Sulsel Punya Potensi Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Ilustrasi Ekonomi Syariah

Makassar, KABAROKE — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan Sulsel mempunyai potensi untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah. Hal tersebut tidak lepas lantaran mayoritas masyarakat Sulsel adalah umat Islam alias muslim. Olehnya itu, tidak sulit bila provinsi ini ingin menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah.

Sudirman menuturkan salah satu upaya untuk merealisasikan itu dapat dilakukan dengan menjadikan Sulsel sebagai pangsa produk halal. “Pengembangan Sulsel menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dapat dilakukan. Jadikan Sulsel sebagai pangsa pasar untuk produk halal,” kata dia, di Makassar.

Menurut Sudirman, inti dari market adalah pangsa pasar. Karena itu, bila Sulsel mampu menjadi pangsa pasar produk halal, maka jalan menjadikan provinsi ini sebagai pusat ekonomi syariah akan terbuka. Yang perlu diantisipasi, sambung dia, sebaiknya produk halal itu juga mulai diproduksi dari dalam negeri, bukan malah impor.

“Yang perlu diantisipasi adalah ketika lebih banyak muslim mencari produk halal, tidak diproduksi sendiri, justru digempur produk dari luar. Jangan sampai bumbu konro-nya yang buat dari Thailand,” tuturnya.

Selain itu, Sudirman juga menambahkan jika potensi yang dimiliki Sulsel pun terletak pada pengembangan halal tourism atau wisata halal. Sedari sekarang, ada baiknya untuk mulai mematangkan persiapan menjadikan Sulsel sebagai pusat ekonomi syariah, termasuk dengan mengembangkan wisata halal.

Upaya Sulsel menjadi pusat pengembangan ekonomi mendapatkan respons positif dari berbagai pihak. Tidak terkecuali dari Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, yang bahkan turut mendorong Sulsel untuk bisa menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Ya kita tentunya mendorong ekonomi kerakyatan lebih baik, termasuk keuangan ekonomi syariah,” pungkasnya. (**)

Related posts