KPU Sebar 21 Juta Lembar Bahan Kampanye untuk Pilgub Sulsel

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel akan menyebar 21 juta lebih lembaran bahan kampanye Pilgub Sulsel 2018. Bahan kampanye itu ditujukan guna mensosialisasikan visi misi dan program kerja empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Juru bicara KPU Provinsi Sulsel, Asrar Marlang, mengungkapkan 21 juta lebih lembaran bahan kampanye itu akan didistribusikan ke 3.047 desa/kelurahan lingkup 24 kabupaten/kota. Masing-masing terdiri dari 5.390.562 lembar dalam bentuk selebaran, brosur, pamflet dan poster.

Merujuk pada Peraturan KPU, jumlah bahan kampanye pada Pilgub Sulsel 2018 dicetak sebanyak 50 persen dari jumlah kepala keluarga di tingkat provinsi. Di Sulsel diketahui tercatat 2,7 juta kepala keluarga.

“Jadi kalau 50 persen, maka ada 1,34 juta kepala keluarga. Itulah yang dikalikan dengan empat merujuk pada jumlah pasangan calon gubernur,” ujar Asrar, di Makassar.

Selain mencetak bahan kampanye, Asrar menuturkan pihaknya juga menetapkan kebutuhan alat peraga kampanye alias APK. APK pada Pilgub Sulsel 2018 terdiri dari 480 baliho, 24.560 umbul-umbul dan 24.376 spanduk. (*)

BPS : Nilai Tukar Petani Sulsel Anjlok 0,41 Persen

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) di wilayahnya tercatat 101,10 persen atau terjadi penurunan 0,41 persen pada Februari 2018. Sebulan sebelumnya, NTP di Sulsel mencapai 101,52 persen. Sepanjang tahun ini, daya beli petani kecenderungannya terus merosot.

Nursam mengungkapkan bila dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya, merosotnya NTP Sulsel dipengaruhi turunnya empat dari lima subsektor. BPS mencatat hanya subsektor tanaman perkebunan rakyat yang memperlihatkan kinerja positif. Itu pun tidaklah terlalu signifikan mengingat empat subsektor pembentuk NTP mengalami penurunan.

“Bila dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya, empat subsektor mengalami penurunan dan satu subsektor mengalami kenaikan. Penurunan terbesar terjadi pada subsektor tanaman pangan mencapai 0,96 persen. Adapun kenaikan dicatat subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,36 persen,” kata Nursam, di Makassar.

NTP diketahui diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang harus dibayarkan petani. NTP menjadi salah satu indikator melihat tingkat daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif makin kuat pula tingkat daya beli petani.

Menurut Nursam, kesimpulan data penurunan NTP Sulsel pada Februari 2018 merujuk pada hasil pemantauan harga-harga pedesaan. Penurunan terjadi disebabkan indeks yang diterima petani hanya naik 0,32 persen. Di sisi lain, indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,73 persen.

Berdasarkan data BPS, NTP subsektor tanaman pangan sebesar 99,82 persen atau turun 0,96 persen dibandingkan periode bulan lalu. Adapun subsektor hortikultura sebesar 106,51 persen alias turun 0,52 persen. Subsektor perkebunan rakyat mencatat 91,87 persen atau turun 0,36 persen dan subsektor peternakan sebesar 109,21 persen alias turun 0,26 persen. Sedang, subsektor perikanan sebesar 102,82 persen atau turun 0,92 persen. (**)

Siaran Kampanye Dialogis di RRI, NH Tawarkan Konsep Atasi Tantangan Sulsel

Nurdin Halid Melakukan Siaran Kampanye Dialogis di RRI Makassar

Nurdin Halid Melakukan Siaran Kampanye Dialogis di RRI Makassar

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid menjadi kandidat pertama yang hadir pada siaran kampanye dialogis Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar. Siaran tersebut dilaksanakan di studio 1 RRI, Jalan Riburane, Makassar, Senin (5/3) pagi.

Dalam siaran tersebut, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini membahas sederet program unggulan yang bakal direalisasikan apabila terpilih menjadi Gubernur Sulsel periode 2018-2023. Ia menjelaskan, terdapat sejumlah tantangan utama yang sedang dihadapi Sulsel.

“Tantangan Sulsel ke depan tidak lain adalah kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, minimnya infrastruktur, daya lingkungan yang semakin menurun, tata ruang yang belum selesai, birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang belum maksimal,” urainya.

Berangkat dari hal tersebut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini menegaskan keinginannya untuk “pulang kampung” demi pengabdian. Komitmen pasangan NH-Aziz dalam Pilgub Sulsel dengan gagasan Trikarya Pembangunan demi mengatasi permasalahan saat ini. Gagasan tersebut terdiri dari tiga basis pembangunan di bawah kepemimpinan NH-Aziz nantinya.

“Pertama, infrastruktur, termasuk infrastruktur umum, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, keagamaan, dan peribadatan. Ini prioritas utama setelah saya menelisik dan mengunjungi 50 persen wilayah Sulsel, kemudian menemukan masih banyak ketertinggalan infrastruktur tatkala kita di tengah kehidupan modern,” ujarnya.

Kemudian, pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan dan pembangunan SDM berbasis kearifan lokal. Pembangunan tersebut turut menjadi tumpuan dalam menciptakan Sulsel Baru yang lebih sejahtera.

“Sulsel terkenal dengan sumber daya alam yang ekonomi kerakyatan. Ketimpangan dan kesenjangan terjadi karena pengelolaan perekonomian kerakyatannya tidak maksimal di seluruh pelosok Sulsel,” tuturnya.

Integrasi gagasan Trikarya Pembangunan NH-Aziz kemudian dijabarkan ke dalam berbagai program pro rakyat melalui empat kartu “sakti”. Yaitu, Kartu Sulsel Baru, Kartu Anak Pintar, Kartu Anak Sehat, dan Kartu Mahasiswa Cerdas.

“Keempat kartu ini akan memfasilitasi berbagai manfaat, seperti perlengkapan sekolah gratis, pelayanan kesehatan gratis berbasis KTP, dan pinjaman modal tanpa bunga dan agunan,” bebernya. (*)

Ini Penyebab Kematian Kapten Fiorentina ‘Davide Astori’

Kapten Fiorentina Davide Astori [Foto : FIFA.com]

Kapten Fiorentina Davide Astori [Foto : FIFA.com]

Jakarta, KABAROKE — Kapten Fiorentina Davide Astori meninggal karena “serangan jantung oleh sebab alami”. Pemain internasional Italia Davide Astori, (31), ditemukan tewas di hotel La di Moret di Udine, menjelang pertemuan timnya dengan Udinese pada hari Minggu (4/3/2018).

Pertandingan tersebut, dan semua pertandingan Serie A pada hari Minggu, kemudian dibatalkan. Sebuah pernyataan internal dari klub yang dikeluarkan oleh Fiorentina berbunyi: “Fiorentina sangat terguncang dan terpaksa mengumumkan bahwa kapten mereka Davide Astori telah meninggal dunia.

“Untuk situasi yang mengerikan dan rumit ini, dan terutama untuk menghormati keluarganya, kami memacu kepekaan dari para awak media,” tuturnya, sebagaimana dikutip dari Mirror, Senin (5/3/2018).

Petugas pers Fiorentina Arturo Mastronardi mengungkapkan bahwa Astori belum sampai sarapan atau menjawab teleponnya saat dipanggil pukul 09.30. Dia ditemukan di tempat tidurnya oleh petugas pemijat klub, sebelum dibawa ke rumah sakit setempat untuk diautopsi.

“Gagasan yang kita hadapi dari situasi ini adalah bahwa pemain tersebut meninggal karena serangan jantung oleh sebab-sebab alami,” ungkap jaksa penuntut Udine Antonio De Nicolo.

“Aneh kalau hal seperti itu terjadi pada seorang profesional yang dipantau secara ketat dan tidak menunjukkan tanda peringatan,” tambahnya.

Astori meninggalkan rekannya, Francesca Fioretti, dan seorang anak perempuan berusia dua tahun bernama Vittoria. Dia diproyeksikan bakal menandatangani kontrak baru dengan Viola pada hari Senin (5/3/2018).

“Sulit untuk berdiri di sini, ini adalah tragedi yang sangat besar,” tutur pemilik Fiorentina Andrea Della Valle kepada wartawan di luar tempat latihan Fiorentina pada hari Minggu (4/3/2018).

“Berpikir tentang keluarga dan anak-anaknya, saya tidak tahu harus berkata apa. Padahal, dia akan menandatangani kontrak baru pada hari Senin, jadi dia bisa melihat karirnya di Florence,” imbuhnya.

“Saya masih shock,” pungkasnya. (*)

Setelah PSI, Giliran Perindo Temui Presiden Jokowi di Istana

Ketua Umum Perindo Hari Tanoe Temui Presiden di Istana (foto :merdeka.com)

Ketua Umum Perindo Hari Tanoe Temui Presiden di Istana (foto :merdeka.com)

Jakarta, KABAROKE — Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/3). Datang ke Istana, Perindo dipimpin langsung oleh Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo yang didampingi oleh Sekjen Ahmad Rofiq dan pengurus Perindo lainnya.

Pantauan di lokasi, seperti dilansir dari merdeka.com, Hari Tanoe dan petinggi Perindo telah tiba sekira pukul 08.16 WIB. Namun, mereka baru masuk ke kawasan Istana Merdeka sekitar pukul 09. 45 WIB.

Para petinggi partai dengan nomor urut sembilan di Pemilu 2019 yang datang ke istana di antaranya adalah Wasekjen M Sofian, Ketua DPP Yamin Tawari, Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Christhoporus Taufik, dan Wasekjen Doni Ferdiansyah, serta Ketua DPP Bidang Organisasi Syafril Nasution. Belum diketahui apa yang dibahas antara Perindo dengan Jokowi.

Kehadiran Perindo menjadi partai politik yang kedua yang bertemu dengan Jokowi di Istana di tahun politik 2018. Sebelumnya diketahui, Jokowi telah menerima para petinggi Partai Solidaritas (PSI) pada Kamis (2/3) lalu. Mereka yang datang ke Istana adalah Ketua Umum Grace Natalie, Sekjen Raja Juli Antoni dan Ketua DPP Bidang Eksternal Tsamara Amany. (*)

Kunjungi Johor Port, Dirsum Pelindo IV Bahas Kerjasama OJT

Kunjungan Manajemen Pelindo IV ke Johor Port

Kunjungan Manajemen Pelindo IV ke Johor Port

Makassar, KABAROKE — Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum atau Dirsum PT Pelindo IV, M. Asyhari, mengharapkan program On The Job Training (OJT) berimpliksi positif pada kinerja perseroan. Program OJT diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM karyawan Pelindo IV, baik secara administrasi maupun operasional.

Hal itu diungkap M Asyhari di sela-sela pembahasan kerjasama program OJT antara PT Pelindo IV dengan Johor Port Berhad yang berlangsung di Johor, Malaysia.

Dalam kesempatan tersebut, Asyhari yang didampingi DVP Of Human Capital Development PT Pelindo IV, Mundzyr Salim, juga melakukan evaluasi mengenai pelaksanaan kerjasama program OJT. Diketahui program tersebut sudah berlangsung 8 batch antara Pelindo IV dengan Johor Port Berhad.

Selain itu, dalam kunjungan yang diterima oleh Head of Corporate Strategy and Business Development Johor Port Berhad, K.C Low dan Head of Johor Port Skill Centre, Nazry Bin Yahya ini, pimpinan Pelindo IV itu juga melakukan diskusi dan pembahasan tentang kelanjutan kerja sama program OJT. Terlebih kontraknya akan berakhir pada 6 Maret 2018.

Asyhari juga berkesempatan meninjau langsung aktivitas OJT Batch IX yang diikuti 12 orang pegawai Pelindo 4, yang berlangsung dari 2 Maret hingga 31 Maret mendatang. (*)

Warga Pelosok Bone Tempuh Perjalanan 8 Jam Demi Ketemu NH 

Warga Pelosok Bone Antusias Bertemu dengan Nurdin Halid

Warga Pelosok Bone Antusias Bertemu dengan Nurdin Halid

Bone, KABAROKE — Tawakkal, warga Desa Tombong, Kecamatan Tellulimpoe, tampak sangat antusias bertemu dengan Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH). Di hadapan jagoannya di Lapangan Pesanggrahan, Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja, Tawakkal menumpahkan seluruh keluh kesahnya. Termasuk soal akses jalan dari kampungnya ke ibu-kota Bone yang sangat jauh dan rusak.

Demi bertemu NH, Tawakkal bercerita harus bangun dini hari dan memulai persiapan menuju lokasi kampanye mantan Ketua PSSI itu. Maklum, jarak Desa Tombong ke Desa Ujung Lamuru berkisar 215 kilometer. Ia harus melalui dua kabupaten yakni Pangkep dan Maros sebelum sampai ke tujuan. Kira-kira makan waktu sampai delapan jam.

“Desa saya paling jauh jaraknya, sekitar 215 kilometer ditempuh 8 jam. Ya harus melewati Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Maros untuk sampai. Tadi saya start dari rumah sekitar jam tiga subuh demi bisa bertemu dan mendukung NH-Aziz. Besar harapan saya, jikalau kelak terpilih maka NH-Aziz akan memperhatikan kami-kami yang berasal dari desa terjauh,” tutur dia, Minggu, 4 Maret.

Warga Pelosok Bone, Tawakkal, Antusias Bertemu Nurdin Halid

Warga Pelosok Bone, Tawakkal, Antusias Bertemu Nurdin Halid

Menurut Tawakkal, akses jalan dari ibu kota Bone maupun ibu kota Sulsel yakni Makassar ke Desa Tombong sangat jauh. Yang lebih memprihatinkan, akses menuju kampungnya tersebut rusak parah. “Ya hanya di jalan poros yang bagus, kalau sudah masuk ke jalan menuju desa kami itu sudah rusak, berlubang-lubang. Semoga ini nantinya bisa menjadi perhatian bila kelak Pak NH terpilih,” asa Tawakkal.

Tidak kalah miris, Tawakkal menyebut perhatian pemerintah terhadap nasib para guru yang mengajar di Desa Tombong. Idealnya, para guru yang ditugaskan di sana mendapatkan insentif tambahan berupa dana terpencil. Toh, Desa Tombong layak masuk kategori desa terpencil. Nyatanya, para guru di sana tidak mendapatkan alokasi dana terpencil.

Di lokasi kampanye di Lappariaja, Tawakkal ternyata tidak sendirian yang berasal dari daerah pelosok. Banyak warga yang datang jauh-jauh demi bisa bertemu dengan NH untuk menitipkan harapannya. Semisal Roba, warga Desa Bontomasunggu, Kecamatan Tellulimpo. Keluhan yang tidak jauh beda dengan Tawakkal disampaikan Roba mengenai rusak parahnya akses jalan ke kampungnya.

Roba mengharapkan bila kelak terpilih NH-Aziz dapat memberikan perhatian lebih. Toh, kampungnya terletak di perbatasan empat kabupaten sekaligus yakni Bone, Pangkep, Maros dan Barru. Ia berharap banyak pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut merintis jalan poros baru menuju Bone dengan melintasi Desa Bontomasunggu.

Menjawab keluhan warga pelosok Bone, NH menjelaskan bahwa pemerataan infrastruktur menjadi salah satu program prioritasnya bersama Aziz. Olehnya itu, jika kelak terpilih, tanpa diminta NH-Aziz pasti mengupayakan pembenahan akses jalan hingga ke pelosok kampung. Toh, pembenahan jalan bukan hanya membuat masyarakat nyaman, tapi juga dipastikan mendorong akselerasi ekonomi daerah.

NH juga memperkenalkan gagasannya periha rencana pembangunan jalan baru Makassar-Bone. Namun, rancangan program tersebut memang secara detail belum dibahas akan melalui daerah mana. Yang pasti, ia menyebut pembangunan jalan baru Makassar-Bone dicanangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (*)