Peserta JKN-KIS di Sulsel Tembus 8 Juta Jiwa

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 8 juta warga Sulsel telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Bila dipersentasekan, realisasi program pemerintah tersebut telah mencapai 84 persen per Mei 2018. Total penduduk Sulsel diketahui mencapai 9,4 juta jiwa. Itu artinya tersisa 1,48 juta penduduk Sulsel yang belum terdaftar sebagai peserta program kesehatan pemerintah.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartra dan Maluku, I Made Puja Yasa, mengatakan pihaknya terus menggenjot kinerja agar seluruh penduduk Sulsel dapat tercover alias menjadi peserta JKN-KIS. Salah satu upaya yakni dengan menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk sosialisasi program JKN-KIS.

I Made bersama jajaran BPJS Kesehatan bahkan telah menemui penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, belum lama ini. Mereka membahas berbagai hal terkait pelaksanaan JKN, baik dari sisi jumlah kepesertaan, dari sisi pembayaran dan sisi ketersediaan infrastruktur pelayanan kesehatan yang harus dipenuhi.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, secara nasional jumlah peserta JKN-KIS di Indonesia mencapai 196,66 juta jiwa atau 77 persen. BUMN di bidang kesehatan itu sendiri menargetkan seluruh penduduk Indonesia berjumlah 257,5 juta akan tercover program tersebut pada 2019. Torehan Sulsel yang mencapai 84 persen berada di atas angka nasional.

I Made mengungkapkan program BPJS Kesehatan itu perlu didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Itu sejalan dengan Intruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Jaminan Kesahatan Nasional yang memerintahkan seluruh penentu kebijakan terkait untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing dalam rangka menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta JKN.

Beberapa daerah juga disampaikan I Made masih terdapat persoalan pembayaran dari kabupaten/kota di Sulsel. “Di lapangan terkendala koordinasi komunikasi dan kelengkapan berita acara. Sering terjadi keterlambatan pembayaran. Kita sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah baik kabupaten, kota maupun provinsi bila memungkinkan pembayaran di depan,” ujar I Made, di Makassar.

Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, menyambut baik dan menganggap bahwa peranan BPJS Kesehatan sangat penting. Terutama dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat untuk pelayanan kesehatan.

“Saya menekankan BPJS Kesehatan itu sangat penting. Masyarakat, kita dan PNS juga sama, kalau sudah ikut asuransi kita merasa tenang dan nyaman itu ada. itu sebenarnya harus disadarkan ke semua masyarakat,” kata Sumarsono.

Dengan jumlah mencapai 84 persen kepesertaan, maka pemerintah akan melakukan upaya sosialisasi agar kepesertaan meningkat. Karena kesehatan, sambung dia, masuk bagian dari indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (**)

Bukan ASS, Orang Bone Bersatu Menangkan NH

Fahsar M Padjalangi Bersama Nurdin Halid

Fahsar M Padjalangi Bersama Nurdin Halid

Bone, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid melanjutkan rangkaian sadari Ramadan ke kabupaten kelahirannya, Bone, Sabtu (26/5). Sore ini, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar tersebut menerima relawan dan sinpatisannya di Hotel Sarlim, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Pertemuan tersebut kian menunjukkan besarnya simpati dan sokongan dukungan kepada duet nasionalis-religius dalan Pilgub Sulsel. Meskipun ada pula figur dari Bone lain, yaitu Andi Sudirman Sulaiman berpasangan dengan Nurdin Abdullah, relawan ini serius dan berfokus memenangkan NH-Aziz.

Sekelompok relawan tersebut ialah Orang Bone Bersatu. Ketua Tim Relawan Orang Bone Bersatu, Syamsul Alam menengaskan piliyannya kepada NH. Bagi dia, Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar memiliki kemampuan lebih dalam memerintah Sulsel kelak.

“Pak Sudirman kan masih muda, pengalamannya dalan politik dan pemerintahan juga ridak ada. Pak Nurdin Halid tidak ada  yang menyangkal kalau sudah begitu berpengalaman,” bebernya.

Lebih lanjut, Syamsul Alam menekankan relawannya akan terus bergerak secara masif dalam memperkuat pemenangan NH-Aziz di Bone. Sehingga, kata dia, elektabilitas pasangan ini akan semakin melesat berkat gabungan berbagai kekuatan di Bone.

Diketahui, NH memiliki kekuatan geopolitik yang masif di Bone. Selain putra daerah, partai Golkar yang mengusung NH-Aziz juga merupakan partai berkuasa di Bumi Arung Palakka. Calon Bupati dan Wakil Bupati Bone petahana, Andi Fahsar Padjalangi dan Ambo Dalle merupakan Ketua Umum dan Ketua Harian Golkar Bone. Ketua DPRD Bone juga merupakan politisi Golkar Bone, yaitu Andi Akbar Yahya.

“Insya Allah, peluang NH-Aziz untuk menang di Bone sangat besar. Kita tidak boleh terlena dengan itu, relawan di sini terus bergerak untuk mendulang kemenangan telak,” tegasnya. (*)

BI Sulsel Sediakan Layanan Penukaran Uang Kecil di 38 Titik

Kas Keliling Bank Indonesia untuk Penukaran Rupiah Baru Diserbu Warga

Kas Keliling Bank Indonesia untuk Penukaran Rupiah Baru Diserbu Warga

Makassar, KABAROKE — Bank Indonesia (BI) memberikan pelayanan prima kepada masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Salah satunya dengan membuka layanan penukaran uang kecil. Di Sulsel, layanan yang disiapkan oleh BI itu tersebar di 38 titik. Lokasinya di pusat keramaian, kantor mitra strategis dan kantor perbankan.

“Layanan penukaran uang kecil untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil menjelang Lebaran. Layanan ini sudah mulai dibuka pada hari ini (Selasa, 22 Mei). Lokasinya tersebar di tempat-tempat dan juga kantor perbankan dengan total 38 titik,” ucap Bambang.

Layanan penukaran uang kecil ala BI dilakukan bekerjasama dengan 30 perbankan. Layanan terpadu itu disediakan melalui penempatan kas keliling di pusat-pusat keramaian. Kas kelilinh serupa juga tersedia di Lapangan Karebosi Jalan Ahmad Yani dan kompleks Perumahan BI di Jalan Sultan Alauddin.

Selain itu, kas keliling juga tersedia di sejumlah kantor instansi mitra BI yakni Kantor Gubernur Sulsel, Kantor Balai Kota Makassar, Markas Polda Sulsel, Markas Kodam XIV Hasanuddin dan lain-lain.

Layanan penukaran uang kecil dibuka sejalan dengan peningkatan kebutuhan uang rupiah pada Ramadan dan Idul Fitri. Terlebih, Kota Makassar merupakan pusat perekonomian di kawasan timur Indonesia, dengan aktivitas masyarakat yang meningkat seiring jelang hari raya.

Untuk penukaran uang pecahan kecil, Bambang menyebut masyarakat bisa mendatangi kas keliling yang dibuka hingga 8 Juni. Kas dibuka setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 9.00 WITA hingga 12.00 WITA. Setiap orang dibatasi hanya boleh menukarkan uang maksimal Rp5 juta.

Pada Ramadan tahun ini, BI Sulsel menyiapkan uang kartal sebanyak Rp3,9 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun 2017 sebesar Rp3,3 triliun.

Bambang menegaskan komitmen BI dalam memastikan ketersediaan uang kartal di masyarakat. Untuk wilayah pulau terpencil, BI juga menyediakan kas keliling lewat kapal-kapal yang bekerja sama dengan Lantamal VI. Kas ini antara lain akan mengunjungi delapan pulau di kabupaten Pangkep. (**)

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Terbaik Ketiga di Indonesia

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]

Makassar, KABAROKE — Sulsel terus mempertahankan laju pertumbuhan ekonominya di atas angka nasional. Dengan pertumbuhan mencapai 7,41 persen pada triwulan I 2018, Sulsel bahkan masuk peringkat tiga nasional. Hanya kalah dibandingkan Papua dan Maluku Utara. Masing-masing provinsi itu mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 28,93 persen dan 7,98 persen.

“Pada triwulan I 2018, ekonomi Sulsel tumbuh tertinggi nomor tiga se-Indonesia. Sulsel juga menunjukkan tetap menjadi salah satu provinsi kontributor pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I 2018 didorong oleh daya beli konsumen yang menguat dan lapangan usaha primer. Lapangan usaha yang dimaksud meliputi pertanian yang mengalami peningkatan sejalan dengan panen raya yang terjadi di beberapa wilayah. Begitu pula dengan lapangan usaha pertambangan serta lapangan usaha perdagangan besar dan eceran yang tumbuh tinggi.

“Sumber pertumbuhan ekonomi di Sulsel berasal dari permintaan domestik yang meningkat signifikan. Khususnya dari konsumsi rumah tangga dan LNPRT serta PMTB yang meningkat,” terang Bambang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, sebelumnya menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan pertama tahun ini sebesar 7,41 persen berada di atas angka nasional sebesar 5,06 persen. Torehan itu merupakan melanjutkan prestasi Sulsel yang memiliki rata-rata pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen.

“Ekonomi Sulsel triwulan I tahun ini tumbuh 7,41 persen (yoy). Perekonomian Sulsel yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2018 mencapai Rp108,65 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp73,05 triliun,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 15,02 persen. Adapun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga atau PK-LNPRT sebesar 22,53 persen.

“Ekonomi Sulsel triwulan I tahun ini meningkat terhadap triwulan sebelumnya sebesar 0,27% (qoq),” pungkasnya. (**)

Idul Fitri 1439 H, Pelindo IV Gelar Mudik Gratis di 8 Pelabuhan

Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung

Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung

Makassar, KABAROKE — Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H, PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo IV (Persero) akan melaksanakan kegiatan mudik gratis mulai 8 Juni hingga 19 Juni 2018.

Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung, mengatakan berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini pihaknya berencana melaksanakan mudik gratis di delapan cabang alias delapan pelabuhan. “Yaitu di Cabang Makassar, Balikpapan, Samarinda, Ambon, Sorong, Tarakan, Kendari dan Cabang Parepare,” kata Doso.

Doso menyebut mudik gratis tahun ini memang berbeda, di mana sebelumnya kegiatan angkutan selalu terpusat dan dilaksanakan oleh Pelindo IV Kantor Pusat dan Cabang Makassar.

Adapun rute atau trayek mudik gratis di delapan cabang tersebut yaitu, untuk Pelabuhan Makassar menempuh rute Maros-Pangkep-Parepare-Gowa-Takalar-Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba.

Pelabuhan Balikpapan, rutenya Samarinda-Bontang-Tenggarong. Untuk rute dari Pelabuhan Samarinda yaitu, Bontang-Sangatta-Melak-Sangkulirang.

Sementara itu, rute dari Pelabuhan Ambon yaitu Feri Liang-Bandara-Amahusu. Pelabuhan Sorong dengan rute Teminabuan-Klamono-Aimas-Sorong. Pelabuhan Kendari menempuh rute Pangkalan Nusantara : Raha-Baubau-Raha-Baubau, Pangkalan Perahu : Ereke-Wanci-Raha dan jalur darat : Kolaka.

Dari Pelabuhan Parepare, rute yang ditempuh yaitu Bulukumba-Toraja-Palopo-Sengkang-Enrekang-Polman-Bone-Soppeng- Pinrang. Sedangkan Pelabuhan Tarakan, menempuh rute Nunukan-Tanjung Selor.

Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV, Riman S. Duyo, menambahkan bahwa pihaknya sudah membuka pendaftaran untuk kegiatan Mudik Gratis ini sejak 21 Mei 2018 hingga 7 Juni 2018, dengan jumlah kuota yang telah ditentukan.

Namun kata Riman, pelaksanaan kegiatan mudik gratis baru akan dimulai pada H-7 atau tanggal 8 Juni 2018 sampai dengan H+3 atau 19 Juni 2018.

“Peserta mudik gratis adalah para penumpang kapal laut, baik kapal milik Pelni maupun kapal swasta, serta masyarakat umum yang berada di wilayah setempat. Selain menyediakan transportasi untuk mudik gratis, kami [Pelindo IV] juga menyediakan takjil untuk berbuka puasa dan makanan untuk sahur bagi peserta mudik nanti,” pungkasnya. (***)

Nurdin Halid : Mari Jaga Kesucian Ramadan

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Sinjai, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para kandidat untuk menjaga kesucian bulan suci Ramadan. Caranya, berlomba-lomba melakukan ibadah dan berbuat kebaikan. Juga menghindari perbuatan jahat, termasuk kecurangan menjelang Pilgub Sulsel 2018, dimana kampanye negatif maupun kampanye hitam semakin massif.

NH meminta agar berbagai serangan kampanye negatif maupun kampanye hitam untuk dihentikan. Begitu pula aksi saling hujat yang kebanyakan terjadi di media sosial. Pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu berpendapat tidak ada gunanya menjelek-jelekkan kandidat. Toh, masyarakat Sulsel sudah cerdas, sudah mengetahui mana kandidat yang memiliki program terbaik.

“Mari bersama-sama jaga kesucian Ramadan, berlomba-lombalah melakukan ibadah dan melakukan kebaikan. Nah, dalam konteks pilkada, ya jangan berbuat curang dan menghalalkan segala cara untuk menggenggam kekuasaan. Hentikan berbuat curang, menjelek-jelekkan kandidat, apalagi melakukan serangan kampanye hitam,” kata NH, Jumat, 25 Mei.

NH-Aziz diketahui menjadi sasaran kampanye negatif maupun kampanye hitam menjelang tahapan pencoblosan. Itu seiring dengan melambungnya elektabilitas pasangan tegas, merakyat dan religius. Baik survei internal maupun survei eksternal, NH-Aziz kini unggul dibandingkan tiga kandidat lain : Agus Arifin Numang-Tanribali Lamo, Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman dan Ichsan YL-Andi Mudzakkar.

NH mengimbau kepada seluruh mesin pemenangan, baik parpol, relawan dan simpatisan untuk mengedepankan politik santun. Serangan kampanye negatif maupun kampanye hitam, sambung dia, jangan ditanggapi berlebihan. Toh, biasanya pihak yang melakukan perbuatan curang adalah mereka yang sedang panik karena sedang tertinggal alias kalah.

“Jangan mudah terprovokasi. Fokus kerja saja menggalang dukungan sebesar-besarnya dan menjaga basis suara, keluarga dan lingkungan serta TPS masing-masing. Insya Allah kerja keras kita semua akan berbuah manis,” ujar Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu.

Tidak lupa, NH mengingatkan kepada seluruh simpul pemenangan untuk mengantisipasi gerakan jekkong alias kecurangan. Tim NH-Aziz ditegaskannya tidak boleh curang, tapi tidak mau dicurangi. Olehnya itu, pengawalan terhadap setiap tahapan sangat penting, terkhusus pada saat pencoblosan hingga penghitungan dan penetapan calon gubernur terpilih.

“Intinya, jangan ragu untuk melaporkan kecurangan. Bersama-sama kita lakukan pencerahan demokrasi, menghadirkan pesta demokrasi yang aman, damai, bersih, berkualitas dan bermartabat,” pungkasnya. (**)

Bukan IYL-Cakka, Buhari Kahar Mudzakkar Tegaskan Dukungan Keluarga ke NH-Aziz

Buhari Mudzakkar Bersilaturahmi ke Kediaman NH

Buhari Mudzakkar Bersilaturahmi ke Kediaman NH

Makassar, KABAROKE — Dua putra Kahar Mudzakkar bertarung pada bursa pemilihan Gubernur Sulsel. Keduanya sama-sama maju sebagai calon wakil gubernur.

Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar terlebih dahulu mendeklarasikan diri berpasangan dengan Nurdin Halid. Menyusul, Andi Muzakkar juga ikut maju mendampingi Ichsan Yasin Limpo.

Namun, dukungan pemenangan keluarga Kahar Mudzakkar tampik lebih condong solid ke pasangan nomor urut satu, NH-Aziz. Hal ini pun dipertegas dengan kunjungan silaturahmi tim keluarga ke kediaman NH, Jalan Mapala, Kamis (10/5) malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya, penasehat tim keluarga, Buhari Kahar Mudzakkar; ketua tim keluarga, Andi Mardan; dan sekretaris tim keluarga, Marsuni.

“Dari keluarga memang ada yang terpisah, tapi kami tetap tegaskan dukungan keluarga lebih mendukung NH-Aziz,” ujar Buhari.

Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya ini juga tak menampik banyaknya dukungan Wija to Luwu kepada duet nasionalis-religius. Memang, NH terus memperoleh dukungan dari berbagai tokoh berpengaruh.

Di antaranya, Opu Makole Baebunta, Arifin Djunaid, dan Hatta Marakarma. Penegasan dukungan Buhari pun menambah daftar deretan panjang tokoh Luwu yang siap memenangkan NH-Aziz. (*)

Akademisi Unhas : Pidato Penutup NH-Aziz di Debat Publik Paling Sempurna

Akademisi Unhas Andi Lukman

Akademisi Unhas Andi Lukman

Jakarta, KABAROKE — Berakhirnya debat kandidat pada Rabu (9/5) malam menandakan usainya rangkaian tahapan debat kandidat oleh KPU Sulsel. Debat ini menjadi debat pemungkas dalam kontestasi Pilgub Sulsel mendatang.

Pengamat pemerintahan Unhas, Andi Lukman Irwan pun menanggapi penutup pidato kemenangan dan kekalahan masing-masing calon. Ia mengunggulkan pernyataan pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

“Dalam pidato penutup di akhir debat Pak NH-Aziz lebih tampil sempurna dan kreatif dlm menutup sesi debat dibanding paslon lainnya dengan beberapa aspek yang beliau sampaikan,” ujarnya.

Di antara sejumlah keunggulan tersebut, kata Lukman, ialah perspektif cara pandangnya menuju kemenangan yang bukan hanya miliki NH-Aziz semata. Kemenangan tersebut sudah sewajarnya perlu dimaknai sebagai kemenangan masyarakat Sulsel tanpa terkecuali.

“Komitmen beliau sangat tegas untuk memajukan wilayah Sulsel dengan menjajinkan akan terbentuknya Provinsi Luwu Raya serta meningkatkan status sungguminasa menjadi kota yang otonom,” jelasnya.

Kemudian, Lukman menegaskan pula gestur badan NH-Aziz tampak rileks dan tanpa beban saat debat. Termasuk, ketika NH mengulas tuduhan koruptor yang kerap menjadi bahan black campaign.

“Komitmen beliau untuk menghadirkan pemimpin yang bersih dan tidak korup menjadi jaminan akan hadirnya pemimpin sulsel yang amanah dan berintegritas,” pungkasnya. (*)

Pembayaran THT Terbengkalai, Lalu Lintas Udara Terancam Lumpuh

Koordinator Eks Karyawan AP I Sumaryadi dan Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar Abidin Haju

Koordinator Eks Karyawan AP I Sumaryadi dan Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar Abidin Haju

Makassar, KABAROKE — Kisruh pembayaran Tunjangan Hari Tua (THT) terhadap 603 mantan karyawan PT Angkasa Pura I mendesak dituntaskan. Permasalahan itu dikhawatirkan dapat menganggu, bahkan membuat lumpuh lalu lintas penerbangan. Terlebih, ratusan mantan karyawan AP I rata-rata kini bekerja sebagai pemandu lalu lintas udara pada AirNav Indonesia.

Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar, Abidin Haju, mengungkapkan bila tuntutan agar THT dibayarkan sesuai aturan sebesar Rp71 miliar tidak terpenuhi, pihaknya berencana menggelar aksi serentak di Jakarta. Bila itu terjadi, tentunya penerbangan bisa terganggu, bahkan lumpuh karena mereka semualah yang bertugas mengatur lalu lintas udara.

“Kalau masih tidak ada titik temu, 603 mantan karyawan AP I ada kemungkinan akan gelar aksi serentak ke Jakarta. Kalau itu terjadi ya penerbangan bisa lumpuh, contohnya di Makassar kami ada 136 orang, kalau semua ke Jakarta siapa yang atur lalu lintas penerbangan, lalu di Bali dan Surabaya juga banyak,” ujar Abidin.

“Intinya, kami tidak mau itu sampai terjadi (penerbangan lumpuh), tapi kami juga mengharapkan perusahaan (AP I melalui YAKKAP) dapat memenuhi hak kami sebagai mantan karyawan. Bayarlah THT sebagaimana mestinya, merujuk aturan,” sambung Abidin, saat menggelar aksi damai di lingkungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Perjuangan ratusan mantan karyawan AP I untuk mendapatkan THT sudah teramat panjang. Sejak 2014 tatkala diberhentikan, Abidin menyebut pihaknya dengan sabar menunggu. Padahal, hak pembayaran THT sesuai aturan mestinya dicairkan paling lambat satu bulan setelah diberhentikan. Nyatanya, sampai kini belum juga terealisasi.

Abidin mengungkapkan berbagai langkah sesuai prosedur telah ditempuh, termasuk mengadu ke Kementerian BUMN, Kementerian Tenaga Kerja dan Istana Negara. Teranyar, pihaknya telah mendapatkan secercah harapan terkait pembayaran. Sayangnya, perusahaan terkesan ingin mengelabui mantan pekerja dengan hanya ingin membayar sekitar 30 persen dari THT.

Sejumlah karyawan telah menerima surat dari AP I melalui YAKKAP terkait pengalihan pembayaran via AirNav Indonesia. Sayangnya, nominal pembayaran sangat memprihatinkan, hanya 20-30 persen dari yang semestinya. Abidin menegaskan itu jelas ditolak mantan karyawan AP I dan ditunjukkan dengan membakar surat dari AP I melalui YAKKAP.

Soal pembayaran THT itu, Human Capital & General Affair Director AP I, Adi Nugroho, sebelumnya membantah bila pihaknya tidak ingin membayarkan THT ratusan mantan pegawai perusahaan pelat merah. Namun, diakuinya terdapat perbedaan paham mengenai jumlah pembayaran THT. “Kapanpun kami siap bayarkan, tapi ya sesuai perhitungan aktuaris,” ujar dia.

Adi mengklaim pembayaran THT berdasar pada perhitungan aktuaris merujuk pada peraturan perundang-undangan. Disinggung perihal permintaan pembayaran eks karyawan sebesar Rp71 miliar yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama, ia membantah bila manajemen AP I ikut menyetujuinya. (**)

Tutup Debat Kandidat, NH-Aziz Konsisten Apresiasi Empat Etnis di Sulsel

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Jakarta, KABAROKE — Pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar tampil menonjol dengan mengusung kearifan lokal. Penampilan penuh nuansa nilai kearifan lokal Sulsel itu terlihat natural pula dalam mengikuti debat kandidat edisi III Pilgub Sulsel di Auditorium TVRI, Jakarta, Rabu (9/5) malam.

Hal tersebut sejalan dengan tema debat, yaitu penguatan kearifan lokal dalam memperkokoh ideologi bangsa dan NKRI. Sejak membuka debat, NH-Aziz selalu memesankan petuah dan warisan leluhur, seperti sikap sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge.

Begitupula saat segmen penampilan dari pasangan calon, NH-Aziz menawarkan suguhan tari dari keempat etnis di Sulsel. Apresiasi terhadap seluruh etnis besar Sulsel, yaitu Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar pun bertahan ditunjukkan oleh pasangan ini.

Saat mengawali pidato penutup, NH-Aziz kompak menyapa rakyat Sulsel dengan panggilan masing-masing etnis. Tanpa diskriminasi, pasangan nasionalis-religius ini mengapresiasi seluruh etnis mayor di Sulsel.

“Sangmaneku, Sammuaneku , silessurengku, saribattangku. Kemenangan yang kita akan raih dalam pilkada ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat Sulsel, kemenangan bagi kita semua yang menginginkan perubahan,” ujar NH.

Pesan serupa juga diserukan oleh Aziz Qahhar. Usai pidato kemenangan, TVRI juga menyediakan segmen pidato kekalahan yang sekaligus mengakhiri agenda debat kandidat.

“Sangmaneku, Sammuaneku, silessurengku, saribattangku. Kemenangan dan kekalahan dalam pilkada adalah sebuah keniscayaan. Semua sudah ada takdirnya. Kami telah menyampaikan visi masi kami untuk melahirkan perubahan di Sulawesi Selatan yang lebih maju, mandiri, sejahtera dan religius,” tutur Aziz. (*)

1 2