OJK : Penyaluran KUR di Sulsel Terbaik Keempat Nasional

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Makassar, KABAROKE — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis kinerja industri keuangan di Sulsel. Berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, bahkan menorehkan prestasi. Salah satunya terkait penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR pada 2018.

Kepala OJK Regional 6 Sulawesi Maluku dan Papua, Zulmi, menyampaikan kinerja penyaluran KUR di Sulsel bahkan tercatat peringkat keempat nasional. Bahkan, bila dikategorikan untuk Indonesia Timur, Sulsel merupakan yang terbaik. Secara nasional Sulsel hanya kalah dari Jateng, Jatim dan Jabar.

“Realisasi penyaluran KUR pada 2018 (di Sulsel) mencapai Rp6,5 triliun atau 121,9% dari rencana bisnis bank sebesar Rp5,4 triliun. Kinerja penyaluran KUR di Sulawesi Selatan tersebut berada di peringkat keempat secara nasional, setelah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat,” kata Zulmi, di Makassar.

Penyaluran KUR di Sulsel, Zulmi melanjutkan mengarah ke sektor produksi yaitu pertanian, perikanan dan industri pengolahan. Pangsa penyaluran kredit di sektor teeebut bahkan mencapai 52,13%. Pencapaian itu sangat positif lantaran juga berada di atas angka nasional yang mencatatkan pangsa 46,8% dan melebihi target pemerintah yaitu minimal 50%.

Kredit UMKM juga tumbuh positif 4,02% dengan pangsa 32,28% dari total kredit. Sejalan dengan itu, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2018 mencapai Rp6,5 triliun atau 121,9% dari rencana bisnis bank pada awal 2018 sebesar Rp5,4 triliun yang kembali mencatatkan pertumbuhan yang positif dengan tingkat risiko yang terkendali selama tahun 2018.

Total aset industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada akhir tahun 2018 mencapai Rp164,4 triliun, tumbuh 6,4%, sedangkan kredit industri jasa keuangan mencapai Rp138,5 triliun, tumbuh 4,7%. Secara umum, pertumbuhan industri jasa keuangan di Sulsel telah ditopang oleh pertumbuhan sektor perbankan dengan total aset mencapai Rp145,1 trilliun atau tumbuh 6,2%.

Zulmi melanjutkan Dana Pihak Ketiga atau DPK juga tumbuh 6,2% menjadi Rp95,2 triliun dan kredit tumbuh 4,3% menjadi Rp120,2 trilliun. Kinerja intermediasi perbankan di Sulsel pun masih terjaga pada level yang tinggi dengan indikator Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 125,12%, lebih tinggi dari LDR perbankan secara nasional 94,04%. Adapun risiko kredit tetap terkendali dengan rasio NPL gross sebesar 3,5%, masih di bawah ambang batas 5%. (***)

Related posts