Bersama RMS, Menteri BUMN : Ini Sidrap, Bukan Eropa

Bupati Sidrap Rusdi Masse Bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Bupati Sidrap Rusdi Masse Bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Sidrap, KABAROKE — Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno berdiri bersama di PLTB Sidrap menanti kedatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meresmikan PLTB Sidrap tersebut, Senin (2/7/2018).

Selain Rini, RMs juga berbincang bersama Menteri PU dan ESDM Ignius Jonan. Ada hal menarik dalam percakapan mereka, khususnya yang diungkapkan Menteri BUMN.

“Pak Bupati ini hebat loh. Turbin ini kan biasanya kita dapat kalau kita ke Eropa. Ingat, ini bukan Eropa loh, ini Sidrap. Ini Sidrap,” ujar Rini berulang ulang.

Sekadar diketahui PLTB Sidrap ini adalah energi alternatif terbarukan dengan menghasilkan 75 MW daya listrik. Inilah energi terbarukan pertama dan terbesar di Indonesia.

Bupati Sidrap H Rusdi Masse mengatakan bahwa keberadaan PLTB Sidrap ini tak lepas dari seluruh peran aktif semua pihak.

“Ini akan kita jaga terus kawal terus. Pemkb Sidrap bukan hanya tahap dua kita support tapi sebelumnya ini tahap pertama kita support penuh,” ujar RMS.

Ini adalah sebuah kebanggaan bagi warga Sidrap dan seluruh warga Indonesia. Inilah leradaban baru Indonesia hadir di Kabupaten Sidrap.

“Mari kita saling support. Dengan adanya PLTB Sidrap ini selain akan meningkatkan energi juga meningkatkan perekonomian Sidrap tentunya,” jelas RMS. (***)

Sambut Hakteknas, Pemkot Makassar Siapkan 20 Inovasi Smart City

Kepala Dinas Perdagangan Makassar, Andi Muhammad Yasir

Penjabat Sekretaris Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir

Makassar, KABAROKE — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Badan Penelitian dan Pengembang (Balitbang) mulai bersiap menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional atau Hakteknas ke-23. Pemkot Makassar akan ikut ambil bagian dalam ajang expo inovasi teknologi yang merupakan rangkaian peringatan Hakteknas pada tahun ini di Pekanbaru.

Penjabat Sekretaris Kota Makassar, AM Yasir, menyampaikan pihaknya telah menggelar rapat untuk membahas partisipasi Makasar dalam ajang expo inovasi dan teknologi pelayanan publik pada peringatan Hakteknas ke-23. Makassar tentunya tidak mau ketinggalan mengingat kegiatan yang digelar Kemristekdikti RI itu akan diikuti oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia.

“Kita sedang godok, tahap awal kan sudah dibahas dalam rapat terkait keikutsertaan Pemkot Makassar pada ajang expo inovasi dan teknologi pelayanan publik pada peringatan Hakteknas,” ucapnya, di Makassar.

Kepala Balitbangda Kota Makassar, Aryani Puspa, mengatakan Pemkot Makassar berencana mengikutsertakan berbagai inovasi pelayanan smart city dalam kegiatan expo tersebut. Paling tidak ada 20 inovasi unggulan smart city yang bisa dipamerkannya pada ajang bergengsi tersebut.

“Kita akan menampilkan 20 inovasi unggulan pelayanan publik dalam smart city dari 18 SKPD yang ada untuk diikut sertakan pada ajang expo di Pekanbaru,” ujarnya.

Aryani menegaskan dari 20 inovasi unggulan SKPD yang diikut sertakan dalam kegiatan expo tersebut, dibutuhkan pengecekan data serta profil yang lengkap. Itu merupakan salah satu persyaratan dari inovasi SKPD untuk diikutsertakan. “Ini merupakan ketentuan yang diminta dari Kemristekdikti sebagai syarat untuk mengikuti ajang expo tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, Aryani menghimbau agar SKPD yang bersangkutan segera merampungkan data-datanya dan mengkoordinasikannya kepada Balitbangda sebagai salah satu bentuk laporan ke Menristekdikti RI. (***)

NH Sebut Tsunami bagi Parpol Pengusung Appi-Cicu Bila Kotak Kosong Menang

Nurdin Halid dan Istrinya Andi Nurbani

Nurdin Halid 

Makassar, KABAROKE — Pelaksana tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH), mengaku heran dan masih tidak percaya bila pasangan calon tunggal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) kalah dari kotak kosong. Itu paling tidak merujuk hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai lembaga survei maupun hasil sementara penghitungan di laman resmi KPU.

Fakta perolehan suara Appi-Cicu yang tertinggal dari kotak kosong sulit dipercaya secara logika. Musababnya, pasangan tersebut ditopang koalisi gemuk. Terdapat 10 partai politik pengusung, termasuk Golkar. Sisanya yakni Partai Nasdem, PKS, PAN, PPP, PDIP, Partai Hanura, PBB, Partai Gerindra, dan PKPI.

“Sepuluh partai kalah dengan yang tidak ada gambarnya, itu sesuatu yang tidak bisa diterima secara akal. Itu bagaikan tsunami untuk partai yang mendukung Appi-Cicu,” kata NH, di kediamannya di Kota Makassar, Minggu kemarin.

Olehnya itu, NH menyampaikan Pilwalkot Makassar juga akan menjadi perhatian Partai Golkar. Terlebih lagi, jika pada akhirnya kotak kosong yang ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU. Saat ini, pihaknya menunggu hasil rekapitulasi C1 alias real count dari penyelenggara. “Itu semua yang mau kita kaji,” ujar NH yang merupakan Calon Gubernur Sulsel yang juga kalah dalam hasil quick count.

Sebagai pimpinan Golkar di Sulsel, NH berjanji mengevaluasi para kader dan elite partainya di tingkat kabupaten/kota. Termasuk di Makassar, yang telah membangun koalisi besar namun kalah melawan kotak kosong. Guna memaksimalkan evaluasi, NH bahkan membentuk tim investigasi.

Tim khusus itu bekerja untuk menelisik mengkaji kinerja para pimpinan Golkar di seluruh tingkatan. NH ingin membersihkan Golkar dari kader pengkhianat maupun orang-orang munafik. Ketua Bidang Pratama DPP Golkar itu menegaskan tidak akan memberikan kesempatan kedua bagi oknum Golkar yang berkhianat. “Saya akan sapu bersih itu,” pungkasnya. (***)

Presiden Jokowi Bakal Resmikan PLTB Sidrap

Gubernur Sulsel Syahrul YL dan Sejumlah Pejabat PLN Tinjau Proyek PLTB Sidrap [dok net]

Gubernur Sulsel Syahrul YL dan Sejumlah Pejabat PLN Tinjau Proyek PLTB Sidrap [dok net]

Makassar, KABAROKE — Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama dan terbesar di Indonesia yang terletak di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi, Senin (2/7). PLTB Sidrap sendiri diinisiasi oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat menjabat Gubernur Sulsel.

Ide pembangunan PLTB tersebut muncul saat SYL menginginkan hadirnya listrik murah untuk rakyat yang bersumber dari energi baru terbarukan. Iapun mengenal potensi daerahnya, dimana memiliki angin dengan kecepatan yang cukup untuk pembangunan PLTB.

Peluang ini kemudian ditangkap oleh investor asal Amerika Serikat, yakni UPC Renewables. Bekerja sama dengan PT Binatek Energi Terbarukan, pembangunan PLTB Sidrap dimulai tahun 2016 lalu, setelah perjanjian kerjasamanya ditandatangani pada Agustus 2015.

Pembangunan PLTB yang menghasilkan energi listrik 75 Mega Watt ini menelan investasi sebesar USD 150 juta dollar atau sekitar Rp 1,99 triliun (dengan kurs dolar Rp 13.300). Dibangun di atas lahan seluas 100 hektare, PLTB dengan total 30 kincir angin ini diprediksi bisa memenuhi kebutuhan energi listrik untuk 70 ribu pelanggan.

Sistem Interkoneksi PLTB Sidrap akan memanfaatkan tapping jaringan PLN SUTT 150 kV Sidrap-Maros yang terdiri dari empat sirkit, dua konduktor zebra sepanjang 3 km (8 tower) menuju T/L 150 kV Sidrap-Maros dan terhubung secara double phi.

Model Turbin yang digunakan adalah turbin angin class IIA Gamesa Eolia Corporation’s G114 2,5 MW pada menara baja dengan ketinggian 80 meter. Setiap tiang turbin angin memiliki tiga baling-baling dan didirikan di atas menara berbentuk tabung yang terdiri dari 3 bagian.

Sekedar informasi, PLTB Sidrap merupakan salah satu proyek kebanggaan Jokowi. Sebelumnya, melalui akun resmi sosial medianya, Jokowi menulis deskripsi progres proyek tersebut. Tiang-tiang berwarna putih berjajar di punggung pebukitan Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, nun di pelosok tengah Sulawesi Selatan, sekitar 200 kilometer dari Makassar. Tiang-tiang itu begitu menonjol, berukuran raksasa, tingginya 80 meter.

“Pada sebagian tiang menara baja itu, di ujungnya sudah terpasang baling-baling besar, garis tengahnya 57 meter, sehingga total tingginya mencapai 137 meter. Ya, inilah tiang-tiang kincir angin raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Indonesia,” tulis Jokowi di akun Facebook resminya pada Desember tahun 2017 lalu.

Menurut Jokowi, kawasan perbukitan Sidrap memiliki potensi angin yang bagus, dengan perkiraan kecepatan angin berkisar tujuh meter per detik yang cocok untuk kebutuhan menggerakkan baling-baling PLTB.

General Manager PT PLN Sulselbar, Bambang Yusuf, mengapresiasi apa yang dilakukan SYL selama menjabat Gubernur Sulsel, khususnya dalam hal ketersediaan energi. Apalagi, pemanfaatan energi terbarukan untuk energi listrik di Sulsel cukup besar.

Tidak hanya PLTB Sidrap, di akhir masa jabatannya pada 4 April 2018 lalu, SYL bahkan memfasilitasi pihak PLN yang diwakili GM PLN Sulselbar, Bambang Yusuf, untuk menandatangani komitmen bersama pembangunan PLTB Takalar.  (***)

Pengumuman PPDB Sulsel Ditunda, Begini Respons Orang Tua Siswa

Plt Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono (dok net)

Plt Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono (dok net)

Makassar, KABAROKE — Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, menceritakan kisruh proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB yang pengumumannya akhirnya ditunda. Puluhan orang tua siswa bahkan sempat mendatangi rumah jabatan Gubernur Sulsel di Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar, Jumat (29/6) malam hingga Sabtu (30/6) dini hari.

Sumarsono menyebut mereka datang sekira pukul 22.55 WITA dan bertahan hingga dini hari,  tepatnya pukul 01.00 WITA. Para orang tua siswa itu berkukuh untuk menemui Sumarsono sebagai orang nomor satu Sulsel. Mereka ingin menyampaikan aspirasi perihal sistem dan proses PPDB yang banyak bermasalah.

“Mereka kecewa karena penerimaan murid baru tidak lancar pada tahun ini, ada yang datang ke Rumah Jabatan Gubernur sampai jam satu malam. Karena merasa ada hambatan penerimaan anak-anak SMA,” Sumarsono menceritakan, dalam keterangan persnya, di Makassar

Sumarsono lantas menemui para orang tua siswa dan meminta untuk kembali pulang ke rumah, sembari pihaknya mencari solusi yang ada. Selanjutnya pada siang hari, Sumarsono bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Irman Yasin Limpo membahas masalah ini. Dinas Pendidikan kemudian menggelar pertemuan dengan orang tua siswa.

Sumarsono mengambil kebijakan menunda pengumuman PPDB Sulsel hingga Rabu (4/7) karena sistem IT terserang hackers. Berdasarkan hasil rapat, Pendaftaran dan Verifikasi Data dilakukan 20 Juni-3 Juli, Pengumuman 4 Juli, dan Daftar Ulang 5-7 Juli. Kalau yang lulus tiga-tiganya pilihan sekolah, dipersilahkan daftar ulang di sekolah pilihannya. Sedangkan PPDB jalur domisili baru akan dibuka 9-12 Juli.

Dengan mediasi yang diberikan oleh gubernur, penjelasan yang telah diberikan oleh panitia tadi pagi dan adanya penundaan pengumuman, orang tua siswa pun mengaku puas. “Terima kasih dan hormat dari orang tua siswa kepada Bapak Gubernur atas semua bantuan dan perhatiannya,” Munzil selaku orang tua siswa.

Sementara itu, orang tua siswa lainnya, Misbahuddin Bahru, yang sempat datang ke rumah jabatan juga mengaku puas dengan mediasi dan solusi yang diberikan oleh Sumarsono selaku Penjabat Gubernur Sulsel. “Terus terang setelah menyampaikan hal tersebut kami orang tua murid mengaku puas dan betul-betul merasa diperhatikan oleh Gubernur,” sebutnya.

Penundaan pun tidak masalah bagi mereka, namun harus tetap diawasi dan tidak ada siswa dan orang tua siswa yang merasa dirugikan. (***)