Kino Youth Innovator Award, Memotivasi Kaum Muda untuk Berani Berinovasi

Dr Mamat Rahmat (tengah duduk) bersama para peserta usai acara talkshow yang berlangsung di gedung Iptek Unhas Makassar, kamis 26 april 2018.

Dr Mamat Rahmat (tengah duduk) bersama para peserta usai acara talkshow yang berlangsung di gedung Iptek Unhas Makassar, kamis 26 april 2018.

Makassar, KABAROKE.COM — Sejalan dengan visi untuk “Menjadi perusahaan ternama di Indonesia yang berlandaskan ide dan inovasi, serta terus bergerak untuk menjadi perusahaan yang mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal, PT. Kino Indonesia, Tbk, kembali menggelar Kino Youth Innovator 2018 bertema Empower Life Through Nature.

Kompetisi tahunan ini bertujuan untuk memotivasi kaum muda agar kreatif dan berani berinovasi untuk memenangkan kompetisi di era pasar bebas ini. Sebagai ajang kompetisi inovasi tahunan, KYIA menyasar ide- ide terbaru dari mahasiswa seluruh Indonesia, dan di tahun ketiga ini Kino kembali mengajak kaum muda untuk mengedepankan sumber daya Indonesia untuk memenangkan kompetisi pasar.

Kino yakin bahwa Indonesia kaya akan sumber daya lokal, pemanfaatan yang sudah ada saat ini perlu dioptimalisasi agar terjadi peningkatan dalam berinovasi dan menciptakan potensi ekonomi yang prospektif. Diharapkan, hal itu dapat berguna bagi kehidupan manusia dengan terus menggali sumber daya yang belum termanfaatkan.

Kino sadar betul bahwa, dengan diberlakukannya MEA atau masyarakat ekonomi ASEAN, kompetisi dunia industri, ekonomi maupun tenaga kerja tentu saja akan semakin ketat. Pada era ini, akan terjadi aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih serta aliran investasi. Dr. Mamat Rahmat, S.Si, M.Si selaku President Committee of Kino Youth Innovator Award (KYIA) 2018 dari PT. Kino Indonesia, Tbk mengungkapkan bahwa Diberlakukannya MEA ini justru menjadi tantangan sekaligus peluang bagi bangsa Indonesia untuk memenangkan persaingan.

“Dan inovasilah kuncinya, namun saat ini perkembangan tren berlangsung sangat pesat, sehingga inovasi pun perlu terus dimodifikasi, agar menghasilkan sesuatu yang diterima masyarakat,” ucapnya.

Melalui tema Empower Life Through Nature tahun ini, Kino mengajak generasi muda Indonesia untuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi kekayaan natural Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat sesuai dengan market trend saat ini dan dapat diproduksi secara bekelanjutan (sustainable).

Sebagai rangakaian dari KYIA, Kino mengadakan Road to KYIA 2018, talkshow bertema Tomorrows Innovator, Embracing Challenges, Shaping the Future diadakan di 13 universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Kristen Satya Wacana, Prasetiya Mulya, Universitas Padjadjaran, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Sriwijaya, Universitas Lampung, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Pelita Harapan. Selain perwakilan dari PT.

Kino Indonesia, Tbk, talkshow ini menghadirkan MINTEL, penyedia riset pasar global yang diwakili oleh Rachel Esmeralda. Inti talkshow ini membahas Global Customer trend tahun 2018 dan mendatang.

Ada 4 tren dunia yang terjadi saat ini, khususnya di Asia Pasific, yaitu Damsels In De-Stress (bagaimana tingkat stress masyarakat dunia meningkat), Beauty Round The Clock (ingin cantik sepanjang hari di tengah mobilitas tinggi), Back To Basics (kembali pada produk minimalis) dan Multi Purpose Customizable (tuntutan produk multifungsi).

Tren ini meningkat cukup pesat, dan menuntut para inovator terutama industri, memikirkan produk- produk yang menjawab kebutuhan ini , jelas Rachel.

Sebagai perusahaan yang inovatif, Kino pun selalu berusaha menangkap tren terbaru dan menerjemahkannya dalam produk inovasi yang menjawab keinginan masyarakat tersebut. Pada talkshow yang berlangsung, Herlina Alam, selaku Product Innovation Manager PT. Kino Indonesia, Tbk, membagikan tips cara berinovasi yang tepat. Pada dasarnya banyak sekali jenis inovasi yang dapat kita lakukan, namun waspadalah, karena inovasi itu sendiri sama dengan gambling. Inovasi yang tidak diterima masyarakat, akan membuang waktu dan biaya, ujarnya.

Adapun tips yang berlaku dalam inovasi adalah (1) Tepat waktu; tidak lebih cepat, tidak terlambat (2) Pilihlah inovasi yang paling tepat untuk dikembangkan; ikuti tren, gunakan insting bisnis.

“Melalui talkshow ini, Kino berharap, anak muda Indonesia termotivasi untuk berinovasi dan berani mendaftarkan idenya dalam ajang Kino Youth Innovator Award 2018. KYIA sebenarnya adalah tantangan dan tolak ukur apakah anak muda Indonesia berani berinovasi serta senantiasa mengoptimalkan diri menjadi sang innovator yang membawa nama baik Indonesia, masa kini dan mendatang. tutup Mamat Rahmat.

Mengenai Kino Youth Innovator
Kino Youth Innovator Award (KYIA) merupakan kompetisi ide- ide terbaru dari generasi muda. Bertujuan untuk memotivasi generasi muda agar berani berinovasi, menemukan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi masyarakat, kompetisi ini diadakan sebagai kompetisi tahunan yang diikuti oleh mahasiswa berbagai univeritas di Indonesia.

KYIA diadakan pertama kali pada tahun 2016 dan mengangkat tema Build Up A Glocal Innovation, di tahun 2017, KYIA bertema Advancing Indonesia Through Local Heritage, sedangkan di tahun 2018 bertema Empower Life Through Nature, yaitu bagaimana berinovasi dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari, hal ini menjadi titik berat atau diferensiasi dari kompetisi ini.

Kino Youth Innovator Award diadakan dalam berbagai tahapan, seperti campus roadshow, innovation submission, final defence challange dan awarding. Di tahun 2018 ini, semua tahapan akan dilaksanakan mulai Februari hingga Agustus 2018. Penerimaan proposal sendiri akan ditutup di 14 Mei 2018, untuk kemudian diseleksi menjadi 10 finalis terpilih.
Adapun kriteria yang akan menjadi penilaian adalah:

Original, dari ide sendiri, belum pernah diikutkan dalam kompetisi
Efektivitas inovasi, bagaimana penemuan tersebut dapat memecahkan masalah atau menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi tersebut harus dapat diaplikasikan dan diterima oleh pasar/ konsumen.

Kino Youth Innovator Award dapat diikuti semua mahasiswa dari universitas di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai KYIA dapat dilihat pada http://www.kino.co.id/kinoyouthinnovator/, atau account Instagram @kinoyouthid.

Dukung NH-Aziz, Pedagang Pasar Sungguminasa Jenuh dengan Pemimpin Dinasti

Nurdin Halid Blusukan ke Pasar Sungguminasa

Nurdin Halid Blusukan ke Pasar Sungguminasa

Sungguminasa, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid mengawali safari politiknya di Kabupaten Gowa dengan blusukan pasar. Kali ini, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dalam Pilgub Sulsel tersebut memilih kunjungan ke Pasar Induk Sungguminasa Minasa Maupa, Kecamatan Sombaopu, Gowa, Selasa (24/4) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, NH disambut dengan meriah oleh pedagang dan pengunjung pasar. Mengetahui kedatangan Ketua Dewan Koperasi Indonesia, mereka memadati pintu gerbang pasar.

NH pun sempat menyambangi terlebih dahulu pedagang pisang di dekat pintu masuk. Ia berbincang terkait kondisi pasar dan stabilitas harga. Kemudian, NH menawarkan solusi bantuan modal tanpa agunan dan bunga serta revitlisasi pasar tradisional modern apabila kelak terpilih menjadi gubernur.

Ketika hendak memasuki area pasar, sejumlah pengunjung kembali menghentikan langkah kaki NH bersama rombongan. Para pengunjung pasar pagi ini hendak berjabat tangan dan berfoto bersama Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar ini.

Salah satu pedagang pasar, Daeng Tutu berujar, dirinya bersama keluarga telah mantap memilih untuk mendukung pasangan NH-Aziz dalam kontestasi pilgub mendatang. Kata dia, Sulsel butuh pemimpin pembaharuan seperti kedua sosok visioner tersebut.

“Kita sudah bosan dengan pemimpin yang itu-itu. Sudah dirasakan kepemimpinannya dan keadaan tetap begini terus. Insya Allah, dengan NH-Aziz akan bangkit, jaya, dan menang,” ujar warga Kecamatan Sombaopu ini.

Hal selaras turut diungkapkan oleh pengunjung pasar Minasa Maupa, Muhammad Ilyas. Ia menilai sosok NH sebagai pemimpin ideal yang diharapkan menjadi nakhoda Sulsel lima tahun ke depan.

“Saya percaya gesturnya, orangnya sangat baik. Beliau perhatian dengan masyarakat kecil,” tegasnya. (*)

Akademisi UMI : Program NH-Aziz Unggul Dibandingkan Tiga Kandidat Lain 

Akademisi UMI Amiruddin

Akademisi UMI Amiruddin

Makassar, KABAROKE — Akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr Amiruddin, memuji gagasan dan program Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Dibandingkan tiga kandidat lain, program pasangan nomor urut satu paling relevan dan lengkap. Program NH-Aziz disebutnya memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat Sulsel.

“Empat kandidat yang bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 merupakan putra-putra terbaik. Namun, bila dibedah lebih jauh, ya saya harus jujur bahwa NH-Aziz lebih unggul dari sisi program. Itu karena apa yang dicanangkannya tepat sasaran, sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat Sulsel,” kata Amiruddin, Senin, 23 April.

Konsep membangun kampung dan menata kota yang bersumber dari Tri Karya Pembangunan sangatlah brilian. Kata Amiruddin, gagasan tersebut mampu menjawab seluruh harapan dan tantangan. Hanya NH-Aziz yang mau membangun kesejahteraan tanpa melupakan nilai-nilai luhur, baik itu adat istiadat dan agama. Itu tertuang dalam konsep Tri Karya Pembangunan meliputi infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal.

“Seluruh program NH-Aziz benar-benar bermuara pada kepentingan publik, makanya sangat mudah diterima. Itu pula yang membuat NH-Aziz terlihat lebih unggul pada debat publik,” ujar Amiruddin.

Beberapa program NH-Aziz yang sangat dinantikan antara lain adalah lapangan sepak bola bertaraf internasional, penciptaan lapangan kerja, perlengkapan sekolah gratis dan layanan kesehatan berbasis KTP. Oleh sejumlah pihak, kata dia, program itu kerap dibully karena disebut hanyalah mimpi semu. Tapi, kata Amiruddin, bermodal jaringan yang kuat dan luas di pusat, tidak ada yang tidak mungkin.

Pujian atas inovasi program NH-Aziz dari akademisi bukan kali pertama. Sebelumnya, Pakar Administrasi Pembangunan dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Syamsir Rahim, menyebut dari empat kandidat pada Pilgub Sulsel 2018, (NH-Aziz) merupakan paket ideal untuk menakhodai Sulsel. Itu karena programnya mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat.

Syamsir membedah gagasan dan program NH-Aziz memang yang paling banyak memenuhi harapan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Pasangan nasionalis-religius tidak sebatas membuat program, melainkan mencanangkan program berkelanjutan yang muaranya untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

“Program NH-Aziz yang tertuang dalam visi misi merupakan program yang dapat menjawab kebutuhan dan keinginan masyarakat, utamanya dalam hal pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (***)

Go-Food Festival Bisa Jadi Pusat Wisata Kuliner

Go-Food Festival di Makassar

Go-Food Festival di Makassar

Makassar, KABAROKE — Go-Food Festival yang diselenggarakan oleh perusahaan teknologi Go-Jek diyakini memiliki multiplier effect. Tidak hanya mendorong pengembangan UMKM kuliner, tapi juga meningkatkan minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara terhadap kuliner setempat.

Strategic Regional Head Kalimantan & Sulawesi Go-Jek, Anandita Danaatmaja, mengungkapkan pihaknya memang mengharapkan Go-Food Festival menjadi pusat wisata kuliner. Toh, dengan berbagai potensi kekayaan kuliner di Kota Daeng, Go-Food Festival merupakan ajang tepat untuk memperkenalkan kuliner lokal sekaligus menjadi destinasi wisata kuliner.

Anandita menjelaskan Go-Food Festival di Makassar yang berlangsung 21 April 2018 hingga 21 April 2019 menggunakan konsep food court atau pujasera (pusat jajanan serba ada). Para pengusaha UMKM dapat menawarkan produk kulinernya dengan modal yang tidak begitu besar dan tanpa perlu mempekerjakan banyak karyawan.

“Yang berbeda dengan konsep food court pada umumnya, para pengusaha tidak perlu menyiapkan dana besar di muka untuk biaya sewa booth dan jasa pelayan. Kami juga akan menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan masak yang biasanya juga cukup mahal bagi para pebisnis mikro,” ucapnya, di sela pembukaan Go-Food Festival di Makassar.

Go-Food Festival yang telah berlangsung di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Cirebon, memiliki rata-rata transaksi yang mencapai 1.300 transaksi pada hari kerja (Senin-Jumat) dan 1.800 transaksi pada akhir pekan (Sabtu-Minggu).

“Melihat pencapaian tersebut, kehadiran Go-Food Festival di Makassar juga diharapkan menjadi pusat wisata kuliner bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan juga bersantai bersama teman sembari menikmati keragaman kuliner yang disuguhkan oleh para merchant yang ada di Go-Food Festival,” ucapnya.

Anandita menambahkan banyak mitra merchant yang memulai bisnis kuliner hanya dari dapur dengan peralatan seadanya dan kini usaha mereka berkembang lebih besar dengan hadirnya infrastruktur dari Go-Food.

Dia menambahkan bahwa rata-rata transaksi mereka meningkat 2.5 kali sejak bergabung dengan Go-Food. Ada beberapa kunci penting yang membedakan Go-Food dengan layanan pesan antar makan lainnya. Seperti, pilihan merchant dan menu yang banyak serta ketersediaan Go-Food di 50 kota di Indonesia.

“Selain itu, jangkauan pemesanan GO-FOOD yang luas, sehingga masyarakat dapat membeli kuliner yang diinginkan dari mana saja asalkan tidak lebih dari 25 km,” pungkasnya Anandita. (**)

NH-Aziz Dorong Seluruh Elemen Ikut Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada 

Koordinator Tim Media NH Aziz Yusuf Said

Koordinator Tim Media NH Aziz Yusuf Said

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mendorong seluruh elemen masyarakat untuk turut mensukseskan pilkada serentak 2018. Partisipasi pemilih yang massif menjadi salah satu indikator kesuksesan pesta demokrasi.

“Tanggungjawab kita semua untuk mendorong angka partisipasi pemilih pada pilkada serentak 2018. Itu juga menjadi cerminan kualitas penyelenggara, tapi ya kita semua harus ikut bantu mensukseskan,” kata Koordinator Tim Media Center NH-Aziz, Yusuf Said, pada diskusi publik KPID Sulsel, Senin, 23 April.

Diskusi publik KPID Sulsel itu mengangkat tema ‘Pemenuhan Kepentingan Publik Terhadap Informasi dan Sosialisasi Pilkada Sulsel’. Kegiatan itu menghadirkan Komisioner KPUD Sulsel, Faisal Amir dan mengundang perwakilan dari empat pasangan calon atau paslon.

Menurut Yusuf, upaya mendorong angka partisipasi pemilih sangat penting dan mendesak. Terlebih, merujuk data yang diterimanya angka swing voters masih cukup tinggi. Tercatat masih ada sekitar 40 persen pemilih di Sulsel yang belum menetapkan pilihannya.

“Angka itu adalah warning bagi penyelenggara dan seluruh elemen. Ini alarm tanda masih tingginya swing voters dan tentunya merugikan semua pihak, termasuk kandidat,” ucapnya.

Masih tingginya swing voters tidak lepas karena adanya pembatasan aturan bagi kandidat untuk beriklan atau melakukan sosialisasi pada media massa. Kata Yusuf, pihaknya memahami aturan itu dibuat demi kesetaraan politik. Tapi, semestinya KPUD bisa tetap maksimal melakukan sosialisasi.

Sosialisasi yang dilakukan KPUD, Yusuf menyebut jangan sebatas internal, tapi juga terkait peserta pilkada. Dengan begitu, terjadi keadilan bagi seluruh pihak. Yang paling penting, pemenuhan kebutuhan informasi bagi publik terkait gagasan dan program para kandidat dapat terpenuhi. (*)

Kunjungan Turis Melonjak, Tingkat Hunian Hotel di Sulsel Malah Menurun

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Makassar, KABAROKE — Melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman tidak selamanya berbanding lurus dengan tingkat okupansi alias Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPK hotel berbintang di Sulsel malah melorot tatkala kunjungan wisman mengalami peningkatan periode Februari 2018.

Berdasarkan data BPS, kunjungan wisman ke Sulsel melalui pintu masuk Makassar periode Februari 2018 mencapai 1.004 kunjungan atau naik 21,55 persen dibandingkan torehan bulan sebelumnya. Adapun TPK hotel berbintang malah melorot 3,49 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya. TPK hotel berbintang periode bulan kedua pada tahun ini hanya 47,47 persen.

“Kunjungan wisman ke Sulsel pada Februari 2018 cukup menggembirakan, terjadi kenaikan 21,55 persen. Tapi, itu malah tidak berbanding lurus dengan TPK hotel berbintang yang malah menurun 3,49 poin, dari 50,96 persen menjadi 47,47 persen,” ujar Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.

Nursam mengimbuhkan TPK hotel berbintang hanya menurun bila ditilik secara bulanan. Secara tahunan, kata dia, sebenarnya terjadi peningkatan 3,29 poin. TPK hotel berbintang pada periode yang sama pada tahun lalu di Sulsel diketahui hanya 44,18 persen.

Kata Nursam, bila ditelisik lebih dalam lagi, hotel bintang lima mencatat tingkat okupansi tertinggi mencapai 62,73 persen. Adapun tingkat okupansi terendah dicatatkan hotel bintang dua sebesar 37,7 persen. “TPK hotel bintang lima naik 6,15 persen dan TPK hotel bintang dua turun 2,37 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya,” tuturnya.

“Adapun rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu domestik pada hotel klasifikasi bintang di Sulsel pada Februari masing-masing 2,49 hari dan 2,00 hari,” pungkas Nursam. (**)

7 Pusaka NH-Aziz untuk Masyarakat Sulsel, Mulai Infrastruktur Hingga Keagamaan

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Palopo, KABAROKE — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), bertekad membangun Sulsel dengan konsep Tri Karya Pembangunan. Melalui konsep pembangunan berbasis infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal, pasangan nomor urut satu telah mempersiapkan 7 pusaka atau pusat akselerasi kampung sebagai warisan untuk masyarakat Sulsel saat ini maupun masa mendatang.

NH memaparkan 7 pusaka yang akan diwariskannya meliputi seluruh aspek kehidupan. Pusaka itu merupakan solusi dari problematika Sulsel, setelah ia bersama Aziz menyambangi seluruh pelosok kampung. Dari situ, NH-Aziz memahami betul apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat. Semua itu disusun dalam program Sulsel Baru yang selaras dengan gerakan membangun kampung dan menata kota.

“NH-Aziz dengan konsep Tri Karya Pembangunan akan menghadirkan 7 pusaka yang diwariskan untuk masyarakat Sulsel, baik yang hidup sekarang maupun untuk generasi mendatang. Nah, 7 pusaka itu mencakup beragam hal, mulai dari infrastruktur hingga keagamaan,” kata NH, di sela safari politiknya di Luwu Raya, Jumat, 13 April.

NH lantas memaparkan satu per satu pusaka yang disiapkannya bersama Aziz bagi masyarakat Sulsel. Pertama, pusaka infrastruktur yang meliputi seluruh pembangunan dan pembenahan berbagai sarana dan prasarana. Mulai di sektor pertanian hingga perikanan dan kelautan. “Termasuk perbaikan dan pembuatan infrastruktur jalan, jembatan dan pengairan. Itu semua menjadi pusaka infrastruktur NH-Aziz.”

Selanjutnya, pusaka ekonomi berupa hadirnya koperasi dan BUMDes di tiap desa. Dua lembaga itu menjadi ujung tombak akselerasi perekonomian dan pembangunan Sulsel. NH-Aziz juga memastikan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Sulsel. Muaranya untuk menuntaskan salah satu problematika klasik di Sulsel yakni tingginya angka pengangguran.

“Ketiga, pusaka pendidikan dimana NH-Aziz memastikan pendidikan dan perlengkapan gratis di semua jenjang pendidikan. Juga akan terus kami dorong partisipasi pemuda untuk menempuh pendidikan tinggi dengan berbagai kemudahan. Kalau NH-Aziz ditakdirkan memimpin Sulsel, maka dipastikan pula tidak akan ada pungutan liar apapun modusnya,” tegas mantan Ketua PSSI itu.

Pusaka kesehatan menjadi warisan keempat NH-Aziz. Implementasinya, kata dia, menghadirkan rumah sakit pratama di tiap kecamatan. Kalau pun nantinya terkendala dengan aturan pemerintah, maka pihaknya siap menyulap puskemas untuk mampu melayani rawat inap alias puskesmas 24 jam. NH-Aziz juga siap menghadirkan dokter di tiap desa sehingga akses kesehatan bisa lebih mudah.

Kelima berupa pusaka keagamaan, sebagaimana julukan NH-Aziz sebagai pasangan nasionalis-religius. Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu menjadikan Rumah Al-Quran di tiap desa sebagai warisannya kelak. Di samping itu, juga ada program menaikkan insentif imam masjid maupun pendeta menjadi 1 juta per bulan. Juga ada pemberian sepeda motor bagi setiap imam masjid untuk kemudahan saat bertugas.

Pusaka keenam berupa kebudayaan, dimana NH-Aziz akan melestarikan bahkan memberikan nilai tambah pada setiap budaya pada masing-masing kabupaten/kota. Caranya dengan menstimulasi sekaligus membenahi potensi wisatanya menjadi berkelas nasional, bahkan dunia. Dengan begitu, Sulsel kelak akan dikenal dan dikenang sebagai daerah budaya dengan banyak wisata yang mengagumkan.

“Terakhir pusaka ketujuh adalah pusaka kesejahteraan. Ini merupakan akumulasi dari pusaka pertama hingga pusaka keenam, dimana kami berupaya memastikan bahwa masyarakat Sulsel kelak akan hidup bahagia dan sejahtera. Itu bisa kita wujudkan dengan cara-cara sama-samaki bangun kampung dan menata kota, mewujudkan Sulsel Baru bersama NH-Aziz,” pungkasnya. (**)

Hadapi Barito, PSM Siapkan Hal yang Beda

Pelatih PSM Robert Rene Albert

Pelatih PSM Robert Rene Albert

Makassar, KABAROKE.COM — Skuat PSM Makassar belum juga menemukan formula pas jelang melawan Barito Putra di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Senin, 16 April 2018 mendatang. Dalam latihan Kamis sore (12/4) di Stadion Andi Matalatta, tim tampak belum terlihat padu.

Hal ini dikarenakan tim yang bakal diturunkan melawan Barito berbeda dari sebelumnya. Sehingga dari sisi permainan tak bisa dinilai sudah baik. Itu pun diakui Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts. Menurutnya, butuh waktu beberapa hari lagi untuk meracik tim.

“Kalau misalnya kita lihat tim yang diturunkan kemarin (Lawan PSIS Semarang, Perseru Serui, atau Persela Lamon) dengan hari ini saya kira ada perbedaan. Jadi masih butuh ketenangan dengan formasi yang diturunkan untuk kali ini,” ujar Robert.

Kondisi ini sedikit menyulitkan bagi pelatih asal Belanda itu. Sebab dalam tiga laga sebelumnya, dia selalu menggunakan pemain yang dianggapnya paling layak dimainkan, seperti Willem Jan Pluim atau Marc Anthony Klok.

Namun, kedua pemain itu dipastikan bakal absen. Pluim berada di Belanda untuk menjenguk sang ayah yang sakit dan Klok harus absen lantaran akumulasi kartu kuning.

“Tapi kita coba melihat posisi dan formasi untuk kemungkinan besar pemain yang akan tampil menjadi line up lawan Barito,” ujar Robert.

Meski demikian, Robert tetap optimistis untuk bisa meraih poin penuh dengan skema yang saat ini tengah diracik. “Setiap pertandingan, kita tetap targetkan tiga poin,” kata Roberts.

Adapun formasi yang coba diterapkan Robert dalam sesi latihan tadi, yakni 4-3-2-1. Pemain yang bakal dicoba sebagai starter lawan Barito, sebagai berikut.

Syaiful; Zulkifly Syukur, Steven Paulle, Abdul Rahman, Fauzan Jamal, Asnawi Mangkualam, Rizky Pellu, Rasyid Bakri, M Rahmat, Ferdinand Sinaga, Guy Junior.

Dinsos: Puluhan Warga Bulukumba Gangguan Jiwa

Ilustrasi Ganggung Jiwa

Ilustrasi Ganggung Jiwa

Bulukumba, KABAROKE.COM — Pemerintah Kabupaten Bulukumba (Pemkab) melalui Dinas Sosial (Dinsos) awal tahun 2018 ini mencatat Orang Dengan Gangguang Jiwa (ODGJ) sebanyak 28 orang. Dari jumlah tersebut, 6 penderita gangguan jiwa sudah dipulangkan ke keluarganya.

Dari jumlah itu, 20 dari 50 penderita OGDJ pada 2017 lalu, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan sebagian besar sudah dipulangkan ke keluarga mereka karena dianggap sudah pulih.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bulukumba, Andi Sudriman Patikai mengatakan, Pemkab Bulukumba akan terus membantu penderita gangguan jiwa. Khususnya dalam pengananan ODGJ, Dinas Sosial berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang ada di Bulukumba.

Menurut Andi Sudirman, gangguan jiwa yang terjadi yaitu, mudah lupa dan membuka pakaian. Sehingga untuk kesehatan kejiwaan, pihak Dinas Sosial memilih untuk mengikuti apa yang membuat mereka nyaman agar gangguan kejiwaannya tidak bertambah.

Awal pekan ini, Dinsos telah memulangkan tujuh orang penderita ganguan jiwa dari RSJ di Makassar. Mereka dinyatakan pihak RSJ sudah pulih serta dapat berbaur kembali dengan lingkungan sekitarnya.

Hanya saja, Dinsos masih memiliki beberapa orang yang mengalami gangguan jiwa untuk diserahkan ke RS Jiwa Makassar.

“Ada Satu orang berinisial R (38) warga Kecamatan Gantarang, yang diserahkan ke Dinas Sosial untuk penanganan dan pembinaan. Saat ini yang tercatat tinggal di rumah singgah Dinas Sosial Bulukumba di Taccorong, ada empat orang,” ujar Andi Sudirman, Kamis (12/4/2018).

Selain R, masih ada tiga orang lainnya yang dipersiapkan untuk dirujuk ke RS Jiwa di Makassar.

Tim Kelelawar Polres Pelabuhan Makassar Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE.COM — Tim Kelelawar Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Makassar berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Sebanyak 1 kilogram lebih sabu berhasil diamankan.

Pengungkapan tersebut berhasil dilakukan pada Rabu, 11 April 2018 sekitar pukul 20.30 Wita di Jalan Borong Raya Kompleks Bitoa Lama, Kota Makassar.

Dalam pengungkapan ini, pelaku yang diamankan yakni Muh Idham Safruddin (21 tahun), Andi Hanifah Fahriyah (19) yang merupakan seorang mahasiswi dan Aprian Pratama alias Ardi.

“Pelaku (Idam) ditangkap saat hendak keluar mengendarai sepeda motor dengan membawa kantongan hitam. Sementara Hanifa dan Aprian diamankan di dalam kost (milik Idham),” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sindani dalam keterangan persnya, Kamis (12/4/2017).

Dari tangan pelaku, lanjut Dicky, petugas berhasil menyita 11 paket shabu dengan berat 1 kilogram lebih. Selain itu diamankan juga satu timbangan digital, satu sepeda motor dan 7 bal plastik sedang.

“BB yang diamankan satu kilo 50 gram. Kalau diuangkan ditaksir 1,5 miliar. Pelaku (Idham) yang bekerja sebagai mekanik ini, sudah sering jadi kurir narkoba di daerah Jalan Borong Raya,” jelasnya.

Dicky menyebut, untuk mengantar barang haram tersebut, Idam mendapat upah jutaan rupiah. “Untuk mengantarkan sabu, yang bersangkutan dibayar Rp 2,5 Juta,” tukasnya.

1 2 3 4