BKPRMI Galesong Gelar Training Motivasi Insan Muda Milenial

BKPRMI menggelar event training motivasi remaja di Takalar

Galesong, KABAROKE — Dewan Pengurus Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia atau BKPRMI Kecamatan Galesong menggelar event training motivasi remaja di dMasjid Islamic Centre Rahmat Hidayatullah Galesong, Ahad (29/7). Kegiatan bertema “Insan Muda Millenial, Terkenal di Bumi Terkenal di Langit” itu menghadirkan Sang Motivator Ummat, Sri Wahyudi yang juga founder training motivator Indonesia.

“Jumlah peserta yang hadir sebanyak 300 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan remaja masjid,” ucap Andriadi selaku ketua panitia pelaksana.

Kegiatan ini terasa spesial lantaran dihadiri langsung oleh Ketua DPD BKPRMI Takalar Aksin Suarso  Pada kesempatan itu,  ia sekaligus melantik 14 Pengurus Desa BKPRMI se-Kecamatan Galesong.

Dalam sambutannya, Aksin memberikan semangat untuk menjadi remaja yang punya ide dan gagasan, inovatif kreatif dan aktif.

Sementara itu,  Ketua DPK BKPRMI Galesong, Muh. Riswan, menyampaikan bahwa saatnya remaja menjadi barisan terdepan sebagai generasi pelanjut menjadi generasi Islam yang menginspirasi, menggerakan dan meneladani.

Salah satu peserta bernama Firman, saat dimintai komentarnya mengatakan dirinya sangat bangga mengikuti kegaiatan tersebut, sebab bukan hanya menjaling silaturahmi antar remaja tapi juga kita dapat memperoleh ilmu.

“Kita juga mendapat ilmu, kita mendapat banyak motivasi semoga bisa menjadi pemuda yang terkenal dibumi terkenal juga di langit. Amiin,” pungkasnya. (****)

Asuransi Bisa Dorong Inklusi Keuangan di KTI

Zurich Luncurkan Produk Asuransi Terbaru di Makassar

Makassar, KABAROKE — Langkah PT Zurich Topas Life, grup perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia untuk meluncurkan produk teranyarnya, Zurich Principle Care di Kota Makassar, Sulsel, Kamis (26/7), bukan tanpa pertimbangan. Makassar merupakan daerah strategis, bahkan bisa dibilang pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia.

Memiliki populasi lebih dari 1,7 juta jiwa, Makassar merupakan wilayah dengan potensi ekonomi yang sangat potensial. Pada 2017, pertumbuhan ekonomi Makassar mencapai 7,9%, jauh di atas angka nasional sebesar 5,07%. Tingginya potensi pertumbuhan ekonomi itu diikuti dengan sinyal positif dari tingkat inklusi keuangan yang meningkat tiap tahunnya.

Sebanyak 41% masyarakat di Indonesia Timur sudah memiliki akses terhadap produk perbankan. Namun, ternyata hanya setengah dari angka tersebut yang memang benar-benar telah memiliki produk perbankan, termasuk asuransi. Penetrasi asuransi di daerah ini pun masih berada pada kisaran 2 – 3%.

Dari sisi jalur distribusi, agen masih mendominasi untuk wilayah Makassar dengan hampir 400 tenaga agen pemasar yang terbagi dalam 3 kantor pemasaran mandiri. Olehnya itu, kehadiran produksi asuransi teranyar dari Zurich di Makassar juga merupakan bagian dari upaya mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia Timur.

“Bagi kami agen bukan semata untuk memasarkan produk, namun berperan penting dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan asuransi. Apalagi melihat urgensi untuk lebih mendorong literasi dan inklusi keuangan di wilayah Timur Indonesia,” kata Chief of Agency and Premier Advisor Zurich Topas Life, Budi Darmawan.

Zurich Principle Care merupakan produk asuransi yang dikeluarkan PT Zurich Topas Life, perusahaan asuransi jiwa yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan alias OJK. Budi menyebut produk asuransi teranyarnya memberikan perlindungan lengkap bagi kaum muda alias kaum produktif di Indonesia terhadap risiko penyakit kritis yang semakin meningkat.

Zurich Principle Care memberikan perlindungan terhadap seluruh jenis penyakit kritis. Termasuk stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, sirosis hepatiti, haemofilia, leukimia, dan thalesemia. Lebih lanjut, produk inovasi ini juga memberikan manfaat klaim maksimal sampai tiga kali, klaim penyakit kanker lanjutan, manfaat angioplasti, layanan opini medis kedua, serta manfaat meninggal dunia.

Melalui inovasi Zurich Principle Care, Zurich ingin membantu kaum dan keluarga muda Indonesia agar lebih siap dalam menghadapi risiko penyakit kritis. Dengan mengambil alih risiko beban finansial dari penyakit kritis sejak dini, maka kaum muda dapat fokus untuk berkarya dan mengejar passion-nya,” pungkasnya. (***)

Kecelakaan KM Lestari Maju Bukan Karena Bocor, Tapi Karena Ini…

KM Lestari Maju

KM Lestari Maju

Makassar, KABAROKE — Kecelakaan laut KM Lestari Maju di perairan Kabupaten Selayar, Sulsel, Selasa (3/7), ternyata bukan karena kebocoran lambung kapal, sebagaimana informasi yang berkembang. Kandasnya kapal yang menewaskan 36 penumpang ternyata dipicu gelombang tinggi yang membuat air laut masuk ke dalam KM Lestari Maju.

Informasi penyebab utama kecelakaan laut KM Lestari Maju disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, saat mengekspose perkembangan penyidikan perkara tersebut, Rabu (11/7). Fakta terkait penyebab kecelakaan kapal nahas tersebut merujuk pada hasil pemeriksaan saksi-saksi.

Dicky menjelaskan KM Lestari Maju berlayar dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, mendapatkan masalah sekira pukul 12.30 WITA. Cuaca buruk di tengah perjalanan. Gelombang tinggi mencapai 4-5 meter menghantam kapal yang mengakibatkan air masuk ke dalam kapal melalui jendela sebelah kiri. KM Lestari Maju seketika langsung oleng.

Saat itu, awak mencoba menguras air menggunakan alat alkom dan pompa celup. Namun, debit air semakin banyak dan kapal tetap miring. Pada pukul 13.40 WITA, nakhoda KM Lestari Maju atas nama Agus Susanto berinisiatif menyandarkan kapal ke Pantai Pa’badilang, Kecamatan Bonto Mate’ne, Kabupaten Selayar. Langkah itu tidak berjalan mulus, kapal kandas dan sebagian badan kapal tenggelam.

“Kapal kandas yang mengakibatkan sebagian kapal tenggelamsekitar 300 meter dari bibir pantai dengan kedalaman laut 3-4 meter. Kemudian beberapa penumpang kapal panik dan melompat ke laut dan tenggelam,” kata Dicky, Rabu (11/7).

Selanjutnya, tim gabungan dari kepolisian dan Basarnas dibantu TNI Angkatan Laut mengevakuasi penumpang kapal sejak hari kejadian hingga 10 Juli. Ditemukan 36 korban tewas,dan 205 orang selamat. Satu korban tidak ditemukan yakni Aditya, bocah lelaki berusia 11 bulan.

Berdasarkan hasil penyidikan kasus kecelakaan laut KM Lestari Maju, kepolisian juga mendapatkan temuan bahwa kapal berlayar menyalahi daftar manifes. Total ada 242 penumpang yang terdata dalam kapal nahas tersebut. Padahal, dalam daftar manifes hanya terdata sebanyak 139 penumpang ditambah 48 kendaraan berbagai jenis.

Dicky melanjutkan kepolisian juga mendapati temuan bahwa pelayaran KM Lestari Maju tidak mengantongi dokumen resmi, terkait keselamatan. Dokumen keselamatan kapal tersebut ternyata sudah kedaluwarsa. Kepolisian juga masih mendalami informasi perubahan spesifikasi KM Lestari Maju yang mulanya merupakan kapal kargo, tapi diubah menjadi kapal penumpang untuk penyeberangan.

“Kami masih terus bekerja menyidik kembali siapa-siapa saja yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan laut KM Lestari Maju. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, tapi untuk sekarang baru tiga tersangka,” ucap Dicky.

Sejauh ini, kepolisian telah menetapkan tersangka. Mereka adalah nakhoda bernama Agus Susanto; petugas Syahbandar Pelabuhan Bira, Kuat Maryanto; dan pemilik kapal Hendra Yuwono. (***)

Ditetapkan Tersangka, Ini Peran dan Keterlibatan Istri Bos Abu Tours

Polda Sulsel Menyita Aset Bos Abu Tours

Polda Sulsel Menyita Aset Bos Abu Tours

Makassar, KABAROKE — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel merilis penetapan dua tersangka baru atas kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang yang dilakukan PT Amanah Bersama Umat alias Abu Tours, Rabu (11/7). Keduanya merupakan mantan komisaris perusahaan yakni Chaeruddin dan Nursyariah Mansyur. Nama terakhir merupakan istri Chief Executive Officer (CEO) Abu Tours, Hamzah Mamba.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan hingga saat ini, total sudah ada empat tersangka dalam kasus Abu Tours. Toh, sebelumnya kepolisian lebih dulu menetapkan CEO Abu Tours, Hamzah Mamba dan mantan direktur keuangan perusahaan, Muhammad Kasim, sebagai tersangka atas kasus yang melibatkan banyak dana jemaah dengan jumlah fantastis.

Dicky mengatakan kedua tersangka baru dijerat Pasal 372 dan Pasal 374 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Keduanya juga disangkakan pasal dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang. Nursyariah Mansyur dan Chaeruddin disinyalir mengetahui aliran dana yang harus ditampung untuk kepentingan jemaah. Ironisnya, malah dinikmati untuk kepentingan mereka.

“Kami sudah tetapkan dua tersangka baru yakni C (Chaeruddin) dan NM (Nursyariah Mansyur) yang juga istri dari bos Abu Tours. Keduanya merupakan komisaris Abu Tours yang mengetahui aliran dana. Mereka ini ditengarai mengambil uang dari pusat rekening, harusnya digunakan untuk kepentingan jemaah, tapi malah digunakan untuk kepentingan pribadi mereka,” kata Dicky, Rabu (11/7).

Dicky mencontohkan Chaeruddin yang merupakan mantan komisaris Abu Tours menikmati cukup banyak dana jemaah. Dana itu dibelikan rumah dan mobil serta mendapatkan fasilitas menunaikan ibadah haji dan umrah secara gratis. Olehnya itu, kedua tersangka baru tidak sekadar dikenakan pasal penipuan dan penggelapan, tapi juga dugaan tindak pidana pencucian uang.

Dalam kasus Abu Tours, Dicky mengimbuhkan para tersangka langsung ditahan di Rumah Tahanan Markas Polda Sulsel. Kepolisian segera mengirim berkas kedua tersangka baru dan berharap segera dinyatakan rampung. Dengan begitu, para tersangka dan barang bukti dapat dilimpahkan ke kejaksaan untuk selanjutnya menjalani proses peradilan demi adanya kepastian hukum.

Dalam kasus Abu Tours, perusahaan dilaporkan setelah menelantarkan 86 ribu calon jemaah umrah di 16 provinsi lingkup Indonesia. Perusahaan diduga menampung uang setoran lebih dari Rp1 triliun. Dalam kasus tersebut, kepolisian sudah menyita puluhan aset dengan nominal ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. (***)

Airlangga Hartarto Ketemu SBY, Bamsoet Tegaskan Golkar Tetap Jokowi

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta, KABAROKE — Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo meminta seluruh pihak tidak spekulasi macam-macam terkait pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa (10/7).

“Saya berharap pihak luar tidak berspekulasi dan mengadu domba kami dengan Presiden Jokowi. Golkar tetap konsisten mendukung Jokowi dengan atau tanpa kita sebagai wapresnya,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, pasca-pertemuan tersebut, banyak pihak yang mengatakan Partai Golkar dan Partai Demokrat ingin membangun koalisi baru di Pemilu Presiden 2019.

Menanggapi itu, Bambang menegaskan Partai Golkar tetap akan mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 dan tetap berharap Jokowi memilih Airlangga sebagai calon wakil presiden.

“Saling menjajaki dan tidak menutup kemungkinan Airlangga justru mengajak SBY mendukung Jokowi. Jadi jangan terlalu berspekulasi di balik-balik, kami justru mengajak SBY membangun bangsa bersama Jokowi,” ujarnya.

Bambang yang juga Ketua DPR RI itu mengatakan pertemuan Airlangga dengan SBY merupakan silahturahmi politik biasa dan tidak menutup kemungkinan Airlangga Hartato mengajak SBY agar ikut bergabung koalisi dengan Joko Widodo.

Dia menilai silahturahmi politik juga penting dilakukan agar tercipta kesejukan dalam tahun politik ini dan politik yang sedang dilakukan Golkar adalah merangkul pihak-pihak.

“Hal itu agar tensi politik mereda dan kita dalam menghadapi demokrasi pileg dan pilpres ini dengan kesejukan. Kita boleh berbeda pendapat tetapi tetap dalam naungan NKRI,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membahas Pilpres 2019 dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7).

“Kami komunikasi saja. Komunikasi mengenai keadaan politik. Ini kan kerja sama antarpartai selalu terbuka komunikasi,” ujar Airlangga seusai melakukan pertemuan tertutup dengan SBY.

Airlangga mengatakan belum ada tawaran yang diajukan Golkar kepada Demokrat untuk masuk koalisi pendukung Jokowi. Menurut dia, semuanya masih “cair”. (***)

KH Ma’ruf Amin Dinilai Sosok Potensial Dampingi Jokowi

KH Ma'ruf Amin dan Presiden Jokowi

KH Ma’ruf Amin dan Presiden Jokowi (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Ade Reza Haryadi menilai sosok Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin dapat menguntungkan Jokowi karena secara sosiologis sangat dekat dengan pemilih umat Islam.

“Secara sosiologis Kyai Ma’ruf Amin sangat dekat dengan pemilih umat Islam. Hal ini bisa menjadi insentif elektoral yang menguntungkan bagi Jokowi sebagai representasi kalangan nasionalis yang sering diopinikan kurang dekat dengan pemilih Islam,” ujar Ade Reza di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Ade Reza menilai Ma’ruf Amin potensial menjadi cawapres Jokowi. Tapi persoalannya, kata dia, potensi kedekatan kyai Ma’ruf Amin dengan pemilih umat Islam bukan satu-satunya variabel yang akan dipertimbangkan Jokowi.

“Perlu figur yang bisa mendongkrak elektabilitas politik sekaligus menjadi katalis politik yang mencairkan ketegangan persaingan antarpartai dalam memperebutkan posisi cawapres,” jelas dia.

Selain itu cawapres Jokowi harus mampu mengartikulasikan visi politik Jokowi dalam menyelesaikan masalah-masalah pembangunan yang aktual, seperti isu ketimpangan ekonomi, ketenagakerjaan dan industrialisasi, serta persaingan global yang makin menguat.

“Oleh karena itu, sepanjang Kyai Ma’ruf Amin dapat menunjukan bahwa beliau memiliki potensi politik yang sesuai kepentingan politik Jokowi, saya kira Kyai Ma’ruf Amin merupakan salah satu kandidat cawapres yang potensial,” jelas Ade.

Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyebut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin sebagai satu dari sepuluh nama kandidat yang sudah dikantongi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon wakil presiden.

Menurut Romahurmuziy, Ma’ruf Amin akan mampu menjembatani seluruh kepentingan. (***)

Percepatan Penerapan Kesetaraan Gender di Indonesia Terus Didorong

Menteri PPPA Yohana Susana Yambise

Menteri PPPA Yohana Susana Yambise

Makassar, KABAROKE — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, terus mendorong percepatan penerapan keseteraan gender di Indonesia. Pemerintah menaruh atensi besar terhadap realisasi cita-cita mulia tersebut, apalagi pengarusutamaan gender sudah menjadi komitmen global. Hal itu disampaikan Menteri Yohana dalam International Conference on Gender and Development (ICGD) 2018, di Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Selasa (10/7).

Menteri Yohana mengatakan agenda pembangunan berkelanjutan 2030 atau SDGs telah disepakati menjadi komitmen global, dimana kesetaraan gender menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai. Perempuan dan laki-laki mesti setara terlibat dalam pembangunan. Itu selaras dengan komitmen Indonesia untuk memperjuangkan perubahan positif bagi kaum perempuan, khususnya yang menyangkut akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dari pembangunan.

“Penerapan kesetaraan gender dalam rangka pembangunan berkelanjutan di Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama. Keberhasilan dari pelaksanaan pembangunan berkelanjutan ini menuntut partisipasi dan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, kementerian/lembaga, tenaga ahli serta akademisi, termasuk di dalamnya adalah lembaga pendidikan, yakni perguruan tinggi,” ucap Menteri Yohana, dalam keterangan persnya, Rabu (11/7).

Berdasarkan data dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional pada 2016 menunjukkan sebanyak 18,3 % perempuan menikah usia 15-64 tahun mengalami kekerasan fisik dan atau kekerasan seksual. Yang palinh dominan adalah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan jumlah 12,3 %.

Selanjutnya, angka kekerasan terhadap anak juga cukup memprihatinkan. Survei Kekerasan Terhadap Anak (SKTA) pada 2013 menunjukkan jumlah kekerasan terhadap anak yang tinggi, yaitu 38,62 % pada anak laki-laki dan 20,48 % pada anak perempuan. Data tersebut menunjukan bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih cukup memprihatinkan.

“Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencanangkan program prioritas, yakni Three Ends (Tiga Akhiri). Three Ends menjadi salah satu strategi untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak dengan upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak; mengakhiri perdagangan orang; dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan.”

“Jika ketiga hal tersebut dapat terpenuhi, maka saya yakin kita dapat menciptakan kesetaraan gender di Indonesia,” sambung Menteri Yohana.

Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu. Menurut dia, membahas perempuan dan anak sama halnya membahas tentang masa depan bangsa. “Oleh karena itu, percepatan pelaksanaan kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

“Kontribusi dari akademisi akan sangat bermanfaat terutama dalam memberikan pendampingan dan penyelesaian masalah yang ada di sekitar kita,” pungkasnya. (***)

Penggunaan Internet of Things Masih ‘Dihantui’ Masalah Keamanan dan Privasi

Rektor Institut Perbanas Prof Marsudi

Rektor Institut Perbanas Prof Marsudi

Makassar, KABAROKE — Dunia industri memasuki era baru yang dikenal Revolusi Industri 4.0. Industri generasi keempat bukan hanya jadi perbincangan dunia, tapi juga di Indonesia. Terlebih, setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0.

Salah satu pilar industri 4.0 adalah penggunaan perangkat berbasis Internet of Things atau IoT. Konsep asli dari IoT merupakan kecerdasan inteligensi dan kontrol automatisasi. Pemerintah dan berbagai instansi kini getol memperkenal penggunaan dan manfaat teknologi cerdas itu. Meski memiliki kecanggihan dan kecerdasan teknologi, IoT masih memiliki celah.

Rektor Institut Perbanas sekaligus konsultan ahli smart city, Prof Marsudi Wahyu Kusworo, mengungkapkan IoT menjadi tema besar abad ke-21, berubah dari tema besar abad sebelumnya yakni automasi. Saat ini, segala sesuatunya dilakukan menggunakan kecanggihan dan kecerdasan teknologi. Semua itu untuk hasil yang lebih memuaskan.

Termasuk dalam pemerintahan maupun bisnis, penggunaan IoT terus dikembangkan dan didorong. Tapi, kemajuan teknologi tersebut belum paripurna. Marsudi menyebut problema terbesar dan utama IoT bukan sekadar ketersediaan infrastruktur jaringan. Yang kerap mengganggu dan menjadi ancaman terbesar adalah masalah keamanan dan privasi.

“Ya masalah IoT itu soal sekuritas (keamanan) dan privasi. (Soal privasi) itu mudah dilihat banyak orang dan soal sekuritas terkait adanya hacker,” ucap Marsudi, saat tampil menjadi pembicara pada Virtus Showcase 2018 di Hotel Melia, Kota Makassar.

Di hadapan ratusan pelaku industri di Makassar maupun pegawai pemerintah daerah lingkup Sulsel, Marsudi memaparkan mengenai perkembangan teknologi yang mendorong revolusi industri 4.0. Termasuk mendoronh langkah daerah untuk menjadi smart city, termasuk Kota Makassar yang terbilang sukses menuju ke arah sana..

Terlepas dari itu, masalah keamanan dan privasi dalam penggunaan teknologi, termasuk IoT memang harus dicarikan solusi. Ia mencontohkan dari sebuah jam pintar alias smartwatch, keamanan dan privasi seseorang bisa terancam. “Rekam mediknya bisa diakses dari situ (smartwatch), mudah dibaca orang. Lalu bisa juga kena hacker yang dapat merugikannya,” ujar Marsudi.

Olehnya itu, Virtus Technology Indonesia selaku penyedia solusi infrastruktur Teknologi Informasi alias TI dan anak perusahaan Computrade Technology International (CTI) Group, menggelar konferensi dan pameran infrastruktur TI bertajuk Virtus Showcase 2018. Kegiatan tersebut ditujukan bagi ratusan pelaku profesional industri.

Virtual Showcase 2018 merupakan konferensi tahunan yang sudah diselenggarakan selama enam tahun terakhir. Yang istimewa, pelaksanaan kegiatan yang dulunya terpusat di Jakarta dan Surabaya, untuk pertama kali digelar di luar Pulau Jawa, tepatnya Makassar. Itu semua berkat kolaborasi dengan PT Lintasarta selaku penyedia jasa komunikasi data, internet dan layanan TI serta anak perusahaan Indosat.

General Manager Virtus Technology Indonesia, Riski Lana, menyampaikan teknologi IoT berperan penting di balik transformasi berbagai industri, seperti manufaktur, retail, energi dan utilitas, transportasi serta keuangan. Mulai dari untuk menghemat biaya operasional, men-generate data baru lebih cepat serta meningkatkan produktivitas. Karena alasan itu, pihaknya mengganggap perlunya Virtus Showcase, terkhusus di kota berkembang seperti Makassar.

“Di era intelligent things ini, dimana semua perangkat dapat saling berkomunikasi melalui jaringan internet, ada banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis maupun pemerintah kota Makassar. Hal inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan pertama Virtus Showcase di kota ini dengan harapan peserta yang hadir dapat belajar bagaimana memanfaatkan IoT sesuai dengan gila perusahaan, harus mulai dari mana dan tantangan apa saja yang harus dihadapi,” pungkasnya. (***)

Lantamal VI Evakuasi Warga Filipina yang Kena Stroke di Selat Makassar

Lantamal VI Lakukan Evakuasi Warga Asing yang Sakit di Selat Makassar

Lantamal VI Lakukan Evakuasi Warga Asing yang Sakit di Selat Makassar

Makassar, KABAROKE — Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI mengevakuasi warga asing yang sakit yang sedang berlayar di wilayah Selat Makassar, Selasa (10/7). Warga asing yang diketahui berasal dari Filipina itu dievakuasi dengan KRI Madidihang-855 di Selay Makassar yang juga masuk Alur Laut Kepulauan Indonesia alias ALKI II.

Asisten Operasi Danlantamal VI, Kolonel Laut (P) Musleh Yadi, mengatakan evakuasi yang dilakukan berdasarkan adanya laporan dari Kapal MV. Paradburdoo Vessel dengan rute Taiwan-Australia yang sedang berlayar di Selat Makassar. Mereka meminta bantuan kepada Lantamal VI terkait adanya warga asing yang terkena penyakit stroke yang membutuhkan pertolongan ke rumah sakit.

“Pengevakuasian dilaksanakan dengan mengirim KRI Madidihang-855 yang merupakan bantuan dari Koarmada II ke tempat posisi warga asing tersebut berada di sekitar perairan Pulau Kapoposang, Kabupaten Pangkep, Sulsel,” kata Musleh, dalam keterangan persnya.

“Kemudian diterima oleh tim kesehatan Dermaga Layang Mako Lantamal VI dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Siloam Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif dan pengobatan dari tim medis”, sambung Musleh.

Ia menambahkan sampai saat ini, warga asing tersebut masih menjalani pengobatan. Pihaknya akan terus memantau perkembangan kesehatan warga asal Filipina tersebut. “Kita terus pantau perkembangan kesehatannya bersama tim medis terkait,” pungkas dia. (***)

Jadi Tersangka, Polisi Tahan Pemilik KM Lestari Maju

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani

Makassar, KABAROKE — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menetapkan tersangka baru kasus kecelakaan laut KM Lestari Maju. Giliran pemilik kapal nahas tersebut yakni Hendra Yuwono ditetapkan tersangka, menyusul dua tersangka sebelumnya yakni nakhoda kapal, Agus Susanto dan perwira Kantor Syahbandar Pelabuhan Bira, Kuat Maryanto.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan setelah menetapkan Hendra sebagai tersangka, pihaknya langsung melakukan penahanan. Penetapan tersangka Hendra dilakukan pada Selasa (10/7) alias hanya berselang sehari dari penetapan tersangka untuk Agus Susanto dan Kuat Maryanto pada Senin (9/7).

“Tersangka langsung ditahan di Rutan (Rumah Tahanan) Markas Polda Sulsel,” kata Dicky, Rabu (11/7).

Dicky menerangkan Hendra disangkakan setidaknya dua dugaan pelanggaran hukum. Rinciannya yakni Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Lalu Pasal 135 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran yakni mempekerjakan awak kapal tanpa persyaratan kualifikasi dan kompetensi.

Sebelumnya, Agus Susanto selaku nakhoda KM Lestari Maju dijerat dengan Pasal 302 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang pelayaran. Ia diduga melayarkan kapal padahal mengetahui tidak lain sehingga orang meninggal. Nakhoda juga disangkakan Pasal 359 KUHP yakni kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal.

Adapun Perwira Syahbandar Bira Kuat Marianto, selain dikenakan Pasal 359 KUHP, dikaitkan dengan Pasal 303 Undang-undang Pelayaran. Ia diduga mengoperasikan pelabuhan tanpa memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan pelayaran. Mereka terancam hukuman penjara sepuluh tahun.

KM Lestari Maju berlayar dari Pelabuhan. Bira, Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Selasa pekan lalu. Berdasarkan manifes kapal yang terdaftar secara resmi, jumlah penumpang hanya 139 orang dan terdapat 48 kendaraan dengan beragam jenis. Namun, realitas di lapangan ternyata total ada 242 penumpang dan 36 orang dinyatakan meninggal dunia. Dan, masih ada satu korban lainnya yang masih dibuatkan hilang. (****)

1 2 3 4