Akademisi UMI : Program NH-Aziz Unggul Dibandingkan Tiga Kandidat Lain 

Akademisi UMI Amiruddin

Akademisi UMI Amiruddin

Makassar, KABAROKE — Akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr Amiruddin, memuji gagasan dan program Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Dibandingkan tiga kandidat lain, program pasangan nomor urut satu paling relevan dan lengkap. Program NH-Aziz disebutnya memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat Sulsel.

“Empat kandidat yang bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 merupakan putra-putra terbaik. Namun, bila dibedah lebih jauh, ya saya harus jujur bahwa NH-Aziz lebih unggul dari sisi program. Itu karena apa yang dicanangkannya tepat sasaran, sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat Sulsel,” kata Amiruddin, Senin, 23 April.

Konsep membangun kampung dan menata kota yang bersumber dari Tri Karya Pembangunan sangatlah brilian. Kata Amiruddin, gagasan tersebut mampu menjawab seluruh harapan dan tantangan. Hanya NH-Aziz yang mau membangun kesejahteraan tanpa melupakan nilai-nilai luhur, baik itu adat istiadat dan agama. Itu tertuang dalam konsep Tri Karya Pembangunan meliputi infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal.

“Seluruh program NH-Aziz benar-benar bermuara pada kepentingan publik, makanya sangat mudah diterima. Itu pula yang membuat NH-Aziz terlihat lebih unggul pada debat publik,” ujar Amiruddin.

Beberapa program NH-Aziz yang sangat dinantikan antara lain adalah lapangan sepak bola bertaraf internasional, penciptaan lapangan kerja, perlengkapan sekolah gratis dan layanan kesehatan berbasis KTP. Oleh sejumlah pihak, kata dia, program itu kerap dibully karena disebut hanyalah mimpi semu. Tapi, kata Amiruddin, bermodal jaringan yang kuat dan luas di pusat, tidak ada yang tidak mungkin.

Pujian atas inovasi program NH-Aziz dari akademisi bukan kali pertama. Sebelumnya, Pakar Administrasi Pembangunan dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Syamsir Rahim, menyebut dari empat kandidat pada Pilgub Sulsel 2018, (NH-Aziz) merupakan paket ideal untuk menakhodai Sulsel. Itu karena programnya mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat.

Syamsir membedah gagasan dan program NH-Aziz memang yang paling banyak memenuhi harapan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Pasangan nasionalis-religius tidak sebatas membuat program, melainkan mencanangkan program berkelanjutan yang muaranya untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

“Program NH-Aziz yang tertuang dalam visi misi merupakan program yang dapat menjawab kebutuhan dan keinginan masyarakat, utamanya dalam hal pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (***)

Go-Food Festival Bisa Jadi Pusat Wisata Kuliner

Go-Food Festival di Makassar

Go-Food Festival di Makassar

Makassar, KABAROKE — Go-Food Festival yang diselenggarakan oleh perusahaan teknologi Go-Jek diyakini memiliki multiplier effect. Tidak hanya mendorong pengembangan UMKM kuliner, tapi juga meningkatkan minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara terhadap kuliner setempat.

Strategic Regional Head Kalimantan & Sulawesi Go-Jek, Anandita Danaatmaja, mengungkapkan pihaknya memang mengharapkan Go-Food Festival menjadi pusat wisata kuliner. Toh, dengan berbagai potensi kekayaan kuliner di Kota Daeng, Go-Food Festival merupakan ajang tepat untuk memperkenalkan kuliner lokal sekaligus menjadi destinasi wisata kuliner.

Anandita menjelaskan Go-Food Festival di Makassar yang berlangsung 21 April 2018 hingga 21 April 2019 menggunakan konsep food court atau pujasera (pusat jajanan serba ada). Para pengusaha UMKM dapat menawarkan produk kulinernya dengan modal yang tidak begitu besar dan tanpa perlu mempekerjakan banyak karyawan.

“Yang berbeda dengan konsep food court pada umumnya, para pengusaha tidak perlu menyiapkan dana besar di muka untuk biaya sewa booth dan jasa pelayan. Kami juga akan menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan masak yang biasanya juga cukup mahal bagi para pebisnis mikro,” ucapnya, di sela pembukaan Go-Food Festival di Makassar.

Go-Food Festival yang telah berlangsung di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Cirebon, memiliki rata-rata transaksi yang mencapai 1.300 transaksi pada hari kerja (Senin-Jumat) dan 1.800 transaksi pada akhir pekan (Sabtu-Minggu).

“Melihat pencapaian tersebut, kehadiran Go-Food Festival di Makassar juga diharapkan menjadi pusat wisata kuliner bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan juga bersantai bersama teman sembari menikmati keragaman kuliner yang disuguhkan oleh para merchant yang ada di Go-Food Festival,” ucapnya.

Anandita menambahkan banyak mitra merchant yang memulai bisnis kuliner hanya dari dapur dengan peralatan seadanya dan kini usaha mereka berkembang lebih besar dengan hadirnya infrastruktur dari Go-Food.

Dia menambahkan bahwa rata-rata transaksi mereka meningkat 2.5 kali sejak bergabung dengan Go-Food. Ada beberapa kunci penting yang membedakan Go-Food dengan layanan pesan antar makan lainnya. Seperti, pilihan merchant dan menu yang banyak serta ketersediaan Go-Food di 50 kota di Indonesia.

“Selain itu, jangkauan pemesanan GO-FOOD yang luas, sehingga masyarakat dapat membeli kuliner yang diinginkan dari mana saja asalkan tidak lebih dari 25 km,” pungkasnya Anandita. (**)

NH-Aziz Dorong Seluruh Elemen Ikut Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada 

Koordinator Tim Media NH Aziz Yusuf Said

Koordinator Tim Media NH Aziz Yusuf Said

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mendorong seluruh elemen masyarakat untuk turut mensukseskan pilkada serentak 2018. Partisipasi pemilih yang massif menjadi salah satu indikator kesuksesan pesta demokrasi.

“Tanggungjawab kita semua untuk mendorong angka partisipasi pemilih pada pilkada serentak 2018. Itu juga menjadi cerminan kualitas penyelenggara, tapi ya kita semua harus ikut bantu mensukseskan,” kata Koordinator Tim Media Center NH-Aziz, Yusuf Said, pada diskusi publik KPID Sulsel, Senin, 23 April.

Diskusi publik KPID Sulsel itu mengangkat tema ‘Pemenuhan Kepentingan Publik Terhadap Informasi dan Sosialisasi Pilkada Sulsel’. Kegiatan itu menghadirkan Komisioner KPUD Sulsel, Faisal Amir dan mengundang perwakilan dari empat pasangan calon atau paslon.

Menurut Yusuf, upaya mendorong angka partisipasi pemilih sangat penting dan mendesak. Terlebih, merujuk data yang diterimanya angka swing voters masih cukup tinggi. Tercatat masih ada sekitar 40 persen pemilih di Sulsel yang belum menetapkan pilihannya.

“Angka itu adalah warning bagi penyelenggara dan seluruh elemen. Ini alarm tanda masih tingginya swing voters dan tentunya merugikan semua pihak, termasuk kandidat,” ucapnya.

Masih tingginya swing voters tidak lepas karena adanya pembatasan aturan bagi kandidat untuk beriklan atau melakukan sosialisasi pada media massa. Kata Yusuf, pihaknya memahami aturan itu dibuat demi kesetaraan politik. Tapi, semestinya KPUD bisa tetap maksimal melakukan sosialisasi.

Sosialisasi yang dilakukan KPUD, Yusuf menyebut jangan sebatas internal, tapi juga terkait peserta pilkada. Dengan begitu, terjadi keadilan bagi seluruh pihak. Yang paling penting, pemenuhan kebutuhan informasi bagi publik terkait gagasan dan program para kandidat dapat terpenuhi. (*)