Soal Aturan Bawa Powerbank di Pesawat, Ini Penjelasan Menhub

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Jakarta, KABAROKE — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa ketentuan membawa daya pengisi mandiri atau “power bank” merupakan ketentuan internasional, yaitu Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan telah dituangkan dalam Surat Edaran oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub “Itu peraturan internasional, kita menuruti aturan ICAO, tidak menambah, tidak mengurangi,” kata Budi usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR/MPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Budi meminta kepada masyarakat untuk memahami peraturan tersebut demi keselamatan penerbangan dan ia akan mencarikan solusi, seperti memasang fasilitas bebas mengisi daya (free-charging).

“Bukankah kita ingin setara dengan negara-negara yang memiliki tingkat keselamatan dengan baik, Indonesia sudah mencapai suatu lompatan tingkat keselamatan dari 100 sekian menjadi 55. Kita mengikuti aturan internasional dan mengharapkan warga atau penumpang memahami, kami minta maaf termasuk saya, juga terinterupsi, kita carikan agar pemilik ponsel tetap nyaman,” katanya.

Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran Keselamatan terkait ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan pada pesawat udara.

Surat Edaran ini ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Peraturan itu muncul sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia, mengingat baru-baru ini terjadi ledakan kebakaran “power bank” akibat meledaknya power bank di tas jinjing yang diletakkan di “hatrack” dalam sebuah penerbangan di China oleh maskapai penerbangan China.

Hal itu menjadi pengingat ke seluruh dunia terhadap potensi ancaman keselamatan penerbangan dengan adanya perkembangan teknologi dan kebiasaan sosial penumpang pesawat membawa powerbank kemana-mana.

Menurut Agus, dikeluarkannya SE Nomor 015 TAHUN 2018 yang ditetapkan pada 09 Maret 2018 ini berkaitan dengan adanya potensi risiko bahaya meledak/kebakaran pada “power bank” atau baterai lithium cadangan yang membahayakan keselamatan selama penerbangan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi dalam sebuah penerbangan di China, yang menjadi alarm seluruh dunia terhadap potensi ancaman keselamatan penerbangan dengan adanya perkembangan teknologi dan kebiasaan sosial orang membawa “power bank” kemana-mana.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Surat Edaran ini untuk mencegah agar hal tersebut tidak terjadi di Indonesia. Mengingat sudah adanya kejadian dan kajian terkait bahayanya membawa ‘power bank’ dan baterai lithium cadangan dengan ukuran daya tertentu pada penerbangan,” katanya.

Dengan demikian, katanya, pihaknya mengawasi dari awal terutama terkait besaran daya dari peralatan-peralatan tersebut. (*)

Ketua PKB Maros : NH-Aziz Paslon Terbaik di Pilgub Sulsel 

Ketua PKB Maros Havid Fasha

Ketua PKB Maros Havid Fasha

Maros, KABAROKE — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) siap bertarung pada Pilgub Sulsel 2018. Menghadapi tiga rivalnya, pasangan nomor urut satu ini dijagokan tampil sebagai pemenang. Ketokohan dan pengalaman NH-Aziz berkiprah di pentas nasional menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki paslon lain.

Ketua PKB Maros, Havid Fasha, mengungkapkan memilih NH-Aziz adalah opsi terbaik bila ingin melihat Sulsel maju dan berkembang. Memilih NH-Aziz bukan sekadar meramaikan pesta demokrasi, tapi menentukan masa depan yang lebih baik. Toh, pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut adalah figur pemimpin terbaik.

Havid menyebut ketokohan NH-Aziz harus diakui tiada duanya. Bahkan, tidak relevan bila mau membandingkan dengan tiga rivalnya. Musababnya, NH-Aziz merupakan tokoh nasional, bahkan internasional. Adapun kiprah tiga paslon lain masih sebatas di tingkat lokal atau paling tinggi regional.

NH diketahui merupakan Vice President International Cooperative Alliance Asia Pasific. Ia juga masih menjabat Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia dan Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar. Adapun Aziz pernah menjabat anggota DPD RI tiga periode. Hebatnya, itu dicapai tanpa melakukan kampanye berlebihan.

“Ketokohan NH-Aziz tidak ada duanya. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak perlu diragukan, bahkan bisa dibilang aset Sulsel, mereka adalah putra daerah yang berhasil di pentas nasional,” ujar Havid, Selasa, 13 Maret.

Bermodal pengalaman dan jaringan NH-Aziz, Havid meyakini segala problematika klasik di Sulsel dapat terpecahkan. Mulai dari semakin meningkatnya angka kemiskinan, angka pengangguran dan yang paling parah adalah kesenjangan ekonomi yang semakin memburuk.

Havid mengimbuhkan Sulsel memang membutuhkan sosok pemimpin yang dapat melakukan percepatan pembangunan, bukan sekadar melanjutkan pembangunan. Toh, Sulsel sebagai lokomotif pembangunan dan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia memegang peranan strategis dalam menentukan masa depan Indonesia.

“Banyak proyek infrastruktur yang butuh atensi dan tentunya anggaran besar. Olehnya itu, Sulsel butuh pemimpin dengan jaringan kuat dan luas di tingkat nasional. Itu karena persoalan infrastruktur, seperti Jalan Trans Sulawesi yang belum selesai butuh tangan dingin NH-Aziz,” ucapnya.

Olehnya itu, Havid menuturkan demi memastikan Sulsel Baru terwujud, pihaknya siap menggalang dukungan untuk kemenangan NH-Aziz. Seluruh simpul pemenangan dari Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI ditambah kelompok relawan dan simpatisan siap bersinergi setiap saat. “Kita semua all-out untuk NH-Aziz,” tandas Ketua Tim Koalisi Parpol Pengusung NH-Aziz itu. (*)