Palang Merah Tiongkok Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Gempa Sulteng

Tiongkok (Foto: Internet)

Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta mengumumkan melalui laman resminya id.china-embassy.org pada Minggu (30/9) bahwa Palang Merah China memutuskan memberikan bantuan tunai Rp3 miliar melalui PMI untuk penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Palu yang telah menelan korban 832 jiwa meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Minggu (30/9), Presiden Tiongkok  Xi Jinping telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan duka cita terkait bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Saya terkejut mengetahui adanya gempa bumi besar dan tsunami yang menimpa Provinsi Sulawesi Tengah dan bersedih atas banyaknya korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan,” kata Xi seperti dikutip dari surat yang dirilis Kedubes Tiongkok di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara.

Atas nama pemerintah dan rakyat Tiongkok , Presiden Xi juga menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada para keluarga korban yang meninggal dunia, serta korban yang mengalami luka-luka.

Dalam surat tersebut, Xi menyebut Indonesia adalah tetangga dekat bagi Tiongkok sehingga mereka siap menyediakan bantuan untuk penanggulangan dan pemulihan bencana sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan pihak Indonesia.

Xi menambahkan, China percaya bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, rakyat Indonesia akan dapat mengatasi bencana yang terjadi dan segera membangun kembali rumah mereka.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 71 warga negara asing (WNA) berada di Palu, Sulawesi Tengah, saat terjadi gempa berkekuatan 7,4 SR yang disusul tsunami pada Jumat (28/9), termasuk 21 warga China yang saat ini dalam kondisi aman.

Selain China, terdapat 50 WNA lain di Palu saat kejadian, yakni satu warga Singapura (telah dievakuasi ke Jakarta), satu warga Korea Selatan (belum diketahui), tiga warga Prancis (belum diketahui), satu warga Malaysia (belum diketahui), satu warga Jerman (aman), 10 warga Vietnam (aman), dan 32 warga Thailand (aman). (***)

Related posts