Jumlah Korban KM Lestari Maju Masih Simpang Siur

Penumpang KM Lestari Maju (Foto : Istimewa)

Penumpang KM Lestari Maju (Foto : Istimewa)

Makassar, KABAROKE — Kapal feri bernama KM Lestari Maju dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Selayar, Provinsi Sulsel, Selasa (3/7). Kapal yang mengangkut ratusan penumpang dan muatan itu sekarang dalam proses evakuasi. Adapun jumlah korban dalam musibah tenggelamnya kapal itu hingga kini masih simpang siur.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan KM Lestari Maju yang dilaporkan tenggelam sudah dikandaskan di salah satu pulau. Kapal feri itu tidak seluruhnya karam alias tenggelam. Laporan sementara, KM Lestari Maju memang mengalami masalah kebocoran lambung kapal.

KM Lestari Maju diketahui berlayar dari pelabuhan Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar. Lambung kapal disebut bocor sehingga nakhoda berinisiatif membawanya ke pulau terdekat sebelum tenggelam.

“Kapal itu sedang dikandaskan di salah satu pulau, jadi tidak sepenuhnya tenggelam di laut. Ya dikandaskan saja. Saat kapal tersebut oleng, banyak yang terjun,” kata Dicky, Selasa (3/7).

Kepolisian belum mengetahui dan belum menerima laporan pasti mengenai penyebab bocornya lambung kapal. Sedangkan, informasi awal terdapat empat korban meninggal dunia, termasuk salah satu bayi. Hanya saja, belum diketahui identitasnya. “Sekarang kami masih proses evakuasi dulu,” tuturnya.

KM Lestari Maju

KM Lestari Maju

Informasi jumlah korban KM Lestari Maju sendiri masih simpang siur. Terdapat pula kabar yang menyebut jumlah korban meninggal sebanyak enam orang dan ada pula yang mengabarkan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, sendiri membenarkan soal kabar nahas KM Lestari Maju. Namun dia menampik bahwa ada korban. Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa. “Sudah selesai, dan tak ada korban, hanya kandas di Bira,” singkatnya. (**)

KM Lestari Maju Tenggelam di Perairan Selayar

KM Lestari Maju

KM Lestari Maju

Makassar, KABAROKE — Sebuah kapal feri yang melayani penyeberangan antara Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba dengan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, dilaporkan karam di perairan Selayar, Selasa (3/7) siang. Kapal feri yang bernama KM Lestari Maju itu diketahui memuat penumpang dan barang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, KM Lestari tenggelam di depan Ujung Pa’badilang, Kabupaten Selayar saat hendak berlabuh. Kapal tersebut tenggelam setelah mengalami kebocoran lambung kapal. KM Lestari Maju mengangkut ratusan penumpang, puluhan mobil bus penumpang dan minibus serta sepeda motor.

Tenggelamnya KM Lestari Maju mendadak viral di media sosial. Itu lantaran sebelum tenggelam, penumpang masih sempat mengabadikan foto dan video kepanikan penumpang. Termasuk posisi kapal yang tenggelam serta mobil yang mengapung terbawa arus ombak tinggi.

Juru bicara Basarnas Makassar, Hamsidar, membenarkan informasi tenggelamnya KM Lestari Maju di perairan Selayar. Namun, pihaknya belum mendapatkan informasi detail mengenai ada tidaknya korban dalam kejadian tersebut. Korban maupun jumlah penumpang dalam KM Lestari Maju pun masih simpang siur.

“Tidak jauh dari daratan Kepulauan Selayar, KM Lestari Maju tenggelam. Belum tahu pasti ya adanya korban atau tidak,” ucapnya, Selasa (3/7).

Hamsidar menyampaikan Tim Basarnas dari Bantaeng dan Bulukumba sudah bergerak ke lokasi tenggelamnya KM Lestari Maju. Tim Basarnas Makassar pun sudah dalam perjalanan. Saat ini, proses evakuasi memang dilaporkan masih sementara berlangsung.

“Tim Basarnas dari Bantaeng dan Bulukumba sedang dalam perjalanan ke lokasi tenggelamnya kapal. Tim Basarnas Makassar juga menyusul ke lokasi tenggelam,” pungkasnya. (***)

Juni 2018, Daya Beli Petani Sulsel Turun 0,17 Persen

Harga Gabah Petani Kembali Merosot dalam Beberapa Waktu Terakhir

Harga Gabah Petani Kembali Merosot dalam Beberapa Waktu Terakhir

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat daya beli petani di Sulsel melemah pada Juni 2018. Terjadi penurunan NTB gabungan sebesar 0,17 persen menjadi 103,14. Diketahui periode Mei tahun ini, daya beli petani provinsi yang menjadi gerbang Kawasan Timur Indonesia sempat menembus 103,31.

“NTP (Nilai Tukar Petani) gabungan Sulsel pada Juni 2018 sebesar 103,14 atau terjadi penurunan sebesar 0,17 persen bila dibandingkan dengan NTP pada Mei 2018 dengan NTP sebesar 103,31,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Pelemahan daya beli petani Sulsel pada bulan keenam tahun ini terjadi setelah sebelumnya terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pada Mei 2018, NTP Sulsel sempat naik 1,37 persen. Adapun penurunan NTP kali ini mengulang catatan negatif pada awal tahun.

NTP diketahui diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang harus dibayarkan petani. NTP menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di pedesaan.

NTP juga dapat menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi. Semakin tinggi NTP, maka secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani.

Nursam mengatakan kesimpulan data penurunan NTP Sulsel pada Juni 2018 merujuk pada hasil pemantauan harga-harga pedesaan. Penurunan NTP terjadi disebabkan indeks yang diterima petani terbilang rendah yakni 0,51 persen. Di sisi lain, indeks yang dibayar petani cukup tinggi mencapai 0,68 persen.

Menurut Nursam, penurunan NTP Sulsel pada bulan keenam tahun ini dipengaruhi merosotnya secara signifikan subsektor tanaman perkebunan rakyat mencapai 2,54 persen. Itu membuat kenaikan empat subsektor lainnya tidak terlalu berpengaruh meliputi subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor peternakan dan subsektor perikanan. (**)