Fahsar: Kejayaan Sulsel Akan Kembali di Bawah Kepemimpinan NH

Andi Fahsar M Padjalangi

Andi Fahsar M Padjalangi

Bone, KABAROKE — Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bone, Andi Fahsar M. Padjalangi kembali menegaskan kepercayaannya terhadap sosok calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid. Hal itu diungkapkan oleh Fahsar saat menjadi juru kampanye NH-Aziz di Lapangan Caligo, Kelurahan Unyi, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Kamis (1/3) siang.

“Sudah saatnya kita kembalikan kejayaan Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Pak NH,” tegas calon Bupati Bone petahana ini.

Pria yang akrab disapa Puang Baso juga menyebutkan, NH sebagai figur yang diyakini mampu memberikan perubahan signifikan yang lebih baik untuk Sulsel ke depannya. Berbekal dengan koneksitas NH di jaringan nasional dan internasional, maka keputusannya untuk “pulang kampung” perlu didukung penuh.

“Perubahanlah yang akan dibawa Pak Nurdin Halid di Sulsel. Dengan Sulsel Baru diharapkan Sulsel akan menjadi lebih baik dan sejahtera,” ujarnya.

Karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh massa yang hadir pada kampanye tertutup dan dialogis tertutup agar ikut serta menjadi bagian dari barisan pemenangan pasangan nasionalis-religius ini. Ia optimistis dengan memupuk rasa persaudaraan dan persatuan masyarakat Bone mampu mengantarkan pasangan NH-Aziz memenangkan Pilgub Sulsel.

“Saya yakin kalau orang Bone sudah satu kata dan perbuatan, maka niat NH-Aziz untuk membangun Bone akan terbuka dan tiba saatnya karena kita memiliki kekuatan yang besar,” tandasnya.

Selain dihadiri oleh NH-Aziz, hadir sejumlah juru kampanye. Di antaranya,Hamka B Kady, Muhammad Yasir, Andi Yagkin M Padjalangi, Rusni Kasman, Irwan Muin, Syamsuddin Upel, Afifuddin, Ambo Dalle, dan Andi Akbar. Usai kampanye di Kecamatan Dua Boccoe, pasangan NH-Aziz melanjutkan kampanye di Kecamatan Tanete Riattang. (***)

BPS : Sulsel Alami Inflasi 0,23 Persen pada Februari 2018

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2018, Sulsel mengalami inflasi 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,66. Dari lima kota IHK, semuanya mencatat inflasi. Tertinggi dialami Kota Palopo sebesar 0,58 persen dengan IHK 131,04. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Parepare sebesar 0,05 persen dengan IHK 128,09.

“Pada bulan Februari 2018, Sulsel mengalami inflasi 0,23 persen. Semua kota IHK bahkan mencatatkan inflasi, tertinggi di Palopo dan terendah di Parepare,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, Kamis, 1 Maret.

Berdasarkan catatan BPS, inflasi yang terjadi di Sulsel dipengaruhi naiknya harga pada lima dari tujuh kelompok pengeluaran. Rinciannya yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,76 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,37 persen); kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,11 persen); kelompok kesehatan (0,09 persen) dan kelompok perumahan (0,05 persen).

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, ada lima mengalami kenaikan dan dua lainnya mengalami penurunan. Yang menurun itu kelompok sandang serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan, masing-masing sebesar 0,07 persen dan 0,22 persen,” Nursam menerangkan.

Secara utuh, Nursam menuturkan laju inflasi tahun kalender Februari 2018 untuk Sulsel mencapai 1,04 persen. Adapun laju inflasi year on year alias rentang Februari 2018 terhadap Februari 2018 menembus 3,57 persen.

“Bila dibandingkan dengan statistik inflasi pada Februari dalam kurun dua tahun terakhir, inflasi kali ini lebih rendah dibandingkan bulan yang sama pada 2017 yang mencapai 0,75 persen. Tapi, kalau dibandingkan 2016, kala itu malah terjadi deflasi 0,08 persen,” pungkasnya. (*)

Muallim : NH Bukan Profesor, Tapi Andalan Para Profesor

Ketua KKMB Andi Muallim

Ketua KKMB Andi Muallim

Makassar, KABAROKE — Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB), Andi Muallim, memuji ketokohan sekaligus kapabilitas Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH). Di mata Muallim, NH merupakan sosok hebat yang selalu mampu menawarkan solusi di tengah problema klasik.

Muallim mencontohkan gagasan membangun kampung dan menata kota dari NH merupakan solusi tepat mengatasi sederet permasalahan klasik di Sulsel. Oleh pakar, kata dia, ide pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu sangat inovatif dan brilian.

“Pak NH ini orang yang hebat. Misalnya ide program membangun di kampung, oleh pakar-pakar itu sangat disetujui dan diapresiasi. Makanya, NH sering disebut meski bukan profesor tapi andalannya para profesor,” kata Muallim, saat kampanye NH-Aziz di GOR Lapatau Matannatikka, Kabupaten Bone, Kamis, 1 Maret.

Mantan Sekretaris Provinsi Sulsel itu juga memuji komitmen pengabdian NH. Di tengah karir yang mantap di tingkat nasional sebagai pimpinan Golkar dan Ketua Dekopin, NH bersedia pulang kampung. Tujuannya sangat mulia yakni mengabdi membangun Sulsel Baru yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

“Beliau (NH) ini benar-benar memiliki komitmen pengabdian, mau turun membangun daerah kita. Makanya, harusnya kita berterimakasih,” tutur Muallim.

Di hadapan ribuan warga Bone yang tumpah ruah di GOR Lapatau, Muallim mengajak untuk bersatu padu memilih NH-Aziz. Toh, hanya pasangan nasionalis-religius tersebut yang memiliki kemampuan untuk mensejahterakan masyarakat. Tidak kalah penting, hanya NH-Aziz pula yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap masyarakat. (*)

OJK : Kerugian Investasi Ilegal Tidak Diganti Pemerintah

Investasi Bodong (Liputan6)

Investasi Bodong (Liputan6)

Makassar, KABAROKE — Ketua Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan alias OJK, Tongam Lumban Tobing, menegaskan pemerintah tidak akan menanggung kerugian dari investasi ilegal. Pertimbangannya, tidak ada dasar hukum ataupun kewajiban dari pemerintah. Selain itu, pengembalian kerugian atas investasi bodong membuat praktik tidak sehat tersebut malah terus bertumbuh.

“Tidak ada penggantian kerugian dari pemerintah. Kalau diganti, ya bisa ramai nanti investasi ilegal karena pikirnya nanti ada penggantian kerugian (buat korban),” kata Tongam.

Menurut Tongam, ada tren di masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal kemudian meminta agar ganti rugi agar dapat ditangani oleh pemerintah. Hal tersebut jelas keliru mengingat pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk mengganti kerugian korban investasi bodong. “Tidak ada regulasi yang mengatur pemerintah mengganti,” tegas dia.

Tongam menegaskan bila terjadi temuan investasi ilegal, masyarakat diminta untuk melaporkan, baik kepada kepolisian maupun OJK. Dengan demikian, investasi ilegal itu tidak semakin berkembang dan menjerat lebih banyak korban.

Lebih jauh, Tongam angkat bicara mengenai dugaan investasi ilegal yang dilakukan Abu Tours yang kasusnya mirip dengan First Travel. Hingga kini, izin operasional Abu Tours belum juga dicabut lantaran perusahaan travel umrah dan haji itu masih memberangkatkan jamaahnya ke Tanah Suci. Selain itu, kewenangan pencabutan izin ada di tangan Kementerian Agama.

Tongam mengatakan jika mencabut atau membekukan izin operasional Abu Tours maka tentu efeknya pada agenda pemberangkatan jemaah ke depan. Disampaikannya pula bahwa Abu Tours memang tengah dalam masalah. Terlebih kasus tersebut sudah ditangani Polda Sulsel. Diduga ada puluhan ribu jemaah Abu Tours yang belum diberangkatkan.

“Ya memang bermasalah karena paket murah. Pembiayaan umrah itu normalnya Rp20-21 juta. Nah, First Travel itu patok Rp14,6 juta saja ambruk, sementara Abu Tours itu hanya Rp12 juta,” pungkasnya. (***)

Sebelum Kampanye, Aziz Blusukan ke Pasar Sentral Palakka Bone

Aziz Qahhar Mudzakkar Blusukan ke Pasar Sentral Palakka Bone

Aziz Qahhar Mudzakkar Blusukan ke Pasar Sentral Palakka Bone

Makassar, KABAROKE — Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, meluangkan waktu untuk blusukan di Pasar Sentral Palakka, Kabupaten Bone, Kamis, 1 Maret. Blusukan ke sejumlah pedagang di pasar dilakukan sebelum melakukan kampanye bersama Nurdin Halid (NH) di Lapangan Duaboccoe.

Di Pasar Sentral Palakka, Aziz tampak membaur dengan sejumlah pedagang maupun pengunjung pasar. Mantan Anggota DPD RI itu menanyakan harga beberapa komoditas pangan strategis, lantas membelinya. Kehadiran Aziz disambut hangat oleh para pedagang maupun pengunjung pasar.

Salah seorang pedagang, Samsidar, mengaku senang sekaligus bangga bisa bertatap muka dan berinteraksi langsung dengan Aziz. Ia menilai pasangan NH itu merupakan sosok yang sangat merakyat. Untuk itu, ia pun mendoakan agar NH-Aziz dapat terpilih pada Pilgub Sulsel 2018.

“Senang sekali bisa bertatap muka dengan Pak Aziz. Sudah lama sekali lihat foto-fotonya di baliho. Ya semoga nanti bisa terpilih agar masyarakat kecil seperti kita-kita (para pedagang) dapat lebih diperhatikan,” asa Samsidar.

Dalam kunjungannya ke pasar, Aziz sendiri tidak lupa memaparkan gagasan dan program Sulsel Baru. Di antaranya yang berkaitan dengan pedagang pasar adalah ekonomi kerakyatan serta pinjaman usaha tanpa bunga dan agunan.

Menurut Aziz, bila kelak terpilih, pihaknya akan mendorong dan mengembangkan usaha kecil dan menengah, termasuk para pedagang pasar. Toh, usaha kecil dan mengah itulah yang merupakan ujung tombak akselerasi ekonomi. “Ya masyarakat kecil harus lebih dulu diperhatikan, makanya kami punya tagline membangun di kampung.”

“Kami akan memulai membangun Sulsel dari pelosok desa hinga ke kota. Sebab, selama ini pemerintah fokusnya hanya membangun perkotaan tanpa memikirkan nasib masyarakat di desa,” ulas Aziz.

Selama di Bone, Aziz telah melakukan serangkaian kegiatan. Selain blusukan serta kampanye tatap muka dan dialogis, Aziz juga didaulat sebagai penceramah usai Salat Subuh di Masjid Raya Watampone. Sebelum ke Bone, sosok yang besar dari lingkungan pesantren ini sebelumnya telah melakukan kampanye perdana di tanah leluhurnya, Kabupaten Luwu. (*)

Abdul Latif dan NH-Aziz Mau Benahi Pendidikan dan Kesehatan

Calon Bupati Pinrang Abdul Latief

Calon Bupati Pinrang Abdul Latief

Makassar, KABAROKE — Calon Bupati Pinrang Abdul Latif menyatakan punya cara tersendiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pinrang. Bersama pasangannya, Usman Marham, ia berjanji akan mengratis biaya sekolah negeri, serta melakukan pembinaan untuk sekolah swasta melalui program pemerintah.

Abdul Latif mengungkapkan, program pendidikan dan kesehatan yang digagasnya punya pendekatan yang sama dengan program di bidang serupa, gagasan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

“Selain nomot urut yang sama (nomor 1), kita juga sama-sama memprogramkan untuk menuntaskan masalah pendidikan dan kesehatan, dan beliau juga berkehendak begitu,” ucap Latif saat berkunjung ke Makassar.

Ia menjelaskan, persoalan pendidikan tidak hanya akan selesai dengan program pembiayaan gratis. Seharusnya, segala keperluan pelajar, seperti perlengkapan sekolah, dapat menjadi perhatian pemerintah.

“Kita mau pendidikan itu tuntas, jangan namanya pendidikan gratis, tapi masih ngurus tentang buku, peralatan sekolah, itu sudah seharunya disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Demikian juga soal persoalan kesehatan masyarakat. Program dari Abdul Latif sejalan dengan apa yang digagas NH-Aziz. Bagaimana pemerataan peyalanan kesehatan untuk semua kalangan masyarakat dapat terlaksana.

“Jangan sampai ada, di tengah masyarakat terdapat perbedaan dalam hal pelayanan kesehatan. Ada kelompok yang dapat BPJS ada yang tidak,” harapnya.

Secara umun, ia mengakui punya banyak program sejalan dengan NH-Aziz. Khususnya dalam hal pengembangan SDM di Kabupaten Pinrang pada bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.

Sekadar diketahui, program pendidikan berkualitas NH-Aziz salah satunya adalah bantuan beasiswa dan perlengkapan sekolah, gratis bagi pelajar SD hingga SMA. Pada program kesehatan, pelayanan berbasis KTP juga akan diterapkan guna mempermudah proses pelayanan. (*)

Saran OJK buat Investor Pemula : Beli Saham Reksadana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Makassar, KABAROKE — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekomendasikan investor pemula di pasar modal untuk membeli saham reksadana. Pertimbangannya, reksadana memiliki risiko kerugian yang lebih kecil dibandingkan produk lain. Toh, reksadana memang telah dikelola oleh pihak yang terpercaya dan profesional.

Deputi Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B OJK, M Maulana, berpendapat investasi saham di reksadana memiliki resiko yang kecil lantaran sistemnya baik dan dikelola secara profesional. Tidak kalah penting adanya izin OJK.

“Banyak pilihan investasi saham. Tapi untuk (investor) pemula, baiknya reksadana karena risikonya kecil. Reksadana itu kan dikelola oleh pihak profesional dan yang terpercaya, paling penting juga sudah memiliki izin OJK,” kata Maulana, di Makassar.

Menurut Maulana, sebenarnya tidak ada masalah bagi investor pemula untuk membeli saham secara langsung. Namun, masyarakat yang berinvestasi melalui cara tersebut harus banyak membaca dan menggali informasi terkait perusahaan yang dipilih. Musababnya, pilihan investasi saham sangat dipengaruhi oleh masa depan perusahaan terkait.

“Itulah bedanya investasi saham langsung dengan reksadana. Kalau reksadana kan ada yang mengelola, jadi masyarakat tinggal memasukkan dananya dan akan dikelola sehingga risiko (kerugian) lebih kecil,” pungkasnya. (*)

Abraham Ajak Generasi Muda Tidak Korupsi Sejak Dini

Mantan Ketua KPK Abraham Samad [dok net]

Mantan Ketua KPK Abraham Samad [dok net]

Makassar, KABAROKE – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengajak generasi muda untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai integritas dalam diri masing-masing. Caranya dengan mencegah diri sendiri dan orang lain tidak tidak melakukan korupsi sejak dini.

“Bangsa dan negara ini tidak dibangun di atas prilaku korupsi melainkan dibangun di atas kejujuran dan nilai-nilai integritas. Generasi muda wajib menumbuhkembangkan nilai-nilai ini karena merekalah yang akan menerima estafet kepemimpinan bangsa dan negara,” kata Abraham, Rabu 28 Februari 2018.

Abraham mengingatkan hal ini terkait akan hadirnya ia selaku pembicara kunci di acara Indonesia Future Leaders Conference (IFLC) di Makassar, Sulawesi Selatan. Acara dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Membangun Negeri” ini rencananya dilaksanakan hari Kamis hingga Sabtu, 1-3 Maret 2019 di Balai Sidang 45, Jalan Urip Sumohardjo Km 4, Makassar, mulai pukul 09.00 WITA.

Dalam sesi khusus Abraham akan memberi motivasi kepada generasi muda calon pemimpin bangsa bagaimana mempersiapkan diri dari sisi mental maupun moral. Dari sisi mental, kata Abraham, terkait harus kuatnya pemimpin muda menahan godaan dalam bentuk pemberian gratifikasi, komisi, yang ujung-ujungnya korupsi.

“Dari sisi moral bagaimana generasi muda wajib memegang agama, keyakinan, dan etika yang selalu mengajarkan kebaikan,” kata Abraham.

Moralitas dan etika ini menurut Abraham pada gilirannya merupakan modal penting untuk membendung setiap pemimpin muda atau calon pemimpin di masa mendatang dari setiap prilaku koruptif.

“Saya akan memberi motivasi sekaligus hal-hal praktis tentang bagaimana generasi muda memiliki integritas terutama menyiapkan diri menahan godaan dan korupsi,” janji Abraham.

IFLC merupakan kegiatan pelatihan kepemimpinan tingkat nasional yang dirancang untuk mendorong sikap keberanian seseorang, meningkatkan kualitas kepemimpinan, meningkatkan motivasi, meningkatkan kemampuan kerjasama dan kepekaan sosial.

Acara kali ini mengangkat enam isu krusial yaitu lingkungan, pendidikan, kemiskinan, kesehatan, gender dan ekonomi, dengan masin masing pembicara yang menguasai bidangnya. Indonesia Future Leaders (IFL) sendiri merupakan organisasi pemuda nonprofit yang kegiatannya fokus kepada pemberdayaan pemuda dan kerelawanan sosial.

Pegiat organisasi ini berkeyakinan, memajukan Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda. IFL hadir sebagai wadah gagasan serta kendaraan dalam merealisasikan aksi nyata untuk Indonesia.

Kegiatan kali ini yang menghadirkan Abraham Samad dilatarbelakang kondisi permasalahan bangsa yang akan menghadapi tantangan Bonus Demografi 2030, yang membutuhkan solusi paling efektif. (*)

Pilkada Sulsel, NH Serukan Sikap Kenegarawanan

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE — Perjalanan demokrasi di negeri indah ini memang pasang surut silih berganti, sesuai dengan era yang berlaku. Bersikap dewasa dalam politik adalah bagian dari pendewasaan kehidupan politik.

Itu ungkapan calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid (NH) menggambarkan kondisi politik Sulsel memasuki tahapan kampanye Pilkada Serentak 2018. Bagi NH, pilkada tahun ini harus lebih mengedepankan sikap kenegarawanan.

“Sikap kenegarawanan jangan sampai hilang dari sanubari,” ujar NH.

Jika sikap kenegarawanan dapat ditonjolkan oleh semua kandidat, NH yakin, perilaku curang yang penuh dengan adegan suap dan manipulasi tidak akan terjadi dalam Pilkada Sulsel.

“Kecurangan, politik uang hingga upaya saling menjatuhkan adalah hal yang dihindari sekaligus terlarang. Makanya aspek kenegarawanan harus hadir,” tuturnya.

NH menjelaskan, menonjolkan sikap kenegarawanan adalah salah satu bentuk kedewasaan dalam berpolitik. Jangan sampai, kata dia, hanya karena hubungan silaturrahmi putus.

“Jangan karena berbeda pendapat, berbeda pilihan, kemudian persaudaraan, persahabatan tercoreng. Artinya jangan memutuskan tali silaturrahmi, itu prinsip saya,” tegasnya.

“Saya kalau ketemu Pak Syahrul biasa, tidak ada apa-apa. Kalau ketemu kami peluk-pelukan, cipika-cipiki. Tidak semua calon bisa begitu, itulah kelebihan Nurdin Halid,” ucapnya menambahkan. (*)