SMF Salurkan Pembiayaan KPR Rp1,5 Triliun untuk Bank BJB

Ilustasi

Ilustasi

Jakarta, KABAROKE — PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF menyalurkan KPR sebesar Rp1,5 triliun kepada Bank Pembangunan Daerah atau BPD terbesar di Indonesia yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB)

Realisasi pinjaman disalurkan pada Rabu (6/6) di Menara BJB, Bandung. Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo dan Direktur Keuangan Bank BJB, Nia Kania bersama Direktur Ritel dan Konsumer Bank BJB, Suartini.

Dalam kerjasama tersebut, SMF mengalirkan pembiayaan ke sektor perumahan senilai Rp1,5 triliun kepada Bank BJB. Itu merupakan fasilitas kedua yang di salurkan SMF kepada bank tersebut, dimana sebelumnya senilai Rp200 miliar telah disalurkan pada Desember 2017.

Direktur SMF, Heliantopo mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan komitmen SMF dalam mendukung Program Satu Juta Rumah. Salah satunya melalui penyaluran pinjaman untuk perluasan jangkauan pembiayaan rumah di seluruh Indonesia.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas realisasi kerjasama tersebut dan berharap kerjasama ini dapat memotivasi BPD lainnya untuk menyalurkan KPR.

“Ini merupakan upaya kami dalam mendorong peningkatan penyaluran oleh BPD dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan perumahan di Indonesia, khususnya pada wilayah BPD masing-masing. Kami berharap ini dapat memberikan perluasan akses bagi ketersediaan rumah yang layak bagi masyarakat di seluruh daerah,” kata Heliontopo, dalam keterangan persnya.

“SMF telah menunjukkan langkah sigapnya merespon semakin tingginya demand akan kebutuhan pembiayaan kepemilikan rumah yang layak huni, serta mendukung perluasan jangkauan pembiayaan rumah di seluruh Indonesia,” sambung Heliantopo.

Ia juga berharap kedepannya Bank BJB dapat menjadi pelopor sebagai originator pertama dalam mencetus sekuritisasi KPR bagi BPD. Sebagaimana diketahui Bank BJB saat ini telah menasional dan berada pada urutan ke 12 dari 115 bank terbesar di Indonesia.

“Memperhatikan volume KPR Bank BJB yang cukup besar, kami melihat Bank BJB memiliki potensi melakukan sekuritisasi KPR pada kemudian hari,” katanya.

Heliantopo mengaku optimis dengan adanya sinergi yang kuat, Program Satu Juta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi kesejahteraaan masyarakat diberbagi daerah maupun bagi perekonomian Indonesia ke depan.

“Kami yakin bahwa tingginya akses penyaluran KPR oleh BPD di daerah dapat memberikan dampak positif dalam membangun serta memajukan perekonomian di masing-masing daerah. Terkait hal tersebut, dorongan dari pemerintah daerah untuk merealisasikan hal tersebut sangat kami harapkan,” pungkasnya. (**)

Soal Alih Dukungan, NA-ASS Jangan Bohongi Rakyat

Nasruddin Upel

Nasruddin Upel

Makassar, KABAROKE — Tim pemenangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) angkat bicara soal pengalihan dukungan yang diklaim kubu Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). Klaim tersebut dianggap sebagai upaya penggiringan opini yang sesat dan cenderung mengarah kepada kebohongan.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel Nasruddin Upel mengatakan, NA-ASS sebelumnya mengklaim pengalihan dukungan dari komunitas Jaringan Koperasi NH-Azis di Makassar. Kelompok ini dipimpin Nur Hamsiah. Padahal setelah ditelusuri, orang bersangkutan ternyata bukan jaringan relawan NH-Aziz.

Upel menjelaskan, Hamsiah diketahui merupakan keluarga dari Syaiful Ahmad, salah satu mantan relawan NH-Aziz di kabupaten Pinrang yang telah dipecat. Pria ini juga sebelumnya diklaim telah berpindah dukungan untuk NA-ASS.

“Hamsiah itu masih keluarganya Syaiful. Syaiful kan sudah dipecat, keluarganya mungkin marah sampai ada klaim-klaim seperti ini,” kata Upel di Makassar.

Upel mengatakan, wacana pengalihan dukungan biasanya marak jelang pemungutan suara. Ini dianggap mencerminkan keputusasaan kandidat calon kepala daerah yang merasa kalah bersaing. Opini masyarakat digiring untuk mempercayai sesuatu yang tidak benar.

“Kami mengimbau para kandidat di Pilgub Sulsel untuk bersaing secara sehat. Jangan bohongi rakyat dengan isu murahan. Mari menunjukkan cara-cara politik yang santun,” ujar Upel.

Lebih lanjut, Upel juga menyindir modus lain kandidat pesaing NH-Aziz dalam wacana pengalihan dukungan. Di mana kader partai pendukung sendiri pun dibuat seolah-olah berpindah haluan. Ini ditunjukkan kubu Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, yang mengklaim dukungan pejabat Demokrat Sulsel Selle KS Dalle. Padahal Demokrat, dari awal memang mendukung IYL-Cakka.

“Beda halnya dengan dukungan yang mengalir untuk NH-Aziz. Semua datang apa adanya tanpa rekayasa, tidak dibuat-buat. Kami juga menegaskan seluruh jaringan pemenangan NH-Aziz selalu solid dan tak gampang terpengaruh,” Upel menambahkan.

Terpisah, Ketua Tim Relawan JK NH-Aziz, Rahman Halid mengatakan pihaknya mengedepankan aspek jujur dan bertanggungjawab dalam menggalang dukungan masyarakat. Relawan dan tim yang didapati berbuat melenceng dari aturan, dipastikan didepak.“Pihak NH-Aziz selalu memberikan pendidikan politik yang baik kepada seluruh tim pemenangan agar tak bermasalah di kemudian hari. Prinsipnya sama-sama ki, bekerja secara bersama-sama, bukan karena ada kepentingan pribadi. Tujuannya satu, memenangkan nomor urut satu,” tuturnya. (**)