Pengembangan Pariwisata dan Perhotelan di Sulsel Perlu Digenjot

Pesona Wisata Bahari di Sulsel (Foto : Selayar Vocation)

Makassar, KABAROKE — Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, terus mendorong pengembangan pariwisata dan perhotelan. Terlebih, Sulsel memiliki potensi di sektor tersebut. Olehnya itu, PHRI mengharapkan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota bisa turut berkontribusi.

Guna mendorong pengembangan pariwisata dan perhotelan, pengurus PHRI telah menemui Gubernur Sulsel yang baru, Nurdin Abdullah. Pertemuan pengurus PHRI Sulsel dengan Nurdin bukan sekadar memberikan ucapan selamat, tapi juga memberikan saran dan masukan mengenai pengembangan pariwisata dan perhotelan di pintu gerbang Indonesia Timur.

“Kita (PHRI Sulsel) sudah bertemu dengan gubernur, kita mencoba untuk memberikan penguatan agar Sulsel menjadi (tujuan) destinasi wisata,” kata Anggiat.

Menurut Anggiat, selama ini Sulsel identik menjadi kota tujuan untuk MICE alias Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition. Namun, itu rentan mengalami penurunan. Terlebih jika tiba-tiba terjadi pengurangan anggaran, misalnya dari intansi pemerintahan.

Hal lain, sambung dia yang perlu digairahkan adalah jumlah kunjungan untuk destinasi pariwisata di Sulsel yang tidak signifikan. Berbeda dengan Bali, Yogyakarta dan Lombok, atau yang paling dekat Sulut.

Menurut dia, keberhasilan Nurdin menyulap Bantaeng sebagai destinasi wisata saat masih menjadi bupati diharapkan bisa ditularkan ke Sulsel. “Kalau Bantaeng bisa sukses disulap, ayo dong seluruh kabupaten/kota juga. Kita ingin bisa melakukan hal yang sama supaya memperkuat spirit Sulsel menjadi destinasi wisata,” ujarnya.

Anggiat menyebut Sulsel dapat mencontoh keberhasilan Sulut, dimana jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari China terus meningkat. Data BPS dari wisman asal China yang datang ke Sulut pada Mei 2018 sebanyak 8.324 orang. Itu merupakan 88,51 persen dari total wisman yang berkunjung ke wilayah itu.

“Itu disebabkan adanya penerbangan sewa dari Tiongkok (China) menuju Manado sejak dua tahun terakhir ini,” ujarnya.

Dengan jaringan yang dimiliki Nurdin, khususnya dengan Jepang, Anggiat berharap juga bisa menguntungkan Sulsel dari sektor pariwisata dan perhotelan. “Saat ini Manado sukses wisatawan China-nya dengan carter flightnya. Kita dorong beliau, itukan sangat solid juga dengan Jepang, kenapa nggak digagas juga untuk melakukan hal yang sama,” harapnya.

Anggiat menuturkan banyak resource yang dimiliki Sulsel yang bisa menarik wisman Jepang. Mulai dari lapangan golf, sea food, termasuk situs sejarah peninggalan Jepang.

Dari pertemuan tersebut, Anggiat membeberkan bahwa Nurdin Abdullah juga memiliki banyak ide. Dipikiran orang nomor satu di Sulsel itu juga sudah banyak ide. “Bahkan pulau-pulau juga mau ditata,” pungkas Anggiat yang juga General Manager Hotel Claro Makassar.  (***)

Related posts