Inggris Tertarik Investasi di Bidang Energi Terbarukan di Sulsel

Ilustrasi
Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Pemerintah Inggris tertarik melakukan investasi di bidang infrastruktur, khususnya menyangkut energi terbarukan di Sulsel. Penanaman modal di bidang tersebut diyakini merupakan upaya mendorong akselerasi ekonomi dan pembangunan di gerbang Kawasan Timur Indonesia.

Wakil Kepala Tim Ekonomi dan Kesejahteraan (Deputy Head of Economics and Prosperity Team) Kedutaan Besar Inggris, Samuel Hayes, menyebut negaranya sangat andal dalam bidang energi terbarukan. Adapun Sulsel disarankan untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur, termasuk di bidang energi terbarukan.

meyakini, jika Sulsel ingin maju di berbagai bidang, maka yang pertama perlu menjadi prioritas adalah pembangunan infrastruktur.

“Dengan hadirnya infrastruktur yang baik, maka akan mempengaruhi yang lain juga menjadi baik,” kata Hayes saat berkunjung ke Kantor Gubernur Sulsel.

Dalam kunjungan tersebut, Inggris menjajaki kemungkinan bidang-bidang yang dapat dikolaborasikan di Sulsel. Selain infrastruktur, juga perdagangan dan pendidikan. Salah satunya, Hayes, menyebut kerjasama di bidang energi terbarukan. Di bidang itu, Inggris salah satu yang terbaik, terutama energi terbarukan di lepas pantai.

“Kalau dalam hal ini Inggris ahli dalam bidang energi terbarukan. Mungkin kami akan berdiskusi dengan pemerintah daerah atau jika ada perusahaan Inggris yang mau berinvestasi, Sulsel daerah yang sangat baik sejauh ini,” ucap dia.

Di Sulsel sendiri, selain PLTB Sidrap yang sudah hampir beroprasi, saat ini pembangunan energi terbarukan di Jeneponto dan Selayar sedang dipersiapkan. Hayes juga membahas kemungkinan kerja sama bidang sumber daya manusia, ekonomi digital (e-commerce), dan ekonomi kreatif serta pengaruh pilkada di Sulsel.

Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel, Muhammad Firda, usai pertemuan menjelaskan, Inggris ingin mengetahui potensi yang bisa dijajaki terutama pendidikan dan infrastruktur. “Di Sulsel kita jelaskan perekonomian dalam sepuluh tahun terakhir di atas tujuh persen, kita juga memiliki komoditi ekspor terbesar seperti kakao dan rumput laut,” tuturnya.

Persoalan infrastruktur juga masih terbuka lebar dan teknologi dari Eropa adalah yang terbaik, termasuk Inggris. Salah satu yang dibicarakan adalah kerjasama menciptakan tenaga ahli dan terampil.

“Terkait tenaga terampil yang bisa mendukung hadirnya infrastruktur tersebut dan menjawab tantangan global. Sehingga tidak terjadi insiden kecelakaan tenaga kerja. Apalagi mereka terkenal ahli,” pungkas dia. (***)

Related posts

Leave a Comment