Tokoh Pemuda Ini Sebut Bone Butuh Wakil Rakyat Baru di Senayan

Masyarakat Bone Melakukan Gerakan Salam Lima Jari sebagai Bentuk Dukungan bagi Muh Yasir

Bone,KABAROKE — Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah administrasi lingkup Provinsi Sulsel yang mempunyai potensi besar untuk berkembang. Bermodal letak strategis dan sumber daya alam melimpah, Bone sejatinya bisa lebih maju dari sekarang ini. Persoalannya, kewenangan daerah dan anggaran yang terbatas membuat akselerasi pembangunan belum optimal.

Salah satu tokoh pemuda Bone, Jusman, menyampaikan bahwa akselerasi pembangunan Bone bukan semata tugas bupati. Kontribusi wakil rakyat alias legislator, khususnya di tingkat pusat sangatlah berperan penting. Sudah semestinya sang legislator yang mewakili rakyat Bone untuk berjuang demi kemajuan daerah basisnya.

“Ya akselerasi pembangunan Bone juga menjadi tanggungjawab wakil rakyat yang duduk di Senayan. Harusnya kan bisa memperjuangkan agar lebih baik dari sekarang karena Bone punya potensi. Kalau tidak mampu, ya bisa dibilang gagal dan sudah saatnya kita punya wakil rakyat baru untuk Bone di Senayan,” ucap Jusman, Rabu (6/2).

Menurut Jusman, Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 pada 17 April mendatang menjadi momentum untuk memperbaiki wajah Bone. Toh, ia yakin masih ada tokoh Bone yang tulus, komitmen dan kompeten dalam membangun daerah. Bukannya menjelekkan caleg petahana, tapi kata Jusman, kesempatan sudah pernah diberikan dan hasilnya tidak ada perubahan positif yang signifikan.

“Pileg lalu bisa jadi pembelajaran, kalau jagoan kita yang lalu ternyata tidak mampu berbuat untuk daerah, ya untuk apa dipertahankan pada Pileg 2019 ini. Sudah saatnya memilih wakil rakyat baru, tapi tentunya jangan sembarangan. Harus cek track record orang itu, kita tentu mau yang benar-benar kompeten dan punya kontribusi nyata untuk Bone,” terang dia.

“Jangan pilih caleg yang hanya bisa mengumbar janji dan menebar harapan palsu, termasuk yang sudah diberi kesempatan tapi tidak berbuat apa-apa. Jangan sampai suara kita menjadi sia-sia,” sambung Jusman.

Lebih jauh, Jusman memaparkan sederet problematika klasik yang menjadi pekerjaan rumah bagi caleg DPR RI terpilih dari Bone. Di antaranya yakni permasalahan infrastruktur, khususnya akses transportasi, baik itu jalan dan jembatan yang butuh pembenahan. Juga persoalan ekonomi, dimana Bone yang punya letak strategis belum menjadi pusat ekonomi baru di Sulsel.

“Melihat permasalahan itu, Bone memang membutuh figur yang mempunyai pengalaman dan jaringan yang luas, bukan hanya di level daerah tapi juga pusat. Saya percaya Bone tidak pernah kekurangan tokoh dan itu sudah terbukti, dimana banyak tokoh besar di negara ini merupakan putra daerah (Bone),” ujarnya.

Salah satu tokoh asal Bone yang memenuhi kriteria sebagai wakil rakyat Bumi Arung Palakka di Senayan adalah Muh Yasir. Caleg DPR RI dari Partai Golkar itu sudah banyak berbuat dan memberikan kontribusi, bahkan sebelum menjadi wakil rakyat. Semasa aktif di Kemendag RI, Muh Yasir menggagas sejumlah program-program ekonomi kerakyatan yang kini dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya di Sulsel, tapi juga Indonesia secara keseluruhan.

Muh Yasir merupakan salah satu pencetus program-program strategis dalam usaha peningkatan dan perkembangan usaha kecil dan menengah. Di antaranya yakni program pembangunan pasar percontohan, revitalisasi pasar-pasar tradisional terutama di wilayah Sulsel rentang 2006–2012 serta pembangunan gudang.

Caleg nomor urut lima itu juga ikut andil dalam pembangunan pusat distribusi nasional dan pemberian bantuan sarana usaha berupa tenda kaki lima dan coller box kepada pedagang ikan. (**)

Related posts