Kompak! Nurdin Halid dan 7 Anaknya Rayakan Ulang Tahun Andi Ani

Nurdin Halid dan 7 Anaknya Rayakan HUT ke-53 Andi Nurbani

Nurdin Halid dan 7 Anaknya Rayakan HUT ke-53 Andi Nurbani

Makassar, KABAROKE — Di tengah kesibukan mengurus DPP Golkar dan DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) selalu meluangkan waktu untuk istri tercinta, Hj Andi Nurbani. Terlebih pada hari bahagia, hari ulang tahun Andi Ani-sapaan akrab Andi Nurbani, yang jatuh pada Kamis (5/7). NH bahkan kompak bersama tujuh anaknya serta para kerabat dan sahabat merayakan hari jadi Andi Ani ke-53 tahun di kediamannya di Jalan Mapala, Kota Makassar, Sulsel.

Mengenakan kemeja biru dan celana hitam, NH tampak romantis, memberikan bunga bagi Andi Ani pada hari bahagianya. Tidak berhenti sampai di situ, mantan Ketua PSSI ini juga memotong nasi tumpeng, lalu menyuap sang istri. Spontan, kemesraan dan perhatian NH kepada Andi Ani membuat iri para kerabat maupun sahabat yang hadir dan turut merayakan ulang tahun perempuan berdarah Bone-Soppeng itu.

HUT ke-53 itu tidak sebatas memperlihatkan kemesraaan Andi Ani dengan NH, tapi juga kekompakan keluarga ini. Semua anak mereka ikut hadir dan merayakan ulang tahun sang ibu. Satu per satu anak-anak NH dan Andi Ani memberikan ucapan selamat. Mereka tampak disuapi nasi tumpeng, lalu memeluk dan mencium Andi Ani. Tak lupa, mereka mendoakan sang ibu.

NH merasa sangat beruntung memiliki Andi Ani sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Selama lebih dari 30 tahun berumah-tangga, ia menyebut Andi Ani merupakan sosok istri yang sangat setia. Tidak pernah sekalipun sang istri mengeluh, meski diterpa permasalahan besar. Olehnya itu, NH tidak ragu menyebut Andi Ani merupakan anugerah terindah dalam hidupnya.

“Kesetiaannya hingga hari ini adalah anugerah yang selalu harus disyukuri,l. Beliau tidak pernah meninggalkan sekalipun banyak sahabat-sahabat ketika dulu pergi pamit menjauh,” ucap NH.

NH juga mengungkapkan Andi Ani merupakan sosok yang sangat berpengaruh besar dalam kehidupannya. Termasuk membuatnya bisa tegar hingga mampu meraih sukses pada berbagai organisasi, mulai dari PSSI, Golkar hingga Dekopin. “Semoga akan selalu mendampingi untuk hari-hari yang akan datang. Menguatkan dan menyemangati untuk berbuat lebih baik lagi,” pungkasnya. (**)

Duh, Pendukung FAS Blokir Jalan Trans Sulawesi

Massa Pendukung FAS Blokir Trans Sulawesi

Massa Pendukung FAS Blokir Trans Sulawesi

Parepare, KABAROKE — Ratusan pendukung kandidat nomor urut dua pada Pilwalkot Parepare, Faisal Andi Sapada-Asriady Samad, memblokir jalan Trans Sulawesi, tepatnya di perbatasan Kabupaten Barru-Kota Parepare, Kamis (5/7). Aksi itu ditengarai ekspresi kekecewaan massa, atas Pilwalkot Parepare yang dinilai penuh kecurangan.

Ratusan warga dari ragam elemen memadati area sekitar gapura batas kota, sejak pukul 14.00 WITA, yang memicu kemacetan panjang dari arah Kota Makassar. Di tengah aksi tersebut, massa tiba-tiba membakar ban bekas dan kayu di tengah jalan yang membuat kemacetan semakin parah.

“Ini aksi spontanitas dari massa, yang memang tidak bisa dibendung. Tidak terkoordinir dan tidak ada orasi. Ini murni ekspresi kekecewaan atas proses demokrasi di Kota Parepare,” kata salah seorang warga Kota Parepare, Arsyad, Kamis (5/7).

Ia menyebut pemblokiran dan aksi bakar ban di Trans Sulawesi merupakan bentuk kekecewaan sekaligus penyampaian pesan bahwa Pilwalkot Parepare dipenuhi kecurangan yang nyata. Itu jelas tidak bisa diterima oleh masyarakat. “Sangat jelas gelombang dukungan untuk FAS (Faisal Andi Sapada) sangat besar, namun dikalahkan dengan cara-cara keji dan licik,” tegasnya.

Aksi ratusan pendukung Faisal Andi Sapada-Asriady Samad dikawal oleh ratusan aparat keamanan bersenjata lengkap. Mereka sempat menghalau massa dan memadamkan api yang berkobar di tengah jalan. Beberapa saat kemudian setelah macet berjam-jam, lalu lintas akhirnya kembali normal sekira pukul 16.00 WITA.

Sebelumnya, massa pendukung kandidat nomor urut dua menggelar aksi di KPU dan Panwaslu. Mereka menuntut penanganan serius terhadap dugaan kecurangan Pilwalkot Parepare. Di antaranya yakni pemilih pengguna suket dan KTP dalam jumlah tak wajar yakni mencapai 3000 orang, pemilih di bawah umur serta belasan temuan kerusakan segel dan kotak suara.

Tim Faisal Andi Sapada-Asriady Samad juga sebelumnya menuntut Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 52 TPS yang ditengarai bermasalah. Namun keputusan Panwaslu tidak merekomendasikan adanya PSU. Kekecewaan massa pun semakin membesar. Informasi yang dihimpun, aksi serupa kembali akan digelar di titik berbeda. (***)

Korban KM Lestari Maju Dapat Santunan dari Jasa Raharja

Penyerahan Santunan Korban KM Lestari Maju dari Jasa Raharja

Penyerahan Santunan Korban KM Lestari Maju dari Jasa Raharja

Selayar, KABAROKE — PT Jasa Raharja (Persero) menyerahkan santunan bagi korban kecelakaan KM Lestari Maju yang kandas di perairan Kabupaten Selayar, Sulsel. Penyerahan santunan berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Selayar, Kamis (5/7). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Selayar, Basli Ali dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulsel, Jahja Joel Lami.

PT Jasa Raharja menyerahkan santunan duka sebesar Rp50 juta untuk tiap ahli waris merujuk data yang diterima dari Posko DVI Bidokkes Polda Sulsel. Total ada 35 korban meninggal dunia yang sudah terdata dan dilakukan pengecekan keabsahan ahli waris. Namun, untuk tahap awal, PT Jasa Raharja mengagendakan menyerahkan santunan duka kepada 18 korban meninggal.

Yang hadir pada acara penyerahan santunan pada hari ini hanya 8 ahli waris. Jahja mengungkapkan pihaknya tahap awal ini menyerahkan santunan duka kepada ahli waris korban yang berdomisili di Kabupaten Selayar. Lalu, ada lima korban yang santunannya diserahkan di domisili korban, masing-masing 4 ahli waris di Kabupaten Bone dan 1 ahli waris di Kota Surabaya.

“Seharusnya 18 orang (ahli waris) yang kami serahkan santunan duka, namun pertimbangan azas domisili 5 korban, maka yang lainnya diserahkan di domisilinya yakni di Kabupaten Bone dan Kota Surabaya,” kata Jahja, dalam keterangan persnya, Kamis (5/7).

Jahja melanjutkan santunan duka 17 korban KM Lestari yang belum dibayarkan pada hari ini akan segera diselesaikan. Namun, pihaknya terlebih dulu harus menyelesaikan pengecekan kebenaran dan keabsahan ahli waris. “Sisa 17 korban lainnya sedang dilakukan pendataan ahli waris sebelum dilakukan penyerahan santunan duka,” ucap dia.

Lebih jauh, Jahja menyampaikan untuk santunan biaya perawatan akan diberikan kepada seluruh korban yang sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, baik itu di puskesmas maupun rumah sakit.

Santunan biaya perawatan akan diberikan kepada seluruh korban yang saat ini sedang dirawat di fasilitas kesehatan yang ada baik di puskesmas maupun rumah sakit. “Kami menyadari apa yang kami berikan tidak dapat menggantikan rasa duka dan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga korban, namun itu sebagai bentuk kehadiran negara pada saat masyarakat mengalami musibah,” ujarnya.

KM Lestari Maju berlayar dengan manifes berisi 139 penumpang. Selain itu terdapat 48 unit kendaraan berbagai jenis. Namun belakangan petugas gabungan mengaku telah mengevakuasi 202 korban kecelakaan, terdiri dari 36 meninggal dan 166 selamat. (**)