Nurdin Halid Sebut Raja Gowa Selalu Dukung NH-Aziz

SILATURAHMI. Raja Gowa Andi Maddusila Ijo berbincang santai dengan HAM Nurdin Halid, di Jalan Mapala, akhir pekan ini.

SILATURAHMI. Raja Gowa Andi Maddusila Ijo berbincang santai dengan HAM Nurdin Halid, di Jalan Mapala, akhir pekan ini.

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), mengungkapkan dukungan Raja Gowa, Andi Maddusila, terhadap dirinya dan Aziz Qahhar Mudzakkar tidaklah berubah. Jauh hari sebelum pencalonan, Raja Gowa telah menyatakan dukungan kepadanya. Toh, Maddusila merupakan salah satu tokoh berpengaruh yang terus mendorongnya maju pada Pilgub Sulsel 2018.

NH bercerita pada tahun lalu, Maddusila kerap berkunjung ke kediamannya di Cibubur, Jakarta Timur. Kala itu, dia meminta NH untuk ikut bertarung pada pesta demokrasi rakyat Sulsel. Kunjungan Maddusila kian intens, bahkan hampir sepekan sekali dan terus memberikan dukungan untuk mencalonkan diri.

“Saya dekat dengan beliau (Raja Gowa Andi Maddusila). Beliau memberikan dukungan, termasuk saat deklarasi dan pendaftaran ke KPUD Sulsel, beliau kan datang mendampingi,” ujar NH yang juga Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar.

NH menepis kabar bahwa Raja Gowa mengalihkan dukungan untuk kandidat lain di Pilgub Sulsel. Toh, hingga kini Maddusila belum pernah datang untuk menarik dukungan kepada NH-Aziz.

“Kalau akhir-akhir ini ada yang mengklaim didukung Raja Gowa, abaikan. karena Raja Gowa beserta perangkat kerajaan selalu mendukung NH-Aziz,” ujar Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu.

Di mata NH, seorang raja sepatutnya menjadi panutan masyarakat. Sebagai pemimpin dan tokoh, dia tidak boleh plin plan atau munafik. Hal tersebut diyakini dipegang oleh Maddusila.

“Ketika datang ke rumah saya, beliau (Maddusila) menyampaikan bahwa Nurdin Halid harus mencalonkan diri di Pilgub. Karena dia ingin melihat Gowa lebih maju dan lebih baik dibandingkan hari ini,” kenang NH.

NH menuturkan Maddusila bahkan menjamin bahwa masih banyak masyarakat Gowa yang akan mendukung NH-Aziz. Toh, masyarakat Gowa ingin melihat perubahan yang lebih baik. (*)

BI Prediksi Tekanan Inflasi Sulsel pada Maret Menurun

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]

Makassar, KABAROKE — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso, memperkirakan tekanan inflasi pada Maret 2018 mengalami penurunan. Hal tersebut menyusul proyeksi panen raya pada bulan ketiga tahun ini. Penurunan tekanan inflasi di Sulsel telah terjadi pada Februari 2018 dan diharapkan dapat terus dikendalikan pada masa-masa mendatang.

“Pada Maret 2018, tekanan inflasi diperkirakan akan kembali turun sejalan dengan adanya panen raya. Maret ini kan ada panen raya untuk komoditas pangan, utamanya beras dan palawija,” kata Bambang, di Makassar.

Bambang melanjutkan tekanan inflasi periode Februari 2018 sendiri menurun signifikan dibandingkan periode bulan sebelumnya. Pada bulan kedua tahun ini, inflasi hanya tercatat 0,23 persen. Angka itu lebih rendah dibandingkan inflasi pada Januari 2018 yang menembus 0,81 persen.

“Tekanan inflasi Sulsel pada Februari 2018 menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Lalu, meskipun lebih tinggi dari angka nasional sebesar 0,17 persen, tapi inflasi kali ini lebih rendah bila dibandingkan pada bulan yang sama pada tahun lalu mencapai 0,75 persen,” ulas dia.

Bambang mengimbuhkan meski tekanan menurun, upaya untuk pengendalian inflasi harus tetap dikencangkan. Terlebih, beberapa komoditas strategis yang berpengaruh dalam mengerek inflasi kali ini adalah beras, ikan cakalang dan ikan bandang. Itu merupakan komoditas utama yang sangat strategis dan mesti menjadi perhatian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan BI, beras menjadi komoditas dengan sumbangsih tertinggi mengerek inflasi mencapai 0,09 persen. Disusul ikan cakalang dan ikan bandeng, masing-masing 0,04 persen. Lalu, ada pula cabai merah, rokok putih, service kendaraan dan ikan layang yang menyumbang 0,03 persen.

“Adapun komoditas yang mengalami deflasi adalah angkutan udara (-0,09 persen), bahan bakar rumah tangga (-0,04 persen), daging ayam ras (-0,04 persen), pisang (-0,02 persen) dan sawi hijau (-0,02 persen),” pungkas Bambang. (*)

Persoalan Ekonomi, Survei ISS: Masyarakat Sulsel Percaya Nurdin Halid

Direktur Strategi ISS Karyono Wibowo

Direktur Strategi ISS Karyono Wibowo

Jakarta, KABAROKE — Lembaga Indo Survey and Strategy (ISS) merilis hasil survei terkait elektabilitas empat pasangan calon yang berlaga di Pilgub Sulawesi Selatan. Meski belum memiliki elektabilitas tertinggi, ISS menyebut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar paling dipercaya masyarakat.

Direktur Strategi Indo Survey & Strategy, Karyono Wibowo mengatakan rata-rata orang percaya, yang dapat merubah Sulsel khususnya mengatasi ekonomi adalah Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar yang menurutnya unggul di suku Bugis sebesar 26,6 %.

“Nurdin dapat mengatasi ekonomi. Nurdin banyak dipilih oleh petani 20,4 persen, Pedagang 21 persen dan Pelajar 31,4 persen,” ucap Karyono di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu kemarin, 4 Maret 2018.

Dia mengatakan Nurdin Halid dapat juga memanfaatkan wakilnya, Ustaz Aziz untuk mendulang suara. Karena, menurutnya, dapat dikatakan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar adalah tokoh yang cukup berpengaruh di Sulsel.

“Karena figur Abdul Aziz wakilnya berpotensi memberikan kontribusi suara jika dilihat dari elektabilitas cawagub. Asalkan figur AKM mampu dikapitalisasi untuk mendulang suara,” katanya.

Elektabilitas seluruh paslon disebutnya bersaing ketat. Hal itu dapat dilihat dari jawaban responden secara tertutup maupun pertanyaan terbuka atau top of mind yang menunjukkan konsistensi antara elektabilitas pasangan calon dengan elektabilitas cagub secara personal.

Dalam pertanyaan terbuka atau spontan, posisi elektabilitas cagub yang paling dominan ada 3 nama yaitu Nurdin Abdullah dengan 12,6 persen, Nurdin Halid 10,8 persen, dan lchsan Yasin Limpo 10,5 persen. Sebanyak 57,4 persen menjawab belum memutuskan pilihan, tidak tahu maupun tidak menjawab serta selebihnya memilih kandidat lain.

Dalam pertanyaan tertutup, elektabilitas ketiga cagub tersebut bersaing cukup ketat. Elektabilitas Ichsan Yasin Limpo 26,6 persen, Nurdin Abdullah 20,1 persen, Nurdin Halid 19,1 persen dan sementara Agus Arifin Numang 9.8%. Tetapi jumlah pemilih yang menjawab rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab sebesar 24,8 persen.

Responden juga ditanya soal siapa empat calon gubernur dan calon wakil gubernur yang paling pantas didukung. Hasilnya, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 24,3 persen. Kedua, Nurdin Halid-Azis Kahar Mudzakar 20,1 persen. Di urutan ketiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman 18,0 persen. Posisi terakhir, Agus Arifin Numang-Tanribali Lamo 8,9 persen.

Sementara untuk posisi calon wakil gubernur sosok Aziz Kahar Mudzakkar yang menjadi pasangan Nurdin Halid ini menempati urutan teratas dengan elektabilitas 24,4 persen, Sementara Andi Mudzakar dengan Andi Sudirman Sulaeman bersaing masing-masing 14,1 persen dan 11,6 persen.

Sedangkan Tanribali Lamo hanya 4,8%. Pemilih yang menjawab rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab masih tinggi yaitu 45,1 persen.

Lanjut Karyono, kekuatan riil pasangan cagub dari data survei ini menunjukkan kekuatan riil kandidat masih cenderung rendah, di bawah 15,0 persen. Hal itu bisa dilihat dari data pendukung loyal atau strong supporter di mana pemilih yang tidak akan berubah masing-masing paslon juga menunjukkan persaingan ketat.

Pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman memiliki strong supporter 14,4 persen, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 13,5 persen, dan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar 12,9 persen, sedangkan pasangan Agus Arifin Numang-Tanribali Lamo 4,5 persen.

Sementara itu, swing voters masih sangat tinggi yakni 54,5 persen. Dari data di atas menunjukkan semua pasangan masih memiliki peluang menang.

“Namun dari semua peluang, pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar memiliki peluang besar,” kata Karyono dalam paparannya. Ia menjelaskan survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 800 orang dan margin of error 3,5 persen. Survei dilakukan pada rentang waktu 19-24 Februari. (*)

Pesan Wiranto soal Kampanye : Jangan Hoax dan Sebar Kebencian!

Wiranto

Wiranto

Jakarta, KABAROKE — Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengingatkan agar setiap kegiatan kampanye yang dilakukan para pasangan calon kepala daerah tidak dilakukan dengan cara-cara yang dapat menimbulkan kekacauan.

“Kampanye boleh, tapi jangan menggunakan hoaks, kampanye boleh tapi jangan menyebarkan kebencian, kampanye boleh tapi jangan menggunakan isu SARA, yang bisa menimbulkan kekacauan dalam negeri,” kata Wiranto di Kantor Kementerian Polhukam, Jakarta.

Wiranto mengatakan terkait maraknya kabar hoaks belakangan ini, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain, membentuk tim khusus penanganan hoaks, melakukan kerjasama antarlembaga, serta mengupayakan adanya teknologi penangkal hoaks.

Wiranto juga menyatakan telah memperingatkan berulang kali agar Pilkada serentak, Pemilu Legiskatif dan Pemilu Presiden tidak diganggu.

“Kita sudah minta Kapolri mencari, menangkap dan menghukum dengan tegas para pelaku hoaks, siapapun dia, perorangan, kelompok atau organisasi manapun. Semua akan kita berantas,” tegas Wiranto. (*)