dengan berbagai kegiatan. Di antaranya yakni gerak jalan, vokal group lintas agama dan olahraga.

“Mari berkomitmen untuk melaksanakan integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladan,” imbaunya.

Pada acara ini juga diserahkan penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya (30, 20 dan 10 tahun) serta nota kesepahaman bersamadengan BNN dan empat universitas (UNM, UMI, Universitas Muhammadiyah Makassar dan UIM) di Sulsel, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia aparatur Kementerian Agama. (***)

Tinggalkan PSM, Ferdinand Sinaga Gabung Klub Malaysia

Bomber PSM Ferdinand Sinaga (dok net)

Bomber PSM Ferdinand Sinaga (dok net)

Makassar, KABAROKE — Mantan penyerang tim nasional Indonesia Ferdinand Sinaga, resmi meninggalkan PSM Makassar untuk berlabuh di Liga Primer Malaysia. Pemain berusia 29 tahun itu dikabarkan bermain untuk Kelantan FC.

Kabar itu langsung disampaikan Direktur Utama PSM Makassar Munafri Arifuddin, di sela pertemuan timnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 3 Januari 2018. Dalam pertemuan tersebut Ferdinand tidak hadir karena telah terbang ke Malaysia sehari sebelumnya.

“Dia sudah menghubungi saya, katanya dapat tawaran dari klub Malaysia. Kalau itu keinginannya saya tidak bisa larang,” kata Munafri kepada wartawan di Makassar.

Munafri mengungkapkan, pihaknya sebenarnya berat melepaskan Ferdinand. Musim lalu, pemain berdarah Batak itu jadi top skor PSM bersama Wiljan Pluim dengan koleksi 13 gol. Namun, manajemen PSM enggan menghalangi pemain yang hendak mengembangkan kariernya di luar negeri.

“Sebelumnya kami sebenarnya sudah sepakat untuk kontrak dua musim ke depan. Nilainya juga. Hanya saja belum teken kontrak, karena saya mau bersamaan dengan semua pemain lainnya,” ujar Munafri.

“Saya menyesalkan dia pergi di saat seperti ini karena susah mencari penggantinya. Tapi, kami doakan mudah-mudahan dia bisa lebih baik. Kalau mau kembali ke PSM pun kami terima,” kata Munafri.
Baca juga: Denda Uang Siap Menanti Penggawa Persib yang Indisipliner

Kepindahannya dari PSM juga diungkapkan Ferdinand Sinaga melalui akun Instagramnya. Dia mengunggah fotonya saat berseragam merah-merah khas Juku Eja. Di keterangan fotonya, dia mengungkapkan salam perpisahan.

“Terima kasih untuk kebersamaan selama tiga tahun bersama keluarga PSM, baik manajemen, pelatih, rekan pemain, dan suporter. Semoga kesuksesan selalu bersama kita semua,” bunyi cuitannya. (***)

Polisi Masih Kejar 2 Pelaku Teror Bom di Markas Polsek Bontoala

Suasana Markas Polsek Bontoala Pasca-Teror Bom [dok net]

Suasana Markas Polsek Bontoala Pasca-Teror Bom [dok net]

Makassar, KABAROKE — Tim gabungan yang melakukan penyelidikan terhadap kasus pelemparan bom di markas Polsekta Bontoala berhasil mengidentifikasi pelaku yang merupakan warga Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan, pelaku berjumlah dua orang. Polisi tengah mengejar kedua pelaku tersebut.

“Kalau dilihat dari rekaman CCTV, pelaku peledakan bom di Polsekta Bontoala adalah orang Makassar sendiri. Pelaku masih dalam pengejaran dan belum tahu apakah sudah keluar Makassar atau tidak,” katanya, dilansir dari kompas.com, kemarin.

Dicky mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan keterkaitan pelaku dengan jaringan teroris. Begitupun dengan motif peledakan bom, belum bisa dipastikan.

“Nah kita belum tahu, apakah pelaku terkait dengan jaringan teroris atau tidak. Nanti kalau sudah tertangkap, barulah semua diketahui termasuk dengan motif peledakan bom di markas Polsekta Bontoala,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, markas Polsekta Bontoala di Jalan Sunu yang bersebelahan dengan Mesjid Al Markaz Al Islami, Makassar dilempari bom oleh orang tak dikenal, Senin (1/1/2018) sekitar pukul 03.00 Wita.

Dalam kejadian itu, Kapolsekta Bontoala, Kompol Rapiuddin dan seorang anggotanya, Brigadir Yudirsan terluka akibat terkena serpihan ledakan bom. Kompol Rapiuddin terluka pada lengannya dan Brigadir Yudirsan terluka di bagian kakinya. (***)

NH Sebut Pilkada Ditentukan Suara Rakyat, Bukan Kecurangan

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Jakarta, KABAROKE — Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid (NH), tampil sebagai pembicara pada program Dua Sisi TV One, Rabu, 3 Januari. Dalam acara tersebut, NH bersama sejumlah elite parpol pusat berdiskusi dengan tema ‘Pilkada 2018 : Dimana Suara Publik?’.

NH mengawali pembahasannya terkait tema bahwa suara publik sangat menentukan dalam pilkada. Ditegaskan dia, pesta demokrasi, baik itu pilkada, pileg dan pilpres merupakan pesta rakyat bagi seluruh Indonesia.

Menurut NH, pilkada merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi demi terwujudnya harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk itu, kata dia, pemenang pilkada bergantung pada suara rakyat. Kedaulatan rakyat harus menjadi penentu, bukannya kecurangan yang malah berdaulat.

“Tidak akan ada pemimpin tanpa rakyat memilih. Jadi, kalau ditanya dimana suara publik untuk memenangkan pilkada itu bergantung kedaulatan rakyat, bukan kedaulatan kecurangan,” kata NH yang juga Bakal Calon Gubernur Sulsel.

Di pilkada Sulsel, NH-Aziz berpeluang berhadapan dengan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Muzakkar, Nurdin Abdullah-A Sudirman Sulaiman, serta Agus Arifin Nu’mang-Tanri Bali Lamo.

Dalam kesempatan itu, NH juga memberikan pandangan terkait suara publik pada pilkada. Ketua Dekopin itu menyematkan slogan Sulsel Baru tatkala ditanya mengenai pilkada serentak 2018. “Pilkada damai, utuh dan Sulsel Baru untuk Indonesia,” ucapnya.

Dalam Pilgub Sulsel 2018, NH diketahui maju bersama Aziz Qahhar Mudzakkar. Pasangan nasionalis-religius itu siap mendaftar ke Kantor KPUD Sulsel pada Senin, 8 Januari mendatang.

NH-Aziz diusung oleh lima parpol yakni Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI. Plus ada 1 parpol pendukung yakni PPP kubu Djan Faridz. (*)

Busyet! Harga Cabai di Papua Tembus Rp100 Ribu Per Kilogram

Harga Cabai Mulai Merangkak Naik

Harga Cabai Mulai Merangkak Naik

Papua, KABAROKE — Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mencapai Rp.100 ribu per kilogram. Menurut sejumlah pedagang, harga cabai mulai meroket tajam sejak dua hari menjelang tahun baru. Sebelum hari Raya Natal harga cabai daerah tersebut masih berkisar antara Rp50 ribu hingga 55 ribu perkilogram (kg).

Menjelang tahun baru, harga melejit ke posisi Rp80 ribu dan terus mengalami kenaikan hingga kini mencapai Rp100 ribu. Lisna, salah satu pedagang di Pasar Soyar Wasior mengutarakan, kenaikan harga tingkat pedagang dipicu oleh kenaikan harga di tingkat petani.

“Kita jual 100 ribu per kilo karena memang kita beli dari petani sudah mahal. Kita belinya 90 ribu satu kilo,” kata Lisna.

Di daerah ini, umumnya penjualan cabai oleh pedagang kecil dilakukan dengan sistem tumpukan. Mereka menyiasati kenaikan harga ini dengan mengurangi porsi takaran cabai untuk setiap tumpukan kecil seharga Rp5 ribu maupun tumpukan yang lebih besar seharga Rp10 ribu. (***)

Harapan Umrah Terkabul, Halimah: NH Paling Mengerti Kebutuhan Masyarakat

Warga Bone Halimah Doakan NH-Aziz Menangkan Pilgub Sulsel

Warga Bone Halimah Doakan NH-Aziz Menangkan Pilgub Sulsel

Makassar, KABAROKE — Bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid tidak sekadar menyapa warga Bone pada momentum pergantian tahun di Lapangan Merdeka, Watampone, Minggu (31/12). Malam Hiburan Rakyat Menuju Sulsel Baru 2018 itu juga ajang menebar kebahagiaan bagi masyarakat Bone.

Seperti kebiasaan, NH kembali memberi hadiah umrah. Sedekah tersebut titipan istrinya, Andi Ani sebagai ungkapan terima kasih atas rezeki yang diperoleh keluarganya.

Sedekah umrah di kampung kelahirannya kali ini ternyata mengabulkan harapan yang lama terpendam oleh penjaja minuman keliling, Halimah. Ia sempat tak mampu berkata-kata saking bahagianya memperoleh tiket ke baitullah dari NH.

“Sudah lama saya berdoa kepada Allah swt supaya bisa naik haji atau minimal ikut umrah. Alhamdulillah, doa itu terkabul lewat bantuan Pak NH dan istrinya,” ujarnya beberapa saat setelah diumumkan memperoleh hadiah umrah.

Warga Jalan Nenas, Watampone ini pun menyebut, sosok NH sebagai sosok pemimpin yang mampu mengayomi dengan baik karena dapat mengerti kebutuhan masyarakat. Dirinya kagum dengan karakter merakyat Ketua Dewan Koperasi Indonesia itu.

“Betul-betul beliau sangat pantas jadi gubernur, beliau yang paling paham harapan dan aspirasi masyarakat. Lihat saja programnya, mau membangun mulai dari kampung-kampung,” jelasnya.

Ibu dua anak ini berjanji akan mendoakan pasangan NH-Aziz agar dapat memenangkan Pilgub Sulsel saat umrah. Ia berharap, NH-Aziz dapat segera merealisasikan program pro-rakyat yang telah digagas bersama demi kesejahteraan Sulsel.

“Pasti saya doakan beliau di depan Kakbah, semoga harapan kita semua supaya Pak NH menjadi gubernur bisa terkabulkan,” tandasnya.

Halimah akan diberangkatkan ke tanah suci oleh NH pada Januari ini. Selain Halimah, dua warga lain yang juga disedekahi umrah oleh Andi Ani. Yaitu seorang ibu rumah tangga, Emmi dan wiraswasta petambak, Alimuddin. (**)

1 5 6 7