Kampanye di Wajo, Nurdin Halid Paparkan Kegunaan 4 ‘Kartu Sakti’

Nurdin Halid Perkenalkan Kartu Sakti
Nurdin Halid Perkenalkan Kartu Sakti

Wajo, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), menyampaikan sederet gagasan dan program mensejahterakan masyarakat saat kampanye tatap muka dan dialogis di Baruga Lasangkuru, Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Rabu, 7 Maret. Di hadapan ribuan masyarakat dari tiga kecamatan, NH juga memperkenalkan empat ‘kartu sakti’ yang berisi implementasi program unggulan pro-rakyat.

Pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar ini secara gamblang dan spesifik memaparkan kegunaan masing-masing ‘kartu sakti’. Adapun empat ‘kartu sakti’ NH-Aziz yaitu Kartu Sulsel Baru, Kartu Anak Pintar, Kartu Anak Sehat dan Kartu Mahasiswa Pintar.

Khusus untuk Kartu Sulsel Baru, NH menyampaikan pemegang kartu tersebut dapat menikmati sejumlah layanan kebutuhan dasar bila kelak ia dan Aziz terpilih. Mulai dari layanan kesehatan gratis berbasis KTP hingga pendidikan dan perlengkapan sekolah gratis.

Selain itu, pemegang Kartu Sulsel Baru juga berhak mendapatkan berbagai layanan lain. Di antaranya pinjaman modal usaha tanpa bunga dan agunan serta bantuan tunai untuk lansia, difabel dan ibu hamil. “Kartu Sulsel Baru lebih bersifat umum untuk sejumlah program unggulan NH-Aziz,” ucap dia, Rabu, 7 Maret.

Selanjutnya, Kartu Anak Sehat dari NH-Aziz merupakan solusi untuk menjamin gizi anak-anak di Sulsel. Dengan isi saldo senilai Rp500 ribu hingga Rp1 juta dari pemerintah, para orang tua bisa menggunakannya untuk membeli susu dan lainnya.

“Saya berikan contoh, anak orang kaya bisa minum susu setiap hari, di saat anak miskin belum tentu mampu membeli susu dalam sebulan. Makanya itu demi adanya keseimbangan, kita siapkan dana tunai lewat kartu ini,” ujar NH

Tidak jauh berbeda, NH menuturkan Kartu Anak Pintar juga disiapkan untuk memastikan adanya pemerataan kebutuhan bagi setiap anak didik. Tidak memandang latar belakang sosial, baik itu kaya maupun miskin.

Harus disadari, meski biaya pendidikan sudah gratis, problematika tidak selesai. Terkadang ada anak miskin yang sebenarnya pandai malas bersekolah karena minder dengan keterbatasan ekonomi. “Kartu ini bisa digunakan sebagai uang jajan di luar kebutuhan sekolah,” ucapnya.

‘Kartu sakti’ terakhir yaitu Kartu Mahasiswa Pintar berupa bantuan beasiswa kepada mahasiswa. NH-Aziz juga berencana membebaskan biaya kuliah pada tahun pertama. Langkah itu dimaksudkan agar partisipasi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi semakin meningkat. (**)

Related posts

Leave a Comment