Sulsel Catat Inflasi 0,53% pada Januari 2019

BPS Sulsel

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Sulsel mengalami inflasi 0,53% dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 136,61. Dari lima kota yang menjadi indikator untuk IHK, seluruhnya tercatat mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare dan inflasi terendah terjadi di Kota Palopo.

“Dari lima kota IHK, seluruh kota yakni Makassar, Bone, Bulukumba, Parepare dan Palopo mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Parepare sebesar 1,14% dengan nilai IHK sebesar 130,23 sedangkan inflasi terendah terjadi di Palopo sebesar 0,04% dengan IHK sebesar 134,11,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel, Akmal, di Makassar.

Menurut Akmal, inflasi yang terjadi di Sulsel disebabkan oleh kenaikan harga pada enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya harga IHK. Adapun kenaikan IHK itu meliputi kelompok bahan makanan (1,80%) dan kelompok sandang (0,23%); kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,20%);

Selanjutnya, kenaikan juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,19%); kelompok kesehatan (0,11%) serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,10%). “Sementara itu, hanya kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 0,04%.

Secara umum, Akmal menyampaikan laju inflasi untuk tahun kalender (Januari 2019) Sulsel sebesar 0,53%. Toh, ini memang masih bulan pertama pada tahun berjalan. Sedangkan laju inflasi year on year rentang Januari 2019 terhadap Januari 2018 mencapai 3,22%.

Akmal mengimbuhkan tingkat inflasi bulanan dan tahun kalender pada Januari 2019 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Masing-masing inflasi periode Januari 2018 dan Januari 2017 sebesar 0,81% dan 1,12%.

“Tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2019 terhadap Januari 2018) sebesar 3,22 %. Tingkat inflasi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun 2018 yang mengalami inflasi tahun ke tahun sebesar 4,11%,” pungkasnya. (***)

Related posts